Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 11, 2009

sekedar info: edi joenardy dan gabah…. dan KPC…

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:15 am

Eddy Joenardi Foundation Beli Gabah Diatas HPP
[Ekonomi dan Keuangan]
Eddy Joenardi Foundation Beli Gabah Diatas HPP

Jakarta, Pelita
Eddy Joenardi Foundation akan membeli gabah 15 persen di atas dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hal ini dilakukan untuk membantu petani yang kini sedang dihadapkan kepada tingginya harga pupuk.
Harga gabah kering pembelian pemerintah ditingkat petani sesuai keputusan presiden ditetapkan Rp2.400 per kilogram (kg), sedangkan HPP gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp3.000 per kg, kata Ketua Eddy Joenardi Foundation, Eddy Joenardi, di Cianjur, Jawa Barat, kemarin.
Dalam kaitan itu, PT Indonesia Heavyequipment yang juga membawahi Edy Joenardi Foundation, akan melakukan pembelian gabah kering guna membantu para petani yang selama ini hasil produksinya termarginalkan.
Keinginan Edy untuk membeli gabah kering tersebut, untuk sementara masih dibatasi pada sentra produksi tertentu seperti Cianjur, Majalengka, dan Kerawang. Setelah sukses dari tiga tempat tersebut, pihaknya akan memperluas pembeliannhya di daerah Jawa Tengah.
Untuk sementara saya akan mengkonsentrasikan pembelian di Cianjur, Kerawang, dan Majalengka. Ini masih sebagai proyek percontohan, katanya seraya menambahkan untuk menampung sejumlah gabah itu perlu pergudangan dan peralatan mesin pengering.
Menjawab pertanyaan, ia menjelaskan soal dana tidak menjadi masalah karena pihaknya sudah menyediakan lebih dari Rp200 miliar.
Kita punya cadangan dana untuk itu, karena sebagian keuntungan dari perusahaan yang bergerak dibidang gas dan persewaan alat-alat berat, sebagian dialokasikan untuk membantu para petani, tuturnya.
Pada kesempatan itu ia juga mengkritik para calon legislatif (Caleg) pada pemilu 2009 yang sering menyampaikan program yang muluk-muluk. Kadang kala, program tersebut sulit diimplemtasikan oleh penggagasnya, apa lagi bagi sebagian masyarakat yang dibidik sebagai konstituennya.
Bagi saya yang penting berbuat nyata. Beri Bukti, bukan janji, kata Edy yang mengaku sebagai kader partai Golkar itu.
Edy yang didampingi Direktur I-Capital International, Lucky Bayu Purnomo, juga mengatakan para kader Golkar harus dapat mengimplementasikan moto Beri Bukti Tak Sekedar Janji secara nyata.
Pemberian secara simbolis 25 traktor tangan dan sembako untuk anak yatim di Cianjur itu merupakan bukti nyata bahwa kader Golkar tidak boleh hanya memberikan janji kepada para petani katanya. (iz)
Indonesia Heavyequipment Alokasikan Investasi Rp12 Trilun
Kamis, 12 Pebruari 2009 20:30 WIB | Ekonomi & Bisnis | | Dibaca 564 kali
Jakarta (ANTARA News) – Perusahaan yang bergerak dibidang penyewaan peralatan berat (heavy equipment) dan pembuatan tabung gas, PT Indonesia Heavyequipment, telah mengalokasikan dana investasinya senilai Rp12 triliun untuk membantu menaikkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kini sedang melemah.

“Kita ini cukup sedih melihat hampir semua saham yang termasuk saham unggulan harganya berguguran, sehingga perusahaan pribumi seperti ini, ikut terpanggil untuk memulihkan kembali pasar saham ke arah yang normal,” kata Komisaris Utama PT Indonesia Heavyequipment, Edy Joenardi di Jakarta, Kamis.

Saham dibidang tambang, seperti, Bumi Resources, Antam, Timah dan Gas, punya peluang besar untuk naik karena terkait dengan jumlah produksi yang tidak sebanding dengan permintaan.

Permintaan dan peluang pasar di dalam negeri dan ekspor cukup tinggi, sedang jumlah kapasitas produksi terbatas.

Kebutuhan akan minyak mentah dan di dalam negeri ke depan cukup besar. Demikian juga peluang ekspor juga masih terbuka lebar, karena tidak mungkin pembangunan industri akan terhenti.

Oleh karena itu, kata Edy, pihaknya pada tahun anggaran perusahaan 2009 telah mengalokasikan sedikitnya Rp6 triliun untuk investasi dibidang saham dan obligasi sedang sisanya akan diarahkan ke sektor riil.

“Keterkaitan harga saham dan pertumbuhan di sektor riil cukup dekat. Karena itu pihaknya dalam melakukan investasi portofolio telah membagi dua sektor, yakni saham dan sektor riil,” katanya.

Edy Joenaidi yang didampingi Direktur I-Capital Internationl, Lucky Bayu Purnomo terheran, mengapa bursa efek Indonesia, selalu tergantung kepada investor asing dan pergerakan bursa di luar negeri.

Harga saham di BEI, tidak selalu linier dengan kondisi perusahaan lantaran ada istilah “goreng- menggoreng” oleh investor asing dalam usaha mencari keuntungan cepat dan sesaat.

“Jika para pengusaha pribumi ini menyadari dan punya rasa nasionalisme yang kuat, mestinya mereka tidak rela jika banyak saham milik Badan Usaha Milik Negara/BUMN dibeli oleh investor asing, termasuk saham bidang tambang,” katanya, seraya menambahkan, bangsa Indonesia itu masih mengidap mental minder terhadap pihak asing.

Edy yang mengaku sebagai kader Partai Golkar, ingin berbuat nyata, “Beri bukti bukan sekedar janji.”

Untuk membuktikan ungkapannya itu, PT Indonesia Heavyequipment selain mengalokasikan dananya dibidang saham dan obligasi saat pasar sedang turun, juga mengalokasikan sekitar 25 persen keuntungannya untuk keperluan CSR/corporate social responsibility atau tanggung jawab sosial oleh perusahaan.

Meskipun situasi ekonomi tahun 2008 kurang kondusif, pihaknya masih membukukan keuntungan sekitar Rp800 miliar lebih dan dari situ sekitar 25 persen telah dialokasikan ke CSR.(*)
Indonesia Heavyequipment Siap Bangun Pabrik Ban Rp500 M
Rabu, 18 Februari 2009 – 15:21 wib

JAKARTA – PT Indonesia Heavyequipment (IH), perusahaan yang bergerak di penyediaan alat-alat berat, siap melakukan investasi dengan membangun pabrik pembuatan ban untuk alat-alat berat di Provinsi Banten. Untuk investasi ini, IH telah menyiapkan dana senilai Rp500 miliar yang berasal dari dana perseroan.

“Prospeknya sangat cerah. Sebab untuk saat ini ban untuk alat berat terutama untuk pertambangan di Indonesia masih 100 persen impor,” kata Presiden Komisaris PT IH Edy Joenardi di sela acara perekrutan karyawan di Jakarta, Rabu (18/2/2009).

Menurut dia, saat ini perseroan telah melakukan feasibility studi untuk pembangunan pabrik tersebut. Untuk keperluan ini, pihaknya akan menggandeng produsen ban asal China yang memiliki merek dagang tyron.

“PT IH selama ini sebagai distributor tunggal ban tersebut. Karena itu kita menggandeng dia untuk keperluan transfer teknologi. Tapi untuk investasi, semua dari kita,” imbuh Direktur Operasi PT IH Nash Achmadi.

Edy menambahkan, pabrik tersebut diharapkan bisa mengambil alih pasar ban alat untuk berat nasional sekitar 30 persen. “Karena itu, kami belum bisa mengetahui secara persis kapasitas produksinya, tapi yang jelas saya harapkan bisa mengambil pasar 30 persen,” katanya.

Ban yang akan diproduksinya itu harganya lebih murah dibandingkan dengan harga ban untuk alat berat yang saat ini digunakan untuk pertambangan di Indonesia. Selama ini, tutur dia, Indonesia mengimpor ban alat berat dari Australia, India, dan Jepang.

“Saya sudah bertemu dengan Gubernur Banten untuk keperluan investasi ini. Begitu izin keluar, kami segera bangun pabriknya. Saya harapkan pabrik itu bisa berproduksi tahun ini juga,” kata Edy.

Dia menilai, peluang pasar ban untuk alat berat di Indonesia masih sangat besar. Karena sektor pertambangan terutama batu bara diperkirakan masih akan prospektif hingga 20-30 tahun ke depan.

Inden 1 tahun
Presiden Komisaris PT Ejra Energy, perusahaan yang memproduksi tabung gas ini juga mengungkapkan, kebutuhan ban untuk alat berat di PT Kaltim Prima Coal (KPC) saja tiap tahun mencapai 28.000 unit. Kebutuhan tersebut tiap tahun bertambah menyusul banyaknya penambangan di Indonesia.

Ironisnya, kata dia, pasokan ban impor ke Indonesia tersebut terbatas. Bahkan perusahaan pertambangan harus menunggu enam bulan hingga satu tahun untuk mendapatkan ban tersebut.

“Peluang pasar itulah yang kami tangkap untuk membuat pabrik ban alat berat di Banten. Nah, perekrutan karyawan ini salah satunya juga untuk bekerja di pabrik tersebut,” kata dia sembari mengatakan pabrik tersebut diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sekitar 400 orang. (Sudarsono/Sindo/rhs)
Edy Joenardi dan Bebalnya Pengelola Bola Indonesia
By yuswae
Membaca Kompas Minggu menguak banyak sisi tentang sulitnya membangun sepakbola nasional sebagai sebuah industri dan tontonan yang menghibur. Ada banyak pihak yang ‘tidak rela’ dunia sepakbola kita menjadi professional karena takut kehilangan ladang pencahariannya.

Saya teringat sosok pengusaha bernama Edy Joenardi yang beberapa waktu lalu begitu berhasrat membeli Persija. Ada obsesi untuk mentransformasi Persija dari yang sebelumnya menyusu pada ABPD DKI menjadi klub yang professional dan mandiri secara finansial.

Namun, niatnya kandas karena mendapat tentangan dari pihak-pihak tertentu yang merasa memiliki dan berjasa besar membangun Persija. Edy akhirnya membeli klub yang lebih kecil, Persikad. Tapi dalam perjalanannya, ia kembali harus berhadapan dengan pengelola lama yang lagi-lagi merasa paling berjasa membangun Persikad dari nol.

Dulu, saat ramai-ramai Edy mau membeli Persija, banyak yang kaget. Karena hampir tidak ada yang mengenal sosok pengusaha bernama Edy Joenardi. Ia cukup misterius, rekam jejaknya sebagai pengusaha juga tidak banyak terekspose media. Siapa dia? Apa bisnisnya? Apa maunya? Kok ujug-ujug mau membeli klub sepakbola?

Seorang kawan bercerita, ia adalah salah seorang yang menjadi donatur kampanye sebuah partai besar dan salah satu calon presiden (bukan SBY-Boediono). Angkanya pun cukup besar. Dan sama seperti reaksi orang bola, Pak Capres juga sempat terkaget-kaget,”Siapa dia? Coba cek apa maunya?” Agak aneh, karena Edy juga tidak memperlihatkan ‘udang di balik batu’ ketika memberi sumbangan kampanye. Ia juga bukan (belum) tipe pengusaha yang suka meminta proyek dari pemerintah. ”Pokoknya nyumbang saja. Tidak jelas apa mau. Dia juga tidak pernah meminta konsesi apapun,” kata kawan saya.

Sebelum ramai dikutip wartawan bola, Edy Joenardi tidak banyak dikenal. Saat di-google, profile Edy hanya muncul di Majalah Swa sebagai pemain besar di lantai bursa yang berhasil menggelembungkan asetnya dari jual beli saham. ”Dia memang lihai bermain saham. Mengandalkan relasi bisnisnya di luar negeri, ia cepat mendapatkan informasi dalam menentukan pilihan berinvestasi dengan tepat,” tambah kawan saya yang banyak dekat dengan politisi dan pengusaha.

Kawan saya itu juga mengikuti sepak terjang Edy ketika menguakkan ketertarikannya untuk masuk dalam ‘industri’ sepakbola. Edy bahkan sudah menyiapkan deal dengan sebuah perusahaan olahraga untuk menjadi sponsorship jika jadi membeli klub sepakbola. ”Tinggal teken, Persija sudah bisa mendapatkan sponsor dengan angka cukup besar. Lumayan untuk biaya setengah kompetisi,” cerita dia.

Edy adalah contoh dari sedikit orang yang ingin masuk dalam ‘industri’ sepakbola nasional dan mengubahnya menjadi industri. Industri yang tidak sekadar ‘industri’. Industri yang tidak lagi merengek meminta anggaran dari pemerintah daerah. Industri yang tidak hanya beralih bentuk secara formal menjadi perseroan terbatas seperti Persija dan banyak klub lain, tapi prakteknya masih saja disuplay uang rakyat.

Edy adalah contoh dari sedikit pengusaha membentur tembok tebal bernama kebebalan pengolala sepakbola Indonesia yang enggan berubah. Padahal ada potensi, meski sedikit, sepakbola kita bisa menjadi industry professional dan layak tonton.Sekalipun banyak catatan buruk tentang sepakbola kita: kerusuhan suporter, adu tinju antar pemain, wasit,dll. Tapi sebagai sebuah tontonan rakyat, sepakbola Indonesia tetap menghibur. Banyak klub memiliki supporter loyal. Bahkan orang-orang yang mencibir mutu sepakbola kita, masih juga melirik siaran langsung di televisi (meski kadang dengan sembunyi-sembunyi).

Iklan

1 Komentar »

  1. Edy joenardy dipenjara!! karena menipu!!

    Komentar oleh korban — Januari 27, 2013 @ 9:33 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: