Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 21, 2009

the bakries sang MAHARAJA DANA (termasuk dana orang laen):211209

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 7:57 am

Senin, 21/12/2009 00:00 WIB

Bakrie incar dana US$6 miliar
Pelaku pasar khawatirkan lonjakan beban pokok & bunga utang
… baca juga di link ini yo : http://sahamantmindonesia.blogspot.com/2009/12/antm-diantepin-sayang-7.html
oleh :

JAKARTA: Grup Bakrie diperkirakan mengincar pendanaan US$6 miliar (setara dengan Rp56,40 triliun) hingga kuartal I/2010 untuk membiayai aksi korporasi seperti akuisisi dan refinancing utang.

Grup Bakrie melalui tujuh perusahaan yang tercatat di bursa efek sudah mengumumkan rencana pencarian dana US$5,67 miliar (setara dengan Rp53,29 triliun) melalui pinjaman bank, obligasi tukar, dan rights issue.

Head of Research PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing menilai risiko terbesar yang bakal dihadapi Grup Bakrie dari aksi korporasinya yang agresif adalah penurunan harga komoditas dan perubahan kondisi ekonomi terutama pada skala global.

Risiko rights issue hanya mendilusi kepemilikan pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya, membeli saham baru yang ditawarkan. Dilusi akibat rights issue dari tiga emiten Grup Bakrie berkisar 28%-72%.

“Ekspansi boleh saja sepanjang memperhitungkan kondisi [ekonomi] eksternal. Jangan sampai peristiwa utang dan bunga yang melonjak pada akhir 2008 terjadi lagi. Untuk emiten yang berbasis komoditas rentan terhadap gejolak harga. Kalau pasokan naik tidak dibarengi permintaan, harganya tentu bisa anjlok,” tuturnya.

Lebih dari separuh pembiayaan yang dibidik tersebut merupakan porsi pembiayaan utang yang berhasil dihimpun oleh PT Bumi Resources Tbk, unit usaha Grup Bakrie di bidang pertambangan batu bara, dengan nilai pinjaman total US$3,32 miliar. Seluruhnya diperoleh dalam tempo kurang dari 5 bulan sejak Agustus 2009.

Di sisi lain, total ekuitas Bumi per September 2009 mencapai US$1,76 miliar, 1,8 kali lebih kecil dari pinjaman baru tersebut, sedangkan laba bersih dan kas setara dengan kasnya US$251,90 juta dan US$97,69 juta.

Utang baru yang diraih Bumi itu belum termasuk rencana pembiayaan yang terus dijajaki produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional tersebut. Salah satunya untuk membiayai akuisisi tambang batu bara Maruwai bekas milik BHP Billiton di Kalimantan Timur.

Saat ini, manajemen Bumi juga mematangkan rencana penerbitan saham baru, yang kemudian akan ditawarkan kepada pemodal strategis. Bila mengacu pada peraturan Bapepam-LK Nomor IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), emiten batu bara itu bisa menerbitkan saham maksimal 10% dari jumlah yang sudah dikeluarkan 19,40 miliar saham.

Dengan asumsi saham tersebut ditawarkan pada harga Rp2.250, posisi penutupan Kamis pekan lalu saja, Bumi bisa meraup Rp4,36 triliun atau setara dengan US$459,47 juta dari penawaran 1,94 miliar saham. Penawaran saham ini diperkirakan berlangsung pada kuartal I/2010.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal ini, Chief Communication & Administration Officer Bakrie & Brothers Siddharta Moersjid menolak menanggapi. “Saat ini saya tidak dapat memberikan tanggapan,” tuturnya melalui pesan singkat, kemarin.

Head of Research PT Reliance Securities Andrew Sihar Siahaan menambahkan aksi korporasi untuk ekspansi memang positif selama ada proyeksi yang jelas mengenai potensi keuntungan yang diraih dari rencana investasi.

Lonjakan utang

Di sisi lain, dia menilai kekhawatiran terbesar pelaku pasar adalah potensi lonjakan beban utang dan bunganya. “Pemegang saham harus mencari tahu apakah keuntungan investasi itu dapat mengimbangi lonjakan utang dan bunga.”

Pada kurun waktu yang sama, PT Energi Mega Persada Tbk dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk akan menerbitkan saham baru dengan HMETD senilai total US$1 miliar. (lihat ilustrasi).

Energi Mega akan menerbitkan 26,18 miliar saham baru dan 4,91 miliar waran, sehingga target perolehan dana mencapai Rp4,84 triliun.

Bakrie Plantations juga menawarkan 9,47 miliar saham baru dengan target dana segar Rp4,97 triliun. Sebagian besar dana atau Rp2,20 triliun untuk membiayai akuisisi PT Domas Agrointi Prima.

Unit usaha Bakrie lainnya, yakni PT Darma Henwa Tbk juga berencana menggelar rights issue senilai Rp624,39 miliar atau setara dengan US$65,72 juta.

Bakrie & Brothers tengah bersiap menerbitkan obligasi tukar atau equity linked notes US$200 juta-US$250 juta, begitu juga PT Bakrieland Development Tbk US$300 juta, sedangkan PT Bakrie Telecom Tbk dikabarkan siap menerbitkan obligasi US$200 juta.

Dihubungi terpisah, Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah Sambudhy Thaib mengatakan manajemen belum membuat keputusan final terkait rencana penggalangan dana. “Namun, pada prinsipnya Bakrieland menyiapkan berbagai alternatif pendanaan untuk 2010, termasuk obligasi. Bentuknya akan sangat bergantung pada situasi makro awal tahun depan.”

Direktur Utama Bakrie Telecom Anindya Bakrie sudah mengisyaratkan untuk menerbitkan obligasi global pada awal tahun depan. (Bisnis, 10 Desember 2009).

Bakrie & Brothers kini memiliki 18% saham Bumi, 41,8% saham Bakrie Plantations, dan 49% saham Bakrie Telecom. Bakrie & Brothers juga menguasai 43,2% saham Energi Mega, 14,6% saham Bakrieland, sedangkan Bumi melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment memiliki 44% saham Darma Henwa. (Wisnu Wijaya) (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: