Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Maret 7, 2010

edy joenardi in CONTROVERSY, the new title … 070310

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 10:29 am

PERSEROAN TERBATAS
Perusahaan Jangan Tinggalkan CSR

Sabtu, 14 Februari 2009
JAKARTA (Suara Karya): Perusahaan penyewaan alat berat (heavy equipment) PT Indonesia Heavyequipment (IH) dan produsen tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) PT Ejra Energy mengalokasikan 25 persen dari keuntungan untuk program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat (corporate social responsibility/CSR).
Meskipun situasi ekonomi sejak akhir 2008 hingga saat ini masih kurang kondusif, kedua perusahaan di bawah satu naungan tersebut masih membukukan keuntungan Rp 800 miliar lebih. Selanjutnya sekitar 25 persen telah dialokasikan untuk pelaksanaan CSR.
“Meskipun kita tidak bergerak di bidang pertambangan, suatu perusahaan itu tetap harus punya tanggung jawab sosial. Ini karena merupakan amanah dari Allah SWT bahwa sebagian harta yang telah diperoleh itu terdapat juga hak orang lain,” kata Komisaris Utama PT Indonesia Heavyequipment dan PT Ejra Energy Edy Joenardi di Jakarta, kemarin (13/2).
Oleh karena itu, Edy lantas menyayangkan para pengusaha yang menolak salah satu pasal dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT), yang mewajibkan perusahaan mempunyai program tanggung jawab sosial kepada masyarakat di sekitarnya. “Kita mempunyai banyak program untuk pemberdayaan para petani, pedagang kecil, lanjut usia dan para pencari kerja. Saat banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), kami justru menggalakkan perekrutan tenaga kerja baru,” ujarnya.
Di lain pihak, Edy mengatakan, pihaknya mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 12 triliun untuk membantu menaikkan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang saat ini sedang melemah. “Kita cukup sedih melihat hampir semua saham, termasuk yang unggulan, harganya anjlok. Sebagai perusahaan pribumi, kami ikut terpanggil untuk memulihkan kembali pasar saham ke arah yang normal,” katanya.
Harga saham perusahaan bidang tambang, seperti Bumi Resources, Antam, PT Timah, dan PT Perusahaan Gas Negara, berpeluang besar untuk naik kembali karena permintaan produk tambangnya masih cukup besar. Peluang pasar di dalam negeri dan ekspor untuk perusahan pertambangan tersebut juga masih cukup tinggi.
Untuk itu, pada tahun ini dialokasikan sedikitnya Rp 6 triliun untuk investasi di saham dan obligasi serta sisanya langsung untuk sektor riil. “Keterkaitan harga saham dan pertumbuhan di sektor riil cukup dekat. Karena itu, dalam melakukan investasi, portofolionya mencakup dua bidang, yakni saham dan sektor riil,” ujarnya.
Edy Joenardi, yang didampingi Direktur I-Capital Internationl, Lucky Bayu Purnomo, lantas terheran mengapa Bursa Efek Indonesia selalu bergantung pada investor asing dan pergerakan bursa di luar negeri. Harga saham di BEI tidak selalu linier dengan kondisi perusahaan. Namun, memang ada istilah “goreng-menggoreng” saham oleh investor asing untuk mencari keuntungan secara cepat dan dalam waktu singkat. (Andrian)
Edy Joenardi Seumur Hidup Dilarang Terlibat di Sepak Bola Nasional
Posted on 10:23 No Comments
Investor Persikad Depok Edy Joenardi (EJ) beserta ketua panpelnya, Dony Soemarsono dilarang terlibat dalam sepakbola nasional seumur hidup. Keduanya juga didenda masing-masing Rp200 juta yang harus dibayarkan ke PSSI.

Hal itu diputuskan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI melalui sidang yang dipimpin ketuanya Hinca Panjaitan di kantor PSSI Senayan,Kamis (28/1) malam. Komdis menilai Edy dan Dony melakukan tindakan buruk sehingga menelantarkan pemain dan pelatih Persikad.

Seperti diberitakan, Edy Joenardi tidak bisa menyelesaikan masalah internal Persikad, seperti tidak bisa menyelesaikan gaji pemain. Demikian juga Dony selaku ketua panpel, tidak bisa menyelenggarakan tiga pertandingan Persikad sehingga diambil alih PT Liga Indonesia.

Kendati telah diambil alih PT Liga, manajemen PT Persikad Depok tetap tidak bisa menyelenggarakan pertandingan. Karena itu, Komdis PSSI memberi kesempatakan kepada Edy dan Dony untuk menjelaskan masalah mereka, namun hingga sidang Komdis PSSI digelar, Kamis (28/1), keduanya tidak datang.
Kronologi Persikad
Posted on 01:43 No Comments 
4 Agustus 2009
Edy Joenardi dibawah bendera EJRA Grup menandatangani surat pengambialihan pengelolaan dan kepemilikan Persikad dari pengurus ke EJRA Grup.
EJRA menguasai 85 persen saham PT Persikad. Sisa 15 persen dimiliki klub anggota Persikad.

8 September 2009
Pemain yang dikontrak lagi mendapat uang panjar masih-masing 10 juta.

12 Oktober 2009
Mantan pemain Persikad 2008/2009 meminta agar Edy Joenardi segera melunasi utang gaji 10 bulan. Namun, tidak ada respon dari kubu Edy.

15 Oktober 2009
Pengurus lama berniat membatalkan Mou dengan Edy Joenardi karena tak jua membayarkan tunggakan gaji 10 bulan untuk 15 pemain lama.

16 Oktober 2009
Edy memberikan keterangan pers soal utang Persikad. Edy berjanji bakal menyelesaikan sebelum kompetisi bergulir. Prioritasnya adalah membayar tunggakan gaji pemain lama sebesar Rp. 1,9 Milyar. Kemudian, utang pengurus lama kepada pihak ketiga sebesar Rp. 1,8 Milyar.

23 Oktober 2009
Pengurus lama yang dimotori mantan manajer Persikad, Adi Gunaya, mendaftarkan keikutsertaan Persikad di Divisi Utama 2009/2010. Itu menyusul Edy tak juga membayar kewajiban utangnya keberbagai pihak. Hal ini sekaligus menandai adanya dualisme dalam kepemilikan Persikad.

9 November 2009
Dualisme di tubuh Persikad Depok mereda setelah di adakan MOU antara pengurus lama dengan PT Persikad. MOU Itu berisi surat pengesahan dari PT Liga Indonesia bahwa Persikad sepenuhnya dikelola PT Persikad dibawah pimpinan Edy Joenardi. Setelah surat turun, PT Persikad bakal segera melunasi pembayaran tunggakan.

20 November 2009
Mantan pemain Persikad musim 2008/2009 mengadu ke PT Liga Indonesia. Mereka melaporkan belum dibayarkan gaji 10 bulan musim kemarin oleh Edy Joenardi.

25 November 2009
Pemain ditunjukan sebuah cek tanpa nominal dengan tanda tangan Edy Joenardi. Cek tersebut dibawa Ichsan Sahabudin, staf Edy. Cek itu katanya bias diisi sendiri dengan nominal mencapai Rp. 1 Milyar untuk melunasi uang kontrak dan gaji pemain. Namun cek itu tidak ada kelanjutannya hingga Persikad tampil melawan Persikab Bandung (26/9/2009).

29 November 2009
Persikad pindah markas ke Stadion Bima, Cirebon. Kepindahan itu disebabkan Stadion Merpati, Depok tidak layak untuk menggelar kompetisi Divisi Utama (sedang renovasi).

8 Desember 2009
Pemain kembali ditunjukan cek. Kali ini berisi nominal Rp. 400 juta. Cek yang dibawa Ichsan Sahabudin itu digunakan untuk merayu pemain agar mau tampil menghadapi Mitra Kukar. Namun keesokan harinya ketika akan diuangkan cek itu ternyata kosong.

10 Desember 2009
Pemain Persikad mengadu ke PT Liga Indonesia. Mereka merasa ditipu Edy Joenardi yang tidak lagi menanggung biaya operasional Persikad. Pemain pun mengancam tidak mau melawat ke PSIS Semarang (11/12/09). Namun, akhirnya Persikad tetap berangkat ke Semarang dengan biaya dari Liga.

18 Desember 2009
Persikad gagal menggelar laga kandang melawan Produta Sleman lantaran ketiadaan panpel pertandingan yang sudah dipecat Edy. Edy sendiri sudah tidak pernah terlihat menyambangi pemain.

22 Desember 2009
Persikad kembali gagal menggelar laga kandang melawan Persiba Bantul. Kegagalan itu menandai berakhirnya kiprah Persikad di Divisi Utama 2009/2010. Keputusn resminya masih menunggu siding Komdis PSSI akhir Januari 2010 nanti.

Berikut Kronologi kehancuran tim kota ini. Persikad ku Sayang, Persikad ku Malang (Pangeran Blank)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: