Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 9, 2010

berbenah diri demi C & I, unsp truuuus … 090110

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 6:30 am

Sabtu, 09/01/2010 00:00 WIB

Bakrie tuntaskan sertifikasi RSPO

oleh :

KISARAN, Sumatra Utara: Bakrie Plantations akan menuntaskan pengelolaan seluruh unit perkebunannya berdasarkan prinsip yang tercantum dalam Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).

Head of Corporate Quality Bakrie Plantations Efdy Ruzaly mengungkapkan setiap tahun perseroan akan mengajukan satu unit perkebunannya untuk mendapatkan sertifikasi RSPO.

“Kami saat ini memiliki 14 unit perkebunan yang tersebar di berbagai daerah,” ujarnya Kamis.

Dia mengungkapkan unit perkebunan yang ada di Kisaran telah mengajukan sertifikasi RSPO pada 16 Oktober 2009. “Kami masih menunggu hasil kajian dari dewan RSPO yang ada di Kuala Lumpur, dan kami perkirakan dalam waktu dekat sudah keluar sertifikasinya.”

Namun, dia mengakui sampai saat ini belum terjadi perbedaan harga antara produk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang memiliki sertifikat RSPO dengan yang tidak memiliki.

Ke depan, lanjutnya, sudah harus ada perbedaan harga dan proses penyerapan pasar yang lebih bagus bagi CPO yang memiliki sertifikat RSPO. Efdy mengungkapkan salah satu faktor yang mendorong semakin banyak perusahaan perkebunan mengajukan sertifikasi RSPO adalah persiapan India dan China untuk membatasi penyerapan sawit mentah yang tidak memiliki sertifikasi.

Saat ini, India dan China merupakan negara yang banyak mengimpor CPO untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

Direktur Bakrie Plantations Howard J Sergent mengungkapkan perusahaan itu meraih produksi 1,15 juta ton tandan buah segar sawit sepanjang tahun lalu.

“Mengenai jumlah produksi tahun ini belum bisa kami sebutkan. Namun, pada tahun ini kami berencana menanam 10.000 lahan kelapa sawit dan lahan karet seluas 2.000 hektare,” ujarnya Kamis.

Dia mengungkapkan biaya penanaman per hektare mencapai kisaran US$2.500 hingga US$3.000. “Kisaran biaya tersebut relatif sama, baik untuk karet maupun kelapa sawit. Bedanya untuk kelapa sawit masa penanaman berlangsung selama 3 tahun hingga menghasilkan sedangkan karet selama 5 tahun.”

Howard menuturkan perseroan telah menginvestasikan dana senilai US$3 juta untuk mengembangkan pembibitan kelapa sawit.

Oleh M. Munir Haikal

Bisnis Indonesia

bisnis.com
… sementara di domestik, isu berikut akan jadi pertimbangan utama dalam ekspansi di bisnis produksi gula unsp nantenya : Kamis, 07/01/2010 00:00 WIB

Penurunan tarif gula hingga 31 April

oleh :

JAKARTA: Pemerintah memperpanjang penurunan tarif bea masuk gula impor hingga 31 April 2010 guna stabilisasi harga gula di dalam negeri.

Tarif bea masuk gula sebelumnya telah diturunkan sejak 1 Oktober 2009 dan berlaku hingga 31 Desember 2009.

Bea masuk gula rafinasi dan gula kristal putih turun sebesar 49,4% menjadi Rp400 per kg dari sebelumnya Rp790 per kg dan gula mentah turun sebesar 72% dari Rp550 per kg jadi Rp150 per kg.

Perpanjangan pemberlakuan penurunan BM gula tersebut diputuskan melalui PMK No. 239/ PMK.011/2009 tentang Penetapan Tarif BM Gula Impor yang dikeluarkan pada 30 Desember 2009.

Peraturan Menteri Keuangan tersebut merupakan revisi PMK No. 150/PMK.011/2009, sehingga penurunan tarif tersebut berlaku tidak hanya sampai pada 31 Desember 2009, tetapi diperpanjang hingga 31 April 2010. (sep)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: