Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 28, 2009

dewa newmont, hmmm nama anekh …281209

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 10:28 pm

Senin, 28/12/2009 19:57 WIB
DEWA Incar Garap Tambang Newmont di 2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sedang menjajaki untuk menjadi kontraktor pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di 2010. Saat ini, garapan besar perseroan adalah pada PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.

Menurut Presiden Direktur DEWA Adwin Suryohadiprojo, perseroan tidak menutup kemungkinan menjadi kontraktor pada area tambang Newmont, terkait akuisisi 24% saham Newmont oleh PT Multi Daerah Bersaing.

Perusahaan yang disebut terakhir merupakan anak usaha duet pemda Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Multicapital, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

“Tidak menutup kemungkinan kami bisa peroleh kegiatan usaha Newmont, tapi kami harus perkuat dulu fundamental kita,” kata Adwin saat publik ekspose DEWA di hotel Ritz Calton Mega Kuningan, Jakarta, Senin (28/12/2009).

Sampai saat ini, perseroan memiliki dua kontrak jangka panjang dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia. Area tambang KPC terdapat di wilayah Bengalon, dan Arutmin di wilayah Asam-Asam.

Sampai akhir tahun 2009, DEWA memprediksi dapat menghasilkan overburden sebesar 44,4 bcm (billion cubic meter), atau meningkat 10% dibanding posisi triwulan III 2009 40,49 bcm. Sedangkan untuk pendapatan, sampai akhir tahun ini diprediksi dapat mencapai US$ 224 juta . Padahal sampai akhir September 2009, perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 8,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sampai akhir tahun, overburden kita maksimal tumbuh 10%,” kata Direktur DEWA Gani Bustan seusai paparan publik.

Sedangkan proyeksi tahun depan, perseroan menargetkan pertumbuhan produksi mencapai 92 bcm, dengan pendapatan US$ 269 juta.

“Untuk EBITDA 2010, proyeksinya mencapai US$ 77,29 juta,” imbuhnya.

(wep/dro)

28/12/2009 – 20:38
DEWA Incar Proyek Newmont
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengincar untuk menggarap proyek PT Newmont Nusa Tenggara (Newmont).

“Tidak tertutup kemungkinan untuk berusaha menjadi kontraktor di proyek Newmont tetapi masih belum ada pembicaraan,” tutur Direktur Utama DEWA Adwin H Suryohadiprojo pada paparan publik perusahaan di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Senin (28/12).

Adwin juga menyatakan, saat ini pihaknya juga masih fokus dalam dua proyek besar yaitu PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sementara dari segi proyeksi kinerja, perusahaan menargetkan pendapatan hingga akhir 2010 sebesar US$ 269,42 juta, atau tumbuh 20 % dibanding estimasi pendapatan sepanjang 2009 senilai US$ 224 juta.

Sedangkan untuk pos laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) diperkirakan tumbuh 50 % menjadi US$ 77,29 juta.

Untuk total material kasar (raw material) perusahaan (overburden) sepanjang 2010, perseroan berharap dapat mencapai 92,4 miliar meter kubik (billion cubic meter/bcm), atau tumbuh dibanding 2009 sebanyak 44,4 bcm. [mre/hid]
Darma Henwa Incar Proyek Newmont
Perusahaan kini masih mengantongi 2 kontrak dari Arutmin Indonesia dan Kaltim Prima Coal.
SENIN, 28 DESEMBER 2009, 20:02 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nerisa

ilustrasi pertambangan
BERITA TERKAIT
Darma Henwa Beli 11% Saham Pendopo Coal
Saham Darma Henwa Bergerak Tak Wajar
Web Tools

VIVAnews – Kontraktor batu bara, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengincar pengerjaan proyek PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Sementara itu, sepanjang 2010, perseroan menargetkan pendapatan tumbuh 20 persen dibanding 2009.

“Kami akan menuju ke sana (kontraktor Newmont) jika peluangnya ada,” kata Direktur Utama Darma Henwa Adwin H Suryohadiprojo pada paparan publik perusahaan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Senin 28 Desember 2009.

Adwin menambahkan, perusahaan kini masih mengantongi dua kontrak dari PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal, anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Direktur Darma Henwa Gani Bustan menambahkan, perusahaan menargetkan pendapatan hingga akhir 2010 sebesar US$ 269,42 juta, atau tumbuh 20 persen dibanding estimasi pendapatan sepanjang 2009 senilai US$ 224 juta.

Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) diperkirakan terdongkrak 50 persen menjadi US$ 77,29 juta.

Total material kasar (raw material) perusahaan (overburden) sepanjang 2010, Gani berharap, dapat mencapai 92,4 miliar meter kubik (billion cubic meter/bcm), atau tumbuh dibanding 2009 sebanyak 44,4 bcm.

Rights Issue
Sementara itu, pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) hari ini, pemegang saham menyetujui rencana penawaran umum terbatas (PUT) saham perusahaan. Perusahaan berniat menawarkan 6.243.923.928 saham biasa seharga Rp 100 per unit dengan nilai nominal Rp 100.

Secara akumulasi, dana yang dapat dihimpun diperkirakan sekitar Rp 624,39 miliar. Setiap pemegang lima saham berhak atas dua hak memegang efek terlebih dahulu (HMETD).

PT Danatama Makmur bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas rencana rights issue tersebut. “Dana hasil rights issue akan dipakai untuk mengurangi utang,” kata Gani.

Perusahaan akan membayar utang hingga US$ 45 juta dari total utang konsorsium US$ 120 juta. Sisa utang perseroan paska rights issue diharapkan menjadi US$ 75 juta.

Meski demikian, Gani mengakui, upaya restrukturisasi utang menyebabkan Darma Henwa menunda pembayaran ke semua pemasok. Hal itu menghambat pasokan suku cadang dan penurunan produksi.

“(Ini karena) persediaan broken material kami terganggu,” kata dia.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Iklan

2 Komentar »

  1. I love to read articles in your blog. The Bakries should be closely watched. I am sure that there is something initial talks between DEWA and another company in relation its coal mining contracts.

    Komentar oleh Insider Stories — Desember 30, 2009 @ 12:28 am

  2. in general, coal business is very cool indeed … all the world looking for the cheap energy … although green energy developed, the cost consideration for industries lead them into using cheap energy like coal energy … no wonder dewa will make their way also

    Komentar oleh bumi2009fans — Desember 30, 2009 @ 7:11 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: