Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 3, 2009

intensifikasi kelapa sawit, unsp ikutan lage donk … 031209

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 3:28 pm

Kamis, 03 Desember 2009 | 12:14

INDUSTRI CPO

Pemerintah Siapkan Insentif Perkebunan Kelapa Sawit

NUSA DUA, BALI. Pemerintah Indonesia memasang target untuk memproduksi 40 juta ton minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) setahun pada 2020. Bayu Krishnamurti, Wakil Menteri Pertanian mengatakan target tersebut akan dikejar dengan cara mengintensifkan program peremajaan tanaman kelapa sawit.

Menurut Bayu, dengan program peremajaan tanaman, produktivitas perkebunan rakyat dari yang semula 3 ton per hektare bisa digenjot menjadi 8 ton hingga 9 ton per hektare. “Target ini merupakan target jangka panjang yang minimal tercapai pada 2020,” ujar Bayu, di Bali (3/12).

Presiden Direktur Bakrie Sumatera Plantation Ambono Januarianto mengatakan hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Keyakinan tersebut bertitik tolak pad perkembangan dan pengalaman industri kelapa sawit di Indonesia selama ini.

Menurut Ambono, awalnya Indonesia membutuhkan waktu 20 tahun untuk bisa mencetak 1 juta hektare lahan kelapa sawit. “Namun melihat perkembangan kebutuhan dan margin usahanya belakangan ini penambahan 1 juta hektare lahan hanya perlu waktu setahun,” ujar Ambono.

Untuk mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat, pemerintah kini tengah menjalankan program insentif dengan mengadakan program subsidi bunga dengan menanggung 7% dari bunga kredit yang harus dibayarkan petani kelapa sawit.

Menurut Menteri Pertanian Suswono, selain memberikan insentif fiskal tersebut, pemerintah juga berencana melakukan revitalisasi dengan memberikan bibit unggul. “Revitalisasi tersebut sekaligus untuk peremajaan tanaman agar produktivitas bisa meningkat,” ujar Suswono.

Nadia Citra Surya (Nusa Dua, Bali) kontan
kontan
Rabu, 02 Desember 2009 | 13:15

PENGEMBANGAN INDUSTRI KELAPA SAWIT

Pengusaha CPO Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius

NUSA DUA. Pengusaha industri minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) mendesak pemerintah untuk memberi perhatian khusus terhadap pengadaan dan perbaikan infrastruktur bagi industri kelapa sawit. Soalnya, meski menjadi negara terbesar penghasil CPO, infrastruktur yang tersedia di Indonesia terbilang sangat kurang.
“Infrastruktur di Indonesia sangat tertinggal dibandingkan negara produsen lain seperti Malaysia,” ujar JOefly J. Bahroeny, Chairman of Indonesian Palm Oil Association saat pembukaan Indonesian Palm Oil Conference And Price Outlook 2010 yang diadakan di Nusa Dua Bali (2/12).
Akibatnya, lanjut Joefly, produktivitas lahan kelapa sawit pun tidak maksimal. Dengan luas lahan produksi di Indonesia mencapai 7,5 juta hektare produktivitas kelapa sawitnya hanya mencapai 19 juta ton setahun. Padahal Malaysia yang hanya memiliki lahan produksi seluas 4 juta hektare, sanggup menghasilkan 16 juta ton kelapa sawit setahun.

Nadia Citra Surya
kontan
Rabu, 02 Desember 2009 | 14:44

PENGEMBANGAN INDUSTRI CPO

Pemerintah Janji Perbaiki Infrastruktur Industri CPO

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah telah menetapkan perbaikan infrastruktur, termasuk untuk mendukung industri pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil CPO) dalam target kebijakan 100 hari.

Selain itu, “Kami segera mempersiapkan agenda pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk di dalamnya perbaikan jalan dan sarana pendukung industri kelapa sawit,” ujar Hatta usai membuka Indonesian Palm Oil Conference And Price Outlook 2010 di Nusa Dua Bali.

Sayangnya Hatta tak memerinci berapa dana yang telah disiapkan pemerintah khusus untuk pengembangan industri CPO ini. “Pasti ada dan menjadi perhatian utama, tapi soal angkanya Saya tidak hafal,” kata Hatta.

Hanya dia menegaskan, perbaikan infrastruktur tersebut akan merata di semua lahan CPO yang ada di Indonesia dan lima kluster dasar yang telah disiapkan oleh pemerintah. Yakni di Pantai Utara Jawa, Pantai Timur Sumatera, Kalimantan Timur, daerah Sulawesi, dan Merauke. “Kami mengagendakan pembangunan infrastruktur terutama akses jalan dan konektivitasnya dengan pengangkutan di pelabuhan,” papar Hatta.

Nadia Citra Surya

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: