Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 26, 2010

elty wajib dolan-dolan … 260410

Filed under: ELTY, jalan tol n properti — bumi2009fans @ 8:18 am

e-trading
ELTY: Temui 17 Investor Global

PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menemui 17 investor asal Eropa dan US di Singapura. Pertemuan itu merupakan bagian dari rencana perseroan mencari sumber pendanaan tahun ini.

26/04/2010 – 17:20
Bakrieland Konversi Waran ke Saham

(inilah.com)
INILAH.COM, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) akan melakukan konversi Waran Seri 01 menjadi 520 ribu saham.

Hal ini disampaikan Umi Kulsum, Kadiv Penilaian Perusahaan Sektor Jasa dan Andre P.J Toelle, Pjs. Kadiv Perdagangan Saham BEI dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/4).

Dijelaskan konversi waran ke saham ini dilakukan pada 27 April 2010 besok. Dengan dilakukannya konversi ini, jumlah saham ELTY uang dicatatkan di Bursa mencapai 19.917.597.632 saham. Sedang jumlah Waran seri I PT Bakrieland Development Tbk yang masih tercatat di Bursa sebanyak 1.642.402.368 waran.

Pada perdagangan hari ini harga ELTY-W anjlok 50% ke Rp2 per waran. [cms]
Kepada Yth,
Bapak/Ibu Nasabah IPOT
di Tempat

Kami informasikan bagi para Nasabah IPOT yang memiliki ELTY-W bahwa tanggal exercise paling lambat adalah 30 April 2010 sebelum jam 12:00 WIB dengan catatan dana di portfolio anda mencukupi untuk biaya exercise. Menurut informasi yang kami terima tanggal terakhir transaksi ELTY-W untuk pasar reguler adalah tanggal 27 April 2010 namun kami sarankan hari ini dapat dijual di pasar reguler untuk

menghindari gagal serah. Untuk permintaan exercise atau tebus Bapak/Ibu dapat mengirimkan message dari menu Tool € Message € Contact € CRO-1370, dan cantumkan “jumlah lot yang ingin ditebus & harap dana di debet dari portfolio saya” atau dari menu tool€Exercise Warrant & Right. Data mengenai kepemilikan ELTY-W dapat dilihat pada fitur Portfolio di IPOT.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center IPOT di 021-57931200. Atas perhatian dan

kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

IPOT Service Department
PT Indo Premier Securities
Wisma GKBI Lantai 7 Suite 718
Jl. Jend. Sudirman No. 28
Jakarta
Proyek 20 Jalan Tol Mangkrak, Investor Diultimatum Selesaikan Kontrak
SENIN, 26 APRIL 2010 | 06:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Investor 20 ruas tol yang mangkrak diberi batas waktu untuk menyelesaikan kontraknya paling lambat 2014. Pemerintah memberi kesempatan bagi investor untuk dapat meyakinkan pemerintah bahwa mereka mampu menyelesaikan kontraknya tepat waktu.

“Mereka akan diberi kesempatan. Tapi, kalau mereka mau terus, buktinya apa, punya uang berapa, dan dari mana?” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di kantornya, Jumat lalu.

Pemerintah masih mengevaluasi investor 20 ruas tol yang mangkrak tersebut. Para investor ini sudah menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol pada 2005. “Kami usahakan agar semua yang macet bisa dilaksanakan, tapi harus yakin dulu investor bisa men-deliver,” ujar Djoko.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak menambahkan, selama evaluasi, investor akan diminta memberikan rencana kegiatan yang menunjukkan kemampuan untuk memenuhi target itu. “Pemerintah akan lihat apakah investor punya equity, dan dukungan apa yang perlu diberikan oleh pemerintah,” kata Hermanto.

Untuk mendukung percepatan pembangunan jalan tol, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 sebagai pengganti Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005. Peraturan ini mengatur soal pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur dijamin oleh pemerintah dengan pembiayaan dari anggaran pendapatan dan belanja negara.

Sebelumnya, kalangan investor menyatakan kekhawatiran mereka terhadap kelanjutan proyek 20 ruas tol yang mangkrak karena pemberlakuan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010. Peraturan itu dianggap tidak mengakomodasi masalah pembebasan lahan untuk proyek tersebut. Mereka keberatan investor asing masuk untuk melanjutkan proyek mangkrak itu.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol, Abdul Gani Gazali Akhwan, membenarkan bahwa peraturan tersebut hanya berlaku untuk proyek jalan tol yang akan datang. Peraturan ini tidak berlaku untuk proyek yang saat ini berjalan, seperti 20 ruas tol yang mangkrak itu.

Nantinya, ujar Gani, pemerintah akan memastikan pembebasan lahan dilakukan sebelum pengadaan badan usaha. “Kelayakan investasi dibahas dulu, setelah itu tanah dibebaskan. Kalau sudah layak untuk dibangun, baru ditenderkan,” kata Gani di Cirebon.

Pemerintah akan mengalokasikan dana dari APBN untuk pengadaan tanah. Namun, untuk ruas-ruas tol yang potensial secara ekonomi, investor tetap harus mengembalikan biaya pembebasan lahan setelah memenangi tender.

Direktur Operasional Bakrie Toll Road Sumantri Kusumonegoro mengatakan peraturan ini akan sangat membantu investor yang ingin membangun jalan tol di ruas baru. Tetapi tidak banyak berguna untuk investor yang saat ini memegang konsesi.

“Kalau bisa peraturan ini juga diadaptasi untuk pemegang konsesi di 20 ruas yang sudah berjalan,” katanya. Pasalnya, investor di ruas ini menghadapi risiko investasi yang besar dan tidak bisa hanya ditutup dengan pemberian kompensasi tarif.

Sumantri mengatakan, selain bantuan dalam bentuk pendanaan untuk pembebasan lahan, investor mengharapkan ada bantuan pinjaman khusus untuk prasarana. “Bantuan yang tidak dibebani dengan bunga komersial.”

KARTIKA CANDRA
Bakrieland Incar Tiga Ruas Tol Baru
RABU, 07 APRIL 2010 | 16:23 WIB
Besar Kecil Normal
TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Bakrieland Development Tbk berencana mengakuisisi tiga ruas tol baru di Pulau Jawa. Presiden Direktur Bakrieland Hiramsyah S. Thaib mengatakan pihaknya menyiapkan dana dari kas internal sebesar Rp 3 triliun untuk akuisisi tersebut. “Kas internal Rp 1 triliun dan pinjaman perbankan Rp 2 triliun,” kata Hiramsyah di Jakarta, Rabu (7/4). Meski begitu Hiramsyah tidak menyebutkan ruas tol mana saja yang bakal diambil alih.

Anak perusahaan Bakrieland, Bakrie Toll Road, saat ini menjadi investor dalam proyek pembangunan lima ruas tol. Satu ruas yaitu Kanci-Pejagan 35 kilometer sudah rampung dan beroperasi. Empat ruas tol lainnya, yaitu Pejagan-Pemalang, Batang-Semarang, Pasuruan-Probolinggo dan Ciawi-Sukabumi, masih dalam proses pembebasan lahan.

Saat ini terdapat sekitar 20 ruas jalan tol yang dikontrakkan pada investor, tapi belum mengalami kemajuan. Ruas itu di antaranya dua ruas tol JORR II, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang Semarang, Semarang-Solo, Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto, Pasuruan-Probolinggo, Ciawi-Sukabumi, Becakayu, Cinere-Jagorawi, dan Depok Antasari.

KARTIKA CANDRA

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: