Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Maret 28, 2010

uank paNa$$$$$$$, tapi MENJANJIken … 280310

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 10:22 pm

… RUMOUR POSITIF berarti, menurut gw, HANYA 40% bole dipercaya… well liat aja dah (semoga gw salah dah) …
27/03/2010 – 21:09
RI Paling Menjanjikan
‘Hot Money!’ Tak Perlu Khawatir
Ahmad Munjin

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Presiden SBY menghimbau semua pihak mewaspadai masuknya aliran dana jangka pendek ke Indonesia. Namun, kalangan analis dan pengamat justru menilai sebaliknya.

Sebut saja, Nico Omer Jonckheere, Vice President Valbury Asia Futures. Ia menghimbau semua pihak untuk tidak mengkhawatirkan terjadinya capital outflow secara tiba-tiba seiring derasnya aliran dana jangka pendek (hot money) ke pasar Indonesia. Menurutnya, orang asing berinvestasi biasanya untuk jangka panjang.

Kalaupun terjadi profit taking, merupakan hal wajar. Hingga saat ini, menurutnya, tidak ada kecenderungan dana jangka pendek terlalu banyak masuk ke pasar domestik dalam waktu yang singkat.

Karena itu, tidak ada gangguan stabilitas pasar modal, rupiah, dan obligasi. “Hot money tidak usah terlalu dilebih-lebihkan dan ditakutkan. Pasar naik atau turun, itu biasa,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (26/3).

Dana asing yang ditempatkan di Surat Utang Negara (SUN) per 23 Maret 2010 mencapai Rp129,8 triliun, bertambah Rp22 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2009. Dana asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) per 13 Maret mencapai Rp66 triliun, naik Rp6 triliun hanya dalam sepekan. Sementara pembelian bersih (net buy) asing di pasar modal selama 1-25 Maret mencapai Rp5,07 triliun.

Bahkan, Nico menegaskan, kalaupun Sri Mulyani dipecat sebagai Menteri Keuangan, dan Boediono dimakzulkan sebagai wakil presiden, tidak akan memicu arus capital outflow dalam skala besar. “Sebab, Indonesia merupakan negara besar. Kalau keduanya mundur masih banyak orang lain yang bisa menggantikan posisinya,” ujarnya.

Masuknya modal asing, lanjut Nico, dipicu potensi perusahaan. Jika secara fundamental, perusahaan sangat potensial, investor akan membeli sahamnya. Investor tidak lagi melihat Sri Mulyani dan Boediono sebagai menteri keuangan dan wakil presiden. Bahkan, investor pun tidak terlalu memperdulikan politik. “Yang penting aman. Terlepas apakah Sri Mulyani-Boediono mundur atau tidak,” ungkapnya.

Nico kembali menegaskan ancaman capital outflow, menurutnya, bukan faktor internal melainkan faktor eksternal. Di antaranya adalah utang pemerintah (sovereign debt ), pasar properti, dan masalah pengangguran di negara-negara maju.

“Faktor eksternal yang akan memicu koreksi di pasar domestik dan bukan internal,” timpalnya. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang paling menjanjikan di dunia, baik dari sisi makro, mikro, fiskal dan moneter.

Ekonom Senior Bank Mandiri M Doddy Arifianto, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, potensi capital outflow bisa menjadi kenyataan jika Eropa sudah terjebak pada krisis.

Tapi, ia tidak mengatakan, Eropa sekarang sudah krisis. Meski dari sisi perdagangan tidak terlalu berpengaruh, tapi dari sisi lalu lintas modal sangat besar. Sebab, Eropa merupakan wilayah negara maju.

Menurutnya, jika Eropa krisis, akan menjalar ke AS, Jepang, dan China. Sebab, ketiga negara itu memiliki eksposur yang besar ke Eropa. Pada saat negara-negara itu mengalami kerugian, otomatis mereka menarik dananya dari Indonesia. “Inilah yang berpotensi memicu capital outflow dari pasar Indonesia,” tandasnya.

Menurut Doddy, dana asing di 2010, diperkirakan masuk sebesar US$225 miliar ke Asia. Senilai US$20-30 miliar di antaranya ke Indonesia. “Jika terjadi sudden revesal baru akan fatal. Tapi, saya belum melihat Eropa jatuh krisis,” ucapnya.

Namun, ia mengakui, seluruh negara maju saat ini sedang mengalami rasio fiskal yang tidak wajar. Persoalan utang Yunani yang belum selesai sudah diperparah dengan utang Portugal. Nantinya, Spanyol dan Italia diperkirakan mengalami hal yang sama. Sebab, defisit fiskal yang sehat tidak boleh melebihi level 3%.

Begitu juga ratio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB). Utang tidak boleh melebihi angka 50%. Sedangkan rata-rata rasio utang negara-negara maju sudah di atas itu. “Itu tidak sehat, akibat pemberian stimulus besar-besaran,” paparnya.

Dody menyebutkan, rasio utang pemerintah Inggris mencapai 68,5% terhadap PDB dan defisit fiskalnya mencapai 11,6%. Rasio utang pemerintah Portugal terhadap PDB mencapai 75,2% dengan defisit 7,3%. Bahkan, negara adidaya seperti AS pun, rasio fiskalnya tidak wajar. “Sebab, rasio utangnya mencapai 84% dan defisit fiskal 10%,” urainya.

Begitu juga Jepang yang rasio utangnya mencapai 192%. Defisit fiskal Jepang mencapai 10,2%. Tapi, Jepang tidak mengkhawatirkan karena pinjamannya sebagian besar berasal dari rakyatnya sendiri. Begitu juga AS, yang mata uangnya dipercaya seluruh dunia. Karena itu, banyak negara yang mau memberikan pinjaman.

Tapi, ia meragukan negara mana yang mau memberikan pinjaman pada Yunani dan Portugal. Ini sangat jauh berbeda dengan Indonesia, yang rasio fiskalnya masih sehat dengan defisit di level 1,6% dan rasio utang 29% terhadap PDP. “Dari sisi internal, tidak ada kekhawatiran capital outflow,” imbuhnya. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: