Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Juni 23, 2009

repo optima ke reksa dana optima ke mantan dirut ajb bumiputera ke NASABAH

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 8:23 pm

03/04/2009 – 11:58
Nasabah AJB Bumiputera Resah
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta – Ternyata, bukan PT Perhutani saja yang deg-degan karena dananya

tidak bisa dicairkan di Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB). Kini, beberapa keamanan Bapepam-LK yang baru-baru ini membuat polis di AJB pun ikut resah.

Salah satu securities Bapepam-LK, Syahrudin mengakui, dirinya mengajak 100 orang rekannya untuk masuk sebagai pemegang polis AJB. Ia mendengar bahwa AJB tengah bermasalah ketika salah satu securities lainnya mendampingi Ketua Bapepam-LK menuju ruang kerjanya di lantai 3 berbicara dengan wartawan.

Sontak, Syahrudin pun kaget mendengar infomasi tersebut kemudian ia mendekati wartawan tersebut untuk memastikan kebenaran informasi yang ia peroleh melalui rekan sekerjanya.

“Wah mbak, gawat saya kemarin lalu baru aja membeli polis AJB,” jelas Syahrudin dengan wajah penuh tanya kepada INILAH.COM.

Menurutnya, ia ditawari oleh seorang sales AJB yang ada di kawasan Lapangan Banteng. Namun, sales tersebut sudah menghilang setelah berhasil menawari AJB kepada sejumlah keamanan Lapangan Banteng.

Tak berselang lama, ia menghubungi AJB untuk meminta penjelasan tentang kebenaran informasi terkait penggelapan dana dan penahanan mantan Dirut AJB.

Selain Syahrudin, ada juga keamanan lapangan banteng sebut saja Aminudin. Ia pun mengakui ditawari oleh sales yang ada di lapangan banteng. Ia juga sudah mengajak 100 orang rekannya. Jadi, dalam waktu yang tidak lama sudah terjaring 200 pemegang polis AJB.

Sementara itu, ketua Bapepam-LK, Ahmad Fuad Rahmany mengharapkan, pemegang polis tetap tenang. “Kami mengharapkan pemegang polis tenang dan kami ingin membuat AJB semakin sehat karena untuk penegakan hukum,” tegas Fuad. [cms]

24/04/2009 – 16:26
AJB Bumiputera Tetap Tanggung Perhutani
INILAH.COM, Jakarta – Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 membenarkan pemberitaan media seputar penahanan mantan Direktur Utama AJB Bumiputera 1912, Soeseno Haryo Saputro.

“Pak Soeseno sudah tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama AJB Bumiputera 1912 sejak pertengahan Juni 2008 oleh karena itu aktifitas Beliau tidak terlalu kami ikuti”, ujar Sekretaris Perusahaan, M. Antorikso dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Jumat (24/4).

Lebih lanjut Antorikso mengatakan tentang kabar yang beredar bahwa Soeseno menjadi tersangka dalam penggelapan dana Bumiputera, bermula dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bapepam-LK selaku pengawas Lembaga Keuangan non Bank termasuk AJB Bumiputera 1912. Dari hasil pemeriksaan tersebut, terindikasi adanya tindak penggelapan dana AJB Bumiputera 1912 yang sedianya diperuntukkan membayar klaim kepada PT Perhutani. Atas temuan tersebut, Bapepam-LK melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri.

Antorikso menegaskan dalam kasus tersebut pihak PT Perhutani tidak dirugikan karena Bumiputera sampai saat ini masih tetap memenuhi kewajibannya sesuai dengan program asuransi yang diperjanjikan. “Hal ini sesuai dengan komitmen kami untuk selalu memberikan layanan yang terbaik bagi para Pemegang Polis, karena pelayanan yang baik merupakan kunci sukses mengapa Bumiputera bisa bertahan dan tumbuh selama hampir satu abad,” ujarnya.

Klaim yang dibayar AJB Bumiputera 1912, sepanjang tahun 2008 mencapai Rp 2,75 triliun atau rata-rata sebesar Rp 7,5 milyar per hari.

Saat ini manajemen AJB Bumiputera 1912 tetap bertekad untuk mengedepankan kepentingan Perusahaan dan para Pemegang Polis sehingga tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap penyimpangan yang dilakukan oleh aparat AJB Bumiputera 1912. [cms]
03/04/2009 – 09:06
Mantan Dirut AJB Bumiputera Ditahan
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta – Bapepam-LK mengimbau kepada pemegang polis Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) tetap tenang setelah Bareskrim menahan Mantan Dirut AJB Soeseno Haryo Saputro pada 23 Maret lalu.

Hal ini diakui Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany kepada INILAH.COM, Kamis (2/4). Ia menjelaskan, bukti hukum dari Bapepam-LK atas tindakan korupsi dan penggelapan dana nasabah telah diproses oleh Bareskrim untuk melakukan tahanan terhadap Soeseno.

Sebelum menyerahkan berkas bukti hukum, Bapepam-LK melakukan penyidikan tentang tindakan korupsi dan penggelapan dana perusahaan yang dilakukan Soeseno. Setelah cukup bukti akhirnya bukti tersebut diserahkan ke Bareskrim dan Bareskrim menganggap berkas bukti hukum cukup kuat.

“Kami mengharapkan para pemegang polis AJB tetap tenang karena justru membuat AJB semakin sehat di kemudian hari,” tegas Fuad.

Menurutnya, penegakan hukum yang dilakukan Bapepam akan membersihkan perusahaan AJB dari orang-orang yang curang.

Soeseno diberitakan melakukan penggelapan dana perusahaan sebesar Rp 17 miliar dan salah satu pemegang polis AJB, yaitu PT Perhutani telah dirugikan dlam hal ini. Saat ini, polis asuransi milik Perhutani di Bumi Putera tidak bisa dicairkan. Ternyata, Kasus ini sudah terjadi pada 2006 lalu. [cms]

03/04/2009 – 09:26
Mantan Dirut AJB Bumiputera Gagal F&P
Susan Silaban
INILAH.COM, Jakarta – Ternyata, Mantan Dirut Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB), Soeseno Haryo Saputro gagal mengikuti fit&proper test yang dilakukan Biro Asuransi Bapepam-LK.

Hal ini diakui Ketua Bapepam, Ahmad Fuad Rahmany kepada INILAH.COM, di Gedung Bapepam, Kamis (2/4). Ia menjelaskan, tahun 2007, Soeseno diangkat oleh Badan Perwakilan Asuransi (BPA) menjadi Dirut AJB. Sebelumnya, Soeseno menjabat sebagai Direktur Pemasaran.

Kemudian, Biro Asuransi Bapepam-LK melakukan fit&proper test dan Soeseno tidak lulus. Pasalnya, lanjut Fuad, sewaktu menjadi Direktur Pemasaran, Soeseno bersinggungan dengan masalah integritas dan kinerjanya. “Tentunya, komite fit&proper test punya dasar kuat untuk tidak meluluskan dia,” tegasnya.

Fuad menambahkan, Soeseno menggugat Bapepam-LK ke Pengadilan Tinggi Umum Negeri (PTUN) atas ketidaklulusannya. “Sangat mengejutkan, PTUN memenangkan gugatannya,” tegas Fuad.

Akhirnya, Bapepam terus melakukan penyidikan tentang korupsi dan penggelapan dana perusahaan senilai Rp 17 miliar dan kemudian Soesno ditahan pada 23 Maret lalu.

Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Polisi Soesno Duadji menjelaskan, Soeseno diancam hukuman 15 tahun penjara dan polri akan memeriksa pihak yang merasa korban dalam kasus ini. Selanjutnya, AJB mengangkat Dirut baru yakni I Dewa Bagus Supratman.

AJB tahun lalu mengolah aset sebesar Rp 12 triliun, melayani kurang lebih 7 juta pemegang polis dan memperkerjakan karyawan kurang lebih 3.000 dan 25.000 agen Pemasaran dari Aceh hingga Papua, sekaligus merupakan asuransi terbesar di Indonesia. [cms]

Iklan

6 Komentar »

  1. 1. PTUN.
    Bapak soeseno menggugat ke ptun karena dizolimi oleh bapepam. sebagai dir pemasaran yang menjabat belum 2 tahun dan akan menjadi dirut di perusahan yg sama, beliau tidak wajib untuk mengikuti fit n proper test tapi beliau dipaksa untuk ikut dan kemudian tidak diluluskan oleh bapepam.

    pendapat mister fuad yang mengatakan adanya masalah integritas adalah bohong besar karena bapak soeseno sebelumnya tidak pernah ada masalah hukum. menurut tim penguji, bapak soeseno tidak lulus bukan karena integritas tapi karena tidak punya pengetahuan yang cukup di bidang asuransi. perlu kita ketahui bahwa bapak soeseno sudah mengabdi di bumiputera selama lebih kurang 30 tahun. apa kurang kapabel?

    2. Balas Dendam.
    karena kalah dari ptun makanya bapepam mencari2 kesalahan bpk soeseno dan melaporkannya ke polisi. bpk susno duadji sendiri sampai berkata “polri akan memeriksa pihak yang merasa korban”. kalimat tsb disampaikan karena polri sendiri bingung “bumiputera dan perhutani tidak merasa dirugikan makanya tidak melapor. trus bapepam melapor atas dasar apa? bapepam mengalami kerugian kah???”

    mister fuad berdalih demi penegakan hukum. saya tanya sekarang, waktu masalah optima, mister fuad sembunyi di mana? orang2 yang terlibat masalah optima sekarang di mana? bagaimana nasib dana yang lenyap ke optima?

    Komentar oleh alex — Agustus 22, 2013 @ 8:48 am

  2. Klaim Nilai Tunai.
    menurut Fuad Rahmani, bapak soeseno ditahan karena menggelapkan uang sebesar 17 m yang seharusnya untuk pembayaran klaim ke perhutani.
    1. perlu bapak fuad ketahui, pembayaran klaim itu dilakukan setelah adanya pengajuan klaim oleh perhutani. pada saat itu, perhutani belum pernah mengajukan klaim nilai tunai sehingga bumiputera pun belum menganggarkan pembayaran klaim ke perhutani. trus bagaimana mungkin digelapkan?
    2. perhutani baru mengajukan klaim nilai tunai pada bulan januari 2010 dan dibayarkan oleh bumiputera beberapa hari kemudian. jadi baik bumiputera maupun perhutani sebenarnya tidak ada masalah. yang masalah adalah bapak fuad yth beserta antek2nya sebagaimana diuraikan mister alex di atas.

    Komentar oleh bambang — Agustus 22, 2013 @ 9:00 am

  3. 1. PTUN.
    Bapak soeseno menggugat ke ptun karena dizolimi oleh bapepam. sebagai dir pemasaran yang menjabat belum 2 tahun dan akan menjadi dirut di perusahan yg sama, beliau tidak wajib untuk mengikuti fit n proper test tapi beliau dipaksa untuk ikut dan kemudian tidak diluluskan oleh bapepam.

    pendapat mister fuad yang mengatakan adanya masalah integritas adalah bohong besar karena bapak soeseno sebelumnya tidak pernah ada masalah hukum. menurut tim penguji, bapak soeseno tidak lulus bukan karena integritas tapi karena tidak punya pengetahuan yang cukup di bidang asuransi. perlu kita ketahui bahwa bapak soeseno sudah mengabdi di bumiputera selama lebih kurang 30 tahun. apa kurang kapabel?

    2. Balas Dendam.
    karena kalah dari ptun makanya bapepam mencari2 kesalahan bpk soeseno dan melaporkannya ke polisi. bpk susno duadji sendiri sampai berkata “polri akan memeriksa pihak yang merasa korban”. kalimat tsb disampaikan karena polri sendiri bingung “bumiputera dan perhutani tidak merasa dirugikan makanya tidak melapor. trus bapepam melapor atas dasar apa? bapepam mengalami kerugian kah???”

    mister fuad berdalih demi penegakan hukum. saya tanya sekarang, waktu masalah optima, mister fuad sembunyi di mana? orang2 yang terlibat masalah optima sekarang di mana? bagaimana nasib dana yang lenyap ke optima?

    Komentar oleh alex — Agustus 22, 2013 @ 9:52 am

    • Klaim Nilai Tunai.
      menurut Fuad Rahmani, bapak soeseno ditahan karena menggelapkan uang sebesar 17 m yang seharusnya untuk pembayaran klaim ke perhutani.
      1. perlu bapak fuad ketahui, pembayaran klaim itu dilakukan setelah adanya pengajuan klaim oleh perhutani. pada saat itu, perhutani belum pernah mengajukan klaim nilai tunai sehingga bumiputera pun belum menganggarkan pembayaran klaim ke perhutani. trus bagaimana mungkin digelapkan?
      2. perhutani baru mengajukan klaim nilai tunai pada bulan januari 2010 dan dibayarkan oleh bumiputera beberapa hari kemudian. jadi baik bumiputera maupun perhutani sebenarnya tidak ada masalah. yang masalah adalah bapak fuad yth beserta antek2nya sebagaimana diuraikan mister alex di atas.

      Komentar oleh bambang — Agustus 22, 2013 @ 9:55 am

      • Dari pemeriksaan di persidangan, terungkap fakta2 sbb.
        1. Tidak ada pihak yg merasa dirugikan oleh karena itu baik bumiputera maupun perhutani tidak lapor polisi
        2. Dana yg katanya digelapkan tsb masih dibuku di bumiputera sebagai piutang (kasbon). Piutang tsb belum pernah ditagih oleh bumiputera sehingga belum bisa dikatakan gagal bayar.
        3. Perhutani baru mengajukan klaim nilai tunai bulan januari 2010 dan sudah dibayar bumiputera beberapa hari kemudian
        jadi, dana siapa yang digelapkan?? dana pak FR kah sehingga pak FR melapor polisi?

        Komentar oleh carlo — Agustus 25, 2013 @ 5:36 pm

  4. Gombal semua fitnah

    Komentar oleh Sulastri — Maret 13, 2017 @ 8:29 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: