Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 7, 2010

analis pro = ekspektasi gw @the bakries … 070410

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 6:31 am

Grup BUMN paling bersinar
Kinerja perusahaan Bakrie terpelanting

JAKARTA: Emiten grup BUMN mendominasi pertumbuhan kinerja tertinggi tahun lalu, dengan rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 81%. Total laba bersih emiten pelat merah ini menembus Rp32,77 triliun.
Diversifikasi usaha di sektor-sektor yang tetap akan bersinar pada tahun ini, seperti perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan, diproyeksikan mampu menggenjot kinerja emiten badan usaha milik negara.

Menurut Franco Sutedjowidjaja, Kepala Riset Ciptadana Sekuritas, Astra International berhasil mencetak kenaikan kinerja terbaik pada lini bisnis yang dikerjakan (outstanding). Sebanyak lima dari tujuh saham Grup Bakrie masih mencatatkan pertumbuhan laba negatif.

“Astra cukup bagus perolehan kinerjanya, Salim dan Ciputra juga positif, Sinarmas meskipun salah satunya adalah produsen CPO tentunya akan lebih rendah dibandingkan dengan olahan, tetapi juga positif, BUMN bagus, kinerja Bakrie yang menurun,” ujarnya kemarin.

memproyeksikan lima konglomerasi dapat mencetak pertumbuhan kinerja khususnya laba bersih dan penjualan yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini terpicu oleh stabilitas pasar modal, tingkat suku bunga yang rendah, rupiah yang menguat, dan aliran dana pemodal asing.

BANDINGKAN :  https://sahambumi.wordpress.com/2010/04/05/btel-mengangkat-bnbr-050410/

Franco memproyeksikan lima konglomerasi dapat mencetak pertumbuhan kinerja khususnya laba bersih dan penjualan yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini terpicu oleh stabilitas pasar modal, tingkat suku bunga yang rendah, rupiah yang menguat, dan aliran dana pemodal asing.

Data Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIIU) menyebutkan di antara lima grup konglomerasi penyumbang 53,68% kapitalisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya grup Bakrie yang kinerjanya terpelanting, rata-rata merosot 1.019,96%. [lihat grafis]

Empat grup lain yakni BUMN tumbuh 81%, disusul Sinarmas 55,61%, Salim mencapai 19,46%, dan kelompok usaha Astra naik 11,74%.

Capaian tersebut mengubah peta rekor pertumbuhan laba antarkonglomerasi. Grup Salim yang pada 2008 menggusur dominasi konglomerasi Astra harus tersingkir oleh gerbong pelat merah tahun lalu.

Berdasarkan catatan Bisnis, untuk laporan keuangan 2007, Grup Astra berada di urutan puncak dengan kenaikan laba bersih tertinggi sebesar 83,7%, disusul Grup Salim 43,1%. Namun terhadap laporan keuangan 2008, Grup Salim tumbuh 46,53% diikuti dengan Grup Astra sebesar 43,75%.

BUMN yang rerata laba bersihnya di laporan keuangan 2008 anjlok 16% membalik situasi dengan lonjakan kinerja pada tahun lalu. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menjadi satu-satunya emiten BUMN yang belum menyampaikan laporan keuangan.

Di antara perusahaan pelat merah tersebut, PT Perusahaan Gas Negara Tbk menyumbang kenaikan laba bersih tertinggi sebesar 882,72%. Sebaliknya, kinerja PT Timah Tbk anjlok terparah yakni turun 76,63%.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Henry Suryadi menilai kenaikan kinerja PGN pada tahun lalu, yang merupakan tertinggi di antara BUMN dan di sektor infrastruktur, dipicu penjualan gas yang meningkat dan perolehan laba kurs.

“Kenaikan penjualan gas tersebut secara operasional menopang kinerja PGN. Faktor laba kurs menjadi faktor tambahan,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Dari sisi nominal, laba bersih dua emiten bank, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk tercatat paling besar di antara BUMN, masing-masing senilai Rp7,31 triliun dan Rp7,19 triliun. Meski begitu, kedua bank ini belum mampu menyaingi laba Astra International yang meraih untung bersih Rp10 triliun.

Lampaui estimasi

Analis PT AAA Securities Herman Koeswanto menyebutkan kenaikan laba bersih BRI sebesar 22,66% menjadi Rp7,31 triliun tersebut melampaui estimasi dan konsensus yang sebelumnya mematok kenaikan hanya 16% dan 7%.

“Laba bersih naik karena adanya pembukuan pendapatan nonoperasi sebesar Rp1,33 triliun dari pembayaran asuransi Jamkrindo dan keuntungan dari penjualan aset tetap,” tuturnya dalam laporan riset per 31 Maret.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai laba bersih BRI berpotensi naik tahun ini menjadi Rp9,10 triliun dari perolehan pada tahun lalu yang mencapai Rp7,31 triliun.

“Bank Mandiri juga diperkirakan tetap menunjukkan performa yang baik pada tahun ini. Tidak hanya BUMN perbankan, kinerja BUMN pertambangan, seperti Bukit Asam dan Antam juga akan naik,” ujarnya kemarin.

Selain BUMN, Edwin menilai Grup Astra menjadi pemain lain yang diproyeksikan tetap mencatatkan kinerja mengkilap di lantai bursa pada tahun ini.

Edwin mengatakan kelompok usaha Astra yang bergerak di beragam sektor, mulai dari industri otomotif, teknologi informasi, hingga perkebunan ini, diperkuat oleh kinerja anak perusahaan yang terus meningkat, pembagian dividen yang teratur, manajemen yang kredibel, dan tata kelola perusahaan yang baik. “Astra juga memiliki kas yang kuat dan debt to equity ratio-nya rendah.”

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih mengatakan penyebab peningkatan ataupun penurunan laba bersih yang terjadi pada masing-masing emiten yang masuk lima konglomerasi grup besar a.l. BUMN, Astra, Sinarmas, Bakrie, dan Salim tidak bisa disamaratakan.

“Penyebabnya tentu beragam. Ada yang penurunannya karena beban bunga meningkat, ada yang karena masalah kurs, dan juga penyebab lainnya,” kata Alfatih.

Menurut Alfatih, ke depan emiten-emiten dari konglomerasi grup tersebut kemungkinan besar tidak akan lagi dihantam kerugian dari selisih kurs.

“Rupiah kini terus menguat terhadap dolar. Dengan kondisi fundamental ekonomi yang terus menguat maka penguatan rupiah bisa berlanjut hingga akhir tahun. Dengan kondisi ini kemungkinan emiten mendapat keuntungan dari selisih kurs tentu semakin besar.” (08/10/fahmi achmad) (arif.gunawan@bisnis.co.id/ratna. ariyanti@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S. & Ratna Ariyanti
Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: