Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 5, 2010

skandal optima: JANJIMU, nagamu … 050210

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 6:36 am

Nasabah Optima Kharya desak kejelasan KPD
Rabu, 03/02/2010 20:17:08 WIBOleh: Irvin Avriano
JAKARTA (Bisnis.com): Nasabah PT Optima Kharya Capital Management mendesak Bapepam-LK untuk meminta kejelasan penyelesaian produk kontrak pengelolaan dana (KPD/discretionary fund) ritel perusahaan senilai lebih dari Rp5 miliar.

Koordinator nasabah A Sun meminta Bapepam-LK mendorong Optima Management menyelesaikan kontrak KPD perusahaan itu dengan para nasabahnya.

“Kami tidak ingin bernasib seperti nassabah institusi Optima yang lain, kami ingin minta kejelasan kapan masalah kami akan diselesaikan dan dananya dikembalikan,” ujarnya kepada pers hari ini.

Dia mengatakan nasabah akan bertemu dengan seorang pejabat di biro pemeriksaan dan penyidikan Bapepam-LK. Perdagangan saham melalui induk usaha Optima Management, PT Optima Kharya Capital Securities, dihentikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 23 Oktober 2009.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan penghentian transaksi perdagangan saham melalui Optima Securities belum dapat dilakukan karena masih ada pemeriksaan oleh otoritas bursa dan Bapepam-LK.

“Pemeriksaannya masih berjalan, karena itu suspensi masih diberlakukan. Kami belum bisa menentukan kapan [untuk melepas suspensi].”(yn)

Nasabah Minta Penyidikan Optima Segera Rampung
04/02/2010 14:47:54 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY

Sejumlah nasabah PT Optima Kharya Capital Management meminta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) segera menyelesaikan penyidikan dugaan penggelapan dana nasabah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pengembalian dana nasabah.

Koordinator nasabah Optima Kharya Capital A Sun mengatakan, pihaknya berharap dananya bisa ditarik dalam waktu dekat. “Kami menginginkan adanya kemajuan penyidikan penggelapan dana nasabah Optima Kharya Capital. Kami juga meminta otoritas pasar modal untuk mempertemukan nasabah dengan pemilik perusahaan,” ujarnya usai berkunjung ke kantor Bapepam-LK, di Jakarta, Rabu (3/2).

Pihaknya kesulitan bertemu dengan pemilik Optima Kharya Capital untuk menanyakan status dana-dana yang belum bisa dicairkan. Dana per nasabah yang belum bisa ditarik dari rekening Optima Kharya Capital sekitar Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar. Dana ini diinvestasikan dalam bentuk kontrak pengelolaan dana (KPD) dengan nama Addendum.

Sementara itu, Kepala Biro Transaksi dan Lembaga efek Bapepam-LK Nurhaida tidak bersedia berkomentar atas permintaan nasabah perusahaan sekuritas tersebut. “Optima sedang penyidikan biro pemeriksaan dan penyidikan Bapepam,” ungkapnya.

Grup Optima berniat mengumumkan program restrukturisasi pengembalian dana nasabah bulan ini. Jumlah dana nasabah yang tidak bisa ditarik dari Optima Kharya Asset Management dan PT Optima Kharya Securities diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 triliun.

“Kami segera merestrukturisasi penyelesaian dana nasabah paling lambat bulan ini. Bagaimana bentuk penyelesaiannya nanti sebaiknya ditunggu, karena kami sedang menggodok,” ujar Harjono Kesuma, pemegang saham terbesar grup Optima, belum lama ini.

Kebanyakan nasabah Optima adalah korporasi, terutama badan usaha milik negara (BUMN). Beberapa di antaranya terdiri atas PT Kereta Api, anak usaha PT Krakatau Steel, Yayasan Kesejahteraan BRI, dan RRI, serta PT Jakarta Properti (Jakpro). Sedangkan perusahaan swasta meliputi PT AJ Bumiputera, PT Asuransi Jiwa Nusantara dan pengelola hotel (Twin Hotel). Selain itu, ada puluhan nasabah ritel yang saat ini masih kesulitan menarik dananya.

Namun, keterangan Harjono berbeda dengan penjelasan sejumlah nasabah. Menurut nasabah, Optima sudah berjanji untuk merampungkan penyelesaian dana pada Juni 2010. “Sulit mempercayai janji-janji pemegang saham Optima saat ini, karena setiap saat bisa berubah. Kalau Optima tidak melunasi seluruh investasi yang ditempatkan di kedua perusahaan itu, kami segera mengambil langkah hukum,” tuturnya. (c134)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: