Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 23, 2009

skandal optima: MASEH PANAS MEMBARA-BARA … 231209

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 8:12 am

Bola Panas KPD Optima
23/12/2009 00:02:10 WIB
MAJALAH INVESTOR 198
Sejumlah perusahaan pelat merah ikut terjerat janji Optima Capital. Kendati tersandung kasus gagal bayar hingga ratusan miliar rupiah, Garuda Capital Investama tetap bernafsu mengakuisisi Optima Group.
OLEH: MASHUD TOARIK

CERITA KELAM TRANSAKSI GAGAL BAYAR PENGELOLA investasi berbentuk kontrak pengelolaan dana (KPD) kembali terulang. Sejak krisis finansial global merebak pada kuartal keempat 2008, satu per satu kasus sejenis terkuak. Korbannya kebanyakan para pemodal individu yang rata-rata tidak memahami risiko investasi yang ditanam. Tidak sedikit di antaranya yang tidak bisa membedakan antara produk pasar modal dengan produk perbankan.

Kasus KPD Dana Prima milik PNM yang menjerat ratusan nasabah Royal Bank of Scotland serta kasus KPD Antaboga Delta Securities yang menjerat nasabah Bank Century menjadi contoh tragis seputar investasi yang pernah terkuak. Belum rampung kasus-kasus tersebut diurai, belakangan muncul kasus baru yang menggegerkan. Kali ini melibatkan PT Optima Kharya Capital Management (OKCP), anak usaha PT Optima Kharya Capital Securities (OKCS).

Tragisnya, kasus gagal bayar OKCP tak hanya merugikan investor ritel tapi juga investor institusi. Bahkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut menanamkan dana hingga ratusan miliar pada KPD bernama Optima Stabil dan kini sulit dicairkan.

Terkuaknya gagal bayar tersebut bermula dari laporan PT AJB Bumiputera kepada Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri awal Juni silam. Perusahaan asuransi tertua nasional itu mengaku tak bisa mencairkan dananya hingga Rp 300 miliar pada OKCM. Karena terkait kasus pasar modal, Bareskrim melimpahkan kasus tersebut ke Bapepam-LK.

Singkatnya restrukturisasi pun disepakati, pihak OKCM diringankan untuk mencicil pokok utang plus bunga 15% pertahun setiap tiga bulan selama tiga tahun. Tapi lagi-lagi OKCM ingkar janji, pada akhir Oktober lalu OKCM seharusnya membayar cicilan kedua ke AJB sebesar Rp 13 miliar sekaligus cicilan ketiga kepada sejumlah nasabah ritel, namun kewajiban itu tidak dipenuhi. Tak tahan terus menerus dibohongi, AJB dan para nasabah ritel tersebut kini kembali melaporkan Optima Group ke polisi.

“Kami laporkan ke pihak yang berwajib,” ujar Dirman Pardosi, Direktur Utama AJB Bumiputera. Dirman juga akan meminta polisi untuk mengusut ke mana saja Optima mengalirkan dana KPD tersebut. Selama ini, nasabah tidak diberitahu pada instrumen investasi apa saja Optima menyimpan dana, termasuk underlaying asetnya.

Bola panas Optima makin membara tatkala Menteri Negara BUMN awal September silam membeberkan sejumlah BUMN yang menjadi korban OKCM. Tiga BUMN tersebut yakni PT Kereta Api (PT KA) dengan nilai investasi Rp 100 miliar, PT Rajawali Nusantara Indonesia, serta anak usaha PT Krakatau Steel yakni PT Krakatau Tirta Industri. Selain tiga BUMN itu PT Asuransi Jiwa Nusantara (AJN) yang dulu bernama PT Asuransi Askrida Jiwa juga mengaku memiliki dana sebesar Rp 62 miliar yang tersangkut di Optima.

Manajemen Optima sempat membantah dana beberapa perusahaan tersebut bermasalah. Public Relation and Promotion Optima Kharya Capital Ma na ge ment, Lidyawati Herdianto mengatakan, pi hak nya te lah menandatangani perjanjian restrukturisasi penjadwalan ulang pem ba yaran pokok dan bunga investasi dengan PT KA selama satu tahun.

Investasi RNI disebut belum jatuh tempo dan masih berjalan. Sedangkan investasi anak usaha KS diklaim tidak bermasalah dan berbentuk reksa dana. Khusus untuk ANJ, menurut Lidya, pihak OKCS hanya berperan sebagai broker yang memfasilitasi pembelian obligasi untuk kepentingan ANJ.

Saat dikonfirmasi, manajemen PT KA mengakui adanya perjanjian restrukturisasi tersebut. Tapi Optima tidak memenuhi janjinya. Angsuran yang seharusnya sudah jatuh tempo hingga kini belum kunjung dibayar.
“Ini pelajaran berharga bagi KAI, dan kami tidak mau melihat ke belakang lagi. Lebih baik kami fokus melakukan investasi pada bisnis yang kami geluti seperti pembelian gerbong, membangun rel, daripada bermain-main lagi di produk pasar modal,” papar Direktur Komersial PT KA, Sulistyo Wimbo Hardjito. Meski begitu, manajemen PT KA berharap Garuda Capital sebagai pemilik baru bersedia untuk menyelesaikan seluruh kewajiban Optima.

Meski Optima berlindung dari perjanjian restrukturisasi, PT KA tampaknya tak hanya pasrah. Kasus salah kelola dana dan wanprestasi tersebut kini terus diusut pihak kepolisian. Direktur Keuangan PT KA Achmad Kuntjoro, dan Direktur Utama Optima Herjono Kesuma telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar.

AKUISISI GARUDA

Kasus gagal bayar yang membelit, Optima ternyata tak kehilangan pesona. PT Garuda Capital Investasi tiba-tiba muncul untuk mengakuisisi 100% saham sekaligus menjadi pemilik baru Optima. Tak ayal proses akusisi itu pun menjadi senjata baru bagi Optima. “Proses pengalihan kepemilikan” itu membuat belum pastinya siapa yang bertanggung jawab atas kewajiban tersebut,” kata Lidyawati Herdianto.

Selain alasan itu, Optima berkilah bahwa status suspensi yang dijatuhkan Bursa Efek Indonesia kepada OKCS membuat pihaknya tidak bisa melakukan transaksi dan penjualan portofolio di bursa untuk kepentingan pembayaran angsuran.

Pernyataan itu membuat berang Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany. Menurutnya, suspensi dan proses pemeriksaan bukan alasan untuk menunda pembayaran kewajiban. Apalagi yang wajib membayar bukan OKCS, tetapi OKCM. “Itu bohong, dan hanya alasan mereka saja agar tak membayar cicilan nasabah. Yang disuspensi kan OKCS, jadi Optima masih bisa melakukan transaksi di luar pasar,” tandas Fuad.

Selain polisi dan Bapepam-LK, pihak BEI juga ikut mengusut kasus tersebut. Keterlibatan BEI karena kontrak pengelolaan dana OKCM telah merembet ke OKCS. Guna menelusuri masalah ini, BEI telah mengirimkan auditor untuk memeriksa langsung aset Optima Kharya Securities. Mereka mengaudit dana dan efek di perusahaan sekuritas ini.

Soal pengalihan kepemilikan saham Grup Optima kepada Garuda, pihak Bapepam-LK melalui Biro Transaksi & Lembaga Efek tengah mencari hubungan antara keduanya. “Optima kan sedang terlilit banyak masalah. Apa Garuda masih mau? Makanya kita cari tahu motivasinya, apakah semata karena saham Optima murah atau keduanya memiliki hubungan. Kita cari tahu,” papar Fuad.

Meski Grup Optima sedang tersandung masalah, PT Garuda Capital Investama dan rekannya dari Dubai kabarnya tetap berniat membeli 100% saham Grup Optima senilai US$ 10 juta. Alasannya, dana nasabah yang tersangkut di KPD Optima Kharya relatif kecil.

Total dana nasabah yang tersangkut di KPD kabarnya berkisar Rp 600 miliar – 700 miliar. Rinciannya, Rp 380 miliar dana milik PT AJB Bumiputera 1912, Rp 100 miliar hak PT KAI dan selebihnya dana nasabah ritel. sehingga potensi kerugian dari KPD tersebut menurut seorang sumber hanya sekitar Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar.

Belum diketahui siapa pemilik Garuda, namun beberapa komisaris perusahaan tersebut diketahui kader Partai Demokrat. Komisaris Utama Garuda, Subur Budhi Santoso adalah mantan Ketua Ketua Umum sekaligus pendiri partai penguasa tersebut, selain Subur ada nama Sutrisno, kader Partai Demokrat yang juga tercatat sebagai komisaris serta Bambang Satrio dan Jeffrey Nedi.

Nama terakhir merupakan pemilik PT Eracomm, perusahaan content provider dan pernah mempunyai saham di PT Jatis Solusindo. Sementara kongsi mereka dari Dubai adalah Dubai International Capital LLC (DIC). Juru bicara Optima mengatakan, ketiga pengusaha lokal tersebut patungan untuk mengakuisisi Optima sebesar US$ 10 juta. Sedangkan investor Dubai bertugas menyetor dana pelunasan tunggakan Optima, serta biaya operasional Optima selanjutnya. 

Iklan

1 Komentar »

  1. salam kenal blogger

    Komentar oleh yoyon — Oktober 20, 2010 @ 9:06 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: