Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 6, 2010

skandal optima: sang pembohonk … 060210

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 2:33 pm

06/02/2010 – 14:00
Optima Umbar Janji Palsu ke Nasabah

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Nasabah Optima Kharya Securities mengaku kalau mereka selalu dibohongi pihak Optima dalam penarikan dana.

“Kami selalu saja dibohongi dengan janji-janji palsu oleh Optima. Jika kami ingin menarik dana, perusahaan selalu saja menjanjikan yang macam-macam, mulai dari berjanji menyediakan bunga sampai pada janji mencicil, tetapi akhirnya hanya bertahan sesaat,” kata nasabah Optima, A Sun ketika dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (6/1).

Dia menjelaskan kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hampir satu tahun, hingga puncaknya Agustus tahun lalu. “Sejak saat ini dana kami di Optima seolah hilang, tanpa pembayaran sekalipun,” katanya.

Dia mengakui sudah berjuang beberapa kali menemui pihak Optima seperti Direksi, Marketing, Jubir, bagian Legal. “Kami tetap berjuang dengan menanyakan langsung ke direksi Optima, dan juga meminta bantuan Bapepam agar bisa memfasilitasi masalah yang sedang dihadapi. Kami ingin sekali bertemu dengan owner dari Optima. Kalau bisa bertemu kan mungkin saja bisa dicari solusi terbaik,” katanya.

Sementara terkait berapa besar nasabah yang masih berada di Optima, A Sun menerangkan, secara keseluruhan tidak tahu. “Tetapi khusus dari kelompok kami total dana nasabah mencapai Rp50 miliar,” tukasnya. [cms]
06/02/2010 – 12:19
Selalu Dibohongi
Nasabah Sulit Tarik Dana dari Optima
Makarius Paru

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Beberapa nasabah PT Optima Karya Asset Management sudah memutuskan untuk menarik kembali dana mereka sebesar Rp50 miliar yang diinvestasikan di sana.

Namun sejak Agustus 2009 yang lalu, pihak Optima selalu saja membohongi Nasabah. “Dari beberapa nasabah di kelompok kami, total dana yang tersimpan di Optima sekitar Rp50 miliar. Sejak Agustus yang lalu kami ingin mengambilnya, namun sampai sekarang belum juga terealisasi,” kata seorang nasabah Optima, A Sun ketika dihubungi INILAH.COM , Jakarta, Sabtu (6/2).

Dia menceritakan adapun alasan keputusan nasabah untuk mengambil dana tersebut karena nasabah tidak cukup puas dengan kinerja Optima. “Kami sendiri sampai sekarang tidak tahu bagaimana dana kami dikelola, prosesnya seperti apa. Makanya kami memutuskan untuk menarik kembali dana kami,” katanya.

Sementara terkait apakah dana Rp50 miliar tersebut merupakan total dana nasabah, ataukah hanya setoran awal dan lainnya sudah dikembalikan, A Sun menegaskan tidak tahu jumlah pastinya. “Tetapi yang pasti sejak Agustus yang lalu totalnya sudah segitu,” tukasnya.

Ia melanjutkan, tidak jelasnya status dana mereka di Optima, akhirnya mendorong mereka untuk menanyakan hal tersebut ke Optimal. “Sayangnya, sampai sekarang kami hanya menemui beberapa direksi di Optima dan jawaban yang mereka berikan terkait kondisi perusahaan tidak memuaskan kami,” tukasnya.

“Saat kami menemui beberapa direksi Optima, penjelasan mereka soal Optima tidak jelas, terkadang mereka melimpahkan pertanyaan kami ke owner. Makanya, kami memutuskan untuk menemui owner Optima Pak Haryanto,” jelasnya. [cms]
06/02/2010 – 14:16
Jadi Saksi Tipuan Optima
Mabes Polri Periksa Direksi AJB Bumiputera
Makarius Paru

INILAH.COM, Jakarta – Dirut AJB Bumiputera Dirman Pardosi mengakui sampai saat ini pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Direksi dan Mantan Direksi AJB Bumiputera terkait penipuan yang dilakukan PT Optima Kharya Securities.

“Kayaknya pemeriksaan berjalan lambat, tetapi kalau dari pihak kami (AJB) sudah ada beberapa direksi dan mantan direksi yang menjalani pemeriksaan, tetapi setahu saya dari pihak Optima belum ada yang diperiksa,” kata Dirman Pardosi ketika dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Sabtu (6/2).

Adapun beberapa saksi dari pihak AJB yang dimintai keterangannya sebagai saksi oleh Kepolisian adalah segenap mantan direksi yang dulunya pernah mencairkan dana di Optima. Sayangnya, Dirman enggan menyebutkan nama direksi yang diperiksa sebagai saksi tersebut.

Seperti diketahui, AJB Bumiputera telah melaporkan PT Optima Kharya Asset Management kepada pihak kepolisian terkait penundaan cicilan pembayaran tahap II KPD sebesar Rp13

miliar pada akhir tahun lalu.

Selain itu, pihak AJB Bumiputera mengadukan PT Optima Kharya Asset Management kepada Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terkait kontrak pengelolaan dana sebesar Rp424 miliar yang belum dikembalikan oleh pihak Optima. Kejadian ini terbongkar saat AJB Bumiputera ingin mencairkan dana KPD mengingat ada polis yang jatuh tempo. [cms]
06/02/2010 – 13:48
Bapepam Akui Pernah Panggil Manajemen Optima

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pernah memanggil manajemen PT Optima Kharya Asset Management terkait kasus penyelewengan dana para nasabahnya.

“Sudah, sudah pernah dipanggil kok,” ujar Kabiro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Sarjito kepada INILAH.COM, Sabtu (6/2).

Ia mengatakan, kasus ini tengah dalam penyelidikan, sehingga telah dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang diduga terkait kasus tersebut. Namun sayang, Sarjito enggan mengungkapkan lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan tersebut. “Itu staf saya yang menangani, nanti ditanyakan dulu,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Optima tersandung kasus gagal bayar hingga ratusan miliar rupiah. Terkuaknya gagal bayar tersebut bermula dari laporan PT AJB Bumiputera kepada Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri awal Juni tahun lalu.

Perusahaan asuransi tertua nasional itu mengaku tak bisa mencairkan dananya hingga Rp 300 miliar pada OKCM. Karena terkait kasus pasar modal, Bareskrim melimpahkan kasus tersebut ke Bapepam-LK.

Bola panas Optima makin membara tatkala Menteri Negara BUMN awal September tahun lalu membeberkan sejumlah BUMN yang menjadi korban OKCM. Tiga BUMN tersebut yakni PT Kereta Api (PT KA) dengan nilai investasi Rp 100 miliar, PT Rajawali Nusantara Indonesia, serta anak usaha PT Krakatau Steel yakni PT Krakatau Tirta Industri. Selain tiga BUMN itu PT Asuransi Jiwa Nusantara (AJN) yang dulu bernama PT Asuransi Askrida Jiwa juga mengaku memiliki dana sebesar Rp 62 miliar yang tersangkut di Optima.

Sementara itu, ketua Bapepam L-K Fuad Rahmani pernah menegaskan walaupun status PT Optima Karya Securities masih disuspensi, namun tetap wajib membayar kerugian yang diderita nasabahnya.

Menurutnya, Optima masih dalam penanganan Kabiro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. [cms]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: