Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

November 26, 2009

okas nawarin utang bwat anak … 261109

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 9:40 am

OKAS: Tawarkan Kupon Obligasi 14,9%

Anak usaha OKAS, PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) menawarkan kupon bunga obligasi dan sukuk senilai Rp 370 miliar sebesar 12,55%-14,9%. Perolehan dana untuk membangun pabrik (85%), dan sisanya penambahan modal kerja.
e-trading
Kamis, 26/11/2009 09:00 WIB

Amati saham consumer goods, perbankan dan semen

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diproyeksikan akan ditopang oleh saham-saham consumer goods, perbankan dan persemenan. Selain itu, aksi korporasi, pemberitaan media juga turut memengaruhi perdagangan saham hari ini.

Analis saham PT BNI Securities M. Alfatih mengatakan hari ini IHSG diproyeksikan bergerak pada kisaran titik topang 2.450-2.460 dan titik resiten 2.470-2.450.

Saham-saham yang berpotensi meraih gain tipis, meski juga rawan adalah saham-saham yang dipengaruhi oleh faktor inflasi dan suku bunga, yaitu saham consumer goods, perbankan dan persemenan.

“IHSG dan pergerakan saham masih akan bergerak sideways pada hari ini,” kata Alfatih, kepada bisnis.com, pagi ini.

Jelang libur panjang ini, Alfatih mengatakan pasar dalam posisi wait and see terkait dengan pengumuman laju inflasi yang akan digelar pada 1 Desember mendatang. “Konsensus analis menyebutkan inflasi akan meningkat,” ujar dia.

Pemberitaan Bisnis Indonesia hari ini menyebutkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mematok kupon obligasi subordinasi pada kisaran 9,75%–11,80% dengan target dana yang diraup mencapai Rp3 triliun.

Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri yaitu seri A bertenor 5 tahun berkisar 9,75%–10,75% dengan mengacu pada Surat Utang Negara (SUN) seri FR026 ditambah 60 basis poin (bps)-160 bps.

Untuk Seri B yang bertenor 10 tahun, kupon dipatok dengan mengacu pada SUN seri FR036 ditambah 60-160 basis poin, atau sekitar 10,80%–11,80%.

Direktur Investment Banking PT Danareksa Sekuritas mengatakan asuransi yang berminat terhadap obligasi yang ditawarkan perseroan diharapkan dapat membelinya dengan uang tunai daripada mengonversi deposito menjadi surat utang.

“Kami mengharapkan dana cash dari BUMN asuransi yang memang berminat menyerap obligasi BRI,” ujarnya kemarin.

Selain itu, PT Multi Nitrotama Kimia menawarkan kupon obligasi I/2009 dan sukuk I/2009 senilai total Rp370 miliar pada level 12,55% — 14,9%. Obligasi konvensional calon emiten itu terbagi ke dalam tiga seri berdasarkan tenor waktu jatuh tempo.

“Dengan tenor yang relatif menengah dan peringkat yang berada pada level idA- itu, kami optimistis dapat merangkul investor dari industri reksa dana, perbankan, serta asuransi,” ujar Direktur Keuangan dan Administrasi Multi Nitrotama Aulia M. Oemar kepada pers kemarin.

Dari obligasi senilai Rp270 miliar itu, seri A akan jatuh tempo dalam 2 tahun, seri B akan jatuh tempo dalam 3 tahun, dan seri C akan jatuh tempo pada 5 tahun ke depan. Selanjutnya dari sukuk ijarah senilai total Rp100 miliar, seri A bertenor 3 tahun dan seri B bertenor 5 tahun.

Surat utang negara (SUN) yang digunakan sebagai acuan kupon yang akan ditawarkan yaitu FR0017, FR0023, dan FR0026 ditambah premium sebesar 450 basis poin (bps) – 575 bps. Pada penutupan perdagangan kemarin, yield FR0017 ditutup pada level 8,06%, FR0023 pada level 8,36%, dan FR0026 pada level 9,15%.

Selanjutnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan melunasi obligasi dolar AS Euro Bond I dan II senilai US$275 juta pada akhir tahun ini, atau lebih cepat dari jadwal jatuh tempo.

Rincian surat utang itu adalah Euro Bond I yang yang diterbitkan pada 2003 senilai US$150 juta jatuh tempo pada 2012, serta Euro Bond II yang terbit pada 2004 senilai US$125 juta jatuh tempo pada 2014.

Kedua surat utang itu diterbitkan oleh anak usaha PGN, Euro Finance yang berbasis di Mauritius dengan kupon masing-masing sebesar 7,5%.

Sekretaris Perusahaan PGN Wahid Sutopo menuturkan perseroan memiliki opsi untuk melunasi obligasi tersebut lebih awal. Dana pelunasan salah satunya akan bersumber dari pinjaman bank senilai US$275 juta dengan lead konsorsium Standard Chartered Bank.

“Saat ini pinjaman yang kami cari [dengan SCB] dalam tahap finalisasi. Kami akan melunasi dari berbagai sumber dana,” ujarnya kemarin.

Menurut Wahid, perseroan melunasi obligasi lebih cepat dari jadwal lantaran ada perubahan ketentuan pajak.

Berita lainnya adalah PT Adhi Karya Tbk memperkirakan proyek yang diperoleh pada 2010 mencapai Rp9,06 triliun naik 28,32% dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yaitu Rp7,06 triliun.

Proyek 2010 tersebut berasal dari yang diperoleh perseroan Rp8,12 triliun dan joint operation sebesar Rp937 miliar. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan proyek yang berasal dari kerja sama operasi mencapai Rp1,05 triliun.

Dari proyek yang diperoleh, Adhi Karya menargetkan pendapatan perseroan 2010 mencapai Rp8,62 triliun naik 14,6% dibandingkan 2009. Laba bersih mencapai ditargetkan mencapai Rp120 miliar naik 16,7% dari proyeksi 2009.

Adapun PT Elnusa Tbk menargetkan pendapatan usaha pada 2010 mencapai Rp4,46 triliun naik dibandingkan dengan 2009 yang diproyeksikan Rp3,44 triliun

25/11/2009 – 16:03
Multi Nitrotama Targetkan Penjualan 185 Rb Ton di 2010
Agustina Melani

(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS), PT Multi Nitrotama Kimia menargetkan penjualan 185 ribu ton amonium nitrat (AN) pada 2010.

Hal itu disampaikan Direktur Keuangan Aulia M.Oemar, Rabu (25/11). “Pada tahun 2009 kami menjual 180 ribu ton,pada 2010 sekitar 185 ribu ton,” ujar Aulia.

PT Multi Nitrotama Kimia menganggarkan belanja modal US$53 juta. Sekitar US$ 50juta untuk proses pembangunan pabrik dan sisanya US$3 juta untuk proses akuisisi lahan. Pendanaan belanja modal tersebut berasal dari penerbitan obligasi, pinjaman dana dana internal. “Sebesar 60 persen dari pinjaman dan 40 persen dari dana internal,” ujar Aulia.

PT Multi Nitrotama Kimia investasi membangun pabrik untuk meningkatkan produksi. Pembangunan pabrik tersebut membutuhkan waktu 1 tahun, yang akan dimulai pada 2010. Pembangunan tersebut akan dibangun di Cikampek. Dengan pembangunan tersebut rasio ebitda MNK menjadi 27 persen hingga 28 persen. “Pabrik tersebut akan memberikan kontribusi pada 2011,”tutur Aulia.

Aulia mengatakan,sekitar US$9 juta sudah digunakan oleh perseroan. Dana tersebut telah digunakan untuk infrastruktur seperti

gudang dan akuisisi lahan sekitar 18 hektar di pinggir sungai Mahakam.

Saat ini MNK memproduksi 37 ribu ton AN. MNK juga menargetkan pendapatan Rp 1 triliun. Untuk laba bersih MNK menargetkan Rp130 miliar hingga Rp140 miliar pada 2010.

Seperti diketahui, PT Multi Nitrotama Kimia akan menerbitkan obligasi sebanyak-banyaknya Rp275 miliar. PT Multi Nitrotama Kimia menerbitkan obligasi Multi Nitrotama Kimia I dengan seri A bertenor 2 tahun Seri B dengan tenor 3 tahun Seri C dengan tenor 5 tahun

PT Multi Nitrotama Kimia akan menerbitkan obligasi MNK I tahun 2009 dengan jumlah obligasi sebanyak-banyaknya Rp270 miliar. MNK pun menerbitkan sukuk ijarah MNK I tahun 2009 dengan jumlah sisa imbalan Ijarah sebanyak-banyaknya sebesar Rp100 miliar. [cms]
EMISI OBLIGASI RP 370 MILIAR, Multi Nitrotama Tawarkan Kupon 14,9%
26/11/2009 09:36:29 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
PT Multi Nitrotama Kimia menawarkan kupon berkisar 12,55-14,9% untuk obligasi senilai Rp 370 miliar yang akan diterbitkan perseroan. Surat utang yang terdiri atas obligasi konvensional dan syariah itu bakal dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Januari 2010.

“Obligasi konvensional dan syariah Multi Nitrotama masing-masing bernilai Rp 270 miliar dan Rp 100 miliar,” ujar Direktur Investment Banking PT Trimegah Securities Tbk Abraham Arief pada konferensi pers penerbitan obligasi Multi Nitrotama di Jakarta, Rabu (25/11).

Manajemen Multi Nitrotama menunjuk PT Trimegah Securities Tbk dan PT Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (undewriter) obligasi tersebut.

Abraham menjelaskan, obligasi konvensional senilai Rp 270 miliar dibagi dalam tiga seri, yaitu seri A, seri B, dan seri C masing-masing bertenor dua tahun, tiga tahun, dan lima tahun.

Kupon obligasi seri A mengacu pada surat utang negara (SUN) berbunga tetap (fixed rate/FR) 017 ditambah 450-525 basis poin (bps), sedangkan kupon obligasi seri B mengacu pada SUN FR023 ditambah 475-575 bps. Adapun kupon obligasi seri C mengacu pada SUN FR 026 ditambah 475-575 bps.

Jika mengacu pada penutupan perdagangan SUN, kemarin, obligasi seri A memberikan indikasi imbal hasil (yield) sekitar 12,55-13,3%, seri B 13,11-14,11%, dan seri C sekitar 13,9-14,9%. “Obligasi tersebut menggunakan jaminan piutang usaha berstatus lancar, barang persediaan, dan mesin pabrik yang jumlahnya mencapai 75% dari pokok obligasi terutang,” papar Abraham.

Multi Nitrotama, menurut Abraham Arief, juga akan menerbitkan obligasi syariah (sukuk ijarah) senilai Rp 100 miliar. Sukuk tersebut akan diterbitkan dalam dua seri, yaitu seri A berjangka waktu pelunasan tiga tahun dan seri B berjangka waktu lima tahun.

Dia menambahkan, sukuk seri A memberikan imbal hasil setara yang diberikan obligasi konvensional seri B. Sedangkan sukuk seri B menawarkan imbal hasil setara obligasi konvensional seri C. Sukuk tersebut menggunakan jaminan piutang usaha berstatus lancar dan barang persediaan sebesar 75% dari sisa imbalan ijarah terutang.

Multi Nitrotama menjadwalkan masa penawaran awal (bookbuilding) surat utang tersebut pada 25 November hingga 11 Desember 2009. Pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) diharapkan keluar pada 22 Desember 2009. Masa penawaran akan dilangsungkan pada 28-30 Desember 2009 dan penjatahan pada 4 Januari 2009.

Membangun Pabrik
Direktur Keuangan Multi Nitrotama Aulia M Oemar mengungkapkan, setelah dikurangi biaya emisi, sekitar 85% dana hasil emisi obligasi atau sekitar Rp 314,5 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik, sedangkan sisanya untuk modal kerja.

Perseroan, kata dia, membutuhkan dana sekitar US$ 58 juta untuk ekspansi pabrik amonium nitrat (AN) berkapasitas 100 ribu mtpa per tahun dan pabrik nitric acid (NA) berkapasitas 92 ribu ton per tahun. Sisa dana akan dipenuhi dari kas internal.

Menurut Aulia, pada tahap awal, tahun ini perseroan akan mengeluarkan dana US$ 9 juta untuk membangun pabrik tersebut. Tahun depan, dana yang akan dikeluarkan sekitar US$ 50 juta. “Pabrik itu diharapkan sudah dapat berproduksi pada awal 2011,” tuturnya. (epa)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: