Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Desember 30, 2009

enrg, kayanya maju mundur, maseh GRRRRRRRhhhhh : 301209

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 11:30 am

Rabu, 30 Desember 2009 | 11:20

AKSI KORPORASI ENERGI MEGA PERSADA

ENRG Merevisi Alokasi Dana Hasil Rights Issue

JAKARTA. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) terus berupaya memperoleh izin efektif penerbitan saham baru alias rights issue dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Demi mencapainya, anak usaha Grup Bakrie ini merevisi prospektus aksi korporasi itu.

Dalam prospektus teranyar yang dipublikasikan kemarin (29/12), ENRG merevisi alokasi dana hasil rights issue sebesar Rp 4,84 triliun. Pertama, 20,51% dari hasil rights issue atau Rp 945,1 miliar untuk membiayai akuisisi 10% hak pengelolaan Blok Masela PSC dari INPEX.

Transaksi ini bisa berjalan apabila INPEX telah menerima persetujuan tertulis atas pelepasan hak itu dari Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Transaski ini juga harus menunggu izin Japan Oil, Gas and Metals National Corporation, selaku pemegang saham INPEX.

Dalam prospektus awal yang dipublikasikan 25 November lalu, alokasi dana untuk akuisisi Blok Masela sebesar Rp 965 miliar. ENRG juga tidak pernah menyebutkan syarat transaksi itu.

Kedua, porsi sebanyak 51,29% atau Rp 2,36 triliun digunakan ENRG untuk membayar utang. Sebelumnya, dana yang dialokasikan untuk pos ini Rp 2,41 triliun atau 52,37% dari hasil rights issue.

Ketiga, ENRG juga mengubah alokasi pembayaran biaya keuangan dari Rp 434,25 miliar menjadi Rp 390,3 miliar. Keempat, perusahaan minyak dan gas bumi ini mengubah alokasi dana rights issue untuk belanja modal dan tambahan modal kerja, menjadi sebesar Rp 795,3 miliar atau 17,26%.
Sebelumnya, alokasi dana untuk biaya pengeboran sumur minyak dan penyediaan fasilitas lainnya adalah senilai Rp 908,8 miliar.

ENRG juga menjelaskan penggunaan dana hasil penerbitan waran Seri I yang dilakukan bersamaan dengan rights issue. ENRG akan meminjamkan dana hasil penerbitan waran tersebut kepada anak usahanya. Si anak usaha akan menggunakannya untuk membiayai modal kerja, seperti ongkos pengeboran sumur serta keperluan lain.

Revisi beberapa poin tersebut menyebabkan jadwal pelaksanaan rights issue itu molor. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang mestinya digelar 28 Desember mundur jadi 31 Desember 2009, dan pencatatannya pada 13 Januari 2010.

Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK Anis Baridwan mengaku masih menelaah prospektus ENRG itu. “Kami masih teliti dan belum ada izin efektif,” ujarnya kepada KONTAN, tadi malam.

Yuwono Triatmodjo KONTAN

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: