Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 19, 2010

elty + 75 taon : utank X sentimen = up2 and away : 190410

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 7:50 am

Penjualan Unit Properti ELTY Diklaim Naik 500%
Senin, 19 April 2010 – 17:54 wib

JAKARTA – Penjualan berbagai unit properti PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) khususnya yang berada di kawasan Superblok Rasuna Epicentrum di Kuningan, Jakarta, mencatat kenaikan penjualan hingga 500 persen atau sekira Rp120 miliar sepanjang kuartal pertama 2010.

Menurut Chief Marketing Officer (CMO) ELTY untuk Rasuna Epicentrum Andre Rizki Makalam mengatakan, keberhasilan penjualan selama kuartal I-2010 dipicu dari penjualan proyek The Grove Condominium & Suites dan Epicentrum Walk Office Suites, masing-masing mencatat kenaikan hingga 70 persen dan 80 persen.

“Kami sudah menjadwalkan untuk menyelesaikan sejumlah proyek di Rasuna Epicentrum bahkan di 2010 boleh dibilang sebagai tahun serah terima,” kata Andre, saat dihubungi, di Jakarta, Senin (19/4/2010).

Beberapa proyek yang sudah beroperasi, di antaranya seperti gedung Epicentrum Walk yang soft opening-nya sudah dilakukan pada awal Maret 2010. Epicentrum Walk yang merupakan tempat hiburan dan pusat gaya hidup kreatif, saat ini telah diisi sejumlah tenant utama seperti Farmers Market, Bioskop XXI, serta sejumlah resto dan cafe, serta masih akan dibuka beberapa lagi sampai akhir 2010.

Selanjutnya, soft opening Bakrie Tower di kawasan yang sama pada Mei 2010. Gedung perkantoran tersebut menurut Andre saat ini sudah terisi hingga 12 lantai, yang sebagian penyewanya merupakan sejumlah grup perusahaan minyak nasional dan multinasional, serta dari berbagai sektor bisnis lainnya.

Menyusul kesuksesan penjualan Bakrie Tower yang seluruh areal komersialnya sudah habis terjual, Bakrieland juga berencana membangun satu menara perkantoran lagi di Rasuna Epicentrum yang ground breaking-nya akan dilaksanakan Juni 2010.

Andre optimistis Bakrie Tower dapat beroperasi penuh pada Juni 2010 untuk itu saat ini tengah mengejar penyelesaian pekerjaan akhir (finishing) lantai komersial yang masih tersisa dalam waktu satu bulan ini.

Lantas, pada Agustus 2010, Rasuna Epicentrum juga akan melakukan soft opening media walk. Tempat ini nantinya akan menjadi pusat jajanan dan restoran yang menjadi bagian terintegrasi dari Epicentrum Walk. Pada saat yang sama, Kondominium Hotel (Kondotel) The Grove Suite, tengah dalam penyelesaian pengecoran atap.

Kemudian akhir 2010, Andre mentargetkan untuk mengoperasikan penuh Epicentrum Walk dengan menghadirkan berbagai tenant utama dibidang resto, cafe, serta hiburan lainnya.

Andre menjelaskan, untuk proyek Kondotel the Grove pada akhir 2010 diharapkan konstruksi dapat diselesaikan 90 persen, sedangkan untuk apartemen the Wave diperkirakan pertengahan 2011 dapat diselesaikan. Jika semua berjalan sesuai rencana, maka total nilai proyek properti yang akan diserahterimakan di Rasuna Epicentrum sepanjang 2010 diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun lebih.

Selain menyelesaikan proyek properti, dalam pertengahan 2010 ini Rasuna Epicentrum akan menyelesaikan seluruh infrastruktur pendukung lainnya, seperti akses jalan tembus dua arah dari Kuningan ke Jalan Casablanca serta rekondisi sungai yang melintasi kawasan Superblok Rasuna Epicentrum.

“Bahkan revitalisasi sungai yang melintasi kawasan Supberblok Rasuna Epicentrum, diharapkan dapat menjadi proyek percontohan Pemprov. DKI Jakarta, bahwa sungai juga dapat dikelola dengan baik dan bersih asal dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Andre juga menjelaskan, proyek Rasuna Epicentrum memiliki lahan 60 hektare (Ha), dari lahan seluas itu yang dikembangkan baru 30 Ha, sedangkan 30 Ha lagi akan dibangun untuk jangka waktu 15 tahun ke depan.

Pengembangan ke depan, Andre mengatakan, bisa dilaksanakan sendiri atau melalui kerja sama dengan mitra (investor). “Kami tentunya akan melihat, opsi mana yang terbaik bagi pengembangan ke depan,” kata Andre.
(Anang Purwanto/Trijaya/css)

Sektor Properti Posisi Kedua Penghasil Devisa
Pemerintah harus mendorong sektor ini agar terus berkembang.
SABTU, 17 APRIL 2010, 22:19 WIB
Eko Priliawito, Ferial

VIVAnews – Selama ini, orang hanya berpikir industri rokok dan sektor pertambangan adalah penghasil devisa terbesar negara. Namun ada sektor lain yang tidak kalah penting dan turut memberikan kontribusi terbesar dalam pembangunan negara ini.

“Sektor properti menempati peringkat kedua sebagai devisa negara selain rokok,” ujar Pakar Hukum Properti, Erwin Kallo, di Jakarta Sabtu 17 April 2010.

Untuk itu, menurut dia, pemerintah harus mendorong sektor ini agar terus berkembang pada masa mendatang dengan cara membuat regulasi yang mendukung.

Senada dengan Erwin, Pakar Properti Matius Jusuf menuturkan, dengan investasi minimal US$2 miliar saja, pendapatan dari pajak pertambahan nilai (PPN) mencapai Rp 10 triliun. Sedangkan rata-rata investasi sektor properti per tahunnya mencapai US$5 miliar.

Sebelumnya, Direktur PT Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat memprediksi, tahun 2010 ini sektor properti akan semakin bergairah dengan didukung tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang rendah.

“Jadi, saatnya masuk untuk berinvestasi,” kata dia

Budi menjelaskan, nilai tukar rupiah yang juga berpotensi menguat terhadap dolar AS menyebabkan target sejumlah perusahaan tahun ini tercapai. Kelebihan likuiditas tersebut juga dapat menyebabkan suku bunga rendah.
“Hal ini menstimulasi pengeluaran domestik,” kata Budi.

• VIVAnews

Izin Properti Orang Asing Harusnya 100 Tahun
Kepemilikan properti oleh asing sebaiknya dibolehkan asal menjaga kedaulatan negara.
SABTU, 17 APRIL 2010, 17:04 WIB
Umi Kalsum, Ferial

VIVAnews – Pemerintah diminta memperpanjang batas kepemilikan asing atas properti menjadi 100 tahun dari 25 tahun. Sebelumnya dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.41/1996 disebutkan masa hak pakai rumah untuk orang asing hanya diperbolehkan selama 25 tahun.

Pakar Hukum Properti Erwin Kallo mengatakan dengan kondisi seperti ini tidak mendukung bagi sektor properti karena tidak ada pengembang yang mengembangkan bisnis properti lagi. “Sehingga pengembang lebih berminat berinvestasi di luar negeri,” ujar dia di Jakarta, Sabtu 17 April 2010.

Dia mencontohkan, di Kamboja orang asing boleh memiliki tanah dan bangunan, sedangkan di China asing bisa mengantongi izin hampir 1.000 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Konsultan Properti Tony Eddy menuturkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Australia memperbolehkan asing untuk memiliki properti namun dengan tetap menjamin kedaulatan negara. “Persyaratan yang mereka berikan lunak tetapi tetap menjamin kedaulatan negara,” kata dia.

Dia menjelaskan, pada prinsipnya persyaratan regulasi di negara-negara tersebut hampir mirip dengan Indonesia. Tetapi ketika lambat laun sektor properti menjadi salah satu penghasil devisa negara, regulasi itu diperlunak. Matius merekomendasikan kepada Pemerintah agar asing tetap bisa memiliki sektor properti di tanah air tetapi tidak mengancam kedaulatan negara, pesyaratan kepemilikan diperketat.

Misalnya asing hanya dibolehkan untuk memiliki sektor properti primer, harga bangunan minimal Rp 500 juta dan ketika masa izinnya sudah habis harus menjual bangunannya kepada orang Indonesia, jangan orang asing. Selain itu dalam satu kawasan pembangunan, asing hanya boleh mempunyai kepemilikan 41 persen. “Kebijakan-kebijakan ini cukup bisa menjamin kedaulatan negara,” tuturnya. (pet)

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: