Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 10, 2010

the bakries, after her new post abroad (4): 100510

Filed under: BURSA bumi — bumi2009fans @ 4:21 pm

Indeks kembali perkasa
Grup Bakrie merajai pasar saham

JAKARTA: Di tengah rebound bursa Asia Pasifik dan sentimen positif atas laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2010 yang mencapai 5,7%, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak 4,06% ke level 2.850,43.
Posisi IHSG ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 24 Juni 2009.

Indeks bursa saham di Asia Pasifik dan Eropa kemarin ditutup positif, mengikuti sentimen positif dari negara-negara Eropa yang menyuntikkan dana hampir US$1 triliun ke pasar melalui program pembelian obligasi untuk menghentikan tergerusnya keyakinan investor terhadap euro yang dipicu oleh krisis Yunani.

Kepala Riset PT Mandiri Sekuritas Ari Pitoyo mengatakan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin lebih disebabkan oleh sentimen positif terhadap suntikan dana negara-negara Eropa.

“Secara umum indeks pekan ini akan lebih baik karena kepanikan terhadap paket penyelesaian krisis negara-negara Eropa mereda,” ujarnya.

Di dalam negeri, data Badan Pusat Statistik yang dirilis kemarin menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2010 tumbuh 1,9% apabila dibandingkan dengan kondisi pada kuartal IV/2009.

Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Christine Salim mengatakan selain ditopang oleh sentimen positif dari bursa regional, kenaikan IHSG sebesar 4,06% juga ditopang oleh lonjakan harga saham Grup Bakrie. “Data mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal I sebelumnya sudah dihitung oleh para investor,” tuturnya.

Indeks Nikkei-225 kemarin naik 1,60% ke 10.530,70, Hang Seng melonjak 2,54% ke 20.426,64, Dow Jones tadi malam dibuka menguat 3,85% ke level 10.780,85.

“Pada jangka menengah, IHSG akan berkonsolidasi. Pelaku pasar, terutama pemodal lokal, banyak yang trading hari ini [kemarin],” ujar Christine.

Dana asing keluar

Berdasarkan data BEI, sejak 5-10 Mei, pemodal asing terus keluar dari bursa saham nasional dengan melepas portofolionya. Jika ditotal, nilai jual bersih (net sell) pemodal asing mencapai Rp2,31 triliun.

Menurut Christine, lonjakan transaksi saham-saham Grup Bakrie juga menjadi pendorong kenaikan IHSG kemarin, terutama saham PT Bumi Resources Tbk.

“Kuncinya adalah penyelesaian masalah pajak Bumi di Mahkamah Agung. Jika hal itu tuntas, tentu berpotensi membawa dampak positif ke Grup Bakrie secara menyeluruh,” katanya.

Nilai transaksi harian saham Grup Bakrie-mencakup tujuh saham-kemarin mencapai Rp1,40 triliun, posisi terbesar kedua grup konglomerasi. Nilai ini berbeda tipis dibandingkan dengan transaksi harian saham Grup BUMN dan anak perusahaan-meliputi 18 saham-yang tercatat Rp1,49 triliun.

Nilai transaksi terbesar ketiga adalah saham Grup Astra International yang kemarin mencapai Rp714,88 miliar.

Harga tujuh saham Grup Bakrie kemarin melonjak pada kisaran 6,25%-8,02%. Lonjakan terbesar dialami saham PT Energi Mega Persada Tbk sebesar 8,02% ke Rp148 per saham, disusul saham Bumi yang meroket 7,60% ke level Rp2.475 per saham.

Pada Jumat pekan lalu, nilai transaksi harian saham Grup Bakrie menempati posisi ketiga setelah Grup BUMN dan Grup Astra International.

Rupiah menguat

Kepala Riset PT BNI Securities Norico Gaman mengatakan rupiah dalam waktu dekat juga memiliki kecenderungan menguat terhadap euro.

“Pemberian suntikan dana dari negara-negara Eropa dalam jumlah yang sangat besar bisa berdampak positif untuk rupiah. Sebab Uni Eropa akan mencetak uang dalam jumlah besar dan hal itu cenderung bisa melemahkan nilai tukarnya terhadap mata uang lainnya termasuk rupiah.”

Nilai tukar rupiah kemarin menguat setelah terdepresiasi sekitar 2,3% sepanjang pekan lalu. Mata uang Indonesia itu bahkan mencatatkan penguatan nilai tukar tertinggi dalam 4 bulan terakhir.

Nilai tukar rupiah menguat 113 poin atau 1,23% menjadi Rp9.102 per dolar AS pada pukul 13.30 WIB dan menembus Rp9.100 per dolar AS setelah tengah hari. Pada pukul 16.04 WIB, mata uang lokal itu akhirnya bertahan di posisi Rp9.081 per dolar AS atau meningkat 1,6% dari perdagangan sehari sebelumnya.

Head of Treasury Bank OCBC NISP Suriyanto Chang mengatakan rupiah kembali menguat setelah minggu lalu terkoreksi ke level Rp9.370. Pada awal perdagangan kemarin, rupiah berada di bawah level Rp9.200 per dolar AS.

Bank Indonesia menyatakan pelemahan rupiah yang terjadi sepanjang pekan lalu hanya bersifat sementara. Optimisme bank sentral itu didasarkan kepada kondisi fundamental Indonesia yang cukup baik.

Kekhawatiran pasar terhadap kondisi Yunani merupakan salah satu faktor yang menyebabkan dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang pada pekan lalu.

“Namun, hasil positif dari rapat Uni Eropa menyangkut Yunani membuat kepercayaan di pasar naik dan men-support penguatan rupiah. Rupiah diprediksi dapat kembali menuju level Rp9.100 atau di bawahnya, mengingat pembukaan saham juga cukup positif,” kata Suriyanto.

Ekonom United Overseas Bank Ltd Singapura Penn Nee Chow mengatakan mata uang di Asia terlihat pulih Uni Eropa dan IMF mengumumkan pengucuran dana untuk mengatasi krisis utang di kawasan Eropa.

“Khusus untuk rupiah, PDB Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Pelemahan rupiah beberapa waktu lalu disebabkan faktor eksternal,” kata Chow seperti dikutip Bloomberg.

Seluruh mata uang di Asia (10 negara) pada perdagangan kemarin mencatatkan penguatan nilai tukar terhadap yen.

Ringgit memimpin penguatan yakni sebesar 7,1% diikuti rupiah yang terapresiasi 3,6% dan peso 2,2% terhadap yen. (wisnu. wijaya@bisnis.co.id)

Reportase: 10/Irvin Avriano A./ Achmad Aris/Berliana Elisabeth S./ Erna S.U. Girsang/Nana Oktavia Musliana/Yeni H. Simanjuntak

Oleh Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

Senin, 10/05/2010 16:45 WIB
Bakrie 7 Gendong IHSG Naik 111 Poin
Indro Bagus – detikFinance

Jakarta – Saham-saham Bakrie 7 sukses menggiring IHSG naik tajam 111 poin ke level 2.850,427 dengan penguasaan volume transaksi sebesar 34,1% dan nilai transaksi sebesar 22,46% pada perdagangan hari ini.

Penguasaan ini merupakan rekor tertinggi Bakrie 7 sepanjang tahun ini, terutama semenjak saham-saham mereka ‘agak’ ditinggalkan investor lantaran tersangkut isu politis dan pajak. Saham-saham Bakrie 7 hari ini naik tajam antara 6% hingga 8%.

Saham Bumi Resources (BUMI) kembali merajai lantai bursa dengan nilai transaksi tertinggi mencapai Rp 1,134 triliun. Kenaikan saham BUMI mencapai Rp 175 (7,60%) ke level Rp 2.475 dengan volume 943.465 lot.

Saham Bakrieland Development (ELTY) menguat Rp 15 (6,97%) ke Rp 230 dengan volume 709.107 lot senilai Rp 80,048 miliar. Saham Bakrie Telecom (BTEL) naik Rp 9 (6,76%) ke Rp 142 dengan volume 664.678 lot senilai Rp 46,678 miliar.

Bakrie & Brothers (BNBR) menguat Rp 5 (7,35%) ke Rp 73 dengan volume 1.234.570 lot senilai Rp 43,910 miliar. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) naik Rp 30 (6,59%) ke Rp 485 dengan volume 170,546 lot senilai Rp 40,848 miliar.

Saham Energi Mega Persada (ENRG) melesat Rp 11 (8,02%) ke Rp 148 dengan volume 557.729 lot senilai Rp 40,307 miliar. Terakhir, Darma Henwa (DEWA) naik Rp 6 (6,25%) ke Rp 102 dengan volume 333.211 lot senilai Rp 16,818 miliar.

Total volume transaksi Bakrie 7 hari ini mencapai 4.613.306 lot atau setara dengan 34,1% dari total volume transaksi IHSG hari ini sebanyak 13.526.685 lot.

Nilai transaksi seluruh saham Bakrie 7 hari ini sebesar Rp 1,402 triliun atau sekitar 22,46% dari total nilai transaksi IHSG sebesar Rp 6,241 triliun.

Perburuan saham Bakrie 7 hari ini menjadi mercu suar bagi saham-saham lainnya untuk ikutan menguat tajam. IHSG pun terkerek naik tajam 111,094 poin (4,05%) ke level 2.850,427 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.739,333.

Persentase kenaikan IHSG hari ini merupakan rekor tertinggi untuk tahun ini, sebagaimana kenaikan saham-saham Bakrie 7 hari ini juga menjadi rekor kenaikan tertinggi di 2010.

(dro/qom)
10/05/2010 – 15:45
Saham Bakrie Dongkrak IHSG Kembali ke 2.835,1

INILAH.COM, Jakarta – Saham-saham grup Bakrie berhasil mendongkrak indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ke level 2.835,1.

Kenaikan tertinggi terlihat pada saham Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 7,6% (175 poin) ke Rp2.475 per saham. Volume perdagangan tercatat sebanyak 814.337 dengan nilai transaksi sebesar Rp975,28 miliar.

Universal Broker Indonesia PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Beli 155 2010-05-05 10:50 AM Analis melihat, tahun ini harga minyak mentah berpotensi naik. Kemarin (4/5), harga minyak mentah hampir ke US$ 86 sebarel. Kenaikan komoditas energi ini turut menopang kinerja ENRG.

Selanjutnya saham Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang naik 7,29% (10 poin) ke harga Rp147 per saham. Volume perdagangan jelang penutupan sore tercatat sebanyak 503.727 unit saham dengan nilai transaksi Rp36,33 miliar. Saham Darma Henwa Tbk (DEWA) juga naik 7,29% (7 poin) ke Rp103 per saham. Volume perdagangannya mencapai 278.225 dengan nilai transaksinya sebesar Rp14 miliar.

Kemudian saham Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) yang naik 5,88% (4 poin) ke Rp72 per saham. Volume perdagangan sebanyak 1,14 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp40,45 miliar. Selanjutnya

Saham Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang naik 6,01% (8 poin) ke Rp141 per saham. Volume perdagangan tercatat sebanyak 631.403 dengan nilai transaksi sebesar Rp43,71 miliar. Saham Bakrieland Development Tbk (ELTY) naik 4,65% (10 poin) ke Rp225. Volume perdagangannya sebanyak 451.565 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp50,66 miliar.

Berikutnya saham Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) naik 6,59% (30 poin) ke Rp485 per saham. Volume perdagangannya sebanyak 148.414 dengan nilai transaksinya sebesar Rp35,48 miliar. [cms]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: