Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 10, 2009

isu politis meluluuuuuuuu di the bakries … 101209

Filed under: PERUT BUMI RES — bumi2009fans @ 7:05 pm

10/12/2009 – 13:45
Perseteruan Sri Mulyani-Bakrie Kembali Menyeruak
Ahluwalia

Sri Mulyani-Aburizal Bakrie
(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – The Wall Street Journal, Kamis (10/12) bikin geger. Pasalnya, koran internasional itu kembali mengungkit perseteruan Menkeu Sri Mulyani dan Aburizal Bakrie seiring menyeruaknya kasus Century. Apa yang sebenarnya terjadi?

Aburizal Bakrie berkomitmen bakal mempreteli habis kasus Bank Century. Sehingga masyarakat dapat gambaran jelas terkait aliran dana serta ada tidaknya kesalahan prosedur dalam kasus itu.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, usai melantik pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, di Bekasi, semalam mengatakan, pihaknya tidak ragu untuk membongkar kasus tersebut sampai tuntas.

“Kami akan minta aparat untuk menggunakan semua data sebagai dasar penyelidikan. Ini penting, agar jangan nantinya fitnah yang dipakai sebagai suatu dasar untuk mengambil keputusan,” ujar mantan Menko Kesra itu.

Ical juga minta agar Pansus di DPR tidak takut dan menyerah pada tekanan, baik tekanan yang menghambat maupun berupa fitnah. “Itu saya sampaikan kepada Sekjen selaku ketua Pansus,” katanya. Mantan Menko Perekonomian ini menjelaskan keyakinannya bahwa kasus Bank Century akan bisa dibongkar.

Sikap ini jelas memperpanjang perseteruan antara Aburizal dengan Menkeu Sri Mulyani. “Aburizal Bakrie tidak senang pada saya,” tandas Sri Mulyani. “Saya kira tak seorang pun di Golkar yang akan fair atau baik pada saya,” ujar Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tentang pembentukan Pansus DPR atas pengucuran dana bailout US$700 juta untuk Bank Century. Sri Mulyani dan Boediono merupakan dua pejabat negara yang kini terancam skandal tersebut.

Soal Pansus DPR atas skandal Century ini, Sri Mulyani melihat hal itu merupakan upaya politikus-politikus rivalnya untuk menggulingkan dirinya dari jabatannya. Penyebabnya adalah mereka tidak senang pada upaya-upaya Sri Mulyani untuk memperbaiki birokasi di Indonesia.

Sri Mulyani yakin Pansus Century DPR itu merupakan upaya untuk mendiskreditkan dirinya oleh para politikus yang menentang agenda reformasinya. Ia bahkan terang-terangan menyebut nama Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar dan mantan Menko Kesra berperan dalam kasus Pansus DPR soal Century itu.

Ketegangan antara Sri Mulyani dan Bakrie berawal tahun lalu ketika Menkeu menolak menutup perdagangan saham saat harga saham Bakrie mengalami kejatuhan. Namun Bakrie membantah ada masalah antara dirinya dan Sri Mulyani.

Pada November tahun lalu, keenam saham Grup Bakrie disuspensi yakni PT Bumi Resources (BUMI), setelah jatuh 32,03% pada level Rp 2.175, PT Bakrieland (ELTY), dihentikan pada level Rp 150 setelah anjlok 36,17%, dan PT Bakrie Sumatera (UNSP), pada level Rp 460 setelah anjlok 35,21%.

Selain itu saham PT Bakrie Telecom (BTEL), disuspensi setelah anjlok 40% pada level Rp 150 dan PT Bakrie & Brothers (BNBR) yang dihentikan di level Rp 145 setelah anjlok 40,82% dan PT Energi Mega (ENRG) yang dihentikan setelah anjlok 32,69% pada level Rp 350.

Saat itu otoritas BEI memperpanjang suspensi saham Grup Bakrie dengan maksud untuk membantu pergerakan pasar. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejatuhan pasar bursa mengingat emiten di kelompok Bakrie secara kapital menguasai sekitar 30% bursa.

Pasar ketika itu berada dalam tren bearish sehingga dikhawatirkan memberi sentimen negatif pada pergerakan indeks saham. Yang ditakutkan investor pelaku pasar modal saat itu adalah saham-saham Grup Bakrie akan turun lebih banyak lagi, dan efeknya kepada saham-saham yang lain pun jauh besar juga. Sehingga, indeks ditakutkan turun jauh lebih dalam.

Namun Menkeu Sri Mulyani ngotot untuk membuka kembali perdagangan saham Grup Bakrie. Yang terjadi kemudian adalah, begitu suspensi dibuka, tak hanya saham Grup Bakrie yang anjlok cukup dalam tetapi juga ikut menggoyang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Perseteruan dua tokoh ini mengandung daya ledak yang luar biasa. Namun, yang perlu diingat adalah setiap pejabat publik harus bertanggungjawab atas semua kebijakannya. Sebab, sang pejabat publik itu mendapat sejumlah privilege dan fasilitas istimewa yang diambil dari pajak rakyat.

Kalau ada pejabat yang mengambil kebijakan salah, kemudian ini dimanfaatkan oleh lawannya, itu lah realitas dunia. Sebab, bukankah ada adigium politik yang populer: tidak ada makan siang gratis, anda harus bayar![mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: