Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 7, 2010

okas TIDAK bermimpI : 070410

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:41 am

Ancora segera akuisisi 2 tambang batu bara

JAKARTA: PT Ancora Indonesia Resources Tbk, perusahaan perdagangan umum yang telah melebarkan sayap bisnisnya ke pertambangan, segera mengakuisisi dua tambang batu bara di Kalimantan dan Sumatra.
Direktur Keuangan Ancora Meliza Musa menuturkan proses akuisisi tersebut sudah dalam tahap akhir dan ditargetkan rampung akhir 2010. Dua tambang milik satu perusahaan yang dibidik itu memiliki cadangan 30 juta ton-50 juta ton batu bara.

“Dana [akuisisi itu] akan kami penuhi dari kas internal maupun pinjaman. Namun, kemungkinan besar akan dipenuhi dari pinjaman,” ujarnya di Jakarta, kemarin, tanpa menyebut nama perusahaan yang dimaksud.

Menurut Meliza, akuisisi tambang itu merupakan salah satu strategi bisnis yang dijalankan perseroan. Potensi bisnis batu bara dinilai masih terbuka lebar. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan angka pasti mengenai dana yang akan dialokasikan.

“Setelah semuanya selesai, kami akan memberikan keterangan mengenai dana yang akan digunakan untuk pembelian maupun sumber pendanaannya.”

Ancora Resources selama 2009 membukukan laba bersih Rp18,7 miliar atau naik 15% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan pada 2009 tercatat Rp1,3 triliun atau naik sebesar 28% dari pencapaian 2008.

Pendorong utama peningkatan kinerja perseroan berasal dari dua anak usahanya, yaitu PT Multi Nitrotama Kimia dan PT Bormindo Nusantara. Selama 2009, Multi Nitrotama mencatat peningkatan penjualan amonium nitrat 194.262 ton atau naik 23% dari tahun sebelumnya.

Adapun, Bormindo Nusantara mencatat kenaikan laba usaha lantaran ditunjang peningkatan utilisasi rig 84,17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 76,7%.”Untuk tahun ini kami belum bisa sebut target, namun kami memproyeksikan akan lebih baik dari tahun lalu.”

Pinjaman baru

Pada bagian lain, Presiden Direktur Ancora Resources Dharma Djojonegoro menuturkan PT Multi Nitrotama Kimia, anak usaha PT Ancora Indonesia Resources Tbk, memperoleh pinjaman senilai US$37 juta atau sekitar Rp344 miliar dari PT Bank Permata Tbk.

Pinjaman bertenor 4 tahun dan masa tenggang 15 bulan itu akan dipakai untuk membangun pabrik amonium nitrat. Pabrik baru itu ditargetkan mulai beroperasi kuartal II/2011. Multi Nitrotama sendiri bergerak di bidang perdagangan dan produksi bahan peledak.

“Pabrik baru yang akan dibangun ini memiliki kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun. Dengan penambahan ini maka kapasitas total produksi amonium nitrat dari perseroan menjadi 137.000 ton per tahun.”

Menurut Dharma, dana dari Bank Permata tersebut merupakan sebagian dari dana yang dibutuhkan untuk membangun pabrik yang nilainya ditaksir US$58,8 juta. Selain dari pinjaman, kebutuhan akan pendanaan dipenuhi dari kas internal.

Direktur Keuangan Multi Nitrotama Aulia M. Oemar menambahkan pabrik amonium nitrat batu itu telah dibangun sejak akhir 2009, dan perseroan sudah membelanjakan dana US$15 juta atau sekitar Rp130 miliar untuk tahap awal pembangunan tersebut.

Melalui pembangunan pabrik baru ini, lanjutnya, perseroan menargetkan dapat menggenjot keuntungan, lantaran margin penjualan dari produksi internal lebih tinggi jika dibandingkan dengan margin produk impor.

Sejauh ini, total penjualan amonium nitrat Multi Nitrotama mencapai 190.000 ton per tahun. Dari jumlah itu sebesar 37.000 ton merupakan produksi sendiri dan sisanya merupakan produk impor.

“Karena margin produk sendiri lebih tinggi, kami akan membangun pabrik untuk amonium nitrat. Untuk impor, kami mendatangkan bahan peledak untuk pertambangan tersebut dari berbagai negara,” lanjut Dharma.

Ancora Indonesia sebelumnya bernama PT TD Resources Tbk. Nama perseroan berubah setelah Ancora Resources setelah menguasai 85,24% saham TD Resources melalui rights issue. I. Sebelumnya, Ancora Resources hanya memiliki 18,84% saham TD Resources.

TD Resources sendiri sebelumnya bernama PT Okansa Persada. Perusahaan ini bergerak di bidang usaha perdagangan umum dan jasa. Namun, dalam perkembangannya, perseroan juga menggeluti bidang usaha pertambangan.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
Selasa, 06/04/2010 14:57 WIB
Gita Wirjawan Tak Lagi Urusi Bisnis Ancora
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan dipastikan tidak lagi terlibat dalam grup Ancora, salah satu perusahaan tambang batubara di Indonesia. Sebelum dirinya diangkat sebagai Kepala BKPM, mantan Direktur Utama grup Ancora ini berjanji untuk melepas segala bisnisnya tersebut.

“Pak Gita sudah tidak terlibat lagi di perusahaan, baik manajeman ataupun produksi,” ujar Presiden Direktur OKAS Dharma Djojonegoro saat ditemui dalam paparan publik perseroan di Financial Club, Graha Niaga Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selasa (6/4/2010).

Menurutnya, sejak Gita Wirjawan ditunjuk menjadi Kepala BKPM oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Gita tidak lagi mencampuri segala urusan bisnis terkait grup Ancora.

“Termasuk dalam kepemilikan saham,” ujarnya.

Ketika ditunjuk sebagai Kepala BKPM, Gita memang menyatakan akan melepaskan bisnisnya itu. “Saya siap siap mendelegasikan, meregenerasikan wewenang saya sebagai pemegang saham, pemilik dan manajer sehingga tidak ada konflik kepentingan,” ungkap Gita saat itu.

Gita resmi dilantik menjadi Kepala BKPM pada 11 November 2009.

(wep/dro)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: