Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 4, 2010

seharusnya the bakries terimbas langsung … 040110

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 5:10 pm

Senin, 04 Januari 2010 | 16:16

PASAR KOMODITAS DAN VALAS

Komoditas & Valas Kian Panas

JAKARTA. Tahun lalu, ketika sektor riil terpukul krisis global, para investor kontrak berjangka komoditas dan valuta asing justru bisa menikmati untung (gain) tinggi. Pada 2010, investasi alternatif ini makin menjanjikan. Asalkan, investor memahami seluk-beluk dan risikonya yang juga tinggi.

Para investor di bursa berjangka, khususnya yang bermain di kontrak berjangka komoditas, akan makin pede menambah investasinya di 2010. Maklum, mereka sukses melepas tahun lalu dengan hasil investasi yang sangat memuaskan. Itu tergambar dari pencapaian indeks CRB Jefferies-Reuters, yang mencerminkan pergerakan harga 19 komoditas terlikuid di dunia.

Di akhir tahun lalu, indeks ini naik 23,46% menjadi 283,38. Selama periode itu, harga sejumlah komoditas memang melonjak tinggi. Misalnya, harga kontrak minyak mentah melambung 31%. Kemudian, harga kontrak emas yang melompat 22,91%. Harga kontrak batubara yang naik mengikuti harga minyak.

Memasuki tahun 2010, para analis memperkirakan, harga sejumlah komoditas akan semakin mahal. Penyebabnya, pertama, para analis meramal, pertumbuhan ekonomi dunia akan membaik seiring pemulihan ekonomi global. China, misalnya, memprediksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2010 mencapai 9,4%. Jepang pun optimistis dengan memasang target pertumbuhan ekonomi di atas 2% per tahun selama 10 tahun mendatang. Indonesia sendiri mematok target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 5,5%.

Kedua, pergerakan harga komoditas tak lepas dari hukum besi ekonomi, yakni permintaan dan pasokan. Ibrahim, Analis Asia Kapitalindo Futures memprediksi, permintaan minyak mentah dunia tahun ini akan tumbuh 0,82 juta barel per hari (bph) atau 0,9% dibandingkan 2009. Jadi, rata-rata permintaan menjadi 85,13 juta barel per hari.

Pemicu utama pertumbuhan permintaan minyak mentah adalah sektor transportasi yang kembali bergairah. Ibrahim memprediksi, harga minyak mentah tahun ini bisa menyundul level US$ 100 per barel. Ini bisa saja terjadi apabila suhu politik Timur Tengah, khususnya di Iran, kian memanas. Maklum, Iran memiliki cadangan minyak terbesar kedua di dunia

Risiko tetap tinggi

Selain minyak mentah, komoditas lain yang akan memesona tahun ini adalah emas. Dengan proyeksi angka inflasi 2010 yang lebih tinggi dari tahun lalu, bisa dipastikan harga emas semakin mengkilat. “Emas adalah hedging inflasi,” kata Analis Harumdana Berjangka Andri Zakarias Siregar.

Harga batubara juga berpeluang menanjak. Kepala Riset BNI Securities, Norico Gaman melihat, permintaan batubara tahun ini akan naik melebihi pasokannya. Di saat yang sama, kapasitas produksi batubara tidak meningkat. Dia meramal, produksi batubara dunia di 2010 sekitar 600 juta-700 juta ton. “Tapi permintaannya mencapai sekitar 700 juta hingga 800 juta ton,” imbuhnya.

Selain komoditas, instrumen investasi alternatif yang layak dilirik tahun ini adalah mata uang. Vice President Valbury Asia Futures, Nico Omer Jonckheere menyebutkan, sepanjang tahun lalu rupiah adalah mata uang kawasan Asia yang memberikan untung paling besar. Yakni, mencapai 15,43%. Valuta asing, seperti dollar Australia dan dollar Selandia Baru juga menarik untuk disimpan. “Keuntungannya cukup tinggi,” imbuhnya.

Meski demikian, para analis mengingatkan, investor tetap harus waspada dalam menginvestasikan uangnya di instrumen alternatif ini. Maklum, risikonya sama seperti potensi keuntungannya, alias high risk, high return.

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Misalnya, investor harus tahu perkembangan ekonomi dunia. Sehingga, bisa memutuskan kapan masuk dan kapan harus keluar. Investor juga mesti jeli memilih perusahaan sekuritas yang menawarkan jasa untuk memfasilitasi investor bermain kontrak berjangka. “Jangan memilih perusahaan bodong,” imbuh Ibrahim.

Sandy Baskoro, Irma Yani, Abdul Wahid Fauzi KONTAN

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: