Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 17, 2010

btel @telkomsel … 170510

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:10 am

e-trading:

TLKM: Esia-Flexi Segera Bersinergi

Rencana penggabungan Flexi, unit usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dengan Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk kian mengerucut. Pemerintah menilai pemisahan Flexi dari Telkom akan meningkatkan kemampuan bisnis Telkom secara keseluruhan.

Senin, 17/05/2010
Esia-Flexi segera bersinergi
BRTI: Merger jangan timbulkan monopoli pasar

JAKARTA: Rencana penggabungan Flexi, unit usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dengan Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk kian mengerucut.

Seorang pejabat tinggi di Kementerian BUMN yang meminta identitasnya tak dibuka menyatakan manajemen Telkom berencana mengagendakan penggabungan itu dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perseroan yang digelar Juni nanti.

“Pembicaraan antara pemerintah [Kementerian BUMN], jajaran direksi Telkom serta direksi Bakrie Telecom menyangkut rencana penggabungan Flexi dan Esia itu semakin mengerucut,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pejabat yang juga terlibat dalam pembicaraan tersebut menambahkan pemerintah dalam posisi mendorong penggabungan Flexi dan Esia. Pemerintah menilai pemisahan Flexi dari Telkom akan meningkatkan kemampuan bisnis Telkom secara keseluruhan.

Akan tetapi, sambungnya, tidak akan ada transaksi antara Telkom dengan Bakrie dalam penggabungan tersebut, lantaran tidak terjadi pelepasan saham Flexi dari Telkom atau sebaliknya, Esia dari Bakrie. Penggabungan Flexi dan Esia bersifat sinergi.

Sifat penggabungan itu pula, tegasnya, yang turut meyakinkan pemerintah guna mendorong Telkom segera melepas Flexi untuk selanjutnya dikelola bersama-sama dengan Esia dalam satu unit tersendiri atau joint venture.

Dalam unit joint venture itu nanti, pemerintah menginginkan agar Telkom menjadi pengendali utama. Dengan demikian, sinergi yang terbentuk antara Flexi dan Esia kelak diharapkan dapat mendominasi pangsa pasar CDMA (code division multiple access) di Indonesia.

Dihubungi terpisah, Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menyatakan perseroan sejauh ini belum sampai pada keputusan final untuk bersinergi dengan Bakrie Telecom. Pasalnya, rencana itu masih dalam tahap pengkajian.

Dia mengatakan opsi untuk bersinergi itu masih terbuka. “Rencana [joint venture dengan Esia] itu masih dikaji. Ini masih dalam step [langkah] awal. Apakah nantinya rencana ini jadi atau tidak, belum kami putuskan,” ujarnya.

Sudiro menjelaskan pembentukan joint venture dengan Bakrie untuk mengelola bisnis telekomunikasi berbasis CDMA butuh kajian yang komprehensif. Untuk itu, semua aspek akan diperhitungkan sehingga prosesnya makan waktu yang tidak sebentar.

“Flexi masih mengkaji semua dimensi penggabungan itu secara mendalam, bukan hanya secara finansial, tapi juga masalah lain seperti pengembangan teknologi dan kelengkapannya juga masih dikaji,” katanya.

Sementara itu, VP Marketing and Public Communication Telkom Eddy Kurnia menegaskan tidak ada agenda untuk membicarakan pengambilan Esia di RUPS.

“Tidak ada pembicaraan serius mengenai itu. Saat ini Telkom tetap fokus membesarkan Flexi,” jelasnya.

Butuh waktu

Direktur Corporate Services Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi menyatakan sejauh ini pembicaraan menyangkut joint venture Flexi dan Esia itu belum dilakukan.

“Masalah sinergi itu butuh waktu panjang. Kami akan lihat dulu bagaimana prosesnya,” katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Presiden Direktur Bakrie Telecom Erik Meijer. Perusahaan, tuturnya, belum pernah melakukan pembicaraan apa pun dengan operator penyelenggara layanan Flexi terkait rencana merger tersebut.

Sementara itu, Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Bakrie mengatakan saat ini Bakrie Telecom masih memfokuskan bisnisnya kepada pertumbuhan organik.

“Setelah berhasil menerbitkan global bond US$250 juta, kami terus memperkuat kinerja dan mempersiapkan bisnis data,” ujarnya melalui layanan pesan singkat yang diterima Bisnis, kemarin.

Analis Samuel Sekuritas Muhammad Alfatih menyatakan sinergi antara Flexi dan Esia akan menguntungkan baik Telkom maupun Bakrie. Namun, investor bakal melihat terlebih dahulu bentuk sinergi tersebut.

“Di layanan CDMA, baik Telkom maupun Bakrie punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, apa itu dari sisi teknologi, pelanggan, modal, dan seterusnya. Investor akan melihat dulu bagian mana yang akan disinergikan,” katanya.

Menanggapi kabar rencana penggabungan Flexi dan Esia, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan pada dasarnya regulator menghendaki agar rencana merger antara dua operator tersebut nantinya tidak menimbulkan monopoli di pasar.

“Jika kedua pihak yang merger menguasai mayoritas pangsa pasar tentu akan berdampak kurang positif bagi industri,” ujarnya.

Heru mengakui aturan terinci soal merger atau akuisisi di sektor telekomunikasi belum ada. Namun hal-hal menyangkut penguasaan pasar yang berpotensi menimbulkan praktik monopoli perlu dipertimbangkan.

“Apalagi, di telekomunikasi, frekuensi dan penomoran menjadi resource terbatas,” katanya.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementeriam Kominfo Gatot S. Dewa Broto juga memberikan pernyataan senada.

Sebelumnya, pengamat teleko-munikasi dari Institute for Technology and Economic Policy Studies, Mas Wigrantoro Roes Setiadi, mengatakan isu seputar keinginan Telkom untuk mengakuisisi operator CDMA lain sebetulnya sudah muncul sejak 2007.

“Sekarang Mobile-8 sudah integrasi dengan Smart. Jadi tinggal Esia yang masih ada,” tuturnya.

Dia melihat Telkom sangat berambisi memperkuat posisi pada segmen bisnis seluler melalui Telkomsel dan fixed wireless access (FWA) melalui Flexi. Upaya mengakuisisi operator lain ataupun membangun joint venture merupakan bagian dari target tersebut.

Jika integrasi antara Telkom dengan Bakrie Telecom benar-benar terjadi, Mas Wigrantoro mengatakan pasar telekomunikasi di Indonesia akan kembali ke pola oligopoli. (03/10/Fita Indah Maulani/Pudji Lestari/Arif Pitoyo/Tri D. Pamenan) (bambang.jatmiko@bisnis.co.id/basta nulsiregar@bisnis.coid)

Oleh Bambang P. Jatmiko & Bastanul Siregar
Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: