Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 29, 2009

the bakries still run the show though … 291209

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 4:42 pm

29/12/2009 – 14:27
Seiring Sentimen Rights Issue
Grup Bakrie Akhir Tahun Positif
Asteria

INILAH.COM, Jakarta – Saham grup Bakrie akan tetap aktif pada perdagangan di BEI menjelang tutup tahun. Pasalnya, ada kepentingan kelompok bisnis tersebut untuk menjaga nilai sahamnya.

Hal tersebut diungkapkan analis Panin sekuritas Purwoko Sartono. Menurutnya, transaksi akhir tahun ini masih akan diramaikan dengan antisipasi pasar terhadap window dressing beberapa emiten. “Ini terlihat dari mulai aktifnya saham-saham Grup Bakrie awal pekan ini,” katanya, Selasa (29/12).

Ia menilai, grup Bakrie memiliki kepentingan terbesar untuk menjaga harga sahamnya. Terutama mengingat grup ini berencana menggiatkan right issue pada hampir seluruh emitennya tahun depan. Seperti saham PT Energi Mega Persada (ENRG), PT Darma Henwa (DEWA), PT Bakrie Sumatra (UNSP), PT Bakrie & Brothers (BNBR), dan PT Bumi Resources (BUMI).

Misalkan saja DEWA yang kemarin sudah mendapat persetujuan RUPSLB untuk melakukan rights issue dengan melepas 6.24 miliar saham di harga pelaksanaan Rp100 per saham. Setiap 5 pemegang saham lama berhak mendapat 2 HMETD untuk menebus 2 saham di harga pelaksanaan. Cum date pada 11 Januari 2009, dengan PT Danatama Makmur sebagai pembeli siaga.

Dari total dana Rp624 miliar, sebanyak 68,5% untuk melunasi utang dan sisanya pembelian alat berat serta modal kerja. Saat ini utang DEWA mencapai US$193juta atau Rp1,8335 triliun, dimana US$45juta atau Rp427,5 miliar akan dilunasi dan US$75juta atau Rp712,5 miliar akan direstrukturisasi.

Sedangkan rencana BUMI menerbitkan 10% saham baru tanpa HMETD atau 1,94 miliar saham dari total yang dikeluarkan 19,40 miliar saham pada Januari 2010, disambut baik pasar. Saham BUMI kembali aktif di lantai bursa sejak perdagangan kemarin. “Karena kapitalisasi pasarnya terbesar, maka meski hanya 10%, nilainya menjadi yang terbesar,” ujarnya.

Rencana BUMI ini ditanggapi positif, pasalnya dengan saham baru tersebut, BUMI berpotensi menempuh skema konversi sebagian utangnya kepada China Investment Corporation (CIC). Ini berarti, dapat menambah kontrol di BUMI dengan CIC dan menurunkan rasio utang (DER) jangka pendek menjadi 3 kali dan utang jangka panjang menjadi 2 kali. Adapun total utang baru BUMI mencapai US$3,3 miliar. “Rencana right issue 10% mendukung harga BUMI ke posisi lebih baik,” paparnya.

Penyelenggaraan RUPSLB BUMI untuk penerbitan saham baru tanpa HMETD yang semula dijadwalkan pada 7 Januari 2010, diundur hingga waktu tak terbatas. Hal ini karena negosiasi dengan pemodal strategis belum rampung. Namun, Purwoko masih merekomendasikan saham BUMI, didukung kenaikan harga energi dan harga saham sejenis di luar negeri (Xrata). “Rekomendasi beli untuk BUMI,” ujarnya.

Sementara rencana right issue ENRG malah ditanggapi negatif pasar. Selain nilainya yang sangat besar,penggunaan dana itu baru akan menghasilkan di 2013. Adapun perbedaan jumlah saham yang diserap BNBR dan data kepemilikan yang beredar (18,84% vs 43,2%) memberi persoalan tersendiri. “Pasar bertanya-tanya apakah pembeli siaga mampu menyerapnya semua,” ucap Purwoko.

Seperti diketahui, BNBR hanya akan menyerap 18,84% saham baru dalam rights issue ENRG, setelah sebelumnya menyatakan memiliki 43,2% saham ENRG. Untuk aksi ini, BNBR menyiapkan dana Rp912,6 miliar. BNBR akan menyerap 4,93 miliar dari 26,18 miliar saham di harga penawaran Rp185 per saham.

Sisa saham ENRG yang tidak terserap, akan dieksekusi pembeli siaga, yaitu PT Danatama Makmur dan PT Madani Securities. ENRG akan menggelar RUPSLB pada 31 Desember 2009. Saat itu, perseroan juga akan meminta persetujuan akuisisi 10% kepemilikan aktif Blok Masel PSC senilai Rp1,0 triliun yang dibiayai dari rights issue tersebut.

UNSP juga mendapat tekanan jual atas rencana right issue dengan ratio 2:5 senilai Rp525 per saham. Ini berarti, bila investor memiliki saham UNSP Rp1 miliar, maka saat right issue harus menambah investasi Rp2,344 miliar dan bila portofolionya Rp1 miliar, maka nilai UNSP menjadi Rp3,34 miliar.

“UNSP juga merupakan saham marjin. Bila UNSP-nya sebagian dari marjin, minimal bagian marjinnya harus dilepas. Ini menyebabkan tekanan jual atas UNSP,” paparnya. UNSP menawarkan 9,47 miliar saham baru dan menargetkan dana segar Rp 4,97 triliun. Danatama Makmur akan bertindak sebagai pembeli siaga dan penjamin pelaksana emisi (underwriter).

UNSP juga melepas waran seri II sebanyak 631,33 juta unit. Dana perolehan Rp 3,16 triliun, akan dipakai mengembangkan anak usaha dan mengakuisisi PT Domas Agrointi Prima senilai US$ 110 juta, atau Rp 1,1 triliun.

Pada Selasa (29/12) sesi siang, saham BNBR terpantau naik Rp2 (2,35%) ke Rp87, DEWA terangkat Rp9 (7,2%) ke Rp134, BUMI menguat Rp75 (3,12%) menjadi Rp2.475, UNSP terapresiasi Rp10 (1,8%) ke Rp570 dan ENRG naik Rp1 (0,5%) ke Rp195. Sedangkan saham grup Bakrie yang tidak melakukan rights issue, seperti PT Bakrie Telecom (BTEL) dan PT Bakrieland Development (ELTY) masing-masing turun Rp1 ke Rp156 dan Rp2 ke Rp198. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: