Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

April 30, 2010

the bakries: quo vadis … 300410

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 9:03 am

Laba 25 emiten melonjak
Pemulihan ekonomi topang kinerja emiten

JAKARTA: Sebagian besar emiten membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada kuartal I/2010, menguatkan optimisme kinerja perusahaan terus menanjak.
Tren pertumbuhan kinerja emiten itu sebagaimana terjadi pada pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Berdasarkan laporan keuangan emiten yang diumumkan hingga kemarin, sebanyak 25 emiten nonkeuangan dalam tiga bulan pertama tahun ini membukukan penjualan total Rp74,81 triliun, naik 17,03% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp63,93 triliun.

Gabungan laba bersih emiten itu mencapai Rp7,12 triliun, melonjak 85,90% dari sebelumnya Rp3,83 triliun dengan pendapatan terbesar dipegang oleh PT Astra International Tbk senilai Rp29,69 triliun.

Pendapatan ini tumbuh 37,85% dari perolehan kuartal I/2009 sebesar Rp21,54 triliun. Namun, dilihat dari segi pertumbuhannya, yang terbesar adalah PT Alam Sutera Realty Tbk sebesar 301,96% dari Rp51 miliar menjadi Rp205 miliar.

Dari 25 emiten tersebut, hanya 6 yang membukukan penurunan pendapatan yakni PT Wijaya Karya Tbk (13,08%), PT Gozco Plantations Tbk (16,22%), PT Astra Graphia Tbk (18,26%), PT Pembangunan Perumahan Tbk (18,96%), PT Aneka Tambang Tbk (37,33%), dan PT Timah Tbk yang menderita penurunan terbesar yakni 59,91% dari Rp4,59 triliun menjadi Rp1,84 triliun. (lihat tabel)

Meski pendapatannya anjlok, laba bersih Timah justru tercatat sebagai yang tumbuh paling banyak sebesar 907,14% dari Rp14 miliar menjadi Rp141 miliar.

Lonjakan laba bersih itu terutama dipicu oleh membaiknya harga rata-rata logam timah dunia seiring dengan pulihnya daya beli konsumen.

Harga tertinggi logam timah dunia adalah US$18.355 per ton dan terendah adalah US$14.950 per ton dengan harga rata-rata sebesar US$17.225 per ton.

Harga rata-rata yang diterima BUMN tambang ini selama kuartal I/2010 adalah US$16.970 per ton, lebih tinggi 51% dari harga rata-rata kuartal I/2009 sebesar US$11.221 per ton.

Nilai tukar rata-rata dolar AS terhadap rupiah yang diterima oleh Timah adalah 20% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari Rp11.671 menjadi Rp9.475 per dolar AS.

Sebaliknya, yang mencatatkan penurunan laba bersih terbesar adalah PT Jaya Pari Steel Tbk sebesar 85,90% dari Rp78 miliar menjadi Rp11 miliar.

Emiten lain yang juga membukukan penurunan laba bersih adalah PT Enseval Putera Megatrading Tbk (32,47%), PT Ramayana Lestari Tbk (40,48%), dan PT Tunas Ridean Tbk (46,43%).

Astra masih memegang rekor perolehan laba bersih yakni Rp3,01 triliun, atau hampir separuh dari total laba bersih 25 emiten nonkeuangan, setelah keuntungannya melonjak 60,75% dari Rp1,88 triliun.

Presdir Astra Prijono Sugiarto mengatakan permintaan konsumen domestik terus meningkat seiring dengan ketersediaan sumber pembiayaan yang murah, penguatan nilai tukar rupiah serta inflasi yang rendah.

Faktor-faktor ekonomi yang kondusif ini sangat membantu penguatan bisnis Grup Astra di semua sektor.

“Pada kuartal pertama 2010 kinerja Grup Astra turut didukung oleh kondusifnya kondisi perekonomian Indonesia dan hal ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun,” tuturnya, kemarin.

Menurut Prijono, laba usaha dari segmen otomotif dan jasa keuangan membukukan lonjakan terbesar, yakni diluar perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities, meningkat 44% dibandingkan dengan kuartal I/2009 menjadi Rp1,3 triliun.

Hasil bersih dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities dari segmen ini mencapai Rp1 triliun, naik 178% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Diikuti segmen sumber daya alam dan lain-lain yang terdiri dari agribisnis, alat berat, pertambangan, teknologi informasi dan infrakstruktur yang meningkat 13% menjadi Rp1,9 triliun.

Dia juga mengatakan sepanjang kuartal I/2010 penjualan mobil dan motor grup Astra tumbuh masing-masing 71% dan 28%. Penjualan mobil tercatat sekitar 99.000 unit dari total penjualan mobil nasional sebanyak 174.000 unit, sedangkan penjualan motor mencapai 750.000 unit dari total penjualan motor nasional 1,6 juta unit.

Harga saham Astra yang berkode perdagangan ASII ini ditutup naik 1,21% dari Rp45.550 ke level Rp46.100, menjadikannya bernilai kapitalisasi pasar Rp186,63 triliun. Sepanjang tahun ini harga saham grup konglomerasi ini sudah menguat 32,85%.

Didukung fundamental

Analis Samuel Sekuritas M. Alfatih mengatakan secara umum pertumbuhan kinerja laba bersih kuartal I/2010 dari beberapa emiten didukung oleh makin stabilnya kondisi fundamental ekonomi Tanah Air. Faktor penguatan rupiah terhadap dolar AS juga memegang andil dalam pertumbuhan laba bersih emiten.

“Secara statistik, ekonomi Indonesia tumbuh. Kondisi ini mendukung kinerja sejumlah emiten. [Penguatan rupiah menopang] terutama emiten yang mempunyai utang dalam dolar AS dan pemasukan dalam rupiah.”

Selain itu, kata Alfatih, tingkat inflasi yang dalam batas normal juga turut mendukung pertumbuhan laba bersih emiten.

Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene menilai perekonomian Indonesia sedang berproses untuk pulih. Kondisi tersebut mendukung pencapaian kinerja positif emiten.

Dia memproyeksikan emiten sektor otomotif, semen, pertambangan batu bara bakal membukukan kinerja keuangan kuartal I/2010 yang jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja emiten ini mencerminkan pertumbuhan IHSG yang terus menanjak mendekati level 3.000. Kemarin, IHSG ditutup naik 0,81% ke level 2.926,86. (08/10/Fajar Sidik/Bastanul Siregar/M. Munir Haikal/Wisnu Wijaya) (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

Kepada Yth,
Bapak/Ibu Nasabah IPOT
di Tempat

Kami informasikan bagi para Nasabah IPOT yang memiliki ELTY-W bahwa tanggal exercise paling lambat adalah 30 April 2010 sebelum jam 11:30 WIB dengan catatan dana di portfolio anda mencukupi untuk biaya exercise.Untuk permintaan exercise atau tebus Bapak/Ibu dapat mengirimkan message dari menu Tool € Message € Contact € CRO-1370, dan cantumkan “jumlah lot yang ingin ditebus & harap dana di debet dari portfolio saya” atau dari menu tool€Exercise Warrant & Right. Data mengenai kepemilikan ELTY-W dapat dilihat pada fitur Portfolio di IPOT.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center IPOT di 021-57931200. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

IPOT Service Department
PT Indo Premier Securities
Wisma GKBI Lantai 7 Suite 718
Jl. Jend. Sudirman No. 28
Jakarta
Jumat, 30/04/2010 14:45 WIB
Daftar Saham Marjin dan Short Sell Periode Mei 2010 Tak Berubah
Indro Bagus – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan kembali daftar saham transaksi marjin dan short sell untuk periode Mei 2010. Daftar ini tidak berubah dari 3 bulan sebelumnya, Februari – April 2010.

BEI menetapkan 32 saham transaksi marjin dan 29 saham transaksi short sell. Daftar efek yang disebutkan dibawah, mulai berlaku tanggal 3 Mei 2010.

Berikut daftar saham transaksi marjin :

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
PT Astra International Tbk (ASII).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
PT Indosat Tbk (ISAT).
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
PT United Tractors Tbk (UNTR).
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO).
PT Timah Tbk (TINS).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Berikut daftar saham transaksi short sell:

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
PT Astra International Tbk (ASII).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY).
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA).
PT Semen Gresik Tbk (SMGR).
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).
PT United Tractors Tbk (UNTR).
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP).
PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).
PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
PT Timah Tbk (TINS).
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

(dro/qom)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: