Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Februari 21, 2010

skandal optima: tabrak investor, n aturan …

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 9:51 am

Optima Management langgar 3 ketentuan
Selasa, 16/02/2010 21:19:15 WIBOleh: Irvin Avriano
JAKARTA (Bisnis.com): Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menilai PT Optima Kharya Capital Management masih melanggar tiga ketentuan otoritas pasar modal dalam tawaran pembentukan reksa dana penyertaan terbatas.

Pembentukan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) merupakan salah satu opsi perpanjangan kontrak pengelolaan dana (KPD/discretionary fund) Optima Management kepada investornya.

Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto, yang membawahi reksa dana dan manajer investasi, menjelaskan skema itu melanggar sedikitnya tiga ketentuan di dalam peraturan Bapepam-LK.

“Tawaran mereka itu sudah tidak sesuai dengan ketentuan, tidak dapat dikatakan lain,” ujarnya kepada Bisnis.com malam ini.

Ketentuan pertama, tuturnya, yaitu administrasi perusahaan yang masih belum benar karena tidak memenuhi syarat minimal direksi. Saat ini, Optima Management ditinggal oleh direktur perusahaan, Antonius TP Siahaan, yang tidak ingin bertanggung jawab dengan produk gagal bayar itu.

Sehingga, yang berwenang terhadap perusahaan hanyalah Direktur Utama PT Optima Kharya Capital Securities Harjono Kesuma, induk usaha perseroan. Harjono juga merupakan komisaris utama Optima Management.

Kedua, profil investor yang harus berinvestasi minimal Rp5 miliar. Batasan minimal itu, tutur Djoko, menjadi salah satu kriteria bahwa investor produk tersebut haruslah investor pintar dan mutakhir (sophisticated) yang mengerti bentuk produk RDPT yang jauh lebih berisiko.

Ketiga, jumlah investor yang melebihi ketentuan RDPT yaitu batasan maksimal 50 pihak. Saat ini, tutur Djoko, nasabah KPD Optima Management yang gagal bayar lebih dari 50 pihak.

Dia mengatakan opsi yang ditawarkan Optima Management kepada investornya itu tidak sesuai kehendak otoritas pasar modal.

Menurut dia, Optima Management telah menawarkan skema RDPT yang dibentuk manajer investasi lain kepada investornya terkait dengan gagal bayar KPD perusahaan.

“Kami menilai hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menyesatkan investor Optima [Management] karena tidak memberikan informasi yang sesuai,” ujarnya.

Namun, tuturnya, otoritas pasar modal tidak dapat menghalang-halangi sikap investor yang ingin menerima skema itu. Dia menuturkan pihaknya sudah berbicara dengan beberapa investor Optima Management terkait tawaran perusahaan manajer investasi itu dan memberikan pilihan sepenuhnya kepada mereka.(yn)
Jumat, 19/02/2010 17:42 WIB
Nasabah Optima Tolak Pengalihan KPD ke Reksa Dana AIM Trust
Indro Bagus SU – detikFinance

(Ilustrasi Foto: dok detikFinance) Jakarta – Sebagian besar nasabah PT Optima Kharya Capital Management (OKCM) menolak rencana restrukturisasi yang ditawarkan manajemen dengan mengalihkan investasi ke produk reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) milik PT AIM Trust.

“Sebagian besar nasabah tidak memahami penjelasan yang diberikan manajemen AIM Trust,” ujar koordinator nasabah Optima, A Sun saat dihubungi detikFinance, Jumat (19/2/2010).

Beberapa waktu lalu, nasabah-nasabah Optima telah menemui manajemen Optima dan AIM Trust untuk membahas skema restrukturisasi investasi mereka yang nyangkut di Optima. Manajemen Optima menawarkan skema pengalihan investasi ke produk RDPT milik AIM Trust. Sebagai catatan, dana nasabah Optima yang masih tersisa sebesar Rp 20 miliar.

Menurut A Sun, nasabah-nasabah Optima masih belum mengerti skema tersebut, terutama mengenai nasib dana mereka. Hal itu terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan nasabah saat pertemuan tersebut.

“Bagaimana dengan nasib dana mereka? Bagaimana bunganya? Bagaimana proses untuk mendapatkan keuntungannya,” kata A Sun.

Menurut dia, pihak AIM Trust yang hadir dalam pertemuan tersebut tidak banyak berbicara secara detail mengenai bentuk investasi yang akan digunakan untuk mengelola RDPT. AIM Trust hanya mengatakan manajer investasi itu menawarkan investasi RDPT perkebunan sawit.

“Saya pribadi tidak mengerti tentang penjelasan mereka, apalagi banyak istilah yang tidak saya ketahui. Banyak di antara mereka bertanya tentang reputasi AIM Trust dalam mengelola dana nasabah,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi, Direktur AIM Trust, Febri, juga enggan membeberkan lebih lanjut soal skema restrukturisasi tersebut. “Nanti ya, sedang meeting,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto mengatakan, Bapepam-LK tidak akan memberikan izin karena kontrak bilateral Optima masih bermasalah dan ditangani oleh Biro Pengawasan dan penyelidikan (PP).

Kendati demikian, Djoko mengatakan Bapepam tidak dapat campur tangan lebih jauh soal itu. Sebab, hal itu sangat bergantung pada kesepakatan antara nasabah dengan manajemen Optima dan AIM Trust.

“Kami tidak akan memberikan izin, sebelum Optima membereskan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada kontrak bilateral. Namun kalau salah satu pihak tidak setuju, bawa saja ke pengadilan karena tidak sesuai dengan kontrak,” kata Djoko.

Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan status tersangka kepada Direktur Utama Optima Securities Harjono Kesuma terkait kasus penggelapan dana AJB Bumiputera dan Direktur Utama Optima Management Antonius Siahaan atas kasus penggelapan dana PT Kereta Api.

Grup Optima diduga telah melakukan penggelapan dana nasabah. Dana AJB Bumiputera yang nyangkut di grup Optima mencapai Rp 300 miliar.

Selain Bumiputera, nasabah-nasabah lain institusi Optima lainnya seperti PT Kereta Api, anak usaha PT Krakatau Steel, Yayasan Kesejahteraan BRI, RRI, serta PT Jakarta Properti (Jakpro). Sedangkan perusahaan swasta adalah PT Asuransi Jiwa Nusantara, pengelola hotel (Twin Hotel) dan sebagainya.

(dro/qom)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: