Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 8, 2010

the bakries tetap diminati asien-K … 080410

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 12:50 am

07/04/2010 – 19:01
Inilah Daftar 10 Top ‘Foreign Buy’ Saham
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Pada perdagangan hari ini, aktivitas pembelian investor asing masih mendominasi sekitar Rp1,803 triliun, dibandingkan sedangkan aksi jualnyasekitar Rp1,657 triliun.

Data BEI seperti dilansir INILAH.COM, posisi teratas ada saham BNBR sebanyak 87.222.000 lembar dari 367.339.000 lembar yang diperdagangkan senilai Rp27,986 miliar. Disusul saham PNLF hanya diminati 82.497.500 lembar dari 187.724.500 lembar senilai Rp41,902 miliar.

Pembelian yang relatif kecil pun berlaku untuk saham ASRI dari perdagangan sebanyak 626.704.000 lembar senilai Rp118,063 miliar hanya 62.685.000 lembar yang dibeli, ADRO pun 21.628.000 lembar yang dikoleksi dari 173.661.000 lembar yang didagang senilai Rp21,685 miliar, saham BKSL hanya diminati sebanyak 20.427.000 lembar dari 242.431.500 lembar yang ditransaksikan senilai Rp25,768 miliar.

Ternyata saham ELSA pun begitu hanya dikoleksi 19.350.500 lembar dari 160.878.500 lembar yang diperdagangkan senilai Rp94,533 miliar diikuti saham LPKR dengan pembelian 18.494.500 lembar dari 137.505.000 lembar senilai Rp83,860 miliar, kemudian ada DEWA pun dari perdagangan 144.387.000 lembar senilai Rp16,084 miliar hanya 16.449.500 diminati.

Kemudian ada saham BBNI dengan pembelian sebanyak 15.840.000 lembar dari 55.489.500 lembar yang diperdagangkan senilai Rp130,615 miliar serta saham UNSP pun dari 117.680.500 lembar yang ditransaksikan senilai Rp60,122 miliar hanya 12.393.000 diborong. [san/cms]
07/04/2010 – 14:23

Jadi Incaran Investor
Saham Bakrie Kembali Bangkit
Asteria

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Laporan keuangan grup Bakrie yang sudah dirilis ternyata tidak seburuk asumsi pasar. Saham kelompok bisnis ini kembali dilirik investor. Mana saja emiten yang prospektif?
Purwoko Sartono, research analyst dari Panin Sekuritas mengatakan, saham Bakrie hari ini akan melesat dan menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Laporan keuangan yang lebih baik dari estimasi, telah menumbuhkan kembali gairah investor.
“Sebelumnya investor memprediksi kinerja grup Bakrie memburuk. Namun, laporan keuangan yang tidak terlalu buruk, mendorong aksi beli saham Bakrie,” ujarnya kepadaINILAH.COM, Rabu (7/4).
Sentimen positif lain berasal dari harga minyak mentah yang bertahan di atas US$86, bahkan sempat menguji US$87 per barel.
Beberapa emiten dari kelompok Bakrie pilihan Purwoko adalah PT Bumi Resources (BUMI), PT Bakrie Sumatra (UNSP), PT Bakrieland Development (ELTY).
Menurutnya, harga saham yang masih murah, membuka peluang kenaikan. ”Trading buy saham-saham Bakrie,” katanya.
Purwoko menjelaskan, saham-saham grup Bakrie cenderung stagnan beberapa pekan ini. Investor cenderung wait and see mengantisipasi laporan keuangan emiten-emiten yang diperkirakan memburuk. “Vakumnya saham Bakrie menyebabkan harganya tertinggal dengan emiten lain,” paparnya.
Misalkan saham ELTY. Sepanjang Maret lalu, anak usaha Bakrie di bidang properti ini hanya menguat 9,1%. Bandingkan dengan PT Alam Sutera Realty (ASRI) yang dalam periode sama terangkat 23,3%.
Kemudian saham PT Ciputra Development (CTRA) yang menguat 22,8%, PT Ciputra Surya (CTRS) 20%, PT Sentul City (BKSL) 14,9% dan PT Summarecon Agung (SMRA) 13,7%.
Kondisi ini menunjukkan, saham ELTY masih berpotensi menguat lebih lanjut, meskipun laba bersih tahun lalu turun 51,22% menjadi Rp132,255 miliar. Penguatan juga didukung aksi korporasi perseroan. ”Saya lihat ELTY berpeluang naik, dengan target harga Rp350,” ujarnya.
ELTY akan mencairkan pinjaman dari bank sebesar Rp1 triliun untuk memenuhi capex 2010 sebesar Rp2,5-3 triliun. Sebelumnya ELTY juga sudah menerbitkan obligasi konversi sebesar US$155juta atau Rp1,3 triliun.
Obligasi berjangka waktu 5 tahun tersebut, diterbitkan dengan kupon 8,62%. ELTY juga akan mengembangkan kawasan wisata di wilayah Sukabumi akhir tahun ini, yakni dengan membangun wahana hiburan Disneyland.
Saham UNSP juga dinilai Purwoko masih tertinggal ketimbang emiten perkebunan lainnya. Pada Maret, emiten ini cenderung stagnan. Padahal saham lain di sektornya sudah membukukan penguatan.
Seperti PT Gozco (GZCO) yang naik 29,8%, disusul PT Tunas Baru Lampung (TBLA) menguat 14,3%, PT London Sumatra (LSIP) 8,3% dan PT Astra Argo Lestari (AALI) terangkat 2,9%.
Kinerja UNSP yang positif sepanjang 2009, turut menjadi katalis penguatan emiten ini. Seperti diketahui, laba bersih konsolidasi tahun lalu naik 45,63% menjadi Rp252,784 miliar. Meningkatnya laba bersih ini didongkrak dari untung kurs sekitar Rp138,015 miliar ketimbang 2008 yang menderita rugi kurs Rp243,037 miliar.
Sentimen positif lain berasal dari akuisisi PT Domba Mas (Domas) Agro Inti Prima, produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan oleokimia milik Grup Domba Mas. Kepemilikan atas produsen oleokimia berkapasitas produksi 140 ribu ton fatty alcohol per tahun tersebut, akan menjadikan UNSP produsen oleokimia terintegrasi nomor wahid di Indonesia.
Domba Mas menguasai lahan sawit 300 ribu hektar di Sumatera dan Kalimantan, Sekitar 175 ribu hektar di antaranya pohon kelapa sawit yang berproduksi. “Saya masih rekomendasikan UNSP, dengan target harga Rp650-700,” imbuhnya.
Untuk BUMI, Purwoko optimistis masih akan terapresiasi, mengejar ketertinggalannya atas penguatan saham unggulan, seperti PT Astra International (ASII), PT United Tractor (UNTR), PT Bukit Asam (PTBA) dan Adaro Energy (ADRO) yang sudah break out level tertingginya. Kondisi ini akan membuka peluang kenaikan saham BUMI. “Trading buy untuk BUMI, dengan pergerakan di kisaran support-resistance 2.300-2.600,” ujarnya
Sedangkan Samuel Sekuritas melihat peluang penguatan PT Bakrie & Brothers (BNBR). Hal ini terkait penjajakan dana yang dilakukan perseroan terhadap salah satu bank Jepang.
Namun, dengan posisi net gearing ratio BNBR saat ini yang cukup tinggi di level 2,4 kali, mengakibatkan penambahan pinjaman ini semakin meningkatkan posisi leverage. “Speculative buy untuk BNBR,” imbuhnya.
Seperti diketahui, BNBR saat ini sedang menjajaki pendanaan dari salah satu bank Jepang. Manajemen akan berada di Tokyo pada 6-8 April 2010. Dana tersebut akan dialokasikan untuk membiayai eskpansi anak usaha di bidang infrastruktur sebesar US$500 juta melalui PT Bakrie Indo Infrastruktur. [mdr]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: