Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 29, 2009

dewa ntb nnt, gumpalan baru di timur … 291209

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:10 am

Incar Proyek Newmont, DEWA Berbenah Diri
Selasa, 29 Desember 2009 – 08:28 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian – Okezone

Tambang Batu Bara. Ilustrasi: Corbis
JAKARTA – Anak usaha dari PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang merupakan kontraktor tambang, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mengincar pengerjaan proyek PT Newmont Nusa Tenggara.

“Jika peluang Newmont muncul, kami juga akan menuju ke sana. Tentunya, kami harus memperkuat perusahaan dulu sebelum ke arah itu,” kata Direktur Utama DEWA Adwin H Suryohadiprojo, saat paparan publik di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Senin (28/12/2009) malam.

Hal ini nampaknya wajar, pasalnya perusahaan terafiliasinya yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah dipastikan mendapatkan saham divestasi dari NTT bersama Pemda.

Saat ini, perseroan masih mengerjakan kontrak yang nilainya diakui cukup besar. Yakni dari anak usaha BUMI, PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Sementara itu, Direktur DEWA Gani Bustan menambahkan, perusahaan mematok pendapatan pada 2010 tumbuh 20 persen atau sebesar USD269,42 juta bila dibandingkan dengan proyeksi di 2009 yang sebesar USD224 juta.

Sementara itu, laba sebelum beban, pajak, depresiasi, dan amortisasi (ebitda) diharapkan bisa tumbuh hingga 50 persen, yakni menjadi USD77,29 juta.

Di sisi lain, dana dari right issue yang akan dilakukan oleh perseroan rencananya akan digunakan untuk membayar utang. “Dana right issue dipakai untuk bayar utang. Total utang terhadap konsorsium USD20 juta, dengan pembayaran USD45 juta, berarti sisa utang jadi USD75 juta,” paparnya.

Restrukturisasi utang yang dilakukan perseroan ini juga sedikit mengganggu produksi perseroan. Pasalnya, semua pembayaran ke supplier harus melalui mekanisme permintaan persetujuan ke kreditor (14 hari). “Sehingga penundaan pembayaran ke semua supplier (verfikasi), hambat supply sparepart dan operasional,” tambahnya.

Selain itu, dana dari right issue tersebut juga akan dipergunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan di 2010 yang mencapai USD45,4 miliar. “Dana capex dari right issue,” ucapnya.
(ade)

AKUISISI 3% SAHAM NNT, Darma Henwa Calon Kuat Mitra KSB
03/10/2007 11:29:37 WIB
JAKARTA, Investor Daily
DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merekomendasikan PT Darma Henwa Tbk (Darma) sebagai calon kuat mitra KSB untuk mengakuisisi 3% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$ 109 juta. Namun demikian, bila Darma mengalami hambatan, peluang bagi PT Bumi Resources Tbk (Bumi) untuk bermitra dengan KSB masih terbuka.

Rekomendasi itu merupakan hasil rapat dengar pendapat antara DPRD KSB dengan konsultan hukum dan bisnis KSB Capriole Consulting pada Selasa (2/10) di Taliwang, Sumbawa Barat. Konsultan tersebut telah ditunjuk KSB untuk melakukan beauty contest atas enam investor yang berminat menjadi mitra KSB. Hasil beauty contest menunjukkan, Darma menduduki peringkat pertama, disusul Bumi sebagai cadangan.

Calon mitra yang kalah dalam beauty contest itu adalah Newmont Indonesia Ltd-Nusa Tenggara Mining Corporation (NIL), PT Danatama Makmur, PT Recapital, dan Credit Suisse.

Bupati KSB Zulkifli Muhadli mengungkapkan, rekomendasi DPRD KSB tersebut telah diterimanya. Namun, pihaknya tidak bisa langsung memilih Darma sebagai mitra. Pemerintah KSB akan terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan Darma untuk mengklarifikasi kesiapan perusahaan itu. Apabila terjadi kesepakatan, KSB-Darma akan langsung melakukan perjanjian bisnis.

Sebaliknya, apabila karena satu dan lain hal Darma tidak menyepakati keinginan KSB, Bumi berpeluang masuk. Menurutnya, dengan mitra itu, pihaknya akan membuat perjanjian atau semacam kesepakatan tertulis yang menunjukkan kedua pihak yang bermitra itu memiliki hubungan yang solid. Mitra yang diinginkan KSB adalah yang bisa menanggung seluruh dana dengan persyaratan mudah.

“Setelah kami mendapatkan mitra yang pas dengan segala konsekuensi yang telah kami tetapkan, kami akan umumkan ke publik,” katanya kepada Investor Daily melalui telepon genggamnya di Taliwang, kemarin.

Anggota Tim Penasihat Akuisisi KSB Asoka Bratanata mengungkapkan, pemeringkatan Capriole menunjukkan, seluruh calon mitra itu sanggup mendanai akuisisi tersebut. Namun demikian, hanya Darma dan Bumi yang bisa memberikan skema pendanaan lebih lunak, baik dari sisi suku bunga, jangka waktu pengembalian, hingga risiko apabila gagal bayar.

“Capriole melaporkan, Darma memberikan skema pendanaan yang sangat lunak, misalnya jangka waktu pengembalian pinjaman bisa dinegosiasikan, sementara Bumi memberikan tenggat waktu hingga tujuh tahun,” kata Asoka kepada Investor Daily , kemarin.

Bahkan, kata Asoka, terdapat salah satu calon mitra yang menawarkan opsi langsung sita saham apabila terjadi gagal bayar, tanpa melalui lembaga pengadilan. Capriole memahami penawaran tersebut. Sebab, keempat calon mitra yang tidak lolos beauty contest adalah lembaga keuangan yang terbiasa memberikan persyaratan ketat dalam pemberian kredit atau pinjaman.

“Berbeda dengan Darma maupun Bumi yang merupakan kontraktor pertambangan, sehingga mereka memposisikan diri sebagai mitra strategis yang bisa memberikan persyaratan lunak,” ujarnya.

Bupati Zulkifli menuturkan, dalam dua tiga hari ke depan, pihaknya akan berkirim surat kepada manajemen NNT untuk mengagendakan pertemuan-pertemuan khusus. Menurut dia, pertemuan itu akan mengatur pelaksanaan eksekusi 3% saham NNT dilakukan, sekaligus konsekuensi yang akan diterima KSB dan NNT setelah eksekusi dilakukan itu dilakukan KSB.

“Kami mentargetkan pada 20 November 2007, ketika kami memperingati hari lahir KSB, sudah bisa ditandatangani perjanjian jual beli 3% saham tersebut. Ini adalah momentum yang tepat,” jelas dia.

Menanggapi direkomendasikanya Darma sebagai calon kuat mitra KSB, wakil NIL yang juga Dirut PT Newmont Pacific Nusantara (NPN) dan Dirut NNT Martiono Hadianto tidak mau berkomentar banyak. Begitu juga mengenai target perjanjian jual beli 3% saham saham NNT yang ditargetkan KSB bisa diteken pada 20 November, Martiono enggan berkomentar. “Saya belum bisa berkomenar dulu, saya baru akan melakukan pertemuan dengan Bupati KSB pada Kamis pekan ini (4/10) di Jakarta,” jelasnya.

Sebelumnya, Rini Mariani Soemarno, preskom Darma Henwa, optimistis, pihaknya bisa memenangkan beauty contest itu. Alasannya, selain bisa memenuhi dana US$ 109 juta, Darma memiliki sumber daya dan keahlian dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur, bahan bakar, dan batubara.

Menurut Rini, proyek pembiayaan akuisisi saham NNT melalui pemda KSB sangat strategis bagi perseroan. Untuk menjadi perusahaan jasa pertambangan terbaik, Darma memang perlu perluasan usaha dari jasa kontraktor tambang batubara ke nikel, emas, tembaga, bahkan kelistrikan.

Divestasi 7%

Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah tidak ikut campur dalam proses divestasi 7% yang diminati Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Dia mengakui adanya tumpangtindih (overlapping) peminat divestasi antara Pemerintah KSB dan Pemkab Sumbawa.

“Sesuai aturan otonomi daerah, apabila ada satu lokasi tambang di daerah yang overlapping (lokasi tambang berada di dua daerah) yang terlibat dua kabupaten ditambah gubernur,” ujar Purnomo di sela acara buka puasa bersama di kantor Departemen ESDM, kemarin. (ari/ros)
… judul JADOEL :
Siapkan Dana US$ 31 Juta, Darma Henwa Ekspansi ke Infrastruktur
26/12/2007 10:09:10 WIB
Oleh Jauhari Mahardhika

JAKARTA, Investor Daily
Perusahaan jasa kontraktor penambangan batubara, PT Darma Henwa Tbk berencana ekspansi ke sektor infrastruktur. Perseroan mengincar proyek pembangunan jalan di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Darma Henwa dapat memeroleh proyek tersebut karena akan menyediakan dana US$ 109 juta atau sekitar Rp 1,01 triliun untuk Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Dana itu akan digunakan pemerintah setempat untuk proses divestasi 3% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

“Keuntungan bagi kami sebagai penyedia dana adalah peluang untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Sumbawa Barat. Kami lebih cenderung ke proyek-proyek jalan,” kata Sekretaris Perusahaan Darma Henwa Devindra Ratzarwin kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, DPRD Sumbawa Barat sudah merekomendasikan Darma Henwa sebagai peserta penyedia dana yang diutamakan (preferred bidder) terkait divestasi 3% saham NNT. Peserta lainnya seperti PT Bumi Resources Tbk, PT Recapital, Newmont Indonesia Ltd-Nusa Tenggara Mining Corporation (pemegang saham NNT), dan Credit Suisse bakal tersingkir.

“Keputusannya akan ditandatangani bupati pada akhir tahun ini atau Januari 2008. Tapi, bupati akan mempertimbangkan masukan dari DPRD,” jelas Devindra.

Darma Henwa kini mendirikan anak usaha untuk fokus di bidang infrastruktur, PT Darma Henwa Services. Devindra mengaku, bidang infrastruktur merupakan bisnis baru bagi perseroan. Selama ini, Darma Henwa bergerak sebagai kontraktor penambangan batubara terintegrasi.

Untuk bisnis infrastruktur, Darma Henwa siap menyediakan dana sebesar US$ 31 juta atau sekitar Rp 288,3 miliar untuk PT Darma Henwa Services. Dana tersebut akan diambil dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham perseroan.

Selain itu, perseroan berencana untuk ekspansi ke bidang kontraktor pembangkit listrik (power plant) pada 2008. “Perseroan akan menjadi holding, tapi tetap menerima proyek-proyek kontraktor penambangan,” ujar Devindra.

Kaji Pendanaan
Sementara itu, Presiden Direktur Darma Henwa Abdurrahman Kunwibowo mengatakan, perseroan kini sedang mengkaji berbagai alternatif sumber pendanaan untuk divestasi 3% saham NNT senilai US$ 109 juta. “Nanti kami ungkapkan ke publik sumber dananya, apabila kami sudah resmi menjadi pemenang,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Komisaris Darma Henwa Rini Mariani Soemarno mengaku, proyek pembiayaan divestasi saham Newmont tersebut sangat strategis bagi perseroan. Sebab, perseroan perlu perluasan usaha dari kontraktor penambangan batubara ke nikel, emas, tembaga, bahkan power plant.

Darma Henwa menargetkan pendapatan tahun ini sebesar US$ 252 juta atau tumbuh sekitar 48% dari tahun lalu sebesar US$ 170,6 juta. Dengan demikian, bila proyek pembiayaan divestasi Newmont memberikan kontribusi 5%, pendapatan perseroan hingga akhir 2008 bisa menembus US$ 264,6 juta.

Pada perdagangan Rabu (19/12), saham perseroan dengan kode DEWA ditutup stagnan di level Rp 700. Total volume saham yang ditransaksikan sebanyak 97,62 juta lot senilai Rp 67,81 miliar.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: