Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 7, 2010

aksi korporasi bumi n btel … the bakries i$ up … 070510

Filed under: Utang Bumi & Grup — bumi2009fans @ 7:17 am

Bakrie-7 mulai bangkit
Bumi-CIC siapkan konversi saham, Bakrie Telecom masuk wireless broadband

JAKARTA: Mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka spekulasi akan mulusnya penyelesaian kasus pajak yang menerpa PT Bumi Resources dan kelompok Bakrie lain.
Di tengah koreksi indeks harga saham gabungan 1,25% serta hampir seluruh indeks bursa di Asia Pasifik, harga saham PT Bumi Resources Tbk kemarin justru melonjak 4,44% ke level Rp2.350 per saham dari penutupan sebelumnya, dengan nilai transaksi terbesar.

Kenaikan harian saham Bumi yang signifikan itu juga menjadi faktor penahan kejatuhan IHSG, dengan menyumbang 2,45 poin atau terbesar setelah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang menyumbang 2,54 poin.

Selain Bumi, kenaikan harga saham juga terjadi pada unit usaha Bakrie lainnya. PT Bakrie & Brothers Tbk (3,0%), PT Bakrie Telecom Tbk (1,5%), PT Energi Mega Persada Tbk (2,2%), dan PT Darma Henwa Tbk (1,0%). (lihat ilustrasi)

Dua unit usaha lain, yaitu PT Bakrieland Development Tbk turun 1,0%, dan PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk bergerak mendatar. Situasi ini sekaligus menandai bangkitnya saham tujuh unit usaha Bakrie atau populer disebut Bakrie-7, yang pekan sebelumnya ‘lesu darah’.

Secara keseluruhan, total nilai transaksi Bakrie-7 kemarin Rp756,837 miliar, 12,21% dari total transaksi Rp6,197 triliun. Namun volume transaksi Bakrie-7 menguasai 23,49% volume seluruh transaksi kemarin.

Sejumlah analis menyatakan lonjakan harga saham Bumi berikut anak usaha Bakrie yang lain tersebut dipicu spekulasi penyelesaian kasus pajak perusahaan penghasil batu bara terbesar di Indonesia tersebut berjalan mulus.

“Dengan mundurnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati, orang mempunyai ekspektasi persoalan pajak yang melilit Bumi bisa selesai dengan mulus, sehingga mereka mulai mengoleksi saham Bumi,” ujar Christine Salim, Kepala Riset PT Samuel Sekuritas, kemarin.

Menurut Christine, kinerja operasional Bumi pada kuartal I 2010 diperkirakan cukup bagus, di tengah penurunan pendapatan emiten blue chip batu bara seperti PT Adaro Energy Tbk dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk.

Senada dengan Christine, analis PT Lautandhana Securindo Muhammad Sugiarto menilai selama ini saham grup milik Bos Partai Golkar Aburizal Bakrie itu tertinggal dibandingkan dengan saham sejenis ketika angin bullish bertiup.

Faktor politik dinilai menekan psikologi pemodal, menutup kinerja fundamental saham grup tersebut yang masih menjanjikan. “Mundurnya Sri Mulyani, yang dikenal kontra dengan Aburizal Bakrie, menjadi momentum untuk kembali mengoleksi saham Bakrie-7.”

Bahkan, lanjutnya, saat ini berkembang spekulasi di pasar posisi menkeu akan diisi kader Golkar atau orang Aburizal, mengikuti gaya Presiden SBY yang biasa bermain aman dalam mengelola konflik dengan lawan politiknya.

Sejalan dengan kenaikan harga saham Bakrie-7, PT Bakrie Telecom kemarin mengumumkan masuk ke bisnis jaringan pita lebar nirkabel (wireless broadband) pada kuartal III/2010, dengan dana penjualan obligasi pada April senilai US$250 juta,

Konversi saham

Sementara itu, seorang pelaku bursa mengatakan Bumi berencana menggunakan dasar kinerja kuartal I/2010 untuk menentukan harga saham dalam penawaran umum terbatas (PUT) tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-preemptive rights) sebanyak 2,5 miliar saham.

Menurut rencana, PUT itu terkait dengan rencana konversi sebagian utang Bumi dari China Investment Corporation (CIC) menjadi saham baru. Dengan asumsi nilai aset Rp74 triliun dan nilai buku Rp760, harga dasar non-preemptive rights adalah Rp2.950 per saham.

Nilai PUT itu diperkirakan Rp6,25 triliun dari utang CIC yang dikonversi, sehingga menurunkan leverage dari 3,95 kali jadi 3,5 kali saat ini. Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava yang coba kemarin dihubungi belum mengonfirmasi dan membantah informasi ini.

Meski penurunan leverage itu terbuka lebar, satu riset yang diterbitkan PT NISP Sekuritas kemarin menyebutkan Bumi diperkirakan mencetak pertumbuhan positif pada kuartal I/2010, sejalan dengan kenaikan volume penjualan batu bara.

Bumi menjual 16 juta ton batu bara pada kuartal I/2010, naik 41,6% dari posisi tahun lalu 11,3 juta ton. “Kenaikan volume penjualan itu akan menopang pendapatan di tengah potensi penurunan harga jual batu bara,” ungkap riset itu.

NISP Sekuritas juga memperkirakan harga jual rata-rata batu bara Bumi pada kuartal I/2010 relatif stabil dibandingkan dengan posisi kuartal IV/2009, sehingga Bumi diperkirakan mencetak pendapatan US$880 juta, tumbuh 16% dari kuartal I/2009 senilai US$752,92 juta.

Untuk laba bersih, Bumi sepertinya menerapkan tingkat pajak efektif secara normal. Pada 2009, tingkat pajak yang diterapkan Bumi adalah 45% dibandingkan dengan posisi kuartal I/2009, yaitu 13,8%.

Akibatnya, Bumi akan menyesuaikan pengeluaran pajak kuartal I/2009 pada laporan keuangan kuartal I/2010. “Kinerja kuartalan Bumi diperkirakan tetap kokoh karena perusahaan membukukan biaya stripping pada kuartal IV/2009.” (Arif Gunawan S./ Bastanul Siregar) (wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Oleh Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: