Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 11, 2010

lage, yang IJoo MATANYA, elty : 110110

Filed under: jalan tol n properti — bumi2009fans @ 7:52 pm

Peraturan Perpanjangan HGB Dikebut
Senin, 11 Januari 2010 23:10 WIB 0 Komentar 0 0
Penulis : Dani Prasetya
CETAK
KIRIM
DIGG
FACEBOOK
Buzz up!
JAKARTA–MI: Peraturan mengenai perpanjangan hak guna bangunan (HGB) akan dikebut agar bisa selesai pada tahun 2010.

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menegpera) Suharso Monoarfa berjanji untuk mempercepat penyelesaian regulasi untuk mengatur perpanjangan HGB melalui koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Saya akan bicara dengan mereka (BPN) supaya bisa segera dirampungkan tahun 2010,” ungkap Menegpera Suharso Monoarfa, di Jakarta, Senin (11/1).

Perpanjangan periode HGB merupakan cara yang menarik untuk menggenjot pertumbuhan investasi. Dengan periode pemanfaatan bangunan yang panjang maka bisa dibilang bangunan itu menjadi semacam aset investasi.

“Tapi ini bukan sekadar untuk kepentingan pengembang atau orang asing, ini untuk kepentingan rakyat Indonesia,” katanya.

Properti yang ditawarkan akan menjadi sebuah investasi yang menarik apabila mengantongi sertifikat hak milik. Bahkan, properti akan memiliki nilai jual yang tinggi jika mendapat jaminan asuransi. “Nilai hipoteknya jadi meningkat,” ujarnya.

Selama ini produk properti ditawarkan dengan dibekali sertifikat HGB dengan periode pemanfaatan selama 25 tahun. Sertifikat HBG itu dapat diperpanjang dua kali (25 tahun+20 tahun). Sayangnya, banyak investor yang memandang prosedur itu tidak efektif karena harus melakukan perpanjangan HGB berkali-kali. “Perumahan mungkin tidak 25 tahun, misalnya 90 tahun,” ucapnya.

Nantinya, menurut dia, dengan adanya perpanjangan periode pemanfaatan maka aset properti itu dapat dimigrasikan menjadi semacam modal investasi. “Kalau 25 tahun kan harus diperpanjang lagi, prosesnya lama. Kalau mau bangun beberapa blok, baru juga selesai bangun, periode satu HGB malah tinggal 17 tahun,” jelasnya.

Untuk investor asing yang berniat menanamkan modalnya di sektor properti, dia mengutarakan, agar memberinya dengan izin hak pakai. “Saya kira lebih baik dikasih hak pakai saja,” tambah Suharso. (*/OL-03)
2010, Real Estat Komersial Asia Terbaik
11/01/2010 17:18:21 WIB
Oleh Fanny Febyanty

CHICAGO, INVESTOR DAILY
Perusahaan investasi real estat yang berbasis di AS, Lasalle Investment Management (Lasalle), memperkirakan, pasar real estat komersial Asia paling menjanjikan dibandingkan kawasan lain tahun 2010.

Laporan Lasalle yang bertema ‘Investment Strategy Annual’ menyimpulkan, tahun 2010, investasi real estat komersial di sebagian besar pasar global semuanya cukup menjanjikan. Kejatuhan harga properti juga telah berhenti di hampir semua pasar utama dan mulai memasuki tahap awal pemulihan dan kepercayaan investor telah kembali.

“Namun, pasar kawasan Asia akan memberikan peluang investasi terbaik dan menguntungkan bagi para investor,” ungkap Global Strategist Lasalle Manajemen Investasment Jacques Gordon, seperti dilansir Property Wire, baru-baru ini.

Menurut dia, kebangkitan pasar properti komersial Asia akan dipimpim oleh pasar Tiongkok dan India. Harga dan volume transaksi di kedua negara tersebut akan tumbuh paling signifikan karena didukung pertumbuhan ekonomi yang pesat, ‘merebut waktu yang hilang’ pada 2009.

Kepala Strategi Asia Pasifik Lasalle Kenneth Tsang melanjutkan, dengan kombinasi ketertekanan pemilik properti, pemberi pinjaman, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat daripada di bagian lain dunia, Asia akan menyediakan investor berbagai kesempatan.

Namun, investor disarankan fokus pada pasar yang stabil, khususnya pada pasar yang menjanjikan hasil keuntungan dalam periode yang panjang seiring momentum kebangkitan pasar modal di kawasan ini. “Investor dapat mengambil keuntungan dari pasar yang membutuhkan suntikan modal untuk rekapitalisasi finansial yang bermasalah, membiayai proyek, dan kekurangan uang pada pengembang,” saran Tsang, seperti dikutip dari property-magazine.eu.

Menurut Tsang, pasar perkantoran di kawasan bisnis utama Asia dan juga Pasifik akan mengalami pemulihan terbaik ditopang fundamental ekonomi yang semakin kuat. Subsektor ritel juga memiliki masa depan yang cerah di sebagian besar pasar, baik untuk investor inti dan pengembangan baru.

Tiongkok akan memiliki pertumbuhan pasar ruang ritel yang cepat ditopang pengeluaran konsumen yang tinggi selama satu dekade ke depan.

Bisnis ruang ritel dan kawasan industri di Jepang juga menarik. Kedua bisnis tersebut di Jepang sedang dalam tahap awal modernisasi. Produk baru akan mengungguli ruang ritel yang telah usang yang akan perlahan-lahan dihapus. “Kami mendukung investasi ritel di pinggiran perkotaan,” imbuh Tsang.

Properti kawasan industri di Tiongkok, Hong Kong, dan Singapura juga diprediksi akan memimpin di kawasan ini seiring pulihnya perdagangan global. Sementara itu, Tiongkok juga menarik manfaat dari tambahan modernisasi properti pergudangan. Di negeri tirai bamboo itu, peluang pengembalian investasi terbaik juga ada pada perumahan, ruang ritel, dan perkembangan pergudangan di kota-kota lapis kedua.

Kawasan Lain
Semua pasar global akan mulai mencatat kenaikan harga dan volume transaksi real estat komersial. Tahun 2010, Lasalle memperkirakan berkurangnya risiko kenaikan harga dan aliran dana ke real estat komersial akan meningkat secara bertahap.

Namun, lanjut dia, investor juga harus mencari keseimbangan yang tepat untuk menghindarkan risiko investasi. Pasalnya, pada sebagian wilayah diperkirakan surplus modal, sementara di kawasan lain masih dalam masa ketidakpastian ekonomi.

Gordon menambahkan, pemulihan pasar pada setiap kawasan dan negara berbeda, serta punya cara-cara yang mengejutkan di seluruh dunia. Di Inggris misalnya, Lasalle mencatat, harga properti naik signifikan dan pasokan modal masih akan terus meningkat. Namun permasalahannya, peluang terbaik di sana telah berlalu karena terbatasnya pasokan properti dari pengembang.

Di Benua Eropa, investasi terus bergerak sangat bervariasi di setiap negara. Prancis dan Jerman akan menjadi pasar yang sangat potensial untuk investasi tahun 2010. Sementara itu, penguatan harga di negara-negara lain terus berlanjut dengan kecepatan yang berbeda-beda.

“Sedangkan kawasan Eropa dan Timur Tengah masih belum banyak bergerak,” imbuh dia.

Laporan itu juga memperkirakan, pemulihan pasar properti komersial berjalan lebih lambat di AS. Ini berbeda dengan di Inggris, ketika pasar masih minim dukungan sentimen fundamental ekonomi yang positif, justru harga properti diperkirakan bergerak bervariasi naik dan turun sampai semester II-2010. (lim)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: