Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Maret 11, 2010

Forbes: the new leader of the global richests … 110310

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 6:49 am

Setahun, Harta Bos Djarum Membubung Rp 34 T
Total kekayaan mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 65 triliun.
MINGGU, 14 MARET 2010, 07:50 WIB
Arinto Tri Wibowo

Forbes (farm1.static.flickr.com)
BERITA TERKAIT
Lawan Google, Bos Baidu Jadi Taipan Dunia
Jadi Superkaya Dunia, Apa Kata Carlos Slim?
Apakah Anda Terlahir Sebagai Sosok Miliarder?
Gurita Bisnis Sitorus, Orang Kaya dari Batak
Kenapa Orang Kaya RI Tinggal di Singapura
Web Tools

VIVAnews – Dibanding 2009, jumlah orang kaya dunia asal Indonesia pada 2010 versi majalah Forbes bertambah. Jika sebelumnya hanya lima orang, untuk periode 2010 menjadi tujuh orang.

Dua nama yang langganan masuk dalam jajaran 1.000 orang kaya dunia di antaranya adalah Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Tahun ini, duet bos grup Djarum itu membukukan kekayaan masing-masing US$ 3,5 miliar.

Total kekayaan dua bersaudara itu mencapai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 65 triliun (kurs Rp 9.200).

Michael Hartono (70) dan Budi Hartono (69) sama-sama berada di urutan 258 orang kaya dunia. Posisi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya di peringkat 430 dengan masing-masing kekayaan US$ 1,7 miliar.

Dengan demikian, hanya dalam setahun, duet Hartono mampu meraup tambahan kekayaan masing-masing sebesar US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 17 triliun atau total Rp 34 triliun.

Terlahir dengan nama Oei Hwie Siang, Michael mewarisi raksasa bisnis Djarum setelah ayah mereka, Oei Wie Gwan, meninggal pada 1963. Oei Wie Gwan meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.

Michael dan Robert yang bernama kecil Oei Hwie Tjhong, lalu bahu-membahu mengibarkan bendera Djarum hingga ke luar negeri. Saat ini, Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, bersaing dengan PT Gudang Garam Tbk dan PT HM Sampoerna Tbk.

Pria berusia 70 tahun ini memiliki empat orang anak. Sedangkan Robert kecil lahir di Kudus pada 1941 dan merupakan anak kedua dari Oei Wie Gwan.

Dia juga sempat masuk orang terkaya ke-10 di Asia Tenggara dan ke-321 di dunia pada 2005 versi majalah Forbes dengan kekayaan US$ 2,3 miliar.

Bahkan, Robert Budi Hartono pada 2004 sempat bertengger di posisi ke-8 dengan kekayaan US$ 2,2 miliar.

Secara fantastis, pada Juli 2007, majalah Globe Asia juga menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 37,8 triliun.

Selain Djarum, Robert dan Michael merupakan pemegang saham terbesar di Bank Central Asia. Berdasarkan situs BCA, per 30 September 2009, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono melalui Farindo Holdings Ltd menguasai sekitar 47,15 persen saham BCA.

Grup Djarum juga tercatat memiliki pusat perbelanjaan mewah, apartemen, perkantoran, dan hotel di Grand Indonesia.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Gurita Bisnis Sitorus, Orang Kaya dari Batak
Total pendapatan Wilmar akhir Desember 2009 mencapai US$ 23,9 miliar atau Rp 220 triliun.
JUM’AT, 12 MARET 2010, 11:45 WIB
Heri Susanto

Martua Sitorus (The Business Times)
BERITA TERKAIT
Kenapa Orang Kaya RI Tinggal di Singapura
Dari Medan, Sukanto Jadi Terkaya Sejagad
Gurita Bisnis Bos TransTV, Taipan Kaya Dunia
Sitorus yang Semakin Kaya di Dunia
Tujuh Wakil Indonesia di Pentas Terkaya Dunia
Web Tools

VIVAnews – Di dunia bisnis nasional Martua Sitorus tak banyak dikenal. Namun, nama ini masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Bila tahun lalu dia menempati peringkat 522 terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 13 triliun, kini kekayaan Martua meningkat menjadi US$ 3,0 miliar atau sekitar Rp 27,5 triliun. Peringkat pun terdongkrak menjadi 316.

Martua lahir di Pematang Siantar dan mendapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan. Nama kecilnya, Thio Seng Hap dan dipanggil A Hok.

Warga Batak keturunan Tionghoa mengendalikan bisnisnya dari negeri tetangga Singapura, dengan bendera Wilmar International Limited. Wilmar adalah perusahaan agrobisnis terbesar di Asia, serta emiten yang tercatat di bursa efek Singapura dengan kapitalisasi terbesar.

Total pendapatan Wilmar pada akhir Desember 2009 mencapai US$ 23,9 miliar atau Rp 220 triliun. Sedangkan, laba bersih perusahaan yang dihimpun mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 17 triliun.

Untuk memperoleh pendapatan lebih dari Rp 200 triliun, Sitorus telah merintis bisnis perdagangan kelapa sawit sejak 1991. Hampir 20 tahun kemudian, bisnisnya berkembang pesat dan terintegrasi, mulai dari perkebunan, pabrik pengolahan, pengepakan hingga pemasarannya.

Berikut ini gurita bisnis Martua Sitorus seperti disebutkan dalam website Wilmar International.

1. Perkebunan
Di sektor perkebunan, Wilmar memiliki kebun sawit yang tersebar di Indonesia dan Malaysia. Di Indonesia, perkebunannya berlokasi di Sumatra, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sedangkan di Malaysia tersebar di Sabah dan Serawak. Hingga 31 Desember 2008, Wilmar menguasai 500 ribu hektar kebun, sebanyak 200 ribu hektar sudah ditanami.

2. Pabrik pengolahan
Wilmar memiliki pabrik pengolahan minyak sawit mentah yang berlokasi di sejumlah negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, China, India hingga Eropa. Dari pabrik ini, dia memproses minyak sawit mentah (CPO) menjadi minyak goreng, kosmetik hingga bahan baku obat-obatan.

Di Riau, pada 2007, ia membangun tiga pabrik biodiesel, masing-masing memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun, sehingga total kapasitasnya 1,050 juta ton per tahun.

3. Produk akhir
Dari pabrik pengolahan, Wilmar kemudian mencampur dan mengemasnya dalam berbagai jenis produk akhir untuk dipasarkan kepada konsumen. Produk itu dijual terutama di tiga pasar besar dunia, yakni Indonesia, China dan India, juga di Vietnam dan Bangladesh.

Di Indonesia, Wilmar menjual minyak goreng dengan merek Sania dan Fortune yang diproduksi oleh PT Multimas Nabati Asahan. Sedangkan, di India mereka menjual minyak goreng merek Fortune, Jubilee, Raag, Alpha dan Aadhar. Di China, mereknya Orchid, Gold Ingot, Hiaqi, Baihehua dan lainnya.

4. Pupuk
Wilmar juga bermain di pabrik pupuk untuk menopang usaha perkebunannya. Jenis pupuk yang dihasilkannya adalah pupuk NPK.

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
Tujuh WNI Masuk Daftar OrangTerkaya Dunia
Friday, 12 March 2010
JAKARTA (SI) – Tujuh warga negara Indonesia (WNI) masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi majalah Forbes.Mereka adalah para pengusaha yang bergerak di berbagai sektor bisnis seperti rokok, perbankan, agribisnis, dan pertambangan.

Berdasar laporan Forbes yang dirilis kemarin Michael Hartono dan R Budi Hartono tercatat sebagai orang Indonesia yang menempati posisi teratas dalam daftar tersebut. Mereka berada di peringkat 258 dengan kekayaan bersih masing-masing sebesar USD3,5 miliar (Rp32 triliun). Kakak beradik Hartono merupakan generasi kedua penerus PT Djarum, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.Michael kini berusia 70 tahun,Budi 69 tahun. Bisnis rokok yang dibangun oleh Oei Wie Gwan pada 1951 di Kudus, Jawa Tengah, itu berkembang pesat. Rokok Djarum memiliki pangsa pasar ketiga di Indonesia setelah Sampoerna dan Gudang Garam.

“Michael dan Budi masingmasing menguasai 49% dan 51% saham Djarum,”tulis Forbes. Selain Djarum,Michael dan Budi dikenal sebagai pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka juga memiliki pusat perbelanjaan,perkantoran dan kompleks hotel di pusat Jakarta, Grand Indonesia. Berada di peringkat selanjutnya adalah Martua Sitorus.Dia menempati posisi 316, dan mengungguli sutradara ternama Hollywood, Steven Spielberg, yang berada di peringkat 317. Martua adalah pemilik perusahaan agrobisnis, Wilmar International. Pria yang menetap di Singapura ini membangun Wilmar bersama rekannya, Robert Kuok.Kekayaan Martua diperkirakan mencapai USD3 miliar.Wilmar International disebut-sebut sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Asia.

Posisi Martua diikuti oleh pemilik konglomerasi Grup Rajawali, Peter Sondakh. Dia berada di peringkat 437. Pria berusia 58 tahun ini memiliki kekayaan sebesar USD2,2 miliar. Pada Juni tahun lalu,Peter mendapat keuntungan USD350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco. Eksekutif Grup Rajawali, Darjoto Setiawan, menuturkan, sebagian besar dana hasil penjualan Bentoel digunakan untuk investasi di bisnis tambang. “Selebihnya digunakan untuk memperluas kebun sawit, serta mengembangkan sektor properti,”ungkapnya. Pada 2007,Peter menjual saham di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) senilai USD400 juta.Hingga kini Grup Rajawali tercatat sebagai pemilik saham di Semen Gresik.

Januari lalu Grup Rajawali memberikan USD20,5 juta ke Harvard. Dana ini digunakan untuk membiayai lembaga pendidikan baru di Asia serta program di Indonesia. Posisi 536 ditempati Sukanto Tanoto,pemilik konglomerasi Raja Garuda Mas (RGM). Forbes melaporkan kekayaan Sukanto Tanoto mencapai USD1,9 miliar. Low Tuck Kwong menyusul di posisi 828. Pria 61 tahun ini merupakan pemilik perusahaan tambang batu bara Bayan Resources. Ayah dua anak tersebut membeli perusahaan tambang pertama pada 1997 atau lima tahun setelah menjadi WNI. Dia juga dikenal sebagai pemilik saham di Manhattan Resources.Kekayaan Low ditaksir sebesar USD1,2 miliar.

Orang Indonesia terakhir yang masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia adalah Chairul Tanjung. Pemilik Para Group ini menguasai berbagai sektor bisnis, mulai dari stasiun televisi, bank hingga waralaba. Tahun lalu Chairul bersama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menbangun megaproyek kawasan wisata terpadu,Trans Studio Theme Park, di Makassar, Sulawesi Selatan. Kekayaan bersih Chairul Tanjung ditaksir mencapai USD1 miliar. Di tingkat global, terjadi perubahan mencolok dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia.Peringkat pertama diraih Carlos Slim Helu.Munculnya nama Slim merupakan kejutan yang besar.Pertama, pemilik perusahaan telekomunikasi di Meksiko ini berhasil menggeser kedudukan pendiri Microsoft, Bill Gates. Padahal, Gates merajai peringkat Forbes dalam 14 tahun terakhir.

Kedua,Slim menjadi warga non- Amerika Serikat pertama yang menguasai puncak peringkat Forbessejak 1995. Menurut Forbes,kekayaan Slim saat ini mencapai USD53,5 miliar. Bill Gates berada di posisi kedua dengan total kekayaan USD52 miliar. Posisi ketiga ditempati Warren Buffet dengan total kekayaan USD47 miliar. Slim punya cerita menarik tentang keluarganya.Ayahnya, Julian Slim Haddad Aglamaz,adalah warga Lebanon.Dia kabur ke Meksiko pada 1902.

Julian lantas mendirikan toko bernama La Estrella del Oriente.Julian termasuk pengusaha toko yang berhasil.Dia sanggup membeli beberapa real estat utama di pusat kota. Langkah bisnis Julian lantas diikuti Slim. (forbes.com/anastasia ika/ juni triyanto)
Kamis, 11/03/2010 11:43 WIB
Duo Hartono yang Langganan Masuk Daftar Orang Terkaya di Dunia
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Pepatah klasik mengatakan generasi pertama mendirikan, generasi kedua mengembangkan, dan waspadai generasi ketiga yang bisa menghancurkan.

Sebagai generasi kedua Djarum, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono ternyata benar-benar seperti pepatah klasik itu. Keduanya berhasil mengembangkan kelompok usaha Djarum hingga menuju puncak.

Dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi Forbes yang baru saja diumumkan, duet Michael dan R. Budi Hartono lagi-lagi masuk di dalamnya. Keduanya berada di peringkat 258.

Kekayaan Michael dan Budi pun ditaksir berjumlah sama, masing-masing senilai US$ 3,5 miliar dan US$ 3,5 miliar atau totalnya US$ 7 miliar. Mengingat dua konglomerat ini mengalahkan pengusaha-pengusaha Indonesia lainnya dalam daftar tersebut, maka dapat disimpulkan duo bos Djarum ini sekaligus menjadi orang terkaya di Indonesia.

Michael kini berusia 70 tahun dan memiliki 4 orang anak, sedangkan adiknya Budi berusia 69 tahun dan memiliki 3 orang anak.

Menarik untuk disimak, dua orang terkaya di Indonesia ini tak pernah terlihat muncul di depan publik seperti pengusaha-pengusaha lainnya. Bahkan Forbes pun pernah salah menampilkan foto bos Djarum ini pada tahun 2009.

Konon, keduanya sering berkeliaran di depan publik, hanya saja tidak ada yang menyadari karena wajah dua konglomerat ini sangat misterius.

Kendati demikian, bisnis grup Djarum menggunung dan menggurita mulai dari bisnis intinya yaitu rokok, kemudian bank hingga properti. Dua bersaudara ini bahu membahu melakukan ekspansi.

Bisnis rokok Djarum dibangun oleh Oei Wie Gwam tahun 1951 di Kudus Jawa Tengah. Meski bukan perusahaan terbuka, rokok Djarum memiliki pangsa pasar ketiga di Indonesia setelah Sampoerna dan Gudang Garam.

Di sektor perbankan, Djarum memiliki mayoritas saham di Bank Central Asia (BCA) dan kini mengoperasikan Grand Indonesia, yang berada di jantung ibukota Jakarta.

Aset properti kelompok Djarum antara lain World Trade Center (WTC) di kawasan Mangga Dua, Hotel Padma di Bali, Hotel Malya Bandung.

Djarum kini tengah mempersiapkan generasi ketiga untuk memimpin kerajaan bisnis Djarum. Perkawinan antara sesama konglomerat pun tak terhindari. Generasi ketiga Djarum, Martin B. Hartono menikah dengan Grace L. Katuari anak Katuari dari kelompok usaha Wing.

Eddy William Katuari & keluarga juga tercatat dalam 100 besar orang terkaya di Indonesia. (dro/dnl)

Siapa tak kenal Chairul Tanjung. Pemilik Para Group ini semakin menggurita bisnisnya dari stasiun televisi, bank hingga waralaba. Tahun lalu ia bergabung dengan Wapres Jusuf Kalla membuat studio di Makassar.

Pengusaha kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini masuk ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah forbes, dia menempati posisi 937 dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 1 Miliar. Tahun lalu, Bos Para Group ini juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia.

Selama ini, bidang bisnis yang pernah digeluti olehnya adalah bidang keuangan, properti, dan multimedia. Bahkan Chairul Tanjung pernah dinobatkan sebagai seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia oleh Majalah Warta Ekonomi.

Chairul bukan tergolong pengusaha “dadakan” yang sukses berkat kelihaian membangun kedekatan dengan penguasa. Mengawali kiprah bisnis selagi kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, sepuluh tahun kemudian ia telah memiliki sebuauh kelompok usaha yang disebut Para Group.

Kelompok usaha ini dibangun berawal dari modal yang diperoleh dari Bank Exim sebesar Rp 150 juta. Bersama tiga rekannya yang lain, ia mendirikan pabrik sepatu anak-anak yang semua produknya diekspor.

Sumber: detikcom
Kamis, 11/03/2010 07:54 WIB
4 Wakil Indonesia dalam Daftar Orang Terkaya Dunia
Nurul Qomariyah – detikFinance

Rank Nama Negara Usia Aset($B) Kediaman
258 Michael Hartono Indonesia 70 3.5 Indonesia
258 R. Budi Hartono Indonesia 69 3.5 Indonesia
316 Martua Sitorus Indonesia 50 3.0 Singapore
437 Peter Sondakh Indonesia 58 2.2 Indonesia

Jakarta – Majalah Forbes kembali merilis daftar orang-orang terkaya di dunia di tahun 2010. Taipan Meksiko Carlos Slim Helu berhasil mendepak Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 53,5 miliar atau hampir mencapai 3/4 cadangan devisa Indonesia.

Berikut 10 besar orang terkaya di dunia dalam daftar yang dirilis Forbes dan dikutip detikFinance, Kamis (11/3/2010):

Carlos Slim Helu (US$ 53,5 Miliar)
Bill Gates (US$ 53 Miliar)
Warren Buffet (US$ 47 Miliar)
Mukesh Ambani (US$ 29 Miliar)
Lakshmi Mittal (US$ 28,7 Miliar)
Lawrence Ellison (US$ 28 Miliar)
Bernard Arnault (US$ 27,5 Miliar)
Eike Batista (US$ 27 Miliar)
Amancio Orgega (US$ 25 Miliar)
Karl Albrecht (US$ 23,5 Miliar)

Dalam daftar orang terkaya di dunia tersebut, terdapat pula perwakilan Indonesia. Namun wakil Indonesia pada tahun 2010 ini menyusut dibandingkan tahun 2009.

Satu nama yakni Sukanto Tanoto keluar dari daftar orang terkaya dunia di tahun 2010. Pada tahun 2009 lalu, Sukanto Tanoto menempati posisi 450 dengan kekayaan mencapai US$ 1,6 miliar.

Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi majalah Forbes adalah:

Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$ 3,5 Miliar
R Budi Hartono, posisi 258 (69 Tahun) US$ 3,5 Miliar
Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$ 3 Miliar
Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$ 2,2 Miliar.

Michael Hartono dan Budi Hartono merupakan bersaudara pendiri perusahaan rokok Djarum. Michael tercatat memiliki 49% saham di Djarum, sementara 51% dikuasai Budi.

Grup Djarum kini juga menguasai mayoritas saham di BCA, bank dengan nasabah terbesar di Indonesia. Keduanya juga menguasai Grand Indonesia, sebuah pertokoan mewah di jantung kota Jakarta.

Sedangkan Martua Sitorus merupakan pemilik perusahaan sawit Wilmar International. Martua membeli perkebunan sawit pertamanya pada tahun 1994. Setahun kemudian, ia mendirikan Wilmar International dengan keponakannya, Robert Kuok yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.

Merger antara Wilmar dengan kebun sekaligus agribisnis Kuok menghantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Sebagai Chief Operationg Officer, Martua masih memiliki 10% saham di perusahaan yang harga sahamnya telah melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara Peter Sondakh yang merupakan pemilik konglomerasi Grup Rajawali berhasil mencetak kekayaan US$ 2,2 miliar. Ia berhasil meraup US$ 350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco pada Juni tahun lalu.

Ia juga menjual sahamnya di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) pada tahun 2007 dengan hasl mencapai US$ 400 juta. Grup Rajawali saat ini tercatat masih menguasai saham di Semen Gresik.

Kelompok usaha ini pada Januari lalu memberikan US$ 20,5 juta ke Harvard untuk mendanai lembaga pendidikan baru di Asia dan program baru di Indonesia.

(qom/qom)

MEXICO CITY (AP): Anak dari seorang imigran yang berprofesi sebagai penjaga toko telah menjadi orang pertama dari negara berkembang dan juga pertama dari Amerika Latin, yang mendapat julukan orang terkaya di dunia.

Carlos Slim, yang merupakan tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi Meksiko, berhasil melampaui miliader AS Warren Beffet dan Bill Gates dan berada pada posisi teratas daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Keren Blankfeld dari majalah Forbes mengatakan bahwa tidak pernah ada sebelumnya seseorang dari negara berkembang menempati posisi teratas tersebut.

Menantu Slim juga menyatakan bahwa Slim tidak tengah merayakan penghargaannya itu. Arturo Elias Ayub mengatakan bahwa posisi ini diberikan oleh sebuah majalah yang tidak melirik mereka atau tidak menganggap mereka. Namun dirinya menyebutkan bahwa ini merupakan kemunculan tanda dari ‘kepercayaan di Meksiko.”

Padahal, Slim dikenal sebagai pribadi yang hanya memakai jas murah dan jarang menggunakan komputer. (mrp/t01)

World’s Billionaires 2010
Wednesday, March 10, 2010
provided by

Introduction by Matthew Miller and Luisa Kroll

Carlos Slim Helu takes No. 1 spot on Forbes World’s Billionaires list as a record 164 10-figure titans return to the ranking amid the global economic recovery.

For the third time in three years, the world has a new richest man.

Riding surging prices of his various telecom holdings, including giant mobile outfit America Movil (AMX), Mexican tycoon Carlo Slim Helu has beaten out Americans

Bill Gates and Warren Buffett to become the wealthiest person on earth and nab the top spot on the 2010 Forbes list of the World’s Billionaires.

Slim’s fortune has swelled to an estimated $53.5 billion, up $18.5 billion in 12 months. Shares of America Movil, of which Slim owns a $23 billion stake, were up 35% in a year.

That massive hoard of scratch puts him ahead of Microsoft (MSFT) cofounder Bill Gates, who had held the title of world’s richest 14 of the past 15 years.

Gates, now worth $53 billion, is ranked second in the world. He is up $13 billion from a year ago as shares of Microsoft rose 50% in 12 months. Gates’ holdings in his personal investment vehicle Cascade (CAE) also soared with the rest of the markets.

Buffett’s fortune jumped $10 billion to $47 billion on rising shares of Berkshire Hathaway (BRK). He ranks third.

The Oracle of Omaha shrewdly invested $5 billion in Goldman Sachs (GS) and $3 billion in General Electric (GE) amid the 2008 market collapse. He also recently acquired railroad giant Burlington Northern Santa Fe (BNI) for $26 billion.

In his annual shareholder letter Buffett wrote, “We’ve put a lot of money to work during the chaos of the last two years. When it’s raining gold, reach for a bucket, not a thimble.”

Many plutocrats did just that. Indeed, last year’s wealth wasteland has become a billionaire bonanza. Most of the richest people on the planet have seen their fortunes soar in the past year.

This year the World’s Billionaires have an average net worth of $3.5 billion, up $500 million in 12 months. The world has 1,011 10-figure titans, up from 793 a year ago but still shy of the record 1,125 in 2008. Of those billionaires on last year’s list, only 12% saw their fortunes decline.

U.S. billionaires still dominate the ranks–but their grip is slipping. Americans account for 40% of the world’s billionaires, down from 45% a year ago.

The U.S. commands 38% of the collective $3.6 trillion net worth of the world’s richest, down from 44% a year ago.

Of the 97 new members of the list, only 16% are from the U.S. By contrast, Asia made big gains. The region added 104 moguls and now has just 14 fewer than Europe, thanks to several large public offerings and swelling stock markets.

The new billionaires include American Isaac Perlmutter, who flipped Marvel Entertainment (MVL) to Disney (DIS) for $4 billion last December. The Spider-Man mogul netted nearly $900 million in cash and 20 million shares of Disney in the transaction.

Also new to the ranking: 27 billionaires from China, including Li Shufu, whose automaker, Geely, announced plans to buy Swedish brand Volvo from Ford in December. The deal is expected to close in March 2010.

Finland and Pakistan both welcomed their first billionaires.

For the first time China (including Hong Kong) has the most billionaires outside the U.S. with 89.

Russia has 62 billionaires, 28 of them returnees who had fallen off last year’s list amid a meltdown in commodities. Total returnees to the list this year: 164.

Eleven countries have at least double the number of billionaires they had a year ago, including China, India, Turkey and South Korea.

Thirty members of last year’s list fell out of the billionaire’s club. Moguls who couldn’t make the cut: Iceland’s Thor Bjorgolfsson, Russia’s Boris Berezovsky and Saudi Arabia’s Maan Al-Sanea.

Another 13 members of last year’s list died. Among the deceased: real estate developer Melvin Simon and glass tycoon William Davidson.

The Top 20 Billionaires in the World

1) Carlos Slim Helu

Net Worth: $53.5 billion

Source: Telecom

Residence: Mexico

• Telecom tycoon who pounced on privatization of Mexico’s national telephone company in the 1990s becomes world’s richest person for first time after coming in third place last year. Net worth up $18.5 billion in a year.

• Recently received regulatory approval to merge his fixed-line assets into American Movil, Latin America’s biggest mobile phone company.

• His construction conglomerate, Impulsora del Desarrollo y el Empleo, builds roads and energy infrastructure.

• Son of a Lebanese immigrant also owns stakes in financial group Inbursa, Bronco Drilling, Independent News & Media, Saks and New York Times Co.

• Newspaper outfit’s stock popped in early March on talk he might buy a controlling stake; he denies the rumor.

• Donating $65 million to fund a research project in genomic medicine with American billionaire philanthropist Eli Broad.

2) Bill Gates

Net Worth: $53 billion

Source: Microsoft

Residence: U.S.

• Software visionary is now the world’s second-richest man. Net worth still up $13 billion in a year as Microsoft shares rose 50% in 12 months, value of investment vehicle Cascade swelled.

• More than 60% of fortune held outside Microsoft; investments include Four Seasons hotels, Televisa, Auto Nation.

• Stepped down from day-to-day duties at Microsoft in 2008 to focus on philanthropy.

• Bill & Melinda Gates Foundation dedicated to fighting hunger, improving education in America’s high schools, developing vaccines against malaria, tuberculosis and AIDS.

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: