Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Maret 6, 2010

asien-K v. the bakries v. ri01 … 060310

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 12:54 am

Pesan dari Bakrie-7
Jumat, 05/03/2010 11:46:23 WIBOleh: Bastanul Siregar
Salah satu fragmen yang diperbincangkan selama berlangsungnya gonjang-ganjing proses politik penyelesaian kasus dana bailout Bank Century 3 bulan terakhir ini adalah harga saham kelompok usaha Bakrie, atau yang populer disebut Bakrie-7.
Relevansinya di sini adalah harga saham kelompok usaha itu punya bangun relasi ‘yang tak sepenuhnya terkonfirmasi’ dengan penyelesaian politik bailout Century, yang memosisikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Presiden SBY secara diametral.

Sebelum terlalu jauh, posisi diametral tersebut harus dipahami sebagai bagian dari negosiasi politik yang tengah berlangsung. Dari posisi itu pula, tanpa mengurangi pengaruh faktor lain, bisa datang penjelasan atas serangkaian aksi baku tekan dan ancam antara keduanya.

Tekanan untuk Bakrie misalnya, sekadar menyebut contoh, tampak pada dimunculkannya kasus utang pajak senilai Rp2,1 triliun milik PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Bumi Resources Tbk. Dua perusahaan yang disebut pertama adalah anak usaha Bumi.

Sebaliknya, tekanan untuk SBY terlihat pada kocar-kacirnya bangunan koalisi politik pendukung pemerintah di parlemen di mana Partai Golkar seharusnya berada dalam satu gerbong kekuatan bersama Partai Demokrat.

Jika aksi baku tekan itu dicermati dari keseluruhan perjalanan proses politik yang dimulai sejak 4 Desember 2009, saat Panitia Khusus (Pansus) Century terbentuk, hingga paripurna dalam 2 hari terakhir ini, akan terlihat dua momen puncak eskalasi.

Puncak eskalasi pertama adalah pada pertengahan Desember 2009. Pada periode waktu itulah Pansus Century memanggil Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan nyaris dibarengi dengan menggelindingnya kasus pajak Bumi.

Adapun, puncak eskalasi kedua adalah pada awal Maret ini, di mana rapat paripurna DPR sampai pada kesimpulan yang membalikkan dugaan awal: Koalisi pendukung kebijakan bail out Rp6,7 triliun untuk Bank Century kalah melalui pemungutan suara.

Yang menarik, pada puncak eskalasi pertama pada pertengahan Desember, harga saham Bakrie-7 serta-merta melemah, dan bukan hanya pada Bumi yang tersandung kasus pajak. Di sini, analisis teknikal sudah tidak memadai lagi untuk menjelaskan situasi. (lihat ilustrasi)

Bukan asimetri

Sebaliknya, pada puncak eskalasi yang kedua, yang bersamaan waktunya dengan paripurna DPR Selasa pekan ini, harga saham Bakrie-7 menguat disertai penguasaan volume 38,13% dan nilai transaksi 22,76%. Apakah ini sekadar koinsidensi?

Kalau dilihat lebih cermat, pada Selasa itu, total volume transaksi saham Bakrie-7 mencapai 2,4 juta lot setara dengan 38,13% dari total volume transaksi di BEI sebanyak 6,29 juta lot. Total nilai transaksinya Rp736,11 miliar setara dengan 22,76% dari total nilai transaksi di BEI, Rp3,23 triliun.

Akibatnya, hanya dalam 2 hari terakhir, kapitalisasi saham kelompok usaha Bakrie melonjak Rp4 triliun menjadi Rp76,59 triliun dengan penguasaan sebesar 3,81% atau naik tipis dari penguasaan sehari sebelumnya, 3,65%.

Meski tak sepenuhnya, dari fakta ini terlihat jika penjelasan dari sisi teknikal sebetulnya sudah memadai. Pasalnya, selama hampir 1 bulan terakhir, saham Bakrie-7 yang biasa menguasai 50% dari nilai transaksi, terus merosot bahkan sampai di bawah 10%.

Selain itu, dari sisi fundamental, setidaknya sampai Selasa itu, tidak ada aksi korporasi Bakrie-7 yang bisa mendongkrak harga saham Bakrie-7 secara signifikan. Baru sesudah itu, Bumi misalnya, mengumumkan konsolidasi usaha dan penjajakan investor ke AS & Eropa.

Kemungkinan adanya aksi goreng saham rasanya terlalu spekulatif. Kalaupun ada, praktik tersebut seharusnya sudah terdeteksi. Apalagi, meski masih bisa diperdebatkan, sejauh ini tidak terlihat ada indikasi awal yang pada dugaan itu.

Termasuk dalam konteks ini adalah keputusan asing memborong saham Bakrie-7 pada Selasa itu. Tentu saja, aksi itu tidak bisa diterjemahkan sebagai bentuk kepercayaan dan dukungan atas keperkasaan Bakrie menjungkalkan dominasi SBY dalam paripurna bail-out Century.

Lalu apa penjelasan di luar aspek teknikal? Saya tak hendak berspekulasi, tetapi yang pasti, kenaikan harga saham Bakrie-7 saat SBY dipaksa mengakui kemenangan Bakrie dalam paripurna Century kian menegaskan suatu pesan.

Pertarungan antara keduanya, baik yang di medan utama maupun medan pendukung, bukanlah pertarungan asimetri seperti David melawan Goliath. Keduanya masih sama kuat, dan Bakrie, masih punya peluru. (bastanul.siregar@bisnis.co.id)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: