Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 14, 2010

ihsg setelah ditekan, malah lebe … 140110

Filed under: ELTY, jalan tol n properti, Terkait BUMI&GRUP, Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 7:04 am

14/01/2010 – 06:11
IHSG Berpotensi Tertekan
Perbankan & Properti Masih Oke
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (14/1) berpotensi melanjutkan pelemahan. Tekanan terhadap BUMI dan posisi indeks yang masih overbought menjadi ganjalan.

Mohamad Sugiharto dari Lautan Dana Sekurindo memprediksikan, IHSG bisa melemah terimbas bursa regional yang mengalami hal serupa. Selain itu, juga karena rencana PT Bumi Resources (BUMI) menerbitkan obligasi.

“Pergerakan saham BUMI juga akan berpengaruh ke pasar bursa,” katanya kepada INILAH.COM, Rabu (13/1). Sugiharto menilai BUMI lebih baik melakukan non preemptive right karena dana yang masuk menjadi modal.

Sementara penerbitan obligasi malah akan menambah utang korporasi. Akibat hal ini, pasar dilanda ketidakpastian. “Ketika BUMI seharusnya membantu indeks hari ini, mereka malah menyebabkan tekanan,” lanjutnya.

Tekanan dari aksi korporasi anak perusahaan Bakrie itu menyebabkan IHSG kehilangan momentum untuk menaikkan harga saham komoditas. Padahal sektor ini bisa menopang technical rebound. Tekanan juga diperoleh dari faktor lain, yakni kenaikan indeks saham yang memang sudah terjadi sejak Desember.

Potensi kenaikan IHSG sebenarnya ada, di luar sentimen jangka pendek. Pasalnya, ada tekanan dan profit taking di jangka pendek. Sementara di jangka menengah ada rebound di korporasi AS yang kinerjanya membaik. Apalagi di regional, China mengetatkan likuiditas untuk sedikit memperlambat laju pertumbuhan mereka.

“Bursa Asia pun tertekan dan ini yang menyebabkan terjadinya aksi ambil untung,” paparnya. Untuk itu, Sugiharto merekomendasikan buy on weakness. Namun pasar disarankan mencari peluang di harga yang lebih murah. “Besok ada kemungkinan turun lagi, terutama di sektor perbankan dan properti,” ucapnya.

Sektor perbankan direkomendasikan karena belum mengalami kenaikan yang cukup besar. Selain itu, laba perbankan Indonesia rata-rata naik 30% karena suku bunga yang masih tinggi.

Rekomendasinya adalah saham-saham perbankan yang big cap seperti PT Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Central Asia (BBCA), dan PT Bank Mandiri (BMRI).

Sedangkan sektor properti direkomendasikan, karena kepemilikan asing untuk sektor ini sudah dibuka. Saham-saham berikut diprediksikan akan menarik minat investor asing seperti PT Ciputra Development (CTRA), PT Ciputra Surya (CTRS) dan PT Bakrieland Development (ELTY).

Ketika dihubungi terpisah, research analyst Asia Kapitalindo Securities Arga Paradita Sutiono memperkirakan, pergerakan indeks saham hari ini akan melanjutkan penurunan seiring penguatan sebelumnya yang sudah mencapai area jenuh beli overbought.

Namun menurutnya, koreksi ini semata faktor teknikal dan bukan fundamental. “Indeks hari ini akan mengarah ke level support 2.614 dan 2.660 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM. Hingga akhir pekan indeks akan berada pada kisaran 2.605-2.660.

Koreksi indeks juga ditopang net sale asing yang mencapai Rp112 miliar kemarin. Hal ini menunjukkan tekanan koreksi masih memungkinkan. Karena itu, indeks akan konsolidasi terlebih dahulu dalam dua hari terakhir ini. “Sekarang tergantung pada bagaimana lajur bursa regional,” paparnya.

Namun, jika dilihat dari nilai transaksi yang tipis hanya mencapai Rp3,5 triliun pada perdagangan kemarin, masih ada potensi penguatan. Tipisnya transaksi menandakan belum terjadinya tekanan yang kuat untuk turun lebih jauh. “Orang masih banyak nahan barang, dan masih terjadi pembelian,” ujarnya.

Potensi penguatan juga masih didukung masih derasnya aliran capital inflow ke pasar domestik. Jika ternyata indeks hari ini menguat karena didukung bursa regional, sektor yang akan menjadi penggeraknya adalah perbankan dan properti. “Kalau komoditi memang secara teknikal sudah seharusnya mengalami koreksi,” imbuhnya.

Saham-saham pilihannya adalah di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bank Bukopin (BBKP), dan PT Bank Central Asia (BBCA).

Untuk sektor properti direkomendasikan PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Barieland Development (ELTY), PT Ciputra Development (CTRA), PT Ciputra Property (CTRP), dan PT Lippo Karawaci (LPKR). “Saya rekomendasikan hold saham-saham tersebut hingga akhir Januari ini,” pungkasnya.[mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: