Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 19, 2009

B(umi)AKRIES on the run post-NNT-drama … 191109

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 4:14 pm

19/11/2009 – 15:28
Newmont Jadi ‘Trigger’ Saham Bakrie
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Besarnya peluang BUMI atas jatah divestasi 14% saham PT Newmont Nusa Tenggara milik pemerintah, menjadi berita besar. BUMI dan saham grup Bakrie pun menjadi buruan pelaku pasar.

Pada perdagangan Kamis (19/11) sesi siang, saham-saham dari kelompok Bakrie mendominasi pergerakan bursa. PT Bumi Resources (BUMI) memimpin, dengan nilai transaksi mencapai Rp298 miliar, atau 14,3% total perdagangan siang ini. Adapun emiten primadona ini naik Rp25 (0,95%) di posisi Rp2.650.

Kenaikan juga dialami saham Bakrie lainnya. PT Bakrie & Brothers (BNBR) terpantau menguat Rp6 (6,25%) di posisi Rp102, PT Bakrie Telecom (BTEL) naik Rp2 (1,4%) ke level Rp148, PT Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp5 (1,7%) ke Rp295 dan PT Darma Henwa (DEWA) naik Rp 4 (2,12%) menjadi Rp192. Sedangkan PT Bakrie Sumatra (UNSP) naik Rp10 (1,25%) ke Rp810.

Melesatnya saham grup Bakrie dipicu berita mundurnya PT Aneka Tambang (ANTM) dari rencana pembelian 14% saham NNT. Pemda NTB dan ANTM tidak mencapai kesepakatan pembagian porsi saham. Grup Bakrie melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) akhirnya ditunjuk mengambil 14% saham NNT tersebut.

Keputusan ini tertuang dalam surat Dirjen Minerbapabum Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Setiawan, yang ditujukan kepada manajemen Newmont. Surat tertanggal 18 November menyatakan Pemda NTB atau badan yang ditunjuk sebagai pembeli 14% saham Newmont untuk divestasi 2008-2009. Diharapkan penandatanganan SPA (sales and purchase agreement) dapat dilaksanakan segera atau sebelum 23 November 2009.

Panin Sekuritas mengungkapkan, kabar ini menjadi berita bagus bagi BUMI, khususnya, dan saham Grup Bakrie, umumnya. Dalam hal divestasi saham NNT, pelaku pasar selalu mengaitkannya dengan BUMI . Padahal kaitannya belum tentu besar.

“Dalam divestasi 10%, kepemilikan BUMI hanya 5%*75%*10%= 0,38% saham NNT saja. Tetapi, untuk yang 14% lanjutannya belum jelas apa komposisinya masih sama,” papar Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas.

Sementara itu, otoritas bursa menyatakan hari ini akan meminta penjelasan BUMI untuk pengucuran dana US$391 juta guna pembayaran 10% NNT. “Kami perkirakan berita ini dapat menjadi berita besar di pekan depan,” imbuhnya.

Menurut Purwoko, meskipun sahamnya di konsorsium sangat kecil, BUMI berpeluang menyapu habis semua saham divestasi NNT. Bahkan berpotensi besar menjadi pengendali NNT. “Kami rekomendasikan beli untuk BUMI,” imbuhnya.

Saham grup Bakrie lainnya yang direkomendasikan adalah PT Darma Henwa (DEWA). Menurutnya, masuknya Grup Bakrie ke NNT memberi peluang bagi DEWA untuk menjadi kontraktor pertambangan di NNT (meraih bisnis dari NNT). “Kami rekomendasikan beli untuk DEWA,” ujarnya.

Kemenangan BUMI jadi pemicu bagi penguatan saham lainnya dalam kelompok Bakrie. Hal ini juga didukung oleh aksi korporasi perseroan. Salah satunya PT Bakrie Sumatra (UNSP) yang akan menjadi pemimpin konsorsium dari sejumlah perusahaan lokal dan asing untuk mengakuisisi 100% saham Domba Mas Agro Inti Prima milik Grup Domba Mas. “Rekomendasi beli UNSP,” imbuh Purwoko.

Seperti diketahui, UNSP saat ini tengah memfinalisasi pembelian saham senilai US$500 juta. Nilai itu setara dengan total nilai Domba Mas Agro kepada sejumlah kreditor antara lain PT Bank Mandiri (BMRI), Credit suisse dan Deutsche Bank. Nantinya hasil penjualan saham ini akan digunakan Domba Mas untuk melunasi utang ke sejumlah kreditur termasuk salah satunya kepada Bank Mandiri.

Sedangkan Samuel Sekuritas merekomendasikan hold untuk UNSP, terkait ekspektasi kinerjanya yang akan meningkat. Domba Mas sudah diincar sejumlah konsorsium dari dalam dan luar negeri. Dengan luas lahan sawit 300 ribu hektar di Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan Timur, sebanyak 175 ribu hektar di antaranya telah berproduksi.

“Kami rekomendasikan hold untuk UNSP,” ujarnya.

Saham lain yang disarankan Samuel Sekuritas adalah PT Energi Mega Persada (ENRG). Hal ini terkait berita right issue perseroan sebesar Rp5 triliun, ketimbang kapitalisasi market saat ini Rp4,2 triliun sebagai bagian restrukturisasi utangnya kepada kreditur.

Dalam laporan keuangannya, ENRG diwajibkan menggelar rights issue minimal senilai US$150 juta dalam rangka menambah modal sebagai bagian dari konsekuensi perolehan pinjaman dari Credit Suisse pada tahun lalu sebesar US$450 juta. Namun, bantahan dari investor relation ENRG membuat emiten ini mendapat rekomendasi hold. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: