Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Maret 3, 2010

unsp juga was-was kale … 030310

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 8:21 am

Ekspansi kebun sawit terancam mandek
Pengusaha perkebunan meminta PP No. 10/2010 ditinjau ulang

JAKARTA: Perluasan areal perkebunan kelapa sawit terancam berhenti menyusul peraturan baru yang mewajibkan perusahaan perkebunan mengganti lahan.
Penggantian lahan itu bahkan harus dilakukan oleh badan usaha perkebunan yang sudah beroperasi sebelum berlakunya UU No.41/1999 tentang Kehutanan menyusul keluarnya PP No.10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyatakan perusahaan yang sudah berjalan ini harus mengganti luas lahan di dalam konsesinya yang termasuk dalam wilayah daerah aliran sungai.

“PP ini harus ditinjau ulang karena akan menghentikan investasi sawit. Bagi investor yang akan berinvestasi seperti di Kalimantan Tengah, ini membuat situasi menjadi lebih buruk karena susah untuk mendapatkan izin,” ujarnya kemarin.

Dalam ketentuan PP No.10 Tahun 2010 yang diundangkan pada 22 Januari 2010 itu pergantian lahan ini harus dilakukan paling lama 12 tahun sejak diberlakukannya peraturan baru tersebut.

Dengan demikian perusahaan yang memiliki daerah aliran sungai (DAS) harus menyiapkan areal pengganti dengan luas yang sama di provinsi yang sama atau provinsi berbeda di pulau yang sama.

Kewajiban mengganti lahan ini, keluh Joko, sangat memberatkan dan akan memperlambat kinerja investasi.

Dia mengungkapkan selama 2009 terjadi perlambatan pengembangan sawit sekitar 70%. Tahun lalu perluasan lahan hanya tercapai 150.000 hektare (ha), sementara normalnya pengembangan lahan bisa mencapai 400.000 ha.

Joko mengatakan perlambatan perluasan areal itu dikarenakan para investor menunggu kebijakan lahan yang tidak pasti.

Dia menuturkan pemerintah perlu sikap tegas mengenai masalah lahan. Jika hal ini tidak dilakukan, katanya, maka upaya untuk pertumbuhan ekonomi, penyerapan lapangan kerja tidak akan tercapai.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan pengusaha sawit tidak perlu merisaukan tentang PP No. 10/2010 tersebut.

“Jika yang dikhawatirkan mengenai pergantian lahan, itu kan hanya pada lahan yang dikompensasi.

Pergantian lahan, tambahnya, hanya berlaku pada lahan tertentu seperti lahan hutan lindung. “Jadi pengusaha tidak perlu mengkhawatirkannya,” tegasnya.

Termasuk hutan

Di sisi lain, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan) Achmad Mangga Barani menuturkan dimasukkannya sawit menjadi tanaman hutan akan memudahkan pemegang izin hutan tanaman industri (HTI) untuk menanam sawit.

“Jadi ini sebenarnya mempermudah izin. Saya rasa itu akan menjadi lebih baik,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, meskipun sawit dimasukkan ke dalam tanaman hutan, kewenangan untuk melakukan kegiatan pada komoditas ini masih berada di bawah pengawasan Kemtan.

Dengan rencana Kemhut ini, lanjut dia, HTI tidak perlu lagi meminta izin pelepasan hutan dan perluasan budi daya terlebih dahulu. Investor dapat langsung menanam sawit.

Achmad menyatakan dengan perubahan status tersebut, investasi di sektor sawit justru akan tambah menarik. Meski demikian, tambahnya, perlu ada kejelasan mengenai tata ruang kawasan hutan.

Menurut dia, dengan kejelasan tata ruang maka akan terlihat di bagian mana saja yang menjadi bagian areal hutan yang dapat dikelompokkan menjadi lahan budi daya, konversi, dan produksi.

Pada kesempatan itu, Dirjen menyatakan sedang berupaya untuk merevitalisasi perkebunan sawit seluas 460.000 ha.

Dana yang dibutuhkan untuk program ini mencapai Rp5,5 triliun dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan kucuran kredit perbankan.

Kementerian Kehutanan sendiri sedang memfinalkan peraturan menteri kehutanan yang akan memasukkan perkebunan kelapa sawit menjadi bagian dari kawasan hutan. Izin membuka perkebunan kelapa sawit di areal hutan ini hanya berlaku untuk investasi baru. (diena.lestari@bisnis. co.id/aprika.hernanda@bisnis.co.id)

Oleh Diena Lestari & Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: