Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 17, 2010

the bakries INCAR ekspansi di kaltim … 170110

Filed under: jalan tol n properti, Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 9:51 pm

Group Bakrie Investasi Rp 2,4 Triliun di Kalimantan Timur
Minggu, 17 Januari 2010 | 14:51 WIB

TEMPO Interaktif, Balikpapan – Group Bakrie dilaporkan minimal menginvestasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pembangunan di Kalimantan Timur. “Minimum ada Rp 2,4 triliun total investasi Bakrie. Itu hanya untuk proyek listrik saja,” kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Ahad (17/1).

Bumi Resources, salah satu perusahaan tambang milik Bakrie, mengincar pasar energi listrik serta proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda. Bumi berencana membangun pembangkit listrik tenaga batu bara di Kutai Timur dengan daya 2 x 100 megawatt. Suplai energi listrik ini mampu mengatasi defisit energi listrik Sistim Mahakam yang mencapai 20 megawatt.

Bumi juga sudah menyatakan ketertarikannya pada proyek jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda. Jalan tol sepanjang 85 kilometer itu diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 4,2 triliun. Pihak investor akan menanggung 50 persen pembiayaan keseluruhan pembangunan tol tersebut. Sisa biaya menjadi tanggungan bersama pemerintah pusat dan provinsi.

Disamping itu, Awang menyebutkan Group Bakrie akan menjadi pengelola proyek wisata Pulau Komala di Kutai Kartanegara. Pulau Komala diharapkan mampu dikembangkan sebagai potensi Kalimantan Timur. Bakrie sudah masuk ke Kalimantan Timur lewat PT Kaltim Prima Coal di Kutai Timur. Perusahan batu bara ini memiliki produksi terbesar di dunia dengan 39 juta metrik ton setiap tahunnya.

SG WIBISONO
Pemerintah Tetapkan 3 Lokasi Klaster Industri Petrokimia
17/01/2010 00:45:51 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com

Pemerintah menetapkan tiga lokasi sebagai pengembangan klaster industri petrokimia yakni di Banten, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Menteri Perindustrian MS Hidayat, di Cilegon, Banten, Sabtu mengatakan, Banten akan dikembangkan sebagai klaster industri petrokimia olefin, Jawa Timur untuk industri petrokimia aromatik dan Kalimantan Timur untuk industri petrokimia berbasis gas.

“Pengembangan industri petrokimia ke depan dilakukan dengan pendekatan klaster indutri sehingga tercipta peningkatan daya saing,” katanya pada acara pemancangan tiang pertama peningkatan kapasitas produksi PT Tri Polyta Indonesia Tbk.

Pengembangan klaster tersebut dimaksudkan untuk memperkuat struktur industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam sistem rantai nilai yang terkait.

Untuk itu, tambahnya, pemerintah mendorong berbagai kalangan bisnis nasional untuk lebih mendayagunakan sumberdaya dalam negeri sebagai bahan baku industri.

“Guna mendukung maksud tersebut pemerintah telah menyusun berbagai kebijakan diantaranya Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),” kata Hidayat.

Berbagai kebijakan dalam bentuk peraturan perundangan tersebut, lanjutnya, diharapkan mampu mendorong kinerja industri nasional melalui kemudahan penyediaan bahan baku berbasis sumberdaya domestik.

Pada kesempatan itu menteri menyatakan, industri kimia, termasuk di dalamnya petrokimia nasional berpotensi dapat berkembang dengan baik karena masih terdapat gap antara pasokan dan permintaan produk kimia nasional. (ant/gor)
Luaskan Usaha, MEC Jadi Minerals, Energy & Commodities
13 Januari 2010 | 20:06 WIB
Abraham Lagaligo
abraham@majalahtambang.com

Jakarta – TAMBANG. Perusahaan ini awalnya bernama Middle East Coal (MEC). Namun sejak November 2009, perusahaan itu membentuk anak perusahaan MEC Coal dan MEC Infra, serta mengubah kepanjangan MEC menjadi ”Minerals, Energy & Commodities.

Bekerjasama dengan pemerintah Ras Al-Khaimah, perusahaan itu menanamkan investasi pada pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Juga mendirikan MEC Foundation untuk pembangunan berkelanjutan masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

MEC adalah anak perusahaan Trimex, sebuah konglomerat global di bidang mineral dan logam. “Pembentukan MEC Coal dan MEC Infra pada November 2009 di bawah MEC (Minerals, Energy & Commodities), mencerminkan kepentingan kami yang lebih luas daripada sekadar batubara,” demikian bunyi siaran pers yang diterima Majalah TAMBANG, Rabu, 13 Januari 2010.

Perusahaan ini bermitra dengan perusahaan di Timur Tengah, India dan Asia Tenggara untuk memenuhi kebutuhan pasokan energi dan infrastruktur. MEC, bekerja sama dengan pemerintah Ras Al-Khaimah, telah mendirikan MEC Coal and MEC Infra untuk berinvestasi pada sumber daya alam Indonesia, sekaligus membangun infrastrukturnya.

MEC Coal tengah membangun tambang batubara lahan hijau terbesar di Asia yang terletak di provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan MEC Infra saat ini sedang membangun jalur kereta api swasta pertama di Indonesia, sebuah koridor angkutan terpadu sepanjang 130 km.

Jalur kereta api itu akan menghubungkan lokasi tambang di Muara Wahau, ke pelabuhan di Bengalon. Tambang dan jalur kereta api MEC akan berperan penting dalam pembangunan kompleks fasilitas industri terpadu di Kalimantan Timur.

“MEC akan mendirikan sebuah kerangka kerja perusahaan yang unik untuk merealisasikan visinya bagi Indonesia, termasuk MEC Agriculture dan MEC Estates. Pembangunan tersebut akan mengubah Kalimantan Timur menjadi sebuah model untuk masa depan Indonesia,” demikian lanjut siaran pers tersebut.

Disebutkan bahwa perusahaan ini juga mendirikan MEC Foundation. Sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk untuk pembangunan berkelanjutan masyarakat lokal di Kalimantan Timur.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: