Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 5, 2010

beneran neh, elty :)) … 050110

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 9:52 pm

Investor Fokus di Asia Pasifik dan Eropa
05/01/2010 20:04:33 WIB
Oleh Abdul Muslim

LONDON, INVESTOR DAILY
Investor properti diperkirakan tahun ini lebih banyak berkonsentrasi di kawasan Asia Pasifik dan Eropa. Transaksi real estat di kedua kawasan tersebut diprediksi mencapai 77% dari total investasi global yang mencapai US$ 315 miliar.

Demikian prediksi perusahaan konsultan dan riset properti DTZ dalam laporan akhir tahun 2009, yang dikemas dalam tema ‘The Great Wall of Money’, baru-baru ini.

Associate Director of Real Estate Strategy DTZ Research Nigel Almond mengungkapkan, investasi properti di Eropa diperkirakan mencapai US$ 156 miliar atau 50% dari total investasi global, dan Asia Pasifik sebesar US$ 85 miliar atau 27% dari investasi global. Sedangkan transaksi real estat di kawasan Eropa diprediksi sekitar US$ 74 miliar atau 23% dari total investasi global tahun 2010.

“Jadi, kawasan Asia Pasifik dan Eropa akan menjadi pemenang tahun ini karena uang lebih banyak mengalir ke kawasan tersebut daripada ke kawasan lain, walaupun sebenarnya hanya memiliki kesanggupan menyediakan uang 49%,” kata Almond seperti dilansir PropertyGuru.com.sg.

Menurut dia, investasi di sektor properti kawasan Asia Pasifik yang mencapai US$ 85 miliar tahun 2010 naik dua kali lipat dibandingkan dengan pencapaian tahun 2009 sebesar US$ 43 miliar. Sedangkan nilai investasi real estat di seluruh dunia tahun 2010 diprediksi mencapai US$ 315 miliar, dengan asumsi naik dua kali lipat disbanding US$ 157 miliar tahun 2009. Jika tercapai, nilai tersebut berarti sudah kembali ke level seperti yang pernah dicapai tahun 2004.

Namun pengamat juga mengingatkan, para pengembang dan investor properti banyak yang berusaha melakukan refinancing utangnya dan pembiayaan investasi. Ini mengacu pada jumlah pinjaman properti komersial yang jatuh tempo sangat besar untuk refinancing dalam dua hingga empat tahun ke depan.

“Beberapa modal yang tersedia memang dapat dialihkan untuk tujuan pembiayaan utang, sehingga dampak negatifnya secara langsung ke pasar properti akan berkurang pada 2010,” kata imbuh Almond.

Global Head of Research DTZ Hans Vrensen membenarkan, cukup banyak real estat komersial yang membutuhkan pembiayaan kembali pinjaman dalam dua sampai empat tahun ke depan. Namun, data pasti tentang hal tersebut masih sulit didapat. Penyelesaiannya juga banyak bergantung pada kebijakan pemerintah dan bank sentral.

“Meskipun sebagian dari modal yang tersedia dapat dialihkan, misalnya untuk pembiayaan utang, kami berharap dukungan kebijakan pemerintah akan membatasi dampak negatif langsung ke pasar,” harap dia.

Fund Manager

Vrensen menyebutkan, investor terbesar yang berinvestasi di sector properti adalah perusahaan pengelola dana pihak ketiga (fund manager), yang bertanggung jawab atas 60% ketersediaan ekuitas global. Berikutnya adalah investor institusi yang menyediakan dana 28%, dan lembaga pengelola dana negara yang menyediakan 6% investasi global.

Menurut DTZ, 81% dari total modal dunia akan lebih banyak diarahkan untuk investasi di multisektor dibandingkan dengan investasi sektor tunggal saja pada 2010.

Sementara itu, hanya 19% modal yang diinvestasikan di subsektor properti. Sekitar 3% modal diinvestasikan ke real estat properti ritel (mal), properti kawasan industri 5%, dan perkantoran 4%. Sisanya, hanya 7% modal yang diinvestasikan di subsektor properti lain, yakni perumahan dan perhotelan.

Investor juga cenderung menginvestasikan dananya hingga 70% di dua atau lebih negara. Almond menyimpulkan, secara global sebagian besar investor mengadopsi pola investasi multisektor dan multinegara sebagai bagian dari strategi mengurangi risiko investasi.

Harapannya, investasi di sektor lain dan negara lain diharapkan bisa menutupinya, jika salah satu investasi di suatu sektor tertentu dan negara tertentu merugi. “Ini memang mencerminkan sifat oportunistik investor, sehingga mereka takut jika investasi hanya dilakukan di satu sektor dan negara tertentu saja,” kata dia.

Sementara itu, investor yang akan investasi di satu negara dengan fokus pada pasar utama di AS dan Inggris saja, juga hanya mencapai 7-9% dari total investasiyang direncanakan. Sementara itu, 5% dari mereka berharap menggabungkan investasinya di Tiongkok, Jerman, dan Jepang. ***

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: