Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 11, 2010

geregetan: enrg DIPENGARUHI tingkat harga GAS … 110510

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 5:30 pm

Energi Mega Naikkan Harga Jual Gas
Harga jual gas Energi Mega menjadi US$ 6 per juta British thermal unit (mmbtu).
SELASA, 11 MEI 2010, 17:07 WIB
Arinto Tri Wibowo, Purborini

BERITA TERKAIT
Energi Mega Sewa Penampung Minyak Laju Tanker
Harga Jual Turun, Energi Mega Rugi Rp 1,7 T
2010, Energi Mega Incar Kenaikan Produksi 15%
Danatama Crossing Saham Energi Rp 1,3 Triliun
Energi Mega Pangkas Utang Jadi US$ 357,3 Juta
Web Tools

VIVAnews – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menaikkan harga gas menjadi US$ 6 per juta British thermal unit (mmbtu).

Direktur Utama Energi Mega Imam P Agustino mengatakan, kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatkan sewa fasilitas floating, production, storage, and offloading atau FPSO. “Biaya FPSO naik, harga naik,” kata Agustino di Jakarta, Selasa 11 Mei 2010.

Namun, dia mengatakan, untuk kilang gas di Terangsirasun Batur, perseroan belum menaikkan harga jual gas. “Untuk field, (harga gas) kami masih US$ 4,1 per mmbtu,” ujar Imam.

Terkait produksi, perseroan menargetkan 300 juta kaki kubik per hari (mmscfd) pada 2011 untuk kilang Terangsirasun. Menurut dia, seluruh hasil produksi itu habis diserap untuk Jawa Timur.

Pembelinya antara lain PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 130 mmscfd, PT Petrokimia Gresik (65 mmscfd), PT Indogas Kriya Dwiguna (20 mmscfd), dan PT Pertagas sebanyak 100 mmscfd.

“PLN memang membeli paling banyak dan gas tersebut untuk menyuplai wilayah Jawa Timur,” ujar dia.

Pada kuartal I-2010, menurut Imam, perseroan mencatat penurunan pendapatan dibanding periode sama tahun lalu. “Penurunan karena keterlambatan FPSO Kangean saja,” kata dia.

Imam menambahkan, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) selama kuartal I-2010 terbukukan sebesar Rp 75 miliar. Untuk periode sama 2009, perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp 105 miliar. “Meski (pendapatan) turun, tapi EBITDA naik,” ujar dia.

Sementara itu, selama 2009, EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp 107,3 miliar atau turun 88 persen dibanding tahun sebelumnya. Kerugian bersih tercatat Rp 1,73 triliun dibanding periode sama 2008 dengan rugi Rp 35 miliar.

Penjualan bersih perseroan juga turun menjadi Rp 1,44 triliun dari sebelumnya Rp 1,85 triliun.

Energi Mega Persada mengincar laba setelah pajak sebesar US$ 10-15 juta pada 2010. Perseroan juga menargetkan pendapatan pada 2010 bertumbuh hingga 67,88 persen, atau menjadi US$ 230 juta. (hs)

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Selasa, 11/05/2010 16:30 WIB
ENRG Berharap Harga Gas Blok Kangean Dinaikkan
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menginginkan kenaikan harga jual gas untuk lapangan Terang Sirasunbatur, untuk Blok Kangean, saat produksinya meningkat hingga 300 juta kaki kubik (mmscfd). Hingga kini, harga jual gas sekitar US$ 4,1-5 per mmbtu.

“Kita ingin harganya lebih tinggi dari sekarang. Tapi masih menunggu keputusan BP Migas,” kata Direktur Utama perseroan Imam Agustino, dalam jumpa pers usai Penandatanganan kerja sama sewa FPSO dengan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Menurut Investor Relation ENRG, Herwin Hidayat, perseroan siap memulai produksi gas di lapangan Terang Sirasunbatur pada triwulan IV-2011, dengan kapasitas produksi sebesar 300 juta kaki kubik (mmscfd). Perseroan pun tidak terlalu cemas dengan jalur distribusi gas yang mereka akan produksi. Pasalnya telah ada jalur pipa gas milik Pertamina (Trans Java Pipeline) yang telah terpasang, dan telah mengaliri gas milik perseroan sebanyak 35 juta kaki kubik.

“Saat ini berproduksi, 300 juta kaki kubik, kita sudah ada pipa pertamina yang sudah kita sewa. Selama ini, pipa hanya menampung produksi gas kita sebesar 35 juta kaki kubik. Padahal kapasitasnya sampai 600 juta kaki kubik,” katanya.

Trans Java Pipeline sendiri disewa oleh perseroan dengan harga US$ 50 sen per mmbtu.

Dari rencana produksi gas di lapangan Terang Sirasunbatur sebesar 300 juta kaki kubik, 100% sudah siap diserap oleh konsumen. Di antaranya PLN (Persero) sebanyak 130 juta kaki kubik, dan Petrokimia 65 juta kaki kubik.

“Semua sudah akan diserap. 70% di antaranya oleh PLN dan Petrokimia,” ungkapnya.

“Sisanya, sudah ada beberapa pembeli seperti Indogas dan Pentagas, itu anak usaha Pertamina. Masing-masing 20 dan 100 juta kaki kubik,” tegas Direktur Keuangan ENRG, Didit Ratam.

ENRG juga mendapat fasilitas floating, production, storage dan offloading (FPSO) dari PT Berlian Laju Tanker Tbk untuk lapangan Pagerungan Utara (North Pagurungan), Blok Kangean. Nilai kontrak penyewaan FPSO ini sejumlah US$ 81 juta

“Investasi untuk penyewaan FPSO sekitar US$ 81 juta,” katanya.

Ia menambahkan, ENGR melalui anak usahanya, Kangean Energy Indonesia Limited (KEI) hari ini melakukan penandatanganan kerja sama dengan BLTA untuk mengelola minyak dengan rata-rata produksi 5 ribu-7 ribu barrel per hari. Masa kontrak yang disepakati selama empat tahun dan mulai beroperasian pada November 2010.

“Target mulainya bareng dengan produksi minyak offshore, di Oktober-November 2010,” jelasnya.

Sumber pendanaan didapat dari Opex (Operational Expenditure), dengan perkiraan produksi sebanyak 5 ribu-7 ribu barel per hari. “Jadi tidak mempengaruhi capex kita. Diambil dari produksi 5 ribu barel per hari. Itu kan continue,” paparnya.

ENGR melalui anak usaha KEI, memiliki 50% working interest di Blok Kangean PSC. Sisanya dimiliki setara merata oleh Mitsubishi Corporation dan Japan Protreleum Exploration Co. Ltd.

Lanjutnya, fasilitas FPSO tersebut juga dapat menyimpan minyak sampai dengan 400 ribu barel minyak.

Hingga saat ini perseroan telah mengoperasikan dua lapangan di Blok Kangean. Masing-masing adalah lapangan Pagurungan dengan kapasitas produksi 35 juta kaki kubik gas per tahun, dan lapangan Sepanjang dengan produksi, 30 juta barel minyak per tahun.

(wep/dnl)
Energi Mega Sewa Penampung Minyak Laju Tanker
Fasilitas itu mampu menampung minyak sampai dengan 400 ribu barel.
SELASA, 11 MEI 2010, 15:37 WIB
Antique, Purborini

BERITA TERKAIT
Harga Jual Turun, Energi Mega Rugi Rp 1,7 T
2010, Energi Mega Incar Kenaikan Produksi 15%
Danatama Crossing Saham Energi Rp 1,3 Triliun
Energi Mega Pangkas Utang Jadi US$ 357,3 Juta
2009, Energi Mega Raup Pendapatan Rp 1,37 T

VIVAnews – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melalui anak perusahaan, Kangean Energy Indonesia Limited menandatangani penyewaan fasilitas floating, production, storage, dan offloading dengan PT Berlian Laju Tanker Tbk.

“Ini untuk kontrak selama empat tahun di blok Kangean PSC,” ujar Direktur Utama Energi Mega Persada Imam P Agustino di Jakarta, Selasa, 11 Mei 2010.

Fasilitas tersebut, menurut dia, mampu menampung minyak sampai dengan 400 ribu barel. Sedangkan nilai kontrak mencapai US$ 81 juta.

“Pembiayaan dilakukan bersama dengan Energi, Mitsubishi Cooperation, dan Japan Petroleum Exploration Co Ltd,” ujar Imam.

Masing-masing, Imam menambahkan, memiliki working interest sebesar 25 persen. Sedangkan pendanaan dari perseroan akan menggunakan hasil produksi. “Ini masuknya operational expenditure. Jadi, dari hasil produksi akan tertutupi,” tutur dia.

Blok Kangean direncanakan mulai dioperasikan pada Oktober 2010 dengan produksi harian 5.000 sampai 7.000 barel per hari. “Target untuk setahun sesuai dengan target harian,” ujar Imam.

Dengan produksi harian 7.000 barel, diperkirakan produksi selama satu tahun mencapai 2,5 juta barel. (art)

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
11/05/2010 – 19:20
ENRG Targerkan Produksi Blok Terang Tahun 2011
Agustina Melani

(IST)
INILAH.COM, Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menargetkan blok Terang Sirasunbatur dapat memproduksi pada kuartal ketiga 2011.

Hal itu disampaikan Direktur Utama ENRG Imam Agustino pada Selasa (11/3). Blok terang, Sumatra dan Batur memproduksi 300 juta kaki kubik gas. Penjualan gas tersebut untuk Indogas, PLN, Petragas. Saat ini sudah dipasang pipa gas milik Pertamina sebanyak 35 juta kaki kubik. “Kita sudah ada pipa Pertamina yang disewa,” kata Imam.

Saat ini kontribusi gas tersebut untuk PLN sebesar 130 juta kaki kubik, Petrokimia 65 juta kaki kubik, anak usaha Pertamina masing-masing 20 juta kubik gas untuk Indogas dan Petragas sebesar 100 juta kubik gas. [hid]

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: