Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 23, 2009

part of the bakries regime would like 2 b played today… : 231109

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 7:12 am

23/11/2009 – 04:00
Ayo! Beli UNVR, PGAS, BBCA, PTBA & BUMI
Agustina Melani

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin (23/11) diprediksikan bergerak di level 2.413-2.500. Saham pilihan seperti antara lain saham UNVR, SMGR, PGAS, PTBA, BBCA, BTEL, BDMN, ELTY dan BUMI.

“Pekan depan IHSG akan didorong faktor aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan seperti BUMI yang memiliki komitmen untuk memiliki saham Newmont sebesar 15%,” ujar Analis teknikal PT Indomitra Securities Aji Martono kepada INILAH.COM.

Menurut Aji, aksi korporasi oleh emiten akan menjadi faktor dominan pendorong indeks dalam jangka pendek selain faktor bursa regional seperti Nikkei dan HanSeng. Faktor kenaikan harga komoditas termasuk harga minyak juga akan mengangkat IHSG termasuk saham-saham sektor komoditas.

Menurut Aji, saham berbasis consumer good seperti PT Unilever Tbk (UNVR) masih menarik untuk dibeli oleh investor. Sedangkan sektor infrastruktur yang menjadi pilihan adalah PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dengan akumulasi buy.

Sementara itu pengamat pasar modal David Cornelis mengatakan, arus neto investasi asing ke bursa Indonesia masih berlanjut, portofolio asing tercatat positif dalam beberapa hari terakhir. “Capital inflow tersebut tidak akan cepat keluar dan mampu bertahan hingga akhir tahun dan memudahkan IHSG untuk mencapai level tertinggi yang sebelumnya pernah dicapai dengan bergerak mendekati level 2.800,” tutur David.

Apalagi harga minyak dunia naik ke US$80 setelah cadangan inventory minyak di AS turun akan memicu naiknya harga komoditi termasuk saham yang berbasis komoditi. “Kenaikan harga minyak dunia ini menjelang musim dingin historically menjadi pemicu kenaikan indeks di bursa yang terlihat diawali naiknya mayoritas harga komoditas dunia,” tambah David.

Menurut David, risiko terbesar bagi bursa saham Indonesia adalah pelemahan rupiah. David merekomendasikan buy saham bank Central Asia (BBCA), Bank Danamon (BDMN), Bumi Resources (BUMI), Bakrie Telecom (BTEL), Bakrieland Development (ELTY), Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). [hid]

Senin, 23/11/2009 02:30 WIB

Sentimen korporasi gerakkan pasar

oleh :

JAKARTA: Pemodal diduga mencermati berita-berita korporasi sebagai pertimbangan investasi jangka pendek di bursa, di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri.

Data ekonomi AS diperkirakan tidak banyak memengaruhi psikologi pasar, sehingga pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bertumpu pada sentimen domestik.

Departemen Keuangan AS dijadwalkan mengumumkan revisi produk domestik bruto (PDB) triwulan III pada Selasa, yang diperkirakan menurun menjadi 2,8% dari sebelumnya 3,5%.

Analis riset PT Bumiputera Capital Indonesia M. Ridwan Novayanto menilai revisi PDB itu tidak akan direspons pemodal, karena ekonomi negara adidaya itu memang telah diperkirakan belum pulih tahun ini

Investor mengekspektasikan pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini bertumpu pada Asia dan bukannya pada negara maju seperti AS. Pelaku pasar cenderung menunggu berita korporasi dalam negeri seperti pembagian dividen interim beberapa emiten,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Sepinya sentimen dari aspek fundamental, lanjutnya, berpotensi mendorong pemodal mengambil posisi jangka pendek pada pekan ini. Akibatnya, saham Grup Bakrie terutama PT Bumi Resources Tbk, yang terlikuid di bursa nasional, masih mendominasi arah pergerakan pasar.

Saham BUMI pada akhir pekan lalu mengangkat indeks di tengah koreksi rata-rata bursa Asia. Kenaikan 7,62% saham itu ke level Rp2.825 membuat IHSG menguat 0,75% (18,58 poin) ke level 2.487,37. Indeks Bisnis-27 menguat 0,47% ke level 229,12.

Nilai transaksi saham andalan Grup Bakrie itu mencapai Rp1,7 triliun, setara dengan 36,17% nilai transaksi bursa pada Jumat senilai Rp4,7 triliun.

Indeks Morgan Stanley Capital (MSCI) untuk Asia Pasifik pada Jumat pekan lalu melemah 0,4% ke level 116,98, seiring dengan koreksi harga minyak mentah dunia sebesar 2,7% ke level harga US$77,46 per barel.

Bursa utama Asia yang melemah di antaranya Hang Seng turun 0,83% dan Nikkei-225 terkoreksi 0,83%. Sebaliknya, KOSPI masih menguat 0,004%.

Suku bunga

Bloomberg akhir pekan lalu melaporkan Chairman The Fed Ben Bernanke memastikan akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dan program stimulus hingga perekonomian AS yang menjadi biang krisis dunia itu membaik.

Kebijakan tersebut membuat investor memiliki dana murah berlimpah yang ditanamkan ke pasar saham, komoditas, dan pasar uang di negara berkembang sejak Maret.

Namun, Dow Jones akhir pekan lalu melemah 0,14% (14,28 poin) ke level 10.318, menyusul laporan keuangan emiten AS sektor teknologi yang di bawah ekspektasi pasar.

“Kita melihat ada data agak mengecewakan terhadap ekspektasi pemulihan ekonomi dunia, dan rilis keuangan Dell juga tidak memuaskan,” tutur Manajer Investasi Pengana Capital Ltd. Diane Lin. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com
Prediksi
IHSG Berfluktuasi, Akumulasi Saham Unggulan
Saham-saham tersebut, di antaranya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
SENIN, 23 NOVEMBER 2009, 07:16 WIB
Antique

Pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Akumulasi Saham Infrastruktur
Akumulasi Saham Agrobisnis
Akumulasi Saham Unggulan
IHSG Positif, Akumulasi Sektor Komoditas
Akumulasi Saham Sektor Agribisnis
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan berfluktuasi (mixed), seiring masih rawannya tekanan jual investor. Sentimen bursa global maupun regional, serta harga komoditas tetap menjadi acuan pemodal.

“Awal pekan, investor memilih wait and see (mencermati) sebelum mengambil posisi di saham,” ujar Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat sore, 20 November 2009.

Dia memproyeksikan, indeks Senin, 23 November 2009, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.450/2.430 dan batas atas (resistance) 2.510/2.530.

Pada transaksi Jumat, indeks kembali berakhir positif karena bercokol di posisi 2.487,36, menguat 18,58 poin (0,75 persen) dari perdagangan Kamis, 19 November 2009, yang melemah 15,44 poin atau 0,6 persen ke level 2.468,79.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 187,32 (0,83 persen) ke level 22.455,84, Nikkei 225 melemah 51,79 poin atau 0,54 persen menjadi 9,497,68, dan Straits Times menguat 2,75 persen (0,10 persen) di posisi 2.761,54.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Jumat sore waktu New York, atau Sabtu dini hari WIB kembali negatif. Indeks harga saham Dow Jones melemah 14,28 poin (0,14 persen) menjadi 10.318,16, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 terkoreksi 3,52 poin atau 0,32 persen ke level 1.091,38, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq turun 10,78 poin (0,50 persen) di posisi 2.146,04.

Menurut Pardomuan, IHSG Senin ini masih berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. Pasalnya, sentimen bursa regional dan harga komoditas tetap menjadi acuan pergerakan indeks.

Dia mengakui, aksi-aksi korporasi emiten (terutama grup Bakrie), turut dicermati para pemodal asing maupun lokal sebelum mengambil posisi di pasar saham. “Jadi, wait and see dulu sebelum membeli,” tutur Pardomuan.

Rekomendasi
Pardomuan menyarankan, akumulasi saham-saham unggulan (blue chips) yang memiliki kinerja atau fundamental menjanjikan dan selalu diburu investor asing.

Saham-saham tersebut, kata dia, seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: