Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 2, 2010

laba mo gede, utang juga BESAR, unsp … 020210

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 8:20 pm

Selasa, 02/02/2010 17:48 WIB
UNSP Bidik Pertumbuhan Laba 15% di 2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) menargetkan pendapatan di tahun 2010 akan meningkat 20% dibanding periode yang sama tahun 2009. Laba bersih juga ditargetkan naik 15%.

“Top line tahun ini akan lebih besar. Sekitar 20%, dana laba bisa 15%,” kata Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto di Hotel Nikko Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/2/2010).

Ditambahkannya, peningkatan pendapatan dan laba tahun 2010 disebabkan oleh raihan produksi oleochemical dari anak usaha yang rencana akan diakusisi tahun 2010, Domba Mas. Selain itu, raihan pendapatan juga dihasilkan dari perkebunan sawit dan karet yang telah dimiliki perseroan plus tambahan lahan yang diambil alih dari PT Monrad Intan Barakat (MIB), PT Citralaras Cipta Indonesia (CCI) dan PT Julang Oca Permana (JOP).

Produksi oleochemical (turunan palm kernal) dari perusahaan Domba Mas, dapat mencapai 35 ribu ton per tahun. Namun untuk produksi maksimal, belum bisa didapatkan tahun 2010, karena perseroan baru saja menyelesaikan akuisisi PT Domas Agrointi Prima (DAP).

Sebenarnya, pengolahan Oleochemical, Acid, dan Fatty Alcohol (bahan dasar minyak goreng), bisa mencapai 140-150 ton per tahun. Namun tahun ini perseroan diprediksi dapat meraih 5% market share dari industri.

“Kami akan full baru pada 2012. Tahun 2011 juga belum full. Tahun ini baru dimulai pada pertengahan tahun, jumlahnya diperkirakan 35 ribu ton oleochemical. Kita baru start up,” terangnya.

Sementara, perseroan bersiap menambah lahan kelapa sawitnya sebesar 12.500 ha, dengan lahan tertanam seluas 9 ribu ha. Untuk perkebunan karet, perseroan akan mandapat tambahan lahan 25 ribu ha, dengan lahan tertanam seluas 3 ribu ha.

“Tahun ini akan ada pertumbuhan 20% dari perkebunan,” ujarnya.

Di lain sisi, kinerja perseroan tahun 2009 diperkirakan akan positif. Pendapatan akan lebih baik dibanding tahun 2008. Kemudian, laba bersih diprediksi akan naik 10%. “Pendapatan belum bisa diberikan. Tapi lebih baik pastinya,” imbuhnya.

(wep/dro)
Selasa, 02/02/2010 16:51 WIB
Bakrie Sumatera Restrukturisasi Utang Domba Mas US$ 269 Juta
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) telah merestrukturisasi utang-utang yang dimiliki grup Domba Mas senilai US$ 269 juta. Jangka waktu pengembalian utang disepakati maksimal 7 tahun.

Menurut Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto, kesepakatan ini dilakukan setelah rencana mereka mengakuisisi 9 perusahaan dalam Domba Mas grup. Utang Domba Mas yang menjadi tanggungan UNSP terdiri atas utang kepada Credit Suisse US$ 151 juta, P & G sebesar US$ 40 juta dan Bank Mandiri US$ 78 juta.

“Ketiga utang itu sudah direstrukturisasi dan diperpanjang maksimal 7 tahun,” kata Ambono seusai RUPSLB perseroan di hotel Nikko Jalan MH Thamrin Jakarta Selasa (2/2/2010).

Ditambahkannya, bunga yang dibebankan atas hutang US$ 269 juta kepada perseroan sebesar 8%. UNSP mendapat keringanan dari kreditur, untuk pembayaran kredit dalam tiga tahun pertama. Di awal pembayaran hutang, perseroan hanya dibebankan bunga 6%.

Sisa bunga sebesar 2%, akan dibayarkan pada tahun keempat dan seterusnya, hingga utang lunas. “Saat ini restrukturisasi utang sudah mendapat persetujuan prinsip term & condition. Restructuring ada di dalamnya,” terang Ambono.

Khusus hutang kepada Bank Mandiri, lanjutnya, perseroan telah mendapat komitmen pembayaran dalam dua tahap. Tahap pertama, sebesar US$ 48 juta dengan masa pembayaran lima tahun. Sisanya, US$ 30 juta, dengan maksimal pembayaran tujuh tahun.

“Belum dibayar utang (Mandiri), tapi akan bulid up ke principal. Akan ada bullet paymet 6% untuk tiga tahun pertama. Di belakang 8%,” ujarnya.

Sementara itu, finalisasi transaksi akuisisi Domba Mas diharapkan akan selesai dalam dua minggu ke depan. Sedangkan untuk perkebunan sawit dan karet yang diambil alih dari PT Monrad Intan Barakat (MIB), PT Citralaras Cipta Indonesia (CCI) dan PT Julang Oca Permana (JOP), proses finalisasi akan selesai lebih cepat.

“Kebun itu bisa lebih cepat, karena faktor inventarisasi tidak sesulit di pabrik. Jika tidak selesai dalam dua minggu, maksimal harus selesai pada akhir bulan (Februari),” imbuhnya.
(wep/dro)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: