Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 7, 2010

skandal optima: jelank beku … 070110

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 2:03 pm

DIRUT OPTIMA SECURITIES DILAPORKAN KE POLDA METRO, Bapepam Verifikasi Dana Nasabah Optima
07/01/2010 08:48:06 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akan memverifikasi dana nasabah PT Optima Kharya Capital Securities dan PT Optima Kharya Asset Management. Verifikasi itu merupakan tahap awal sebelum otoritas pasar modal membekukan dan mencabut izin usaha Optima Securities.

“Kami masih membutuhkan waktu untuk memverifikasi dana nasabah yang diinvestasikan di Optima. Meskipun dari sisi hukum, pembekuan izin usaha Optima Securities bisa dilaksanakan” kata Ketua Bapepam-LK A Fuad Rahmany di Jakarta, Rabu (6/1).

Bila Bapepam-LK buru-buru mempailitkan atau mencabut izin usaha Optima Securities, menurut dia, hal itu menyebabkan tidak seluruh dana nasabah terverifikasi. “Kalau langsung grup Optima dipailitkan, kemungkinan ada dana nasabah yang hilang,” tandas Fuad.

Otoritas pasar modal belum menetapkan jangka waktu pelaksanaan verifikasi dana nasabah. Selain memverifikasi dana nasabah, Bapepam sedang mengintensifkan pemeriksaan Optima Securities dan Optima Asset Management.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyuspensi Optima Securities sejak 23 Oktober 2009, karena diduga menggelapkan dana dan portofolio para nasabahnya.

Fuad menambahkan, pihaknya meminta investor untuk memiliki pengetahuan secara memadai sebelum menginvestasikan dananya di salah satu perusahaan sekuritas. Hal itu diharapkan bisa menghindari terjadinya lagi kasus-kasus penyelewengan dana nasabah oleh pengelola atau pemiliknya. “Investor diminta lebih berhati-hati dalam memilih perusahaan sekuritas atau manajer investasi,” ujar dia.

Fuad menjelaskan, pemeriksaan terhadap kasus grup Optima masih berlangsung di Biro Penyelidikan dan Pemeriksaan Bapepam-LK. Pemeriksaan serupa juga dilakukan oleh BEI.

Dilaporkan
Sementara itu, pemilik PT Penta Widjaja Investindo Robert Wijaya mengadukan Dirut Optima Kharya Capital Securities Harjono Kesuma kepada Polda Metro Jaya. Sebab, Harjono diduga menggelapkan saham milik Robert Wijaya senilai Rp 100 miliar. “Kami sudah melaporkan dugaan penggelapan dan pencurian dana milik Robert oleh Harjono kepada Polda Metro Jaya dua bulan lalu,” kata Amir Syamsuddin selaku kuasa hukum Robert, di Jakarta, kemarin.

Robert adalah pemilik PT Penta Widjaja Investindo, yang menguasai 37,31% saham PT Tiga Raksa Satria Tbk (TGKA).

Amir mengatakan, Harjono diduga telah menjual saham blue chips milik Robert, antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp 100 miliar. “Harjono menjual saham-saham milik Robert tanpa ada perintah atau izin dari nasabah,” ungkap dia.

Harjono sempat menawarkan penggantian dana milik Robert dengan jaminan saham PT Colorpark Indonesia Tbk (CLPI) senilai Rp 34 miliar. “Dia menawarkan saham CLPI untuk mengganti dana Robert. Tetapi, setelah dicek, saham CLPI yang diserahkan ternyata bodong,” jelas Amir.

Selain mengadukan Harjono, lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bapepam-LK. Dia berharap, regulator pasar modal mengambil tindakan secepatnya terhadap penggelapan dana nasabah tersebut guna menghindari citra buruk pasar modal.

Di tempat terpisah, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan BEI Urip Buhi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan lanjutan Optima Securities akan dilakukan bulan ini. Pemeriksaan difokuskan pada pencocokan data milik perusahaan dengan data yang tercatat pada self regulatory organizations (SROs).

BEI segera memanggil manajemen Optima Securities untuk mengklarifikasi sejumlah data. “Kami akan menindak lanjuti sejumlah data Optima Securities, seperti data keuangan dan kewajiban. Namun, kami belum bisa mengungkapkan lebih rinci hasil pemeriksaan sementara,” ujar dia.

Selain menggelapkan dana Robert, sejumlah sumber menyebutkan, grup Optima juga gagal mengembalikan dana PT Jakarta Property (Jakpro) senilai Rp 50 miliar. Dana Jakpro senilai Rp 80 miliar juga tidak dapat ditarik dari PT Harvest Asset Management. Investor Daily tidak berhasil menghubungi Direktur Keuangan Jakpro Rahardjo guna mengonfirmasi hal itu, karena telepon genggamnya tidak aktif . (c134)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: