Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 14, 2010

skandal optima 140410: kapan garis akhirnya

Filed under: OPTIMA under scrutinies — bumi2009fans @ 7:40 am

Apr 13th, 2010 | Rubrik BURSA
Pemilik Optima Dinilai Tidak Kooperatif
– Garuda Capital Batalkan Akuisisi
NERACA
Jakarta – Akhirnya PT Garuda Capital membatalkan rencana pembelian Grup Optima dengan alasan pemegang saham Optima dinilai tidak koorperatif dengan tidak memberikan data yang akurat. “Pihak Optima kurang kooperatif dalam memberikan keterangan terkait data-data yang dibutuhkan untuk proses akuisisi,” demikian pernyataan resmi Komisaris Garuda Capital Subur Budhi Santosa dalam penjelasan resminya, Senin (12/4).
Bukan itu saja, pihak Optima pun memiliki nasabah baik institusi maupun ritel yang masih bermasalah dengan Optima dalam pembayaran uang nasabah. Bahkan, Garuda Capital pun melihat, nasabah Optima tidak pernah diketahui secara pasti. Ia menambahkan jumlah kewajiban kepada para nasabah tidak pernah diketahui secara pasti, sehingga menyulitkan Garuda Capital untuk merestrukturisasi bila akuisisi berjalan mulus.
“Setelah bekerja beberapa bulan, kami akhirnya memutuskan mundur untuk mengambil alih kelompok Optima. Kami menilai, akuisisi Optima cukup rumit karena melibatkan banyak nasabah baik itu institusi maupun ritel,” Jelas Subur Budhi.
Untuk diketahui saja, sebelumnya, Garuda Capital berniat menawarkan Rp 100 miliar untuk membeli kelompok usaha Optima yang terdiri dari PT Optima Kharya Asset Managemet, PT Optima Kharya Securities, dan satu perusahaan asuransi.
Saat ini pemegang saham terbesar grup Optima adalah Harjono Kesuma. Nama terakhir ini juga mantan Komisaris Utama Optima Asset Management sekaligus Direktur Utama Optima Securities yang disebut media online dikabarkan kabur ke luar negeri.
Nah, atas kabar kaburnya sang pemilik ini, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pun menyatakan keprihatinannya. Apalagi saat ini status Harjono telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan dana nasabah Optima.
“Saya dengar berita itu. Saya belum tahu benar atau tidak. Tapi jika benar, saya turut prihatin,” jelas Kepala Bapepam, Fuad Rahmany di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin (12/4).
Menurut Fuad, Bapepam tidak mempunyai kewenangan khusus jika suatu tersangka kasus penggelapan dana nasabah, bisa kabur dari Indonesia. Namun ia memang menyayangkan jika benar Bos Optima tersebut pergi ke luar negeri.
Sementara itu, sampai saat ini Bapepam masih mensuspensi perdagangan Optima Kharya Securities sejak 23 Oktober 2009. Menurut Fuad Rahmany, Optima baru akan dibuka saat batas MKBD perseroan telah memenuhi ketentuan, yaitu diatas Rp 25 miliar. Sampai saat ini, berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai MKBD perseroan setelah disertakan faktor penyertaan, sebesar minus Rp 19 triliun.
Fuad menambahkan, penolakan tersebut telah disampaikan melalui surat dan sudah dikomunikasikan diantara mereka. “Pencabutan suspensi hanya akan dilakukan jika Optima sudah memenuhi MKBD,” ujarnya.
Sebelumnya, manajemen Optima menyampaikan surat sebanyak dua kali kepada regulator mengenai permintaan ini. Menurut Kuasa Hukum Optima Egi Sudjana pihaknya akan memenuhi permintaan Bapepam. Regulator meminta optima membayar kewajiban kepada nasabah sebesar Rp 700 miliar. Namun menurut Egi jumlah kewajiban yang harus dibayar tidak sebesar itu. “Hitungan kita hanya Rp 300 miliar, karena yang Rp 400 miliar itu adalah afiliasi,” kata dia.
Tim Verifikasi Efek nasabah Optima menemukan kurang lebih terdapat 100 nasabah brokerage yang dananya tersangkut dalam produk investasi yang dikeluarkan optima. Menurut Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dananya mencapai Rp 200 miliar.

Kritik Pencekalan
Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri telah meminta Ditjen Imigrasi untuk mencekal Direktur Utama PT Optima Kharya Capital Securities, Harjono Kesuma terkait kasus penggelapan dana nasabah-nasabah grup Optima.
“Saya inginkan kalau cekal, cekal beneran. Bapepam tidak punya pasukan seperti polisi. Kita bisa hanya lapor ke Polisi dan Polisi meminta cekal resmi kepada Ditjen Imigrasi. Semua ada bagian-bagiannya,” tegas Fuad.
Berdasarkan informasi, permintaan cekal dilakukan lantaran pihak kepolisian khawatir Harjono akan melarikan diri ke luar negeri. Selain itu, pencekalan bertujuan untuk kepentingan penyidikan. Surat pencekalan telah dilayangkan ke Ditjen Imigrasi bertanggal 15 Februari 2010. Namun Ditjen Imigrasi belum mengeluarkan surat cekal secara resmi.
Sementara itu Eggi Sudjana, pengacara yang ditunjuk Harjono mengaku belum mengetahui posisi terakhir dari kliennya tersebut. “Sudah 5 hari lebih saya tidak ada kontak dengan Harjono. Saya juga tidak tahu dia kemana,” ujarnya.
Sebagai tambahan, Harjono juga telah ditetapkan secara resmi menjadi tersangka atas dugaan kasus penggelapan dana PT AJB Bumiputera senilai Rp 300 miliar oleh Bareskrim. AJB Bumiputera merupakan salah satu nasabah PT Optima Kharya Capital Management, perusahaan terafiliasi dengan Optima Securities yang dipimpin oleh Harjono.
Dana nasabah yang gagal ditarik dari grup Optima ditaksir mencapai Rp 1 triliun. Grup Optima juga diduga telah melakukan penggelapan dana nasabah. Dana AJB Bumiputera yang nyangkut di grup Optima mencapai Rp 300 miliar.
Selain Bumiputera, nasabah-nasabah lain institusi Optima lainnya seperti PT Kereta Api, anak usaha PT Krakatau Steel, Yayasan Kesejahteraan BRI, RRI, serta PT Jakarta Properti (Jakpro). Sedangkan perusahaan swasta adalah PT Asuransi Jiwa Nusantara, pengelola hotel (Twin Hotel) dan sebagainya.
Sebelumnya, pemilik PT Penta Widjaja Investindo, Robert Wijaya juga melaporkan Harjono Kesuma kepada kriminal khusus Polda Metro Jaya melalui kuasa hukumnya terkait penggelapan sejumlah saham yang dititipkan oleh Robert di PT Optima Kharya Capital Securities senilai Rp 100 miliar.
Penta Widjaja merupakan pemegang 37,31% saham PT Tiga Raksa Satria Tbk (TGKA). Nilai saham milik Robert yang digelapkan Harjono mencapai Rp 100 miliar, antara lain saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan sebagainya. Polda Jabar juga telah menetapkan Direktur Utama PT Optima Kharya Asset Management Antonius Siahaan sebagai tersangka terkait penggelapan dana PT Kereta Api.
(pph)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: