Saham Bumi : blog saham SEJUTA INVESTOR THE BAKRIES

Mei 17, 2010

enrg menunggu dan ditunggu … 170510

Filed under: Terkait BUMI&GRUP — bumi2009fans @ 7:13 am

Senin, 17/05/2010
BP Migas diminta tuntaskan kajian Blok Masela

JAKARTA: Pemerintah meminta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menuntaskan studi independen tentang Lapangan Abadi, Blok Masela, sebelum memberikan rekomendasi persetujuan rencana pengembangan blok tersebut.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan pemerintah sejauh ini masih menunggu perkembangan mengenai hasil penetapan studi independen dari BP Migas.

Pemerintah, tuturnya, baru akan melihat dan membahas rencana pengembangan Lapangan Abadi bercadangan sekitar 10 triliun kaki kubik gas itu setelah studi independen dirampungkan.

“Ditetapkan dulu kajian independennya, baru setelah itu bicara mengenai PoD [plan of development]. Kami menunggu dari BP Migas mengenai kajian independen itu,” katanya kepada Bisnis pekan lalu.

Kajian independen tersebut dibutuhkan untuk memilih rencana pengembangan mana yang lebih efisien, kilang di daratan atau di kilang terapung di lepas pantai. Polemik itu merupakan yang kesekian kalinya, setelah sebelumnya rencana Inpex untuk mengirimkan gas ke kilangnya di Australia ditentang.

Rencana kilang terapung berkapasitas 4,5 juta ton per tahun mulai 2016 itu sempat disetujui pemerintah melalui ‘persetujuan prinsip’ PoD Pertama Lapangan Abadi dengan skenario Floating LNG (FLNG/kilang LNG terapung) oleh Menteri ESDM pada 31 Desember 2008.

Sumber Bisnis di BP Migas menyebutkan adanya permintaan pemerintah daerah penghasil (Maluku) agar proyek tersebut dilakukan di daratan Saumlaki. Permintaan ini membuat mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro-melalui surat kepada BP Migas-meminta agar ada tambahan kajian lebih mendalam oleh lembaga independen untuk mencari solusi.

Ada risiko

Namun, dalam dokumen yang diperoleh Bisnis Menteri ESDM menyebut alasan perlunya kajian tersebut adalah karena FLNG yang dinilai belum feasible untuk dilakukan.

Alasan lainnya adalah masih adanya risiko proyek tidak berjalan sesuai dengan target dalam persetujuan PoD terdahulu.

Pada 11 November 2009 telah ada kesepakatan antara BP Migas dan Ditjen Migas mengenai TOR studi oleh konsultan independen. Dalam TOR tersebut disebutkan jangka waktu pekerjaan studi adalah 3 bulan, sebelum akhirnya dimundurkan menjadi 6 bulan.

BP Migas dan Pemerintah melibatkan Lemigas, UI, dan ITS dalam memilih konsultan independen tersebut. Dalam pelaksanaan kajian itu, BP Migas diharuskan untuk tetap melibatkan pemerintah karena status lapangan yang masih dalam tahap PoD Pertama.

Dirut PT Energi Mega Persada Tbk Imam P Agustino sebelumnya berharap financial closing atas aksi farm in 10% perusahaan atas Blok Masela bisa tuntas pada Juni.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo juga sempat mengamini rencana persetujuan PoD tersebut. Namun, dia mengatakan persetujuan itu akan diberikan setelah ada hasil kajian tim independen.

Kepala BP Migas R. Priyono juga menyatakan kemungkinan penetapan hasil kajian berikut rekomendasi PoD Lapangan Abadi, Masela akan dilakukan pada Juni. “Ancer-ancernya Juni [rekomendasi persetujuan PoD].”

Oleh Rudi Ariffianto
Bisnis Indonesia

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: