Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 1, 2010

skandal optima: skenario berlanjuuuuuut …010110

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 9:11 am

Kasus Korupsi Dana Investasi PT Kereta Dilimpahkan
Kamis, 31 Desember 2009 | 20:55 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG – Berkas kasus korupsi dana milik PT Kereta Api (Persero) senilai Rp 100 miliar akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Berkas kasus korupsi itu dilimpahkan menjadi dua, kasus korupsi dana investasi dan kasus gratifikasi dari PT Optima Kharya Capital Management kepada oknum PT Kereta sebesar Rp 100 juta.

Berkas kasus itu, menurut Ketua Tim Penyidik Antikorupsi Polda Jawa Barat Sony Sonjaya diserahkan ke Kejaksaan Rabu (30/ 12). “Adapun kasus korupsinya sendiri, masih dalam penyidikan” kata Soni di kantornya.

Kasus itu disidik polisi sejak Agustus lalu. Pelanggaran yang disangkakan adalah soal kerjasama pengelolaan investasi dalm bentuk surat berharga antara PT Kereta dengan PT Optima Kharya Capital Management tahun lalu senilai Rp 100 miliar.

Dalam kasus gratifikasi, polisi menetapkan tiga tersangka yaitu Direktur Utama PT Optima Antonius T Siahaan, Direktur Pemasaran Haris Setiawan, dan bekas staf keuangan Widiyasono.

“Tersangka AS (Antonius) menyuruh tersangka HS (Haris) untuk memberikan gratifikasi berupa travellers cheque kepada tersangka W,”jelas Sony. Terkait kasus gratifikasi ini, kata Soni. Polisi juga sudah menyita duit Rp 45 juta dari tersangka Widiyasono untuk barang bukti.

Adapun dalam kasus korupsi dana Rp 100 miliar, polisi menetapkan dua tersangka. “Untuk kasus korupsi sejauh ini ditetapkan dua tersangka yakni bekas Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT KA (Kereta Api),”kata Sony melanjutkan.

Bekas Direktur Utama PT Kereta adalah Ronny Wahyudi. Sedangkan Direktur Keuangannya adalah Achmad Kuntjoro. Ronny hingga kini tidak ditahan. Sementara Achmad ditahan di sel tahanan Polda Jaa Barat sejak beberapa bulan lalu.

Sony juga menjelaskan, modus korupsi dilakukan para tersangka dengan mengabaikan Anggaran Dasar perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) PT Kereta. Yang merupakan perbuatan melawan hukum, ia menjelaskan, bukan kontrak kerjanya, melainkan keputusan Direktur Utama untuk membuat, menandatangani dan melaksanakan kontrak tersebut.

“Dalam anggaran kerja maupun RKAP tidak tercantum adanya jenis investasi tersebut, tapi tetap dilakukan juga. Lalu ketika kontrak berakhir ternyata terjadi kerugian negara,”jelasnya.

Sony juga menyatakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat telah menetapkan jumlah kerugian negara dalam kasus ini. “Jumlah kerugian negara berdasarkan hasil perhitungan BPKP adalah Rp 100 miliar,”katanya.

Sebelumnya, selain Ronny, Achmad, Antonius, Haris, dan Widiyasono, dalam kasus ini Sony telah menetapkan dua tersangka lain. Keduanya adalah bekas Direktur Utama PT Optima Kharya Capital, dan staf bidang hukum PT Kereta, Bambang.

Namun begitu, polisi belum menetapkan kedua peran tersangka dalam kedua berkas. “Bukan berarti penyidikannya dihentikan. Kami masih melakukan penyelidikan,”tandasnya.

ERICK P HARDI

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: