Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 14, 2010

investasi gula emang maniessszzz … 140110

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 3:24 pm

Investasi 11 Pabrik Gula Capai Rp 27,5 Triliun
14/01/2010 15:06:44 WIB
Oleh Andryanto Suwismo

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Sebanyak 11 investor berencana membangun pabrik gula mentah yang terintegrasi dengan perkebunan senilai Rp 27,5 triliun mulai 2010. Untuk merealisasikan investasi itu, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pembebasan lahan.

Di antara 11 investor tersebut, Wilmar International (raksasa CPO) akan membangun pabrik gula di Merauke, Papua, melalui PT Papua Resource Indonesia. Bahkan, pemerintah memberi dukungan berupa keringanan pajak (tax holiday), fasilitas subsidi bunga, dan pengurangan pajak penghasilan (PPh) untuk Wilmar.

Papua Resource Indonesia berencana membangun pabrik gula berkapasitas 8.000 ton tebu per hari (ton cain per day/TCD) yang terintegrasi dengan lahan 20 ribu hektare. Investasi Papua Resource di Merauke itu diperkirakan mencapai Rp 2 triliun.

“Wilmar melalui PT Papua Resource Indonesia berencana merealisasikan investasi gula di Merauke pada 2010-2014,” kata Direktur Industri Makanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Achmad di Jakarta, Rabu (13/1).

Dia menerangkan, laporan rencana aksi revitalisasi industri gula 2010-2014 yang dibuat Kemenperin menyebutkan, PT Papua Resource Indonesia telah mendapatkan rekomendasi gubernur dan bupati setempat. “Papua Resource saat ini menilai infrastruktur di Merauke sangat minim sehingga diharapkan pemerintah daerah ikut terlibat,” ucapnya mengutip laporan tersebut.

Dia menjelaskan, selain Wilmar di Merauke, PT Sukses Mantap Sejahtera berencana membangun pabrik gula di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah juga memberikan dukungan tax holiday untuk investasi PT Sukses Mantap Sejahtera di Kabupaten Dompu, NTB. “Pabrik baru Sukses Mantap akan direalisasikan 2010-2012,” paparnya.

Menurut dia, investasi pabrik gula dengan kapasitas 10 ribu TCD diperkirakan menelan biaya Rp 1-1,2 triliun. Pabrik gula dengan kapasitas itu harus didukung perkebunan seluas 20 ribu hektare. “Dengan perkebunan seluas 20 ribu hektare, dibutuhkan investasi tambahan Rp 1 triliun,” tuturnya.

Dirjen Industri Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerangkan, dari 11 investor yang berencana membangun pabrik gula baru, lima di antaranya masih terkendala soal pembebasan lahan. Lima investor yang terkendala lahan itu adalah PT Gemilang Unggul di Tuban, Jatim, PT Duta Plantation di Malang, Jatim, PT Gula Manis Tinaggea di Sulawesi Tenggara, PT Indo Selaras di Sulawesi Tenggara, dan Industri Gula Terpadu di Banyuwangi, Jatim.

“Tidak semua investor yang terkendala lahan. Ada yang sudah selesai. Karena itu, pemerintah di bawah koordinasi Menko Perekonomian akan mempercepat peraturan pemerintah (PP) terkait pembebasan lahan,” ujarnya.

Minta Subsidi Bunga

Faiz menambahkan, konsorsium perbankan nasional seperti BRI, BNI, BCA, dan Mandiri sudah menyatakan kesiapan untuk mendukung investasi pabrik gula baru. “Namun, 11 investor itu meminta adanya subsidi bunga kredit kurang dari 6%. PT Rosan Kencana Perkasa di Mojokerto, Jatim, misalnya sudah menyediakan dana 25% dan sisanya akan diperoleh dari pinjaman bank,” paparnya.

Benny menerangkan, Kemenperin akan mendorong 11 investor itu membangun pabrik gula mentah (raw sugar) untuk bahan baku rafinasi. Untuk mendukung hal itu, pemerintah akan mengubah tata niaga gula disesuaikan dengan kemampuan industri. “Kami belum sampai pengubahan tata niaga gula. Nanti, kalau semua sudah berproduksi, tata niaga gula akan menyesuaikan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pembangunan 11 pabrik gula swasta itu mendesak dilakukan guna mendukung program swasembada gula nasional. Dalam laporan rencana aksi revitalisasi industri gula 2010-2014 yang dibuat Kemenperin disebutkan, 11 investor gula itu akan membangun pabrik dengan total kapasitas produksi 76 ribu TCD dengan lahan 187 ribu hektare.

Pada tahun lalu, kebutuhan gula nasional mencapai 4,85 juta ton yang terdiri atas 2,7 juta ton gula kristal putih dan 2,15 juta ton gula rafinasi. Angka itu akan meningkat menjadi 5 juta ton pada 2010, 5,17 juta ton pada 2011, 5,33 juta ton pada 2012, 5,51 juta ton pada 2013, dan 5,7 juta ton pada 2014.

Sedangkan produksi gula nasional pada tahun lalu diproyeksikan mencapai 2,774 juta ton. Dengan perhitungan seperti itu, dibutuhkan tambahan pabrik gula baru sebanyak 10-25 unit. (*)

Iklan

2 Komentar »

  1. kapan mulsi proyek pembangunany….

    Komentar oleh yan — Januari 30, 2010 @ 5:19 am

  2. proyek 11 pabrik gula secara nasional ini sedang dalam persiapan, terutama pembebasan lahannya … 2010 ini diekspektasikan sudah bisa berjalan … ada 2 kelompok usaha besar yang ikutan Wilmar dan Bakrie Plantation … well, semoga terealisasi, maksimum di semester 2 2010

    Komentar oleh bumi2009fans — Januari 30, 2010 @ 7:11 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: