Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Januari 21, 2010

trub trus menerus ekspansi … 210110

Filed under: Saham Trub — bumi2009fans @ 6:44 pm

Truba Jaya Raih Proyek Listrik US$ 5,5 Juta
Pengerjaan proyek direncanakan dimulai pada Februari 2010 hingga Mei 2011.
KAMIS, 21 JANUARI 2010, 16:35 WIB
Arinto Tri Wibowo

BERITA TERKAIT
Truba Raih Proyek Listrik US$ 14,5 Juta
Truba Raih Proyek Power Plant 10 Ribu MW II
Truba Alam Minati Proyek Marubeni
Truba Alam Manunggal Cari Mitra Strategis
Semester II, Pendapatan Truba Naik 20%
Web Tools

VIVAnews – PT Truba Jaya Engineering, anak usaha PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB), memperoleh proyek kelistrikan senilai US$ 5,5 juta.

Perolehan proyek dari PT Jurong Engineering Lestari untuk proyek Central Java Power itu berdasarkan letter of intent (LoI) 10 Januari 2010.

Sekretaris Perusahaan Truba Alam Manunggal Gamala V Katoppo dalam penjelasan tertulis perseroan yang dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis 21 Januari 2010 mengatakan, proyek yang diperoleh perseroan itu adalah mechanical erection of critical piping, turbine & yard and condenser & LP heaters for Tanjung Jati B Unit 3-4, Jepara, Jawa Tengah.

“Pengerjaan proyek direncanakan dimulai pada Februari 2010 hingga Mei 2011,” ujar Gamala.

Lingkup pekerjaan proyek adalah erection of condenser & LP heater, critical piping, and yard piping.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Road to 1500 lanjutan

PLN Buka Tender PLTU Kaltim dan Riau di Februari
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Foto: dok.detikFinance Jakarta – PT PLN (Persero) akan membuka tender Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kaltim dan Riau pada bulan Februari mendatang. Kedua PLTU tersebut merupakan dua pembangkit tambahan dalam proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap I.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan menyatakan, revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 tahun 2006 mengenai proyek percepatan 10.000 MW menyebutkan masuknya dua PLTU baru yaitu PLTU Kaltim dengan kapasitas 2×100 MW, dan PLTU Riau dengan kapasitas 2×100 MW.

“Bulan depan ini (dua PLTU-red) akan segera ditenderkan karena dua provinsi ini memang benar-benar membutuhkan,” ujar Dahlan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/1/2010).

Terkait proyek 10.000 MW tahap I, Dahlan mengaku pihaknya telah memiliki berbagai rencana seperti melakukan kajian mengenai standarisasi kualitas batubara yang akan digunakan sebagai bahan bakar pembangkit.

“Kita inginkan batubara yang cocok dengan pembangkit. Jangan sampai terjadi pembangkit yang kapasitasnya 600 MW, tapi karena tidak cocok yang beroperasi hanya 500 MW,” kata dia.

Selain itu, imbuh Dahlan, PLN juga menyelesaikan pembangunan transmisi dan gardu induk untuk menyalurkan listrik dari pembangkit-pembangkit yang akan beroperasi serta melakukan retender PLTU Kalteng, Papua, dan Maluku.

“Untuk tahun ini, kami mengusahakan 3.200 MW dari program 10.000 MW tahap I akan mulai beroperasi,” kata dia.

Untuk menyelesaikan krisis listrik luar Jawa Bali, BUMN listrik tersebut juga berencana untuk membangun PLTU-PLTU dengan skala kecil yang tersebar di Indonesia. Total PLTU yang akan dibangun yaitu 150 unit dengan total kapastas 740 MW. Pembangunan PLTU-PLTU tersebut ditargetkan bisa selesai dalam dua tahun.

“Selain untuk mengatasi krisis listrik di luar Jawa Bali, ini juga bisa membuat PLN dapat berhemat Rp 20 triliun per tahun,” tandasnya.

(epi/dnl)
Road to 1.500.-,

Inilah tender tender EPC PLN 2010
Awal 2010 PLN Buka Tender EPC US$2,05 M
Makarius Paru

(inilah.com /Dokumen)INILAH.COM, Jakarta – Pada awal tahun depan PT PLN (Persero) membuka tender engineering procurement contract (EPC) 4 pembakit dengan total investasi US$2,05 miliar.

“Awal 2010 PLN akan buka tender EPC beberapa pembangkit yang termasuk dalam program listrik 10 ribu MW tahap II, dengan total investasi US$2,05 miliar,” kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Bambang Praptomo di Jakarta, Kamis (19/11).

Adapun proyek tersebut antara lain pembangkit PLTA Cisokan dengan kapasitas 2x100MW, dengan total investasi diperkirakan capai US$1 miliar. Sumber pendanaan direncanakan dari Bank Dunia.

Selain itu, adapula tender PLTA Asahan III, ada dua unit dengan total kapasitas 174MW. PLTA Asahan sekitar US$300 juta rencanannya dapat pinjaman dari JICA.

PLN juga akan membuka tender EPC proyek PLTP New Sumut diperkirakan memerlukan dana sekitar US$500 juta. [cms]
————————————————-
PLN Segera Buka Tender EPC Kabel Bawah Laut
Finance | admin | October 27, 2009 at 10:45

Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Jakarta -PT PLN (Persero) akan membuka tender EPC (Engineering Procurement Contruction ) pembangunan kabel bawah laut Jawa-Bali dalam waktu dekat. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat interkoneksi Jawa-Bali yang sudah ada.

Menurut Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Bambang Praptono, tender tersebut baru akan dibuka setelah ada persetujuan kredit ekspor dari Menteri Keuangan.

“Kami sudah ajukan ke Bappenas, sekarang tinggal tunggu diteken Menteri Keuangan. Tapi yang jelas, tender dibuka tahun ini juga,” ujar Bambang usai menghadiri upacara Peringatan Hari Listrik Nasional ke-64 tahun di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (27/10/2009).

Bambang menyatakan kabel bawah laut dengan kapasitas 200 MW tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2011.

“Investasi sekitar Rp 600 miliar. Nanti kontraktor yang menang tender yang akan cari pendanaannya,” jelas Bambang.

(epi/dnl)

=================================================
Minggu, 31/01/2010 10:20 WIB
Tender 10.000 MW Tahap II Dimulai Tahun Ini
Nurseffi Dwi Wahyuni – detikFinance

Foto: dok detikFinance Jakarta – PT PLN (Persero) akan membuka tender rancang-bangun, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II mulai tahun ini juga.

“Sebagian besar tendernya akan dimulai tahun ini, sisanya tahun depan,” kata Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN, Nasri Sebayang, saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (31/1/2010).

Nasri menyatakan, saat ini perseroan tengah menyusun jadwal pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 10.153 MW tersebut. Dari total kapasitas itu, sekitar 5.118 MW (50 persen) dilaksanakan oleh PLN dan sisanya 5.035 MW (50 persen) melalui kerja sama PT PLN dengan pengembang listrik swasta melalui skema jual beli tenaga listrik.

“Dalam minggu ini, jadwalnya sudah selesai disusun,” ungkap dia.

Nasri mengakui, sebenarnya ada beberapa pembangkit dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap II yang sudah ditenderkan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar Add-On dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong IV.

“PLTP Sarula itu juga kan sudah jalan, cuma tinggal penyesuaian harga jual listriknya,” kata dia.

Khusus untuk tender pembangkit yang dibangun oleh PLN dalam proyek 10.000 MW, lanjut Nasi, dalam menentukan waktu tender PLN mempertimbangkan dua hal yaitu kondisi keuangan PLN dan bagaimana kondisi listrik suatu daerah.

“Daerah yang mengalami krisis listrik, itu yang kita prioritaskan. Jadi kita pakai skala prioritas ,” tandasnya.

Nasri menambahkan dengan selesai disusunnya jadwal tersebut, maka diharapkan seluruh pembangunan pembangkit yang masuk dalam proyek percepatan 10.000 MW tahap II ini bisa selesai tepat waktu.

“Ini semua harus selesai pada tahun 2014,” harap Nasri.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.02 tahun 2010 mengenai Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas serta Transmisi Terkait.

Dalam Permennya yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada tanggal 27 Januari 2010, pemerintah telah menetapkan 93 lokasi pembangunan pembangkit dalam proyek 10.000 Megawatt (MW) tahap II.

Komposisi energi primer untuk pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan hingga tahun 2014 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) sebanyak 39 persen di 44 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Air 12 persen di 3 lokasi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap 33 persen di 42 lokasi, dan gas 16 persen di 4 lokasi.

Adapun total estimasi kapasitas pembangkit tenaga listrik yang akan dikembangkan sebesar 10.153 MW yang terdiri 5.770 MW (57%) berlokasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dan sebesar 4.383 MW (43%) di luar sistem Jamali.

Dari total kapasitas tersebut direncanakan akan dilaksanakan oleh PLN sebesar 5.118 MW (50%) di 21 lokasi dan pengembang listrik swasta sebesar 5.035 MW (50%) di 72 lokasi.

Sementara untuk transmisi terkait percepatan pemmbangunan pembangkit yang direncanakan akan dibangun adalah untuk transmisi tegangan 500 kV, 275 kV, 150 kV, dan 70 kV dengan total estimasi panjangan jaringan sebesar 3.490 kms, yang terdiri atas 816 kms (23%) dibangun pada sistem Jamali dan sepanjang 2.674 kms (77%) dibangun di Jamali.

Adapun dana yang dibutuhkan untuk pembangunan pembangkit dan transmisi sekitar US$ 16,343 miliar. Dari jumlah tersebut, untuk pembangkit sebesar US$ 15,96 miliar dan transmisi US$ 383 juta.Pendanaan pembangunan pembangkit dan transmisi tersebut akan berasal dari APBN, anggaran internal PLN dan sumber dana yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan.

(epi/nrl)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: