Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 30, 2010

bnbr beraksi korporasi terbalik … 300610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 10:15 am

30/06/2010 – 09:30
Tunda IPO Anak Usaha, BNBR ‘Speculative Buy’

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrie & Brothers (BNBR) menunda IPO anak usahanya Bakrie Indo Infrastructure dari rencana awal tahun ini menjadi dua hingga tiga tahun ke depan dikarenakan krisis Eropa dan belum stabilnya kondisi ekonomi.

BNBR lebih memilih untuk menjalin mitra strategis untuk mengembangkan Bakrie Indo Infrastructure, namun manajemen belum menyebutkan mitra strategis yang dimaksud.

Manajemen mengatakan nantinya mitra strategis tersebut kemungkinan akan menjadi pemegang saham Bakrie Indo Infrastructure. Bakrie Indo Infrastructure akan merefinancing utang jangka pendek menjadi jangka panjang sehubungan penundaan IPO dimana rencananya hasil dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang jangka pendek. “Kami merekomendasikan speculative buy untuk saham BLTA,” ujar Samuel Securities dalam ulasan pasarnya hari ini. [cms]

pede ! ati2! … 300610

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 9:21 am

Selasa, 29/06/2010 23:05:15 WIB
Truba Jaya siap lunasi obligasi
Oleh: Irvin Avriano A.

JAKARTA (Bisnis.com): PT Truba Jaya Engineering, anak usaha PT Truba Alam Manunggal Tbk, siap melunasi obligasi yang jatuh tempo pada awal bulan depan setelah sebelumnya dikhawatirkan akan gagal bayar.

“Manajemen Truba Jaya Engineering telah menyiapkan dana untuk pelunasan pokok obligasi tersebut, dana tersebut saat ini dalam bentuk deposito on call,” ujar Direktur Utama Truba Jaya Engineering Erman Suparno dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.

Dia mengatakan obligasi itu akan dilunasi perseroan pada saat jatuh tempo, sehingga perseroan tidak akan gagal bayar terhadap kewajibannya itu.

Sebelumnya, perseroan belum memastikan pelunasan obligasi itu sehingga dinilai PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) berpotensi gagal bayar terhadap pelunasan obligasi I/2007 perseroan senilai Rp200 miliar yang akan jatuh tempo pada 8 Juli.

Dalam riset yang diterbitkan pada 25 Juni itu, analis Pefindo Rifan Firmansyah menurunkan peringkat obligasi itu sebanyak tiga level dari level idBBB+ ke level idBB+, yang sudah tidak masuk ke dalam kategori layak investasi (investment grade).

Peringkat itu juga memiliki prospek (outlook) pengawasan berimplikasi negatif untuk menunjukkan kekhawatiran atas kemampuan perseroan melunasi efek utangnya itu.

“Perusahaan juga belum mendapatakan kepastian atas rencana penambahan utang bank baru karena sampai saat ini perusahaan belum memperoleh komtmen dari bank,” ujarnya dalam riset itu.

Perseroan, tuturnya, sudah memiliki saldo kas sebesar Rp305,9 miliar per Mei, tetapi memiliki utang jangka pendek yang harus dibayar tahun ini sebesar Rp455,7 miliar.

Laporan keuangan perseroan per akhir tahun lalu menunjukkan perseroan hanya memiliki kas dan setara kas sebesar Rp76,35 miliar.

Laporan keuangan 2009 itu juga menunjukkan perseroan memiliki kewajiban untuk menyediakan dana sebesar dana pelunasan dan sisa pelunasan bunga yang ditetapkan sebesar 11,75% per tahun.

Perseroan juga diwajibkan untuk menjaga rasio utangnya terhadap ekuitas tidak melebihi 2:1.

Sebelumnya, Pefindo telah menempatkan prospek peringkat obligasi perseroan pada level pengawasan negatif pada Mei lalu dengan memperhatikan potensi tidak didapatkannya komitmen utang untuk melunasi obligasinya itu.

Namun, Pefindo mencatat penurunan peringkat itu harus dilakukan mengingat hingga saat ini perseroan belum mendapatkan komitmen pinjaman.

Perseroan bergerak di bidang jasa manajemen proyek, pabrikasi, rekayasa, dan konstruksi beragam industri. Sebanyak 96% saham perseroan dimiliki Truba Alam Manunggal melalui PT Manunggal Infrasolusi.

Selain Truba Alam, pemegang saham yang lain terdiri dari PT Multi Enegeri Persada sebesar 2,3%, dan PT Kurnia Unggul Sejahtera sebanyak 1,7%. (wiw)

kasus b-life: sang pemb00nk … 300610

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 9:17 am

PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) belum bisa memastikan kapan dana nasabah Diamond Investa kembali dibayarkan. Pemegang saham Bakrie Life, Bakrie Capital Indonesia (BCI) masih mencari pendanaan sekitar Rp 30 miliar dari lembaga keuangan non bank.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bakrie Life, Timoer Sutanto kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (29/06/2010).

“Belum dibayarkan karena masih proses dengan kreditur. Hanya butuh waktu,” ujar Timoer.

Timoer tidak bisa memberikan kepastian mengenai pembayaran dana nasabah dibawah Rp 200 juta dan cicilan pembayaran dana pokok dan bunga untuk nasabah diatas Rp 200 juta.

“Agak seret memang (pembayarannya) hal ini dikarenakan pemegang saham (BCI) masih mencari pendanaan non bank,” tuturnya.

Lebih lanjut Timoer mengungkapkan dana yang dibutuhkan untuk pembayaran seluruh nasabah tersebut yakni sekitar Rp 30 miliar.

“Itu termasuk nasabah yang tertunda pembayarannya,” jelasnya.

Timoer juga meminta para nasabah Diamond Investa kembali bersabar. Bakrie Life berjanji komitmen para pemegang saham untuk melunasi nasabahnya tidak perlu diragukan.

“Pembayaran cicilan memang belum dibayarkan karena masih proses dengan kreditur. Namun komitmen pemegang saham untuk settlement tidak perlu diragukan hanya butuh waktu,” ujar Timoer.

Timoer mengklaim pihaknya telah menenangkan para nasabah agar dapat mengerti keadaan perusahaan. “Kami coba menenangkan nasabah tentang komitmen kami dan banyak mendukung,” katanya.

Mengenai opsi dari pihak Bapepam-LK selaku regulator jasa keuangan non bank dimana dapat menggugat pailit Bakrie Life, Timoer mengatakan hal tersebut justru tidak akan menyelesaikan masalah.

“Pailit tidak akan menyelesaikan masalah, malah jadi kacau proses settlementnya,” ungkap Timoer.

Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany sebelumnya mengatakan, Bapepam hanya bertindak sebagai mediator antara manajemen Bakrie Life dengan nasabah. Jika nasabah tidak menyetujui mekanisme pengembalian dana yang ditawarkan oleh manajemen, nasabah bisa membawa kasus ini ke pengadilan.

Untuk diketahui Bakrie Life menderita gagal bayar produk asuransi berbasis investasi dengan nama Diamond Investa sebesar Rp 360 miliar.

Skema pembayaran Angsuran Pokok dana nasabah diatas Rp 200 juta yakni Maret 2010 (6,25%), Juni 2010 (6,25%), September 2010 (6,25%), Desember 2010 (6,25%), Maret 2011 (6,25%), Juni 2011 (6,25%), September 2011 (6,25%), Desember 2011 (6,25%), dan terakhir pada Januari 2012 (50%). Kemudian untuk dana di bawah Rp 200 juta dibayarkan pada April 2010 hingga lunas.

Sumber: detikcom

murah n GERAH … 300610

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 7:27 am

29/06/2010 – 10:22
Yuganur Wijanarko
Dividen Jadi Katalis Penguatan BUMI

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Selasa (29/6) diprediksikan menguat seiring potensi kenaikan harga minyak dan kemampuan perseroan membagikan dividen. Kepercayaan investor pun pulih. ‘Buy’ untuk BUMI!

Yuganur Wijanarko, senior researcher HD Capital mengatakan, potensi penguatan saham PT Bumi Resources (BUMI) hari ini salah satunya dipicu peluang penguatan harga minyak mentah dunia mendekati level US$100 akhir Juli mendatang.

Di sisi lain, menurutnya, pembagian dividen tahun ini di level Rp27,68 per saham jadi katalis penguatan BUMI di atas Rp2.000. “Jangan dilihat berapa rupiahnya. Tapi, faktanya BUMI membagikan dividen,” katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta, Senin (28/6) malam.

Pada perdagangan kemarin, saham BUMI ditutup menguat Rp10 (0,52%) jadi Rp1.900 dibandingkan sebelumnya di level Rp1.890. Harga tertingginya mencapai Rp1.910 dan terendahnya Rp1.880. Volume transaksi mencapai 124,9 juta unit saham senilai Rp236,3 miliar dan frekuensi 1.557 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah menguat Rp10, bagaimana Anda memperkirakan, pergerakan saham BUMI hari ini?

Saya melihat adanya potensi penguatan. Salah satu katalisnya dipicu oleh peluang kenaikan harga minyak mentah dunia mendekati level US$100 per dolar AS di akhir Juli mendatang. Sebab, pesanan minyak untuk pengiriman akhir tahun ini atau pemesanan musim dingin dilakukan bulan depan.

Saat ini pun, di mana harga minyak mentah dunia berada di level US$78 per barel, pelaku pasar sudah berekspektasi, harga minyak akan menjebol US$80 per barel. Jika naik di atas US$80, arahnya ke level US$85.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Karena itu, BUMI akan mengarah ke level resistance Rp1.950-2.020 dan Rp1.880 sebagai level support-nya. Dalam sebulan ke depan, target price saham BUMI di level Rp2.400-2.500. Penguatan bukan hanya terjadi di saham BUMI, tapi di semua saham yang bernaung di bawah grup Bakrie. Kenaikan BUMI dan BTEL (PT Bakrie Telecom) dua kali lipat kenaikan indeks.

Bagaimana dengan sentimen dari fundamental perseroan?

Sentimen negatifnya sudah mereda. Sebab, BUMI menegaskan telah membayarkan pajak senilai US$1,1 miliar (belum termasuk royalti batubara dan lainnya) selama periode 2005-2009. Perseroan juga mengatakan kalau nilai tersebut telah mengikuti penyesuaian kebijakan pajak sunset policy yang diterapkan pemerintah pada 2005, 2006 dan 2007.

Memang aksi korporasi seperti non preemptive issue ditunda hingga 30 September 2010. Tapi, hal itu sudah menjadi kepastian di RUPS pekan lalu. Karena itu, setengah dari masalah utang BUMI sudah selesai. BUMI menghadapi utang jatuh tempo dari dua kreditur senilai US$437,29 juta. Keduanya telah menyatakan kesiapannya mengkonversi utang tersebut menjadi saham baru yang akan diterbitkan BUMI.

Apakah itu otomatis mengembalikan kepercayaan investor?

Kepercayaan investor atas BUMI mulai pulih karena terbantu oleh kesepakatan pembagian dividen di 2010. Sebab, di 2009, emiten ini tidak membagikan dividen. Kalau suatu perusahaan mampu membagikan dividen, perusahaan itu masih solid. Karena itu, jika BUMI jebol di atas Rp2.020, arahnya berikutnya ke level Rp2.300. Yang ditunggu pasar saat ini adalah cum date pembagian dividen di level Rp27,68 per saham. Menjelang pembagian, harga BUMI akan naik drastis.

Apakah secara teknikal pun BUMI menunjukkan penguatan?

Secara teknikal, seharusnya saham BUMI menguat. Sebab, BUMI sudah lama konsolidasi di level Rp1800-1.900. Karena itu, BUMI harus bergerak ke atas Rp2.000. Apalagi, harga saham PT Adaro Energy (ADRO) sudah di atas Rp2.000 per saham. Padahal, harga ADRO selalu di bawah BUMI.

Sejauh pengamatan Anda, apa yang memicu konsolidasinya saham BUMI belakangan ini?

BUMI terganjal dari sisi risiko good corporate gavernance yang dinilai pasar BUMI kurang transparan terhadap investor. Tapi, dengan dividen, kepercayaan investor kembali pulih. Stagnannya BUMI juga dipicu oleh harga non preemptive issue yang dipatok di level Rp2.300 per lembar saham. Karena itu, harga teoritis dilusi pasar akibat penerbitan saham baru itu jadi Rp1.900 per saham. Karena itu, harga tengahnya di level 1.800-2.000. Itulah harga wajarnya.

Tapi, BUMI tidak akan lama bertahan di kisaran itu. Sebab, non pre emptive issue sudah pasti dilaksanakan pada 30 September di level Rp2.300. Berarti harga dilusi saham yang beredar di level Rp1.900 saat ini. Namun, yang harus diingat adalah harga teoritis di level Rp1.900 ini belum mempertimbangkan dividen. Pembagian dividen sangat menopang penguatan BUMI di atas Rp2.000. Jangan dilihat berapa rupiahnya. Tapi, faktanya BUMI membagikan dividen.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan beli untuk BUMI. Sebab, dari sisi valuasi pun baik price earning maupun price to book value saham BUMI paling murah di sektornya. [jin/hid]
28/06/2010 – 10:14
Irwan Ibrahim
Minyak Juli US$90, Saatnya Beli BUMI!
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Saham BUMI, Senin (28/6) diprediksikan menguat. Sebab, harga minyak mentah dunia berpotensi capai US$90 per barel di Juli 2010. Saatnya beli saham sejuta umat ini!

Pengamat pasar modal, Irwan Ibrahim mengatakan, potensi penguatan saham BUMI hari ini salah satunya ditopang oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di level US$79 per barel . Menurutnya, harga emas hitam ini berpeluang tembus ke level US$82 per barel, lusa.

Bahkan, harga minyak di Juli mendatang bisa mencapai US$90 per barel. Sebab, pemesanan untuk delivery akhir tahun, dilakukan di bulan Juli ini. “Saya rekomendasikan beli untuk saham BUMI. Saat ini, merupakan momentum yang tepat,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (27/6).

Akhir pekan lalu, Jumat (25/6) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp1.890. Harga tertingginya mencapai Rp1.900 dan terendahnya Rp1.880. Volume transaksi mencapai 45,1 juta unit saham senilai Rp85,2 miliar dan frekuensi 1.834 kali. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah ditutup stagnan di level Rp1.890, bagaimana Anda memprediksi pergerakan saham BUMI awal pekan ini?

Saya melihat potensi penguatan di saham ini. Salah satunya, karena dipicu oleh tren kenaikan harga minyak mentah dunia dan batubara. Saat ini, harga emas hitam itu mencapai US$79 per barel, sedangkan batubara berada di atas level US$100 per metrik ton berdasarkan harga di Newcastle. Harga tersebut, merupakan batubara dengan kualitas prima yang dimiliki PT Kaltim Prima Coal (KPC), anak usaha BUMI.

Akan bergerak di kisaran berapa?

BUMI akan mengarah ke level resistance Rp2.025 dan Rp1.900 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan sentimen market?

Justru itu, kenaikan harga minyak di pasar New York, memicu kenaikan saham-saham sektor energi di Asia. Karena itu, pergerakan pasar modal secara keseluruhan pun akan meningkat sehingga kondusif bagi penguatan saham BUMI. Sebab, kenaikan harga minyak mentah dunia, disusul juga dengan kenaikan harga CPO (crude palm oil) yang saat ini di level US$800 berdasarkan harga di Roterdam.

Walaupun market mendapat sentimen negatif, karena faktor kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang rata-rata mencapai 10%, hal itu tidak berpengaruh negatif pada saham-saham sektor komoditas baik pertambangan maupun perkebunan. Kenaikan listrik, hanya negatif bagi saham-saham sektor konsumsi yang berorientasi pasar dalam negeri.

Lantas, bagaimana dengan perseroan yang kembali menegaskan telah membayarkan pajak senilai US$1,1 miliar (belum termasuk royalti batubara dan lainnya) selama periode 2005-2009?

Itu tidak berdampak pada pergerakan saham BUMI. Meskipun perseroan juga mengatakan kalau nilai tersebut telah mengikuti sunset policy yang diterapkan pemerintah pada 2005, 2006 dan 2007. Faktor pajak sudah diabaikan pasar baik yang sudah dibayar maupun dalam sengketa.

Apa yang menjadi perhatian investor saat ini?

Para investor saat ini, terutama asing, hanya fokus melakukan hedging atas kenaikan-kenaikan harga minyak yang peluangnya berada di luar perkiraan nantinya. Investor hedging ke sahamnya. Sebab, jika investor membeli komoditas di perdagangan berjangka, harganya saat ini sudah terlalu tinggi.

Misalnya, pesawat Singapore Airlines yang perusahaannya listing di Singapura. Maskapai itu pasti melakukan hedging untuk pembelian bahan bakarnya dalam jangka panjang. Karena itu, agar risikonya tidak terlalu tinggi, Singapore Airlines, juga melakukan hedging dengan melakukan pembelian saham di sektor komoditas seperti BUMI. Dalam sehari, kebutuhan bahan bakar (BBM) maskapai itu bisa mencapai US$40 juta. Yang dibeli adalah saham-saham sektor energi.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya rekomendasikan beli untuk saham BUMI. Saat ini, merupakan momentum yang tepat. Sebab, lusa, harga minyak mentah dunia berpotensi tembus ke level US$82 per barel. Bahkan, harga minyak di Juli ini bisa mencapai US$90 per barel. Sebab, pemesanan untuk delivery akhir tahun, dilakukan di bulan Juli ini. [jin/hid]

Juni 28, 2010

skandal optima: penyelesaian TRU$ … 280610

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 6:36 pm

Senin, 28 Juni 2010 | 13:36
kontan
KASUS OPTIMA

BEI Selesaikan 33 Rekening Nasabah Optima yang Bermasalah

JAKARTA. Jumlah rekening nasabah PT Optima Kharya Securities yang bermasalah semakin berkurang. Pekan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali menyelesaikan transaksi 33 dari 132 rekening nasabah Optima itu.

“Jadi nantinya masih ada 99 rekening nasabah yang diproses karena ada masalah selisih,” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, hari ini (28/6).

Menurut Uriep, selisih jumlah dana nasabah dengan data yang ada mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar. Sebelumnya sudah ada 130 rekening nasabah yang berhasil dipindahtangankan ke perusahaan efek lainnya.

Sekitar 130 rekening ini sudah melewati tahap penyelesaian dana nasabah seperti yang ditawarkan manajeman Optima. Selain itu, terdapat 139 rekening nasabah yang hingga kini belum melaporkan klaim dengan nilai mencapai Rp 21 miliar.

Anna Suci Perwitasari

tadinya diincar unsp : 280610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:27 am

“Food Estate” Merauke Terkendala Harga
Senin, 28 Juni 2010 | 03:43 WIB

Jakarta, Kompas – Investasi pertanian pangan dan energi skala luas di Merauke, Papua-Merauke Integrated Food and Energy Estate—bakal terkendala harga komoditas pangan yang tak lagi liar. Sementara janji pemerintah memberikan fasilitas investasi berupa pembangunan infrastruktur juga belum terealisasi.

Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung Bustanul Arifin, Minggu (27/6) di Jakarta, harga komoditas pangan domestik ataupun internasional tidak lagi liar. ”Ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama investor untuk merealisasikan investasinya di Merauke,” katanya.

Dari diskusi dengan sejumlah pengusaha yang berminat menanamkan modalnya di Merauke, terungkap bahwa untuk komoditas jagung, investasi akan menjanjikan dan memberikan keuntungan bagus bila harga jagung minimal Rp 3.000 per kilogram jagung pipilan kering.

Hitungan sederhana menunjukkan, dengan produktivitas jagung 6 ton per hektar, pendapatan kotor pengusaha per hektar Rp 18 juta. Namun, dari penelusuran Kompas, saat ini harga jagung hanya sekitar Rp 2.200 per kilogram di tingkat petani. Sampai ke pengguna sekitar Rp 2.300-Rp 2.400.

Kecenderungan yang bagus justru pada komoditas beras. Harga beras kualitas medium saat ini mencapai Rp 5.500 per kilogram. Saat ini harga beras dalam negeri lebih tinggi dibandingkan dengan beras Vietnam atau Thailand untuk kualitas yang sama.

Peluang ada pada komoditas kedelai. Namun, kendala budidaya kedelai sangat kompleks karena banyaknya serangan hama, belum lagi soal produktivitas yang rendah. Adapun untuk komoditas gula masih menghadapi tantangan fluktuasi harga. Bustanul menengarai ada empat komoditas yang akan dikembangkan di Merauke, yakni beras, jagung, sedikit kedelai, dan gula.

Bustanul menyatakan, pertimbangan bisnis tetap akan menjadi pertimbangan utama para pengusaha yang berminat berinvestasi di Merauke. Jika hitung-hitungan bisnis menguntungkan, investor akan masuk.

Selain kendala tren harga komoditas, kendala lain yang bakal dijumpai terkait implementasi food estate adalah kesulitan pengusaha mendapatkan orang-orang yang memiliki kapasitas dalam mengelola bisnis besar tanaman semusim yang memiliki risiko tinggi.

Sampai saat ini belum terlihat orang yang punya kapasitas menonjol yang mampu mengelola lahan pertanian pangan dalam skala hingga puluhan ribu bahkan ratusan ribu hektar. Padahal, semua tahu, membudidayakan tanaman musiman tidak mudah.

Sedikit kurang pasokan air, gangguan iklim atau kendala hama dapat mengakibatkan kerugian besar. Kehadiran manajer lapangan yang andal dan menguasai teknik budidaya pertanian pangan skala luas mutlak diperlukan agar bisnis sukses.

Kendala lainnya adalah ketidakpastian kebijakan oleh pemerintah pusat yang dapat dijadikan pegangan bagi daerah dan swasta dalam melakukan investasi. Padahal, swasta dan pemerintah memerlukan dukungan kebijakan sebagai payung untuk bisa merealisasikan kegiatan. (MAS)

btel : esia yang flexi … 280610

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:05 am

Flexi-Esia Penggabungan “Smart”
Minggu, 27 Juni 2010 | 16:47 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

KOMPAS.com – Mungkin aksi korporasi paling smart di industri telekomunikasi tahun ini adalah rencana konsolidasi, merger atau akuisisi, antara Flexi (PT Telkom) dan Esia (PT Bakrie Telecom). Padahal proses penggabungan juga sudah terjadi antara PT Sinar Mas Telecom (Smart) dan PT Mobile-8 (Fren-Hepi) 2-3 bulan lalu, tetapi tidak menggelegar.

Momen itu tidak hanya menjadi sorotan investor pasar modal dan pemain industri, tetapi juga para politisi. Kepala suku Bakrie, Aburizal Bakrie, adalah Ketua Umum Partai Golkar dan juga Ketua Sekretariat Gabungan Partai-partai Koalisi dengan berbagai persoalan yang membelit kelompok usahanya.

Baru seputar isu saja harga saham Bakrie Telecom (Btel) naik 14,89 persen seminggu pertama Juni menjadi Rp 162 pada 7 Juni 2010. Saham anak usaha Bakrie Brothers itu terus menjulang, sama menjulangnya dengan jumlah utang yang pada akhir Desember 2009 mencapai Rp 4,88 triliun, naik 98,9 persen dari Rp 2,45 triliun pada akhir Desember 2008, menurut laporan keuangan tahun 2009 Bakrie Telecom. Padahal pendapatan usaha Btel di tahun itu hanya Rp 2,74 triliun dengan laba bersih Rp 98,44 miliar.

Isu konsolidasi mengguncang pasar dan membuat operator code division multiple access (CDMA) lain merasa terancam. Penggabungan keduanya menimbulkan kekuatan yang sangat besar, jumlah pelanggan menjadi lebih dari 26 juta, 90 persen pangsa pasar CDMA yang 30 juta. Di seluler, gabungan ini menjadi terbesar keempat setelah PT Telkomsel, PT Indosat, dan PT XL Axiata, yang memantapkan eksistensi CDMA dan mengurangi saling bunuh lewat perang tarif.

Di kala industri telekomunikasi sedang acakadul, penggabungan itu dinilai sangat positif. Selain terjadi penghematan besar dalam biaya modal dan biaya operasi, juga dalam biaya pemasaran, terutama biaya tawar keduanya akan menurun tajam. Selama ini, di lapangan, “pertempuran” dari yang halus sampai yang kasar terjadi antarkedua operator itu walaupun kedua jajaran direksi punya hubungan mesra.

PT Telkom, pemilik prasarana terbaik dari semua operator telekomunikasi, selalu melihat Esia sebagai ancaman serius. Jika dibiarkan, jumlah pelanggan Telkom Flexi yang 15,1 juta akan segera disusul oleh Esia yang pelanggannya baru 11 juta. Tawuran terjadi, konon, akibat pemahaman fair play di jajaran Telkom, fair terhadap Esia di tingkat petinggi, namun play di lapangan. “Dengan penggabungan terjadi penghematan besar-besaran di biaya berantem,” ujar salah satu petinggi telekomunikasi.

Untungkan pelanggan

Penghematan besar-besaran secara langsung menguntungkan pelanggan karena mutu layanan keduanya akan meningkat, selain biaya modal yang lebih difokuskan ke pengembangan jaringan. Dengan berbagai benefit tadi, pelanggan FlexiEsia diyakini bisa mencapai 40 juta pada tahun 2011.

Kata Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah kepada media, perlu waktu empat bulan untuk menuntaskan penggabungan yang menjadi bagian transformasi bisnis BUMN itu menjadi perusahaan unggul di layanan telekomunikasi, informasi, media, dan edutainment. Kata anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono, perlu waktu setahun untuk mendapat lisensi dan izin operator baru jika konsolidasi itu menggunakan nama baru

Telkom akan spin off (memisahkan) Flexi menjadi PT sendiri untuk merger, tetapi kalau opsinya akuisisi Bakrie, Telkom yang akan mengambil kendali. Dengan merger, baik PT Telkom maupun Btel tidak mengeluarkan dana.

Konsolidasi

Konsolidasi akan dimulai oleh Bakrie yang membeli prasarana Flexi berupa base transceiver station (BTS) dan karyawan divisi Flexi yang jumlahnya di atas seribuan orang, lalu melakukan right issue sebesar 40 persen sahamnya yang akan dibeli oleh Telkom. Dengan hitungan harga saham per lembar Rp 162, yang harus dikeluarkan Telkom sekitar Rp 1,84 triliun.

Wacana penggabungan dua raksasa di CDMA Indonesia ini cukup menggetarkan operator CDMA lainnya, meski SmartFren dikatakan tetap akan dikembangkan dan menjadi nomor dua di CDMA. StarOne (Indosat—pelanggan 600.000-an) atau Ceria (Sampurna Telecom—di bawah 200.000) akan makin menggurem dan konon Ceria (frekuensi 450 MHz CDMA) akan diambil alih Btel.

Isu monopoli kemungkinan akan ditiupkan pesaing karena industri kemudian dikendalikan oleh FlexiEsia yang bisa mematikan operator lainnya. Jika dipandang hanya dari sudut CDMA, isu itu kemungkinan benar, tetapi kalau FlexiEsia tidak menekan industri dengan perang tarif, tak akan ada masalah dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Nonot Harsono kepada media mengatakan, penggabungan FlexiEsia tidak melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli jika dilihat posisinya sebagai operator seluler.

Bagaimanapun, akuisisi atau merger di industri telekomunikasi akan merupakan yang terbaik saat ini.

Dengan 11 operator telekomunikasi, beban biaya sosial yang ditanggung masyarakat—antara lain pemilikan kartu SIM lebih dari satu operator— sangat besar. Itu karena semua operator larut dalam perang tarif yang biaya marketingnya tinggi untuk bisa hidup.

Untuk Indonesia dengan 235 juta penduduk, mungkin hanya perlu 4 atau 6 operator. China yang penduduknya 1,3 miliar hanya punya 2 operator seluler.(Moch S Hendrowijono Wartawan Senior, Mukim di Cisarua, Bandung)

elty n nirwana … 280610

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 6:32 am

Senin, 28/06/2010
Bakrieland bidik dana asing Rp500 miliar
Bakrie Infrastructure akuisisi 14,5% saham Jasa Sarana

JAKARTA: Pengembang terintegrasi PT Bakrieland Development Tbk bernegosiasi dengan tiga mitra strategis asing dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana Residence dengan membidik nilai investasi hingga Rp500 miliar.

Direktur Utama Bakrieland Hiramsyah Thaib mengatakan mitra strategis itu berkomitmen ikut menggarap proyek tersebut, menyusul strategisnya pengembangan wilayah Bogor yang masuk di kawasan Selatan Jakarta.

“Ada dua hingga tiga mitra asing untuk pengembangan proyek Bogor Nirwana. Potensi kemitraan strategis ini sekitar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar,” tuturnya seusai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, akhir pekan lalu.

Hiramsyah menjelaskan di Bogor Residence, lanjutnya, perseroan berencana mengakuisisi 60 hektare lahan di sekitarnya dengan nilai akuisisi Rp200 miliar. Dana akuisisi itu diambilkan dari hasil penerbitan saham baru dan telah disetujui pemegang saham.

Sayang, dia belum bersedia menyebutkan mitra strategis yang dimaksud. Namun baru-baru ini, perseroan telah melakukan roadshow dan bertemu dengan 27 investor global di antaranya Fidelity, Capital World, AIG, dan Prudential.

Muhibah itu dilakukan karena perseroan membutuhkan mitra strategis, menyusul rencana pengembangan properti di kawasan Bogor dan pencatatan saham perdana (initial public offering/ IPO) anak usahanya PT Bakrieland Toll Road.

Strategi pengembangan Bogor Nirwana dengan menggandeng asing itu dilakukan setelah perseroan berhasil mengeksekusi skema serupa di Bukit Jonggol Asri. Sociate Stasbourg S.A dipastikan menyetor modal Rp917 miliar dalam pengembangan Bukit Jonggol.

Di proyek tersebut, jelas Hiramsyah, Societe menerapkan skema bagi hasil dengan besaran 25%, sehingga tidak meninggalkan beban kewajiban karena tidak dikenakan bunga. Kerja sama itu bersifat penyertaan modal dan bukan akuisisi saham.

Masuk Jasa Sarana

Sementara itu, dari Bandung, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Jasa Sarana, akhir pekan lalu, menyetujui masuknya PT Bakrie Infrastructure ke dalam badan usaha milik daerah (BUMD) Jabar tersebut dengan kepemilikan saham sebesar 14,5%.

Dirut Jasa Sarana Soko Sandi Buwono mengemukakan Bakrie Infrastructure, anak usaha Bakrieland, masuk ke Jasa Sarana dengan mengambil hampir seluruh porsi saham PT Indec Internusa sebesar 15%, senilai Rp38 miliar.

Dia mengatakan Bakrie Infrastructure menunjukkan keseriusan untuk bergabung dengan Jasa Sarana dengan menyetorkan dana langsung Rp38 miliar itu. “Bakrie membeli saham Indec 14,5%, sehingga saham Indec di Jasa Sarana menjadi 0,5%.”

Jasa Sarana sebelumnya dimiliki oleh Pemprov Jabar 70%, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk 15%, dan Indec Internusa 15%. “Kami berharap masuknya Bakrie Infrastructure dapat menggenjot kinerja perusahaan yang kini fokus ke proyek ruas tol Ciawi-Sukabumi.” (k45) (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

Juni 27, 2010

elty @bogor nirwana : 270610

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 6:01 pm

EKONOMI
27/06/2010 – 10:56
Garap Bogor Nirwana, ELTY Gandeng Asing
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan menggandeng mitra strategis asing dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana.

“Ada dua hingga tiga mitra asing untuk pengembangan proyek Bogor Nirwana. Potensi kemitraan strategis sekitar Rp300 miliar hingga Rp500 miliar,” ujar Presiden Direktur ELTY Hiramsyah Thaib, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ELTY di Jakarta, Jumat (25/6).

Namun, Hiramsyah belum ingin menyebutkan mitra strategis asing yang dimaksud dalam pengembangan proyek Bogor Nirwana Residence. Seperti diketahui, perseroan akan mengakuisisi sekitar 60 hektar lahan di sekitar Bogor Nirwana Residence senilai Rp200 miliar.

Selain itu, perseroan bekerjasama dengan mitra strategis asing dalam proyek pengembangan Bukit Jonggol Asri. Hiramsyah menuturkan, Sociate Stasbourg S.A akan menyertakan modal sebesar Rp917 miliar dalam pengembangan proyek Bukit Jonggol Asri. Sociate Stasbourg merupakan perusahaan investasi asal Eropa. “Untuk besaran bagi hasil sekitar 25 persen dan tingkat pengembalian investasi minimal 20 persen,” tambah Hiramsyah.

Ia menambahkan, perseroan akan mengembangkan land swap dalam proyek Bukit Jonggol Asri, berupa kawasan terpadu. “Kita tidak hanya membangun cluster tetapi membangun kawasan terpadu. Kawasan per kawasan dengan beberapa fungsi yang di Jakarta,” kata Hiramsyah.

Seperti diketahui, perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLB) untuk melakukan penawaran umum terbatas (PUT) IV sebesar Rp3,19 triliun, memberikan pinjaman kepada anak perusahaan PT Superwish Perkasa yang akan digunakan dalam pengembangan proyek Rasuna Epicentrum, memberikan persetujuan kepada perseroan untuk melakukan pembelian 20% saham PT Sentul City Tbk, dan melakukan transaksi material berupa penyertaan modal dalam PT Bukit Jonggol Asri dan melakukan pembelian saham PT Fusin Plus Indonesia yang memiliki Lido Lake Resort di Sukabumi sekaligus pengambilan saham yang diterbitkan PT Fusion Plus Indonesia. RUPSLB tersebut dihadiri 55,6% pemegang saham. [mel/mre]

elo gemuk, BACA NEH : 270610

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 1:20 pm

… menurut penelitian mutakhir, ternyata ditemukan kemungkinan teori baru terkait kegemukan (obesitas) : kemungkinan ini adalah penyakit autoimun, yaitu fungsi insulin pada sel tubuh terganggu oleh reaksi autoimun akibat bocornya kuman usus ke dalam sistem peredaran darah sistemik tubuh … well, baca aja lengkapnya:  http://ekonomitakserius.wordpress.com/2010/06/27/geregetan-kuman-obesitas-270610/

Older Posts »

The Shocking Blue Green Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 55 pengikut lainnya.