Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 13, 2010

skandal optima: sang TER ditinggalkan … 130210

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 6:49 pm

13/02/2010 – 15:24
AJB Bumiputera tak Diundang Pertemuan Optima dan Nasabah

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – AJB Bumiputera 1912 mengakui sama sekali tidak mengetahui penawaran PT Optima Kharya Asset Management untuk mengalihkan KPD nasabah ke produk reksadana lain milik Manajer Investasi lain.

Hal ini diakui Dirut AJB Bumiputera kepada INILAH.COM, Sabtu (13/2). “Kami belum mengetahui mengenai rencana tersebut, dan kami juga tidak diundang dalam acara pertemuan Optima dengan para nasabah,” tukasnya.

Mengetahui kabar ini dari INILAH.COM, Darman pun berterima kasih diberitahukan hal tersebut seraya menyatakan akan memerintahkan stafnya untuk menanyakan langsung ke Optima.

Namun, demikian Darman menegaskan jika rencana Optima ini ada jaminan underlyingnya, pihaknya tidak keberatan dan akan menerimanya. “Selama ini kan tidak ada jaminannya,” ujarnya.

Dia juga mengutarakan dengan adanya kecocokan penyelesaian itu nantinya, Bumiputera juga akan mencabut laporannya dari mabes polri.

Seperti diketahui, AJB Bumiputera telah melaporkan PT Optima Kharya Asset Management kepada pihak kepolisian terkait penundaan cicilan pembayaran tahap II KPD sebesar Rp13 miliar pada akhir tahun lalu.

Selain itu, pihak AJB Bumiputera mengadukan PT Optima Kharya Asset Management kepada Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) terkait kontrak pengelolaan dana sebesar Rp424 miliar yang belum dikembalikan oleh pihak Optima. Kejadian ini terbongkar saat AJB Bumiputera ingin mencairkan dana KPD mengingat ada polis yang jatuh tempo. [bcl]

EKONOMI
13/02/2010 – 11:58
Nasabah Optima Dipindahkan ke AIM Investment?

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – PT Optima Kharya Asset Management menawarkan para nasabahnya untuk dialihkan ke produk reksadana penyertaan terbatas (RPDT) milik AIM Investment Management.

Menurut sumber INILAH.COM, yang mengetahui pengalihan tersebut, Sabtu (13/2) para nasabah Optima bahkan diberikan tenggak waktu untuk menandatangani perihal pemindahan produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) mereka ke RDPT milik AIM tersebu hingga 24 Februari 2010 mendatang.

Namun, dikhabarakan para nasabah umumnya penolak pemindahan tersebut dan tetap menginginkan dana mereka dibayar tunai. “Nantinya semua nasabah yang masih terutang di Optima akan dipindahkan ke manajer investasi lain yang akan bertanggungjawab untuk membayar dana nasabah,” tuturnya.

Namun, menurutnya, Optima tidak mencantumkan besarnya dana nasabah yang bakal dipindahkan ke manajer investasi lain tersebut. Pihak Optima hanya menjelaskan berhubung Optima sudah disuspen, tidak mungkin akan menerbitkan reksadana baru. “Karena itu memenuhi kewajiban para nasabahnya, Optima memperbantukannya ke manajer investasi lain,” tukasnya. [bcl]
11/02/2010 – 16:07
Ditawari RDPT, Nasabah Optima Tambah Dilema
Susan Silaban

(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Nasabah Optima PT Optima Kharya Asset Manajemen kembali dilema ketika manajemen Optima menawarkan restrukturisasi Discretionary Fund menjadi Reksadana Penyertaan Terbatas atau RDPT. Pertemuan pun semakin memanas lantaran belum menemukan kata sepakat.

“Kami dilema. Namun, untuk lebih baik langsung tanyakan ke manajemen Optima,” kata Asun, salah satu nasabah Optima yang sudah kehilangan dananya sekitar Rp2 triliun.

Pria separuh baya ini mengakui, ada pertemuan dengan manajemen Optima guna membahas opsi penerbitan RDPT. Optima mengakui penerbitan produk ini sebagai jalan keluar untuk membayar dana nasabah. Namun, para nasabah yang ikut dalam pertemuan itu malah sempat kebingungan. Pertemuan pun masih berlangsung lantaran belum ada kata sepakat.

Ketika dikonfirmasi mengenai Bapepam telah menegaskan, jika restrukturisasi yang ditawarkan Optima itu menyesatkan, Asun pun

mendapatkan gambaran apakah akan menerima atau menolak solusi yang ditawarkan. Apalagi syarat untuk menerbitkan RDPT harus memiliki susunan direksi, di mana OKM sudah tidak memiliki direksi dan modal yang cukup.

“Mereka harus membayar kerugian nasabah dengan uang bukan dengan produk. Hal ini menyesatkan investor,” tegas Kabiro Pengolahan Investasi Bapepam Djoko Hendrato kepada wartawan hari ini. [san/cms]
11/02/2010 – 10:36
Optima Kumpulkan Nasabah di Sebuah Hotel

Ilustrasi
(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Optima Securities sejak Rabu (10/2) dan Kamis (11/2) hari ini tengah mengumpulkan semua nasabahnya di sebuah Hotel di Jakarta.

Menurut sumber INILAH.COM, nasabah tersebut dikumpulkan menjadi 2 kelompok, di mana kelompok I pada Rabu (10/2), dan kelompok II dikumpulkan pada Kamis (11/2) ini.

Adapun maksud pengumpulan para nasabah ini, menurut undangan dari marketing Optima, adalah untuk sosialisasi pengembalian dana para nasabah. [cms]
08/02/2010 – 13:40
Bapepam: Trauma Banyak Kasus Pasar Modal
Susan Silaban

Ahmad Fuad Rahmany
(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Ketua Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany menceritakan sikap orang-orang yang melemahkan sistem pengawasan pasar modal. Dirinya trauma setelah kasus Sarijaya Securities.

Berbagai kasus mendera pasar modal. Mulai dari kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yang semakin melemahkan otoritas yang dipimpinnya.

Cerita ini bermula ketika Anggota Fraksi PDIP Arif Budiamanta meminta pertangungjawaban Bapoepam-LK ataas kasus PT Optima Kharya Capital, kasus Sarijaya, kasus PT Antabogadelta Securities, hingga kasus penjualan Matahari Putra Prima Tbk (MPPA). Arif meminta penjelasan

Bapepam mengapa pengawasan begitu lemah malah terkesan cuci tangan.

Fuad pun menjawab, Bapepam-LK telah melakukan fungsi pengawasannya terhadap semua perusahaan sekuritas, namun pemilik sekuritas terkadang melakukan hal-hal yang diluar jangkauan Bapepam-LK seperti kasus Sarijaya dimana Herman Ramli bersama dengan beberapa manajemennya

melakukan penggelapan uang nasabah sekitar Rp245 miliar.

“Padahal track recordnya Herman Ramli itu baik, namun hanya dihukum selama 18 bulan. Dalam hal ini dia justru dapat diskon,” tegas Fuad hari ini.

Selain itu, Bapepam-LK pun pernah dituntut hingga ke Pengadilan Tata Usaha Niaga (PTUN) karena tidak memberikan izin kepada orang tersebut, sayang Bapepam-LK kalah dan selanjutnya naik banding ke Mahkama Agung

(MA), namun Bapepam-LK akhirnya kalah. Kredibilitasi Bapepam-LK pun kembali di pertanyakan ketika mencuatnya kasus Antaboga. “Hal ini diluar kontrol kami karena produk tersebut tidak pernah terdaftar di Bapepam-LK. Produk ini dijual oleh Bank Century yang merugikan nasabah karena uang nasabah dibawa kabur oleh Robert

Tantular,” katanya lagi.

Kini, Bapepam-LK pun tengah memeriksa kasuas PT Optima Kharya Capital yang telah ditangani oleh Kabiro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK Sardjito. “Jadi sekarang kita tidak lagi dengan leluasa memberikan izin apapun kepada perusahaan lainnya lebih berhati-hati,” tukasnya. [san/hid]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: