Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 19, 2009

kelapa sawit yang ramah lingkungan, unsp seharusnya ikutan … 191109

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 4:48 pm

2010, Ekspor CPO ke Eropa Bakal Turun
Potensi penurunan itu dipicu regulasi di Uni Eropa untuk mengantisipasi efek rumah kaca.
KAMIS, 19 NOVEMBER 2009, 16:45 WIB
Arinto Tri Wibowo, Purborini

Pekerja sedang memasukkan minyak sawit (CPO) ke kapal tongkang. (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Serapan CPO Bersertifikat Rendah
El Nino Kerek Harga CPO ke US$ 800
Tarif Ekspor CPO Turun Jadi 37,5 Persen
Minyak Bakar Alami Kenaikan Tertinggi
Ekspor CPO Turun 47%
Web Tools

VIVAnews – Permintaan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari Eropa diprediksi turun pada 2010. Potensi penurunan itu dipicu regulasi di Uni Eropa untuk mengantisipasi efek rumah kaca dari perkebunan kelapa sawit.

“Ekspor ke Eropa cenderung menurun dan mungkin yang terendah karena penerapan standar Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO) dan aturan di Uni Eropa,” kata Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Joko Supriyono di Jakarta, Kamis 19 November 2009.

Data Gapki menunjukkan, volume ekspor CPO ke Uni Eropa pada 2009 mencapai 1.588 ton. Pada 2008, ekspor mencapai tingkat terendah dalam empat tahun terakhir, yakni sebanyak 1.568 ton.

Sementara itu, selama 2007, Indonesia mengekspor sebanyak 1.885 ton dan 2006 mencapai 1.920 ton.

Keanggotaan RSOP sebagian besar terdiri atas pengusaha kelapa sawit dan penjual (processor traders). Organisasi itu didirikan agar pemain biofuel mematuhi standar Eropa.

Total keanggotaan mencapai 267 anggota, sedangkan keanggotaan terafiliasi sebanyak 94 anggota.

Alasan RSOP itu berdasarkan beberapa indikasi bahwa pembukaan lahan kelapa sawit diduga dapat mengganggu ekosistem hutan serta habitat orang utan dan tumbuhan.

Pembukaan lahan perkebunan sawit juga diduga dapat melepaskan karbon ke atmosfer. Sementara itu, ekosistem air juga diperkirakan terkontaminasi penggilingan kelapa sawit. Hal lainnya adalah isu pembebasan lahan dan hak pekerja.

Joko kemudian membandingkan regulasi RSPO dengan pemerintah Indonesia.

Menurut dia, RSPO tidak memperbolehkan pembukaan lahan yang merusak varietas tumbuhan dan habitat orang utan. Sementara itu, Indonesia mendasarkan pada uji analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

RSPO mewajibkan perusahaan melampirkan persetujuan pemerintah setempat jika ingin melakukan pengembangan lahan.

Ketentuan lain adalah adanya konsultasi dengan komunitas lokal, aturan ketat terhadap penggunaan pupuk dan pestisida, pengelolaan limbah pabrik dan air, serta keterbukaan informasi dan hak untuk mengaudit oleh pihak ketiga.

Joko mengatakan, jika dibandingkan dengan Indonesia, pemerintah telah
menuangkan aturan itu pada undang-undang perkebunan, undang-undang konservasi, undang-undang kehutanan, undang-undang tata ruang, dan beberapa aturan menteri, peraturan pemerintah, serta peraturan presiden.

Berdasarkan beberapa ketentuan itu, Gapki mengajukan keberatan.

“Kami sudah mengajukan nota keberatan terhadap resolusi itu. Standar emisi yang diberlakukan belum ada data yang bisa dijadikan referensi, ini membutuhkan studi lanjutan,” kata Joko.

Walaupun ada pembatasan, Gapki optimistis ekspor CPO Indonesia akan terus terserap pasar.

Anggota Gapki, Stephen mengatakan, Eropa tidak menggunakan CPO murni untuk dikonsumsi dalam bentuk makanan.

“Mereka untuk dipakai bukan dimakan, lagi pula taste mereka soya bukan palm oil,” ujar dia.

Menurut dia, pasar Asia masih akan menjadi target ekspor CPO Indonesia. Dia memperkirakan ekspor CPO pada 2010 akan terserap oleh China dan India.

“India lima juta ton dan China dua juta ton,” kata dia.

Sementara itu, sisanya akan diserap oleh Bangladesh, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: