Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 21, 2009

unsp MENINGKATKAN produksi, jangan utank mlulu … 211209

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 9:47 pm

Senin, 21/12/2009 18:58 WIB
Produksi Sawit Bakrie Sumatera Naik 5,8%
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) mencatat kenaikan produksi kelapa sawit sebesar 5,8% dari 879,649 ton menjadi 930,764 ton sampai sepuluh bulan tahun 2009. Produksi karet perseroan tercatat turun dari 16.977 ton menjadi 15.688 ton.

Demikian disampaikan Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto dalam paparan publik di hotel Four Season, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (21/12/2009).

Dari total produksi kelapa sawit tersebut, perkebunan inti kelapa sawit (FFB Nucleus) sebagai penyumbang terbesar yaitu 451.171 ton per Oktober 2009 atau meningkat 6 % dibandingkan periode sama tahun lalu 425.538 ton. Produksi plasma Sawit (FFB Plasma) justru turun 4,9%, dari 169.968 ton menjadi hanya 161.610 ton. Sedangkan FFB dari perkebunan hasil join venture dengan ARBV, tercatat naik 11,9%, dari 284.143 ton menjadi 317.983 ton.

“Perkebunan inti ada kenaikan karena perbaikan profil dan umur tanaman, sedangkan untuk produksi terafiliasi dengan ARBV naik, tidak dimasukkan neraca keuangan, karena kepemilikan kita dibawah 50%,” kata Ambono.

Sedangkan produksi karet tercatat turun 7,7% dari 16.977 ton menjadi 15.688 ton sampai Oktober 2009. Penurunan produksi karet disebabkan bertambahnya area tanaman tua serta tidak diimbangi dengan penambahan tanaman muda.

“Untuk Karet, Kita memang tidak replanting pada waktu itu karena harga produksi yang tinggi,” ungkapnya.

Volume produksi TBS sekitar 351.396 ton per Oktober tahun ini atau turun tipis 0,4 %. Penurunan disebabkan efek siklus biologi yang menyebabkan produktifitas tanaman berkurang. Sedangkan TBS hasil akuisisi tahun 2007, produksinya naik 37,1 % dari 72.794 ke 99.775 ton.

“Kita membeli kebun dari umur TBS yang relatif muda jadi sesuai yang diinginkan, ” imbuh Ambono.

Perseroan memiliki tanaman dengan usia muda sebanyak 20 ribu ha, hingga berpotensial dan tidak diperlukan aksi replanting pada waktu dekat.

“Sekitar 15 ribu ha dari inti dan 5 ribu ha dari ARBV sehingga tidak dituntut melakukan replanting,” pungkas Ambono.

Sampai September 2009, UNSP mencatatkan pendapatan Rp 1,61triliun serta laba bersih Rp 238,31 miliar. Pendapatan turun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan penurunan harga jual karet dan minyak kelapa sawit.

(wep/dro)

Per Oktober 2009
Produksi Sawit Bakrie Sumatera 930 Ribu Ton
Sementara itu, produksi karet turun 7,7 persen menjadi 15,67 ribu ton.
SENIN, 21 DESEMBER 2009, 16:36 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa

BERITA TERKAIT
Bakrie Sumatera Siap Tambah Pembeli Siaga
Right Issue Bakrie Sumatra III Rp 4,9 Triliun
Bakrie Bisa Jadi Eksekutor Rights Issue UNSP
Pendapatan Bakrie Sumatera Berpotensi Turun
Bakrie Sumatera Siapkan Rights Issue
Web Tools

VIVAnews – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) mampu meningkatkan produksi kelapa sawit hingga 5,8 persen hingga Oktober 2009 menjadi 930,76 ribu ton dibanding periode sama 2008 sebanyak 879,65 ribu ton.

Sementara itu, produksi karet turun 7,7 persen menjadi 15,67 ribu ton dari sebelumnya 19,98 ribu ton.

“Kenaikan produksi disebabkan perbaikan profil dan umur tanaman,” kata Direktur Utama Bakrie Sumatera Plantations Ambono Janurianto pada paparan publik di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin 21 Desember 2009.

Dia menjelaskan, pada periode tersebut, perusahaan mampu memproduksi nukleus hingga 451,17 ribu ton, atau bertumbuh enam persen dari sebelumnya 425,54 ribu ton.

Produksi plasma turun 4,9 persen, atau menjadi 161,61 ribu ton dari Oktober 2008 sebanyak 169,97 ribu ton. Produksi dari perusahaan patungan Agri BV (ARBV) tumbuh 11,9 persen menjadi sebanyak 317,98 ribu ton dari sebelumnya 284,143 ribu ton.

“Tapi, produksi ARBV tidak dikonsolidasikan,” ujarnya.

Ambono menambahkan, peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) dan ARBV disebabkan peningkatan profil tanaman dan hasil dari program rehabilitasi kebun ARBV.

Meski demikian, produksi karet turun karena pertumbuhan area tanaman tua tidak diimbangi dengan penambahan tanaman muda yang menghasilkan.

“Karet turun menjadi 15,67 ribu ton dari tahun lalu 16,98 ribu,” kata dia.

Dia menjelaskan, produksi turunan kelapa sawit, minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) ikut turun 2,4 persen. Per Oktober 2009, produksi CPO perusahaan hanya menghasilkan 159,90 ribu ton dari 2008 sebanyak 163,89 ribu ton.

Penurunan itu dipicu oleh pengurangan pembelian TBS dari pihak ketiga. Pada 2009, perusahaan hanya membeli 150 ribu ton, padahal sebelumnya pembelian mencapai 205 ribu ton.

Selain itu, produksi dari ARBV tidak terkonsolidasi “Kami tidak banyak membeli dari pihak ketiga karena tren penurunan harga,” kata Ambono.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Bakrie Plantation Bakal Gandakan Pendapatan
Senin, 21 Desember 2009 | 19:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga dua kali lipat pada 2010. Hal ini disebabkan adanya rencana perseroan untuk melakukan akuisisi terhadap PT Domba Mas Agro Inti. “Hasil akuisisi Domba Mas diharapkan memberi kontribusi tinggi pada pendapatan,” ujar Direktur Keuangan Bakrie Platnation Harry M Nadir di Jakarta, Senin (21/12).

Akuisisi diharapkan dapat terlaksana pada Januari 2010. Domba Mas merupakan perusahaan perkebunan dan pengolahan oleochemical yang menghasilkan fatty alcohol sebanyak 140 ribu ton per tahun. Meski demikian, produksi maksimal baru dapat dicapai pada 2011. “Tahun depan mungkin baru 28-30 ribu ton, karena baru permulaan,” kata dia. Dengan jumlah produksi ini, Bakrie Plantation berharap dapat menjadi produsen terbesar.

Bakrie Plantation juga berencana memperluas area perkebunan menjadi 150 ribu hektare pada 2012. Keinginan tersebut mulai diwujudkan pada kuartal pertama 2010 dengan mengakuisisi dua kebun kelapa sawit seluas 14,5 ribu hektare dan kebun karet seluas 3.500 hektare. Kebun tersebut terletak di Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, dan Bengkulu.

Pada 2010 perusahaan menyiapkan belanja modal Rp 1,2 triliun. “Sebesar Rp 700 miliar untuk pengembangan oleochemical dan sisanya untuk kebun,” kata dia. Dana untuk peremajaan tanaman diperkirakan tidak signifikan, sebab profil umur tanaman masih produktif.

Pada kuartal ketiga 2009, pendapatan Bakrie Plantation mencapai Rp 1,64 triliun. Pendapatan ini mengalami penurunan 30 persen dibandingkan periode yang sama 2008 yaitu Rp 2,3 triliun. “Sebab harga CPO (crude palm oil/minyak kelapa sawit) dan karet turun drastis, jauh dari harga 2008,” ujar Direktur Utama Ambono Janurianto.

FAMEGA SYAVIRA
Bakrie Sumatera Bakal Kelola 428 Ribu Ton CPO
Senin, 21 Desember 2009 – 18:00 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian – Okezone

Foto: Corbis
JAKARTA – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) akan mengelola sebanyak 428 ribu ton minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) pada 2010 mendatang, baik untuk refinery maupun untuk dijual kembali.

“Di 2010, CPO yang dikelola oleh kita sebanyak 428 ribu ton,” kata Direktur Utama UNSP Ambono Januarianto dalam paparan publik tahunan, di Hotel Four Season, Kuningan, Jakarta, Senin (21/12/2009).

Dilanjutkannya, sebanyak 210 ribu ton akan dikelola perseroan untuk refinery dan sisanya akan dijual sebagai CPO saja. Sekadar informasi, pabrik refinery yang akan dimiliki perseroan dari Domba Mas memiliki kapasitas produksi sebanyak 140 ribu ton oleochemical.

Selanjutnya, pada 2011, perseroan akan mengelola CPO sebesar 480 ribu ton. Untuk refinery, dia mengungkapkan akan dikontribusikan sebanyak 265 ribu ton, lalu sisanya akan dijual.

“Kisaran CPO yang akan kita kelola adalah 430 ribu-480 ribu untuk dua tahun berturut-turut,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia juga menuturkan jika pihaknya berharap agar harga CPO tidak melebihi USD750 per ton. Pasalnya, dia menjelaskan jika melewati harga tersebut, maka perseroan akan kena pajak sebesar lima persen.

“Sedangkan jika harga di bawah USD750 per ton maka pajak yang dikenakan hanya 1,5 persen,” tambahnya.
(ade)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: