Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 1, 2011

bumi diMILIKi born (12) : 22012012 (Merry New Year)

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 2:17 pm

BORN Resmi Miliki Saham Bumi Plc

Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Sabtu, 21 Januari 2012 | 19:18 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) telah menuntaskan pembelian 23,8% saham Bumi Plc, dengan mempertimbangkan kas agregat senilai US$1 miliar.

Penyelesaian pembelian ditandai dengan penandatanganan pelepasan saham Bumi Plc dari PT Bakrie & Brothers Tbk dan Long Haul Holdings Ltd pada Jumat (20/1) kemarin. Pembayaran atas kesepakatan ini juga dilakukan pada hari yang sama.

“Transaksi ini sepenuhnya telah disetujui oleh pemegang saham,” ungkap Direktur, Investor Relations and Corporate Finance BORN Scott Merrillees, dalam keterangan tertulis perseroan yang diterima INILAH.COM, Sabtu (21/1).

Standard Chartered Bank bertindak sebagai sole financier and lead financial advisor untuk BORN, dalam akuisisi ini. Sementara Citicorp bertindak sebagai supporting financial advisor.

Sebagai informasi, dengan tuntasnya kesepakatan tersebut maka transaksi pembelian 51% saham Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd (Borneo Bumi) dan akuisisi 49% saham Bumi Borneo Resources Pte Ltd (Bumi Borneo) juga usai.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyentuh level penutupan tertinggi sejak 21 September. Saham produsen batubara terbesar di Indonesia ini maju 2% ke level Rp 2.575 pada pukul 11.11 di Jakarta.

Pamor BUMI meningkat setelah anak usahanya, yaitu PT Bumi Resources Minerals mengantongi izin konsesi pertambangan bijih besi di Mauritania.

http://investasi.kontan.co.id/news/anak-usaha-kantongi-izin-tambang-di-mauritania-saham-bumi-maju-2-1

Sumber : KONTAN.CO.ID
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dapat izin eksploitasi konsesi tambang bijih besi di Mauritania, Afrika Barat. Salah satu usaha Grup Bakrie itu bisa menggarap tambang di lahan seluas 990 km2.

Berdasarkan peraturan setempat, semua konsesi tambang yang mendapat izin eksploitasi harus menyerahkan 10% sahamnya secara cuma-cuma kepada Pemerintah Mauritania termasuk juga hasil produksinya.

Selain itu, Pemerintah Mauritania juga berhak untuk membeli tambahan 10% saham di konsesi tambang tersebut dengan harga sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Kami senang bisa mendapat izin eksploitasi di awal bulan ini. Perseroan menargetkan produksi biji besi perdana Mauritania sekitar Maret dan Mei 2012,” kata CEO BRMS, Kenneth Farrell dalam keterangan tertulis, Kamis (19/1/2012).

Ia mengatakan, sepanjang tahun 2012 ini, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) itu menargetkan produksi bijih besi sebanyak 600.000 ton. Angka ini diperkirakan terus naik dan mencapai 1 juta ton di 2014.

Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.04 waktu JATS, harga saham BRMS stagnan di Rp 580 per lembar. Sahamnya baru ditransaksikan tiga kali dengan volume 71 lot senilai Rp 20,945 juta.

Sumber: detikcom
JAKARTA – PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) telah memperoleh izin eksploitasi bijih besi di area konsesi Tamagot, Republik Islam Mauritania pada 13 Januari 2012 lalu.

Corporate Secretary BRMS Muhammad Sulthon, mengungkapkan dengan diselesaikannya serangkaian proses perolehan izin eksploitasi tersebut, perseroan melalui anak usahanya Tamagot Bumi SA dapat melakukan kegiatan eksploitasi bijih besi pada area konsesi seluai 990 kilometer persegi yang terletak di area konsesi Tamagot, Republik Islam Mauritania.

Tamagot Bumi SA sendiri, merupakan suatu perusahaan yang didirikan untuk memenuhi ketetuan perundangan-undangan di Mauritania khusus dalam pelaksanaan izin eksploitasi bijih besi.

Menurutnya, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Mauritania, sebelum Tamagot mulai memproduksi bijih besi secara komersial, 10 persen dari seluruh saham-saham dalam Tamagot yang dikeluarkan dan disetor secara penuh wajib dialihkan kepada pemerintah Republik Islam Mauritania, bebas dan tanpa biaya dan tanpa pembayaran harga dalam bentuk apapun.

Saat ini, perseroan dan pemerintah setempat sedang memproses penyelesaian dokumentasi untuk pengalihan 10 persen saham-saham Tamagot Bumi tersebut. Di samping itu, pengalihan 10 persen saham itu, perundang-undangan yang berlaku di Mauritania juga memberikan hak bagi pemerintah setempat untuk membeli sampai dengan maksimal 10 persensaham Tamagot.

“Dalam hal ini, pemerintah setempat melaksanakan haknya, maka kepemilihan saham pemerintah itu dalam Tamagot akan menjadi 20 persen,” jelas Sulthon dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (18/1/2012).

http://economy.okezone.com/read/2012/01/18/278/559005/brms-raih-izin-ekploitasi-bijih-besi-di-mauratania

Sumber : OKEZONE.COM
Hasil eksplorasi anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), Gallo Oil (Jersey) Ltd., menunjukkan temuan gas yang cukup berpotensi.

Direktur Bumi Resources Dileep Srivastava menyatakan bahwa berdasar hasil pemboran miring pada Blok 13 yang terletak Republik Yaman, ditemukan adanya gas dengan tekanan dan temperatur yang tinggi di sumur Al Rizq 1. “Penemuan ini membuktikan adanya cadangan gas di struktur Al Rizq yang cukup potensial,” tuturnya dalam keterbukaan aktivitas eksplorasi perseroan selama Desember 2011, di Jakarta, Kamis (12/1).

Perseroan, lanjutnya, akan menindaklanjuti dengan melakukan pemboran lanjutan di daerah temuan gas ini pada pertengahan 2012 agar dapat dihitung cadangan gas yang ada di struktur ini. “Pemboran akan dilakukan bilamana situasi politik di Yaman sudah aman,” tandasnya.

Sekedar informasi, Gallo Oil (Jersey) Ltd merupakan anak usaha bumi yang bergerak di bidang usaha minyak dan gas bumi. Perseroan mengoperasikan dua konsesi lahan di Republik Yaman, yaitu blok R-2 (East Al Maber) dan Blok 13 (Al Armah). Gallo Oil memegang 50% saham pada Blok R-2 dan 100% saham pada Blok 13.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1817996/anak-usaha-bumi-temukan-gas-berpotensi-jual

Sumber : INILAH.COM
Siapa bohir Borneo Energi?

Oleh Irvin Avriano A.

Rabu, 11 Januari 2012 | 11:15 WIB
bisnis indonesia

JAKARTA: Bank of China Ltd dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd ditengarai merupakan dua dari sindikasi tujuh bank yang akan meminjamkan US$1 miliar ke PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.

Keduanya juga diduga telah menyanggupi pembelian pinjaman masing-masing US$250 juta dari total pinjaman US$1 miliar kepada PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.

Bank lain yang dikabarkan menjadi anggota sindikasi adalah Commonwealth Bank of Australia, Industrial & Commercial Bank of China Ltd (ICBC), Natixis, dan First Gulf Bank PJSC.

Commonwealth dan ICBC dikabarkan menawarkan diri untuk memberikan pinjaman, sedangkan ING Group NV dikabarkan menolak menjadi anggota sindikasi.

Informasi tersebut dikutip Bloomberg dari seorang sumber yang terkait dengan transaksi pinjaman tersebut dari Singapura, hari ini (11/01/12).

Seperti diketahui, Borneo Energi sedang memproses pinjaman bertenor 5 tahun itu dari tujuh bank ditambah Standard Chartered Plc yang juga bertindak sebagai pengatur pinjaman.

Dana segar pinjaman akan digunakan untuk membeli 23,8% saham Bumi Plc dari PT Bakrie & Brothers Tbk.

Waktu pencairan pinjaman US$1 miliar itu diperpanjang hingga akhir Januari ini, dari rencana awal akhir Desember tahun lalu.

Borneo akan menggunakan dana pinjaman Standard Chartered dengan jaminan 99% saham di anak usahanya yang bernama PT Asmin Koalindo Tuhup dan PT Borneo Mining Services ini sebagai sumber pendanaan.

Posisi saham
Saham Bakrie & Brothers yang berkode BNBR masih stagnan di Rp51 dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp4,87 triliun.

Ekuitas Borneo Energi yang berkode BORN juga stagnan di Rp840 hingga siang ini dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp14,86 triliun.

Saham Bumi Plc yang berkode BUMI di London naik 5 poin atau 0,58% ke 866,5 pence kemarin dan membentuk kapitalisasi pasarnya 2,08 miliar poundsterling.

Kemarin, Bakrie & Brothers mengumumkan sudah menjual 4,3 miliar sahamnya di emiten sayap telekomunikasi keluarga Bakrie yaitu PT Bakrie Telecom Tbk di harga Rp340 dan mengantongi dana Rp1,46 triliun pada akhir Desember. (Bsi)

JAKARTA – Perusahaan investasi PT Bakrie & Brothers Tbk akhirnya resmi bermitra dengan PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk untuk menguasai 47,6 persen saham di Bumi Plc. Bumi Plc adalah sebuah perusahaan pertambangan yang tercatat di Bursa Efek London.

Perusahaan itu memiliki investasi pada PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk. Kemitraan tersebut akhirnya efektif terhitung sejak pemegang saham Borneo menyetujui kepemilikan atas saham di Bumi Plc melalui pengesahan yang diperoleh dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan Jumat, 30 Desember 2011, di Jakarta.

“Hal ini menindaklanjuti pengumuman atas kesepakatan antara Bakrie & Brothers, Long Haul Holdings Ltd (selanjutnya secara bersama-sama disebut Grup Bakrie), dan Borneo Lumbung Energi & Metal tanggal 1 November 2011 lalu,” kata Indra Ginting, Chief Investor Relation Officer Bakrie & Brothers, akhir pekan lalu. “Dengan demikian, Grup Bakrie dan BORN efektif memiliki saham secara bersama-sama sebesar 47,6 persen di Bumi Plc,” jelas dia.

Sebelumnya, Grup Bakrie dan Borneo telah menandatangani perjanjian jual-beli (Sales Purchase Agreement/SPA) di Jakarta pada 31 Oktober 2011 lalu. Nilai transaksi Grup Bakrie dan Borneo itu bernilai 1 miliar dollar AS. nse/E-11

http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/79811

Sumber : KORAN-JAKARTA.COM
Borneo disetujui ambil alih 23,8% saham Bumi PLC

Oleh Gita Arwana Cakti

Jum’at, 30 Desember 2011 | 19:55 WIB
bisnis indonesia

JAKARTA: PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk resmi mendapat persetujuan membeli saham 23,8% saham Bumi Plc dari PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Limited senilai US$1 miliar.

Persetujuan tersebut didapat dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini, Jumat, 30 Desember 2011.

Selain itu, agenda RUPSLB juga menyetujui pergantian direksi yakni Direktur Utama menjadi Alexander Ramlie dari sebelumnya Samin Tan dan digantinya posisi Direktur dan Sekretaris Perusahaan Borneo Geroad PA Jusuf.

Direktur Utama Borneo Lumbung Energi & Metal Alexander Ramlie mengatakan pergantian direksi itu dilakukan agar Samin Tan fokus dalam pengembangan dan pengawasan kinerja perusahaan setelah adanya akuisisi 23,8% saham Bumi Plc.

“Pak Samin ada rencana sendiri setelah adanya akuisisi ini, jadi saya diminta gantikan posisi beliau. Selain itu posisi Pak Geroad juga diganti. Hari ini pemegang saham juga sudah menyetujui rencana akuisisi saham Bumi Plc,” ujarnya, hari ini.

Dia menjelaskan keuntungan yang didapat dari akuisisi tersebut adalah mendapatkan dividen serta valuasi pergerakan harga saham Bumi Plc.

Selain itu dengan adanya akuisisi tersebut pihaknya juga ikut berperan untuk meningkatkan potensi anak-anak perusahaan Bumi Plc, terutama PT Bumi Resouces Minerals Tbk (BRMS), yang masih belum terlihat.

“Banyak aset dari anak-anak usaha Bumi Plc yang value-nya belum terealisasi. Salah satu tugas kami menonjolkan hidden value itu, terutama di BRMS, mereka kan masih banyak yang green field,” jelasnya. (ln)

KPC bayar royalti US$376 juta & pajak US$271 juta

Oleh Antara

Minggu, 01 Januari 2012 | 09:06 WIB

bisnis indonesia
SANGATA: PT Kaltim Prima Coal (KPC) selama 2010 membayar royalti batu bara yang merupakan kewajiban kepada negara sebesar 376,25 juta dolar Amerika Serikat dan pajak sebesar 271,39 juta dolar AS.

Chief Executive Officer PT Kaltim Prima Coal KPC, Endang Ruchijat, di Sangata, Kutai Timur, Minggu 1 Januari 2012, mengatakan, kontribusi royalti batu bara dan pajak setiap tahun meningkat berdasarkan peningkatan produksi batu bara.

Dikatakan Endang Ruchijat, royalti batu bara PT Kaltim Prima Coal, setiap tahun meningkat yakni pada 2005 sebesar Rp147 miliar, kemudian tahun 2006 meningkat menjadi Rp190 miliar.

PT Kaltim Prima Coal mengelola areal seluas 90.000 hektare di Kutai Timur dengan total sumberdaya mencapai lebih dari 4,5 miliar ton.

Dia menambahkan pada 2007 KPC kembali membayar royalti batu bara sebesar Rp229 miliar, kemudian pada 2008 meningkat menjadi Rp349 miliar, namun pada tahun 2009 menurun menjadi Rp310 miliar serta tahun 2010 lalu sebesar Rp376 miliar lebih.

Selain memberikan kontribusi kepada negara, PT Kaltim Prima Coal yang sebagian sahamnnya 13,6% dimiliki PT Bumi Resources (Bakrie Group), PT Sitrade Coal sebesar 32,4% ini mengklaim juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Sesuai data Badan Pusat Statistik BPS Kutai Timur tahun 2010 menunjukkan, bahwa sumbangan sektor pertambangan pada Pendapatan Domestik Regional Bruto PDRB mencapai 85,83%,” katanya.

Ditanya tentang penjualan batu bara, Endang Ruchijat mengatakan, pada 2010 total penjualan batu bara sebanyak 40 juta ton yang terdiri dari jenis pinang 55%, melawan 44% dan sisanya batu bara prima (terbaik).

Mayoritas penjualan batu bara KPC pada 2010 ditujukan ke konsumen di 13 negara Jepang, China, Taiwan, Filipina dan beberapa negara lainnya.

13 negara tujuan penjualan batu bara KPC pada 2010 adalah Jepang sebesar 9,6 juta ton lebih, Eropa 2,6 juta ton, Taiwan 2,5 juta ton, India 1,4 juta ton, Indonesia 3,9 juta ton, Korea 1,1 juta ton, Malaysia 2,2 juta ton, Thailand 689 ribu ton, Filipina 2,4 juta ton, Hong Kong 2,1 juta ton, Italia 2 juta ton atau total 40,005 juta ton.

“Berdasarkan sektor penggunaannya, maka 68% volume penjualan batu bara KPC pada 2010 digunakan untuk pembangkit listrik, dan 24% untuk perusahaan perdagangan dan 6% untuk sektor peleburan baja serta 2% untuk sektor lainnya,” katanya. (faa)

SANGATA–MICOM: Perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia, Kaltim Prima Coal (KPC), pada 2011 berhasil meraih penghargaan tingkat ASEAN dan 15 penghargaan tertinggi dari Indonesia dalam berbagai bidang seperti keselamatan kerja dan lingkungan hidup.

“KPC berhasil meraih penghargaan tingkat ASEAN, masing-masing Best Winner kategori tropical buildings dalam best practice competition for energy wfficient building pada ajang The Fifth ASEAN Energy Award 2011,” ujar General Manager External Relation, Husein Akma, Selasa (13/12).

Penghargaan itu, katanya, mewakili empat bidang yakni, penambangan, Lingkungan, Keselamatan dan dan Tanggung Jawab Social CSR (Coorporate Social Responsibility).

Menurut Husein Akma, di ajang yang sama, Kaltim Prima Coal, juga memperoleh penghargaan the First Runner-up untuk Best Pratice Competition for Energy Management in Building and Industries kategori Small and Medium Building Competition pada ajang the Fifth ASEAN Energy Award 2011.

Selain memperoleh penghargaan tingkat ASEAN, KPC yang sebagian sahamnya dimiliki Konglomerat Nasional Aburizal Bakrie itu juga sepanjang tahun 2011 meraih berbagai prestasi dan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia, dalam empat bidang, yakni, Lingkungan, Keselamatan, Penglolaan Tambang dan bidang Cooporate Social Responsibility (SCR).

Dikatakan Husein Akma, dalam bidang Keselamatan KPC berhasil memperoleh Penghargaan sebagai Perusahaan pembinan K3 terbaik dari Bupati Kutai Timur dengan Zero Accident Award.

Perghargaan serupa datang dari Gubernur Kalimantan Timur, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. “KPC juga sukses meraih empat tropy dalam ajang Indonesian Fire dan Rescue ke-14 2011,” kata Husein Akma.

Kemudian dalam bidang Pengelolaan Lingkungan, KPC dinilai sebagai perusahaan pengelola lingkungan terbaik dan mendapat Sertifikat Emas Proper dari Gubernur Kalimantan Timur H.Awang Faroek Ishak.

“Kementerian Lingkungan Hidup RI juga menilai KPC berhasil mengelola lingkungan dengan sistem terbaiknya sekaligus menganugerahkan penghargaan dalam bentuk Proper Hijau serta Sistem Manajemen Lingkungan Berbasis ISO 14001:2004 dari SGS,” kata Husein Akma dengan dibenarkan General Manager (GM) Community Empowerment Wijayono Sarosa dan General Manajer GM Health Safety Environment and Security (HSES).

Penghargaan lainnnya datang dari Kementerian Energy dan Sumber Daua Mineral (ESDM) Republik Indonesia berupa Sertifikat Aditama, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam dalam kelola penambangan.

Keberhasilan KPC meraih prestasi tinggi merupakan keberhasilan seluruh karyawan yang selama ini telah bekerja maksimal dan terbaik. “Mudah-mudahan prestasi ini tetap dipertahankan. Prestasi membanggakan ini merupakan jerih payah dan kerja keras seluruh karyawan PT KPC, tanpa itu tidak mungkin didapatkan” katanya. (Ant/OL-2)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/12/14/283880/21/2/Kaltim-Prima-Coal-Raih-Penghargaan-ASEAN

Sumber : MEDIA INDONESIA
PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk (BORN) bakal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Desember mendatang.

Sepert dikutip dari keterangan tertulis perseroan di Jakarta, Selasa (13/12/2011), perseroan mengagendakan untuk rencana pembelian kembali saham perseroan (buy back). Borneo berencana melakukan buy back atas sebanyak 707,72 juta lembar saham, atau empat persen. Untuk merealisasikan niatnya tersebut, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp650 miliar.

Perseroan juga akan meminta izin pemegang saham untuk melakukan transaksi material, yakni untuk mengakuisisi secara tidak langsung 23,8 persen saham Bumi Plc.

Akuisisi ini akan dilakukan melalui akuisisi saham Borneo Bumi Energi & Metal Pte Ltd dan Bumi Borneo Resources Pte Ltd (induk usaha Bumi Plc) dari BNBR dan Long Houl Holding Limited (LHH).

Untuk itu, BORN akan melakukan penjaminan aset-aset material untuk mendapatkan pinjaman dari Standard Chartered, dengan nilai USD1 miliar. Tak hanya itu, Borneo juga akan melakukan perombakan susunan direksi perseroan pada kesempatan itu.

http://economy.okezone.com/read/2011/12/13/278/541578/15-desember-borneo-minta-izin-buy-back-akuisisi-bumi-plc

Sumber : OKEZONE.COM
JAKARTA: Saham Bumi Plc, emiten Bursa London bentukan Nathaniel Rothschild yang berkolaborasi dengan Grup Bakrie dan Samin Tan, masuk ke dalam indeks FTSE 250.

Saham berkode BUMI di Bursa London itu masuk ke dalam indeks di pasar utama (main market) setelah melalui kajian kuartalan terhadap indeks saham itu kemarin, 7 Desember.

Hal itu disampaikan manajemen Bumi Plc dalam keterbukaan di situs resmi perusahaan dan dalam keterbukaan informasi kepada London Stock Exchange hari ini.

Dalam indeks itu, saham perusahaan menempati urutan 134 dari seluruh 250 saham dari sisi kapitalisasi pasar.

Masuknya Bumi Plc ke dalam indeks akan dilakuakn pada penutupan pasar 16 Desember dan transaksinya mulai efektif di dalam indeks mulai 19 Desember.

Saham perusahaan sudah menguat 7,5 poin siang ini, atau telah naik 0,85% ke 886 pence, atau 8,86 poundsterling, dengan penghitungan 1 poundsterling setara dengan 100 pence.

Perusahaan Samin Tan, PT Borneo Lumbung Energy Tbk, membeli 23,8% saham Bumi Plc dari Grup Bakrie senilai US$1 miliar pada awal bulan lalu.

Jumlah pembelian Samin Tan, yang juga memiliki bank investasi Renaissance Capital, setara dengan harga 10,91 poundsterling per saham Bumi Plc.

http://www.bisnis.com/articles/bumi-melenggang-masuk-pasar-utama

Sumber : BISNIS.COM
Jakarta — Braveheart Wall Street terus mendorong naik Dow yang semalam sempat mencatat level tertinggi barunya sejak krisis dimulai Agustus silam. Jika merujuk pada sentimen domestik Amerika, maka tidak salah jika rally Dow awet.

Angka kredit consumer terus meningkat seiring dengan turunnya unemployment rate. Dibanding IHSG yang memiliki domestic story jauh lebih menarik, performa Dow jelas jauh lebih powerful. Alasan klasiknya yang biasa kita dengar adalah soal valuasi. Tidak heran jika UBS hanya menargetkan kenaikan IHSG 10% saja di 2012 menjadi 4.160.

Itu bukanlah level baru dan pernah kita lihat sebelumnya. Mungkin UBS terlalu besar memasukkan faktor Eropa saat membuat prediksi dan lupa bahwa Indonesia tengah menuju masa keemasannya.

Namun kami setuju atas saran yang diberikan, bahwa “any sudden capital reversal could provide better buying opportunities.” Menarik mengetahui bahwa Bank Indonesia ‘hanya’ kehilangan sekitar $2 miliar cadangan devisanya setelah empat pekan non-stop membela rupiah. Kini cadangan devisa kita sebesar $111,3 miliar atau turun dari $113,9 miliar.

Dari Eropa, investor global tetap menantikan hasil final EU summit Jumat nanti. Untuk malam ini, ECB diduga kuat kembali menurunkan suku bunganya 25bp menjadi 1%. Kini, suku bunga below 1% tampaknya hanya soal waktu dan bukan sesuatu yang taboo lagi bagi ECB.

Adapun Merkozy, katanya tidak akan meninggalkan tempat meeting sebelum tercapai ‘super deal’ untuk menyelesaikan krisis utang Eropa. Tekanan kepada Eropa kembali diberikan oleh S&P yang mengancam menurunkan juga rating Uni Eropa.

Pilihan saham LOTS Trading Club untuk trading hari ini adalah INTP, KKGI, BUMI, ADRO, MAPI, AALI, SIMP dan BKSL. Coba baca ulasan berikut untuk update outlook sektoral:

PLANTATION: OUTLOOK POSITIF
Bukan kali ini saja kami memandang positif sektor perkebunan. Harga CPO kembali rebound setelah terkoreksi cukup signifikan. Iklim yang tidak kondusif akan menjadi katalis positif sektor ini dan CPO price akan mencapai peak-nya Juni 2012. Selain faktor iklim, produksi CPO juga akan turun karena tanaman sawit memasuki periode siklus biologisnya dalam 6-9 kedepan. Total demand vegetable oil akan naik 6 juta ton sementara suplai hanya naik 4,3 juta ton.

CEMENT: OUTLOOK POSITIF
Tingginya konsumsi semen nasional telah memicu produsen untuk menaikan harga jual rata-rata 1-2% tahun ini. Dan emiten yang dapat menikmati pertumbuhan demand ini karena masih memiliki kapasitas lebih adalah INTP dan SMCB. Namun itu tidak akan bertahan lama, sehingga mereka harus segera membangun pabrik baru.

COAL: OUTLOOK NETRAL
Telah menjadi pertanyaan banyak orang apakah penurunan harga batubara dua bulan ini adalah indikasi bearish di coal sektor? Kondisi di coal market memang tidak sedang bergairah karena China dan India, dua pembeli terbesarnya, sering absen. India telah menahan pembelian batubara dalam jumlah besar lantaran mata uangnya, Rupee, tengah terdepresiasi tajam. Adapun China, telah melakukan stocking lebih awal sehingga jarang pergi ke pasar belakangan ini. Namun memasuki musim dingin dan dengan adanya potensi supply disruption dari Indonesia dan Australia, coal price berpeluang rebound dalam waktu tidak lama lagi.

NICKEL: OUTLOOK NEGATIF
Telah sejak lamaaa suplai nickel global diramalkan bakal melimpah. Tahun ini ramalan tersebut menjadi kenyataan dengan defisit nickel sebesar 3.300 ton dan akan berlanjut tahun depan sebesar 48.900 ton, demikian menurut prediksi operator tambang nickel terbesar dunia. Adapun Sumitomo memprediksi dunia akan surplus nickel 54.000 tons di 2012.

http://www.imq21.com/news/read/45635/20111208/100922/Pilih-INTP-KKGI-BUMI-ADRO-MAPI-AALI-SIMP-dan-BKSL-.html

Jembatan Runtuh Pengaruhi Saham BUMI Sepekan

Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Minggu, 4 Desember 2011 | 13:59 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup di level Rp2.075 pada perdagangan Jumat (2/12). Pergerakan saham BUMI minim sentimen dan dipengaruhi rumor pengiriman batu bara terlambat karena jembatan Kutai Kartanegara yang runtuh.

“Selama sepekan ini saham BUMI ada tren penguatan meski tipis. Saat ini belum ada sentimen yang terlalu signifikan mempengaruhi pergerakan saham BUMI,” ujar Analis PT Indosurya Aset Management Reza Priyambada, saat dihubungi INILAH.COM, di Jakarta akhir pekan ini.

Lebih lanjut ia menuturkan, memang sempat beredar kabar pengiriman batu bara dari anak usaha PT Bumi Resources akan terganggu karena jembatan Kutai Kartanegara yang runtuh, di Kalimantan Timur. Meski begitu, manajemen BUMI telah memberikan keterangan, jembatan Kutai Kartanegara yang runtuh tidak mempengaruhi pengiriman batu bara perseroan.

Menurut Reza, pergerakan saham BUMI dipengaruhi oleh pergerakan indeks saham. Di mana indeks saham masih dipengaruhi kondisi faktor globa, yaitu penyelesaian krisis utang zona Euro dan data ekonomi Amerika Serikat.

Seperti diketahui, saham BUMI ditutup menguat ke level Rp.2.025 pada perdagangan saham Senin (28/11), tapi saham BUMI kembali ditutup melemah ke level Rp2.000 pada perdagangan saham Selasa (29/11) hingga Rabu (30/11). Saham BUMI kembali ditutup menguat ke level Rp2.075 pada perdagangan saham Kamis (1/12).
Nathaniel Rothschild dikabarkan tengah membidik 25% saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN).

Hal ini seiring masuknya BORN ke Bumi Plc, perusahaan investasi yang didirikan Rothschild.

Sejumlah fund manager menyatakan bahwa pembelian dilakukan pada di level Rp950-1.000 per lembar saham.

Selain itu, Rothshild telah memborong saham BORN di pasar. Kemarin, shaam BORN ditutup stagnan di level Rp810.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1802705/rothschild-dikabarkan-masuk-lirik-saham-born

Sumber : INILAH.COM
menurut new york times:

Bakrie Tak Tahu Apa Motif Rothschild
Widi Agustian – Okezone
Sabtu, 19 November 2011 10:03 wib

JAKARTA – Pihak Bakrie tidak mengerti alasan Rothschild mengkritisi langkah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam menyelesaikan masalah utangnya.

Di mana sebelumnya Nathaniel Philip Rothschild yang memiliki 11 persen saham di Bumi Plc mengirimkan surat kritik kepada perusahaan tambang afiliasinya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), terkait pembayaran utang ke China Investment Corporation (CIC) sebesar USD600 juta atau sekira Rp5,1 triliun.

“(Surat kritikan) itu adalah pandangan pribadi dia. Padahal semua langkah ini telah masuk dalam prospektus Bumi Plc,” kata Direktur dan Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava kepada okezone belum lama ini.

Dalam suratnya, Rothschild mempertanyakan kenapa perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu tidak menyelesaikan utangnya yang sekira USD500 juta kepada Bumi Plc terlebih dahulu, yakni kepada Recapital.

Padahal, pada pertemuan 12 Oktober yang juga dihadiri Nat Rothschild, semua pihak telah sepakat bahwa utang BUMI ke Recapital sebesar USD482 juta akan dilunasi pada Juni 2012 mendatang. (wdi)

Selasa, 15/11/2011 13:33 WIB
Kisah Ical Pusing Lunasi Utang Rp 3 Triliun
Rizki Maulana – detikNews

Jakarta – Sebagai pengusaha kelas kakap, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) juga pernah terlilit utang. Jumlahnya tak tanggung-tanggung, Rp 3 triliun. Ical mengaku sempat pusing tujuh keliling melunasi utang tersebut.

“Pada tahun 2003 saya mempunyai hutang Rp 3 triliun dan oleh pemerintah saya diharuskan membayar dalam jangka waktu 3 bulan,” kata Ical di depan anak-anak yatim piatu yang diundang khusus ke perayaan ultahnya ke-65 di DPP Golkar, Jl Anggrek Nely Murni, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (15/11/2011).

Menurut Ical, ia diberi tenggat waktu hingga Februari 2004 untuk melunasi utang triliunan rupiah tersebut. Pada saat itu, ia tidak punya uang sama sekali untuk membayar. Sebab, situasi krisis masih saja terasa.

Di tengah kegalauannya itu, Ical mengaku mendapatkan keberuntungan. 22 Februari 2004, atau tepatnya 6 hari sebelum jatuh tempo, ia dapat melunasi utangnya tersebut. Namun, Ical tidak mengungkapkan sumber uang yang diperolehnya.

“Saya entah dari mana saya bisa dapat duit Rp 3 triliun secara cash dan akhirnya saya bisa bayar utang saya itu,” sambungnya.

Kepada anak-anak yatim, Ical berpesan selalu ikhlas dan menghadap ridho Allah ketika sedang bekerja. Dengan cara itu, niscaya Tuhan akan selalu menunjukkan jalan ketika diterpa kesusahan.

“Kita itu bekerja itu harus selalu ridho, karena apabila ridho pasti selalu ada jalan ketika menghadapi kesusahan,” ujar Ical kepada 500-an anak yatim piatu di acara tersebut.

(irw/fay)

Title : BUMI: Bakrie Tuding Rothschild Ingin Gagalkan Kongsi BNBR-Borneo
Gelagat Nathaniel Philip Rothschild, pemilik 11% saham di Bumi Plc, mengkritik
perusahaan tambang afiliasinya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dinilai sebagai
langkah untuk menggagalkan kerjasama antara BNBR dengan PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN).

Menurut salah satu eksekutif di grup Bakrie, tujuan akhir dari berbagai langkah yang
dilakukan Rothschild ini adalah menambah kepemilikan saham di Bumi Plc. Saham
yang diincar kali ini tak lain adalah saham yang akan dijual ke BORN oleh
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul Holdings Ltd. (Detik/nlt)

Jakarta — PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah membayar utang tahap pertama sebesar US$600 juta, setara Rp5,347 triliun untuk China Investment Corporation.

Menurut Direktur BUMI Dileep Srivastava utang ini jatuh tempo pada 30 September 2011 dan telah dilunasi hampir dua tahun sebelumnya.

“Jumlah ini bayarkan atas pinjaman sindikasi perbankan, yang terdiri dari Bank of Amerika Merill Lincy, Deutsche Bank, Barclays Bank dan JP Morgan dengan kupon Libor +6%,” ujar Dileep dalam keterangan resmi diterima IMQ, Rabu (9/11).

Percepatan pembayaran utang ini mengurangi bunga sebesar US$72 juta, berdasarkan bunga tahunan.

Pada 2011, kata Dileep BUMI memproyeksikan produksi barubara sebanyak 66 juta ton atau meningkat 10% di bandingkan tahun lalu. Perusahaan batubara ini juga akan tetap berada pada jalur produksi guna memenuhi 100 juta ton di 2014 mendatang.

Selain itu, perseroan telah mendapatkan kontrak dengan salah satu perusahaan di Asia Timur. Nilai kontraknya mencapai US$133 per ton. Kontrak tersebut dari Desember 2011 hingga September 2012.

Tahun depan, BUMI berencana melunasi utang sebesar US$1,8 miliar. Pada tahun ini, Bumi akan melunasi utang sebesar US$1 miliar, termasuk utang tranche pertama ke China Investment Corporation sebesar US$600 juta.

Bumi akan membayar utang tranche kedua China Investment, menebus obligasi sebesar US$375 juta, dan menyelesaikan sisa utang milik anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar US$280 juta.

Bumi mendapatkan pinjaman dari China Investment melalui anak usahanya, Country Forest Limited, senilai US$ 1,9 miliar pada September 2009. Pinjaman tersebut dibagi menjadi tiga tranche. Pertama, sebesar US$ 600 juta dan jatuh tempo pada Oktober 2013. Kedua, US$ 600 juta dan jatuh tempo lima tahun pasca penarikan. Ketiga, sebesar US$ 700 juta dengan jatuh tempo pada 2014. Tingkat bunga pinjaman sebesar 12% dengan internal rate of return (IRR) sebesar 19%.

http://www.imq21.com/news/read/44462/20111109/103206/BUMI-Bayar-Utang-Termin-Pertama-US-600-Juta.html

Sumber : IMQ21.com
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mempercepat pembayaran utang tahap pertama ke China Investment Corporation sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun.

Menurut Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava, utang tersebut dibayar melalui pembiayaan kembali (refinancing) dari sindikasi perbankan yang terdiri dari Bank of America Merrill Lynch, Deutsche Bank, Barclays Bank, dan JP Morgan.

Atas refinancing tersebut, salah satu usaha Grup Bakrie itu mendapat bunga CA LIBOR 6%. Ia mengatakan, pembayaran tahap pertama ini seharusnya jatuh tempo pada 30 September 2013, maka pelunasan kali ini hampir dua tahun lebih cepat.

“Dengan demikian, pembayaran utang ini mengurangi bunga sebesar US$ 72 juta, berdasarkan bunga per tahun,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/11/2011).

Sebelumnya, Bumi sempat menunda rencana percepatan bayar utang itu dari niatan awal di Oktober tahun ini. Total utang yang didapat Bumi dari CIC sebelumnya sebesar US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 16,15 triliun.

Hingga akhir tahun ini, perusahaan tambang itu membidik produksi batubara 66 juta ton, 10% lebih tinggi dari produksi tahun lalu. Perseroan juga berniat ekspansi produksi hingga 100 juta ton batubara di 2014.

Sumber: detikcom
PT Borneo Lumbung Energi Tbk (BORN) meminjam dana sebesar US$1 miliar dari Standard Chartered untuk membeli 23,8% saham Bumi Plc.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Borneo Lumbung Energy, Samin Tan, Selasa (1/11).”Kita mendapatkan dana dari Standar Chartered Bank sebesar US$1 miliar, selain itu Standard Chartered juga bertindak sebagai financial advisors,” ujar Samin.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membeli 23,8% untuk membeli saham Bumi Plc sebagai investasi dengan strategi jangka panjang. Samin menuturkan, pembelian saham tersebut untuk diversifikasi usaha perseroan.

Saat ini, perseroan menjalankan usaha coaking coal. Dengan diversifikasi usaha ini diharapkan dapat meningkatkan nilai usaha perseroan.

Samin mengatakan, pihaknya akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar (RUPSLB) pada 15 Desember 2011 untuk membeli 23,8% saham Bumi Plc. Perseroan menjaminkan saham PT Asmin Koalindo Tuhup, sham BMS, dan saham Bumi Plc kepada Standard Chartered Bank.”Untuk mendapatkan pinjaman ini,syaratnya tidak macam-macam dan dalam dua tahun pertama sangat ringan. Kita menjaminkan saham di PT Asmin Koalindo Tuhup, BMS, dan saham dalam perjanjian ini kita jaminkan kepada Standard Chartered Bank,” kata Samin.

Menurut Samin, pihaknyaa bersama-sama grup Bakrie akan bekerjasam untuk pengembangan Bumi Plc. Sebelumnya BNBR bersama Long Haul Holdings Limited memiliki 47,6% saham di Bumi Plc. BNBR memiliki 20,5% saham di Bumi Plc.

Sementara itu, Direktur Investor Relations aand Corporate Finance PT Borneo Lumbung Energi Tbk Scott Merrillees menuturkan, pinjaman tersebut berasal dari Standard Chartered Bank Singapura dan Indonesia. Jangka waktu pinjaman sekitar 5 tahun. Dengan pinjaman tersebut diperkirakan DER perseroan 1,1-1,2. Menurut Scott, pembelian saham Bumi Plc merupakan investasi yang termasuk dalam strategi perseroan untuk turut mengembaangkan Bumi Plc.

Selain itu, perseroan mengembangkan coaking coal di Kalimantan Tengah. Perseroan menargetkan produksi coaking coal sebesar 3 juta-3,5 juta ton pada 2011.”Ini merupakan kemitraan, jadi bukan repo dan buyback,” tegas Scott.

Manajemen BORN mengklaim modal perseroan sekitar US$900 juta dengan utang sebesar US$70 juta. Kas dan setara kas perseroan sebesar US$230 juta per akhir September 2011.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1791673/beli-bumi-plc-born-utang-us1-m-ke-stanchart

Sumber : INILAH.COM
PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) melakukan penandatanganan perjanjian jual beli dengan Grup Bakrie dengan nilai transaksi US$1 miliar pada 31 Oktober lalu.

Dengan ketentuan dalam perjanjian jual beli ini dan rampungnya transaksi grup Bakrie bersama dengan PT Borneo Lumbung Energy Tbk akan memiliki 47,6% saham di Bumi Plc. Nilai transaksi mencapai US$1 miliar atau setara GBP 10,91 dengan saham Bumi Plc.

Transaksi ini mempresentasikan nilai premium sebesar sekitar 46% dari harga penutupan saham Bumi Plc di LSE pada 28 Oktober 2011 dan sekitar 45% premium dari rata-rata volume tertimbang 20 hari transaksi teraakhir saham Bumi Plc. Selain itu, sekitar 5% premium dari rata-rata volume tertimbang 6 bulan transaksi terakhir sekitar GBP 10,34.

“Transaksi ini difasilitasi Credit Suisse. Dana ini akan digunakan untuk melunasi utang pinjaman perseroan sebesar US$1,34 miliar kepada konsorsium Credit Suisse, transaksi ini diharapkan selesai akhir Desember 2011,” ujar CEO BNBR Bobby Gafur, Selasa (1/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, transaksi ini diharapkan dapat mewujudkan komitmen untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur dan dapat meningkatkan nilai tambah perseroan.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1791656/utangi-bakrie-borneo-miliki-476-bumi-plc

Sumber : INILAH.COM

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: