Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 19, 2009

unsp dan bumi disebut-sebut lage … 191109

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 8:15 am

Bakrie Sumatera Pimpin Konsorsium Akuisisi Domba Mas
19/11/2009 08:40:42 WIB
Oleh Jauhari Mahardhika

JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) menjadi pemimpin konsorsium dari sejumlah perusahaan lokal dan asing untuk mengakuisisi 100% saham PT Domba Mas Agro Inti Prima milik Grup Domba Mas.

Bakrie Sumatera tengah memfinalisasi pembelian saham produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan oleokimia itu senilai US$ 500 juta. Seperti diberitakan kantor berita Dow Jones, Rabu (18/11), “Akuisisi Domba Mas ditargetkan rampung akhir tahun ini.”

Nilai akuisisi senilai US$ 500 juta itu setara total utang Domba Mas Agro kepada sejumlah kreditor di antaranya PT Bank Mandiri Tbk, Credit Suisse, dan Deutsche Bank. Rencananya, dana hasil penjualan saham Domba Mas tersebut digunakan untuk melunasi utang perusahaan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Presiden Direktur Bakrie Sumatera Ambono Janurianto dan Direktur Keuangan Bakrie Sumatera Harry M Nadir tidak dapat dikonfirmasi. Sementara itu, Group Head Credit Recovery Bank Mandiri Wiseto Baroto enggan berkomentar.

Di lain pihak, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengaku belum tahu secara mendalam soal rencana akuisisi Domba Mas oleh Bakrie Sumatera. Menurut dia, tim internal BEI akan meneliti aksi korporasi tersebut.

“Tim internal BEI pasti sudah mengajukan permintaan penjelasan, seandainya transaksi itu benar-benar akan dilakukan oleh Bakrie Sumatera,” tegas Eddy.

Sementara itu, Direktur Spesial Asset Bank Mandiri Abdul Rahman pernah menjelaskan, pihaknya berupaya merampungkan restrukturisasi utang Domba Mas pada akhir 2009. Menurut dia, Domba Mas diincar oleh sejumlah konsorsium perusahaan dalam dan luar negeri.

“Beberapa konsorsium baik dalam maupun luar negeri berminat, namun saya tidak bisa sebut siapa, karena terkait etika. Yang datang ke saya penasihat keuangannya,” kata Abdul.

Dia mengatakan, proses penjualan aset Domba Mas selama ini berjalan lambat, karena kreditor bank tidak hanya Bank Mandiri. Namun, saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap final dan beberapa pihak tinggal meneken memorandum of agreement dalam waktu dekat.

Domba Mas Agro memiliki pabrik penghasil oleokimia di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Pada 2005, Domba Mas dan Procter & Gamble menandatangani kontrak pembelian produk asam lemak alkohol senilai lebih dari US$ 1 miliar selama 10 tahun. Pembelian itu mencakup lebih dari 200.000 ton oleokimia per tahun, yang terdiri atas 160.000 ton asam lemak alkohol per tahun.

Grup Domba Mas juga menguasai lahan sawit seluas 300 ribu hektare (Ha) yang tersebar di Sumatera Utara, Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Timur. Sekitar 175 ribu ha di antaranya merupakan tanaman kelapa sawit yang berproduksi.

Berdasarkan kabar yang beredar, penjualan aset Domba Mas juga ditawarkan kepada beberapa perusahaan antara lain PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum) dan PT Astra Agro Lestari Tbk. Bahkan, produsen CPO terbesar di dunia, Wilmar International juga disebut-sebut berminat mengakuisisi Domba Mas. Namun, hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan-perusahaan tersebut.

Pernyataan resmi justru disampaikan oleh manajemen PT Gozco Plantations Tbk (GZCO). Menurut Direktur Keuangan Gozco Kreisna D Gozali, pihaknya tengah menyeleksi sejumlah perusahaan untuk diakuisisi, salah satunya adalah Domba Mas.

“Rencana akuisisi tersebut merupakan bagian dari ekspansi usaha. Kami menjajaki beberapa perusahaan, salah satunya Domba Mas,” kata Kreisna kepada Investor Daily (9/11).

Gozco sedang menyiapkan sumber pendanaan akuisisi seperti penerbitan obligasi dan pinjaman bank. “Apabila kami membutuhkan dana yang banyak, kami menjajaki opsi pinjaman dan obligasi. Kalau tidak terlalu banyak, kami ambil salah satu saja yang paling menguntungkan dari segi bunga,” ujarnya. (mey)

19/11/2009 – 04:00
Ayo Beli AALI, UNSP, BUMI, BYAN & BBRI
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG  pada perdagangan Kamis (19/11) diperkirakan masih akan sideways dengan kisaran 2.438-2473 dengan saham pilihan AALIUNSP,BUMIBYANBBRI.

Hal itu dikatakan analis saham Sinarmas Securities, Alfiansyah kepadaINILAH.COM kemarin. “Indeks masih bergerak terbatas meskipun cenderung menguat dan lebih dipengaruhi kinerja masing-masing emiten,’ katanya.

Investor masih cenderung transaksi jangka pendek sehingga begitu ada peluang again maka segera merealisasikan keuntungan. Hal ini yang membuat IHSG cenderung terbatas disamping karena belum ada sentimen positif yang kuat ke pasar.

Alfiansyah merekomendasikan saham pilihan saham Astra Agro Lestari (AALI) dan Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) dengan kenaikan harga CPO. Dari sektor pertambangan dengan naiknya batubara dan logam maka saham Bumi Resources (BUMI) dan Bayan Resources (BYAN) menjadi menarik. Sedangkan dari sektor perbankan ada Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri yang masih memiliki kinerja cukup bagus.

Sementara menurut analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah di kisaran 2.460-2.496. Sebab IHSG mmasih dibayangi aksi ambil untung pada investor. “Besok (hari ini) kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Tekanan jual diperkirakan masih akan membayangi indeks ditengah ancaman profit taking terhadap saham unggulan,” jelasnya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG akhirnya berhasil ditutup di area positif setelah sempat mengalami tekanan jual di sesi I. Terlihat perdagangan didominasi oleh saham-saham grup Bakrie yang memberikan kontribusi sekitar 53% dari total volume perdagangan kemarin. Selain grup Bakrie pergerakan indeks juga dibayangi oleh saham Astra yang sangat volatile. [hid]
19/11/2009 – 06:04
Prediksi IHSG
Pilih Saham CPO dan Batubara
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pada Kamis (19/11), Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak variasi. Saham yang direkomendasikan adalah LSIP, AALI, PTBA, ITMG, dan UNTR.

Analis PT Dongsuh Securities Ryan Ariadi memprediksikan IHSG ^JKSE akan bergerak mixed karena aktivitas saham berbasis komoditas, terutama dari kelompok Bakrie. “Juga karena berlanjutnya pelemahan dolar AS dan kenaikan harga emas,” paparnya kepada INILAH.COM, Rabu (18/11).

Beberapa hari belakangan ini, transaksi IHSG cenderung tipis sehingga rawan koreksi. Namun, kenaikan harga komoditas membuat pergerakan bursa menjadi variatif. Ia pun menyarankan investor mengantisipasi hal ini dengan melakukan aksi beli.

“Peluang trading terbuka besar di saham komoditas, terutama perkebunan dan batubara. Jika saham komoditas mendominasi, maka ada peluang kenaikan indeks,” lanjut Ryan.

Sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan bursa, berasal dari saham kelompok Bakrie. Namun, jika saham Bakrie mulai aktif lagi, pergerakan indeks tak bisa diprediksikan.

Pada perdagangan sebelumnya, pergerakan bursa banyak dipengaruhi faktor eksternal. Namun kali ini, banyak dipengaruhi saham komoditas. “Terutama PT Bumi Resources (BUMI) yang tak bisa ditebak, sehingga investor tidak terlalu aktif,” ujarnya.

Sejauh ini, imbuh Ryan, trend yang terjadi masih positif karena BUMI mendapatkan peluang besar untuk mengakuisisi PT Newmont Nusa Tenggara. Sentimen akan berbalik negatif jika asal dana yang digunakan untuk mengakuisisi, dipertanyakan oleh konsumen. “Apalagi kalau dana itu diperoleh dari utang. Hal ini pasti akan menyebabkan sentimen negatif,” paparnya.

Sedangkan dari luar negeri, ada ekspektasi peningkatan inflasi seiring naiknya indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS. Adapun kenaikan inflasi ini memang diharapkan AS demi pemulihan ekonomi. Meskipun naiknya inflasi tidak didukung kenaikan daya beli.

Kenaikan hanya terjadi di tingkat produsen, sementara konsumennya masih melemah. “Mereka belum begitu banyak terpengaruh pemulihan ekonomi di negeri adidaya itu, sehingga reaksi pasar menjadi negatif,” timpalnya.

Beberapa saham yang jadi pilihan berasal dari sektor CPO dan batubara. Hal ini akibat ekspektasi kenaikan harga pada akhir tahun. Apalagi, China saat ini sedang dilanda badai, sehingga diyakini akan menambah timbunan cadangan energi mereka. “Dengan demikian, kenaikan kedua sektor itu sangat potensial,” ujarnya

Saham-saham yang direkomendasikan adalah PT London Sumatra (LSIP), PT Astra International (AALI), PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan United Tractors (UNTR). “Akumulasi beli untuk emiten ini,” ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (18/11), IHSG ditutup naik tipis 10,440 poin (0,42%) ke level 2.484,229. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan volume transaksi sebesar 7.808 juta lembar saham, senilai Rp 4,589 triliun, dengan frekuensi 109.403 kali. Sebanyak 93 saham naik, 78 saham turun dan 87 stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Astra International (ASII) naik Rp600 menjadi Rp34.250, PT Semen Gresik (SMGR) naik Rp250 menjadi Rp7.650, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp100 menjadi Rp3.875.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT United Tractor (UNTR) turun Rp150 menjadi Rp15.700, PT HM Sampoerna (HMSP) melemah Rp100 ke Rp10.200, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp75 ke Rp4.800, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp50 ke Rp7.650, dan PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp50 menjadi Rp 16.850.

Saham PT Bumi Resources (BUMI) berhasil rebound, setelah pada sesi siang sempat terpuruk. Emiten batubara ini ditutup naik Rp50 menjadi Rp2.625, dengan nilai transaksi mencapai Rp885 miliar, atau 19,3% total perdagangan hari ini.

Penguatan BUMI membawa sentimen positif, sehingga saham lain di grupnya turut menarik untuk diperdagangkan. Saham PT Dharma Henwa (DEWA) naik 8,04% ke level Rp188, PT Bakrie & Brothers (BNBR) naik 1,05% ke Rp96, PT Energi Mega Persada (ENRG) stagnan di Rp290 dan PT Bakrie Telecom (BTEL) turun 0,7% ke level Rp146. [ast/mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: